<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Beberapa Permasalahan dalam Perkembangan Pendidikan Tinggi DKV di Indonesia</title>
	<atom:link href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/</link>
	<description>Fostering understanding among Indonesian graphic designers and those interested in graphic design.</description>
	<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 22:51:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: De Maulana</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-3720</link>
		<dc:creator>De Maulana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 02:45:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-3720</guid>
		<description>Satu kasus yang terjadi pada perusahaan swasta di Jakarta, perusahaan tersebut membedakan posisi level dan penghasilan antara S1 dan D4 bagi karyawannya, perusahaan tersebut "bingung" beranggapan pada level tersebut mana yang paling atas atau kebalikannya ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Satu kasus yang terjadi pada perusahaan swasta di Jakarta, perusahaan tersebut membedakan posisi level dan penghasilan antara S1 dan D4 bagi karyawannya, perusahaan tersebut &#8220;bingung&#8221; beranggapan pada level tersebut mana yang paling atas atau kebalikannya ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kenapa_tanya</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-3285</link>
		<dc:creator>kenapa_tanya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 10:06:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-3285</guid>
		<description>Yups...bener banget. Pa lagi sekarang banyak orang yang aneh2...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yups&#8230;bener banget. Pa lagi sekarang banyak orang yang aneh2&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ritta lestari</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-3278</link>
		<dc:creator>ritta lestari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 07:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-3278</guid>
		<description>pak adit, dashyat bgt artikelnya.mantap eui!!!
kite-kite sebagai mahasiswe jadi kudu baca2 artikel ginian nih. nambah wawasan en pola pikir yang baru untuk menghadapi dunia selanjutnya,,  
terus berkarya ya pak Adit!!  
bangga deh kite-kite,, horeee</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak adit, dashyat bgt artikelnya.mantap eui!!!<br />
kite-kite sebagai mahasiswe jadi kudu baca2 artikel ginian nih. nambah wawasan en pola pikir yang baru untuk menghadapi dunia selanjutnya,,<br />
terus berkarya ya pak Adit!!<br />
bangga deh kite-kite,, horeee</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anne nurfarina</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2950</link>
		<dc:creator>anne nurfarina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 14:07:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2950</guid>
		<description>mas adit, trims artikelnya. saya mengalami sendiri hal yang membuat kening berkerut ketika depdiknas di bandung tidak mengerti apa yang disebut dengan desain komunikasi visual. yang mereka tahu pekerjaan kreatif adalah menggambar dan prakarya. ini sangat berhubungan dengan akar permasalahan dipendidikan dasar dimana anak-anak terbiasa dijejali kurikulum yang disampaikan melalui pola pembelajaran yang bersifat parsial. mengapa saya belajar matematik, biologi dll seolah-olah semua adalah kewajiban dan hapalan. point interestnya tidak dibangun..yang utama adalah hasil akhir dan bukan proses serta sustainability-nya. hingga tingkat smu pribadi parsial ini yg terbangun. jd ngga heran ketika ada anak masuk dkv tapi bercita-cita jadi seniman. pembuat kebijakan tidak paham, sementara industri berkembang dinamis..analoginya, semua terbangun di atas pondasi2 yg berbeda. setuju sekali kalo rumusan D3, D4 atau S1  dipersiapkan oleh semua unsur: pembuat kebijakan, praktisi, industri dan akademisi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas adit, trims artikelnya. saya mengalami sendiri hal yang membuat kening berkerut ketika depdiknas di bandung tidak mengerti apa yang disebut dengan desain komunikasi visual. yang mereka tahu pekerjaan kreatif adalah menggambar dan prakarya. ini sangat berhubungan dengan akar permasalahan dipendidikan dasar dimana anak-anak terbiasa dijejali kurikulum yang disampaikan melalui pola pembelajaran yang bersifat parsial. mengapa saya belajar matematik, biologi dll seolah-olah semua adalah kewajiban dan hapalan. point interestnya tidak dibangun..yang utama adalah hasil akhir dan bukan proses serta sustainability-nya. hingga tingkat smu pribadi parsial ini yg terbangun. jd ngga heran ketika ada anak masuk dkv tapi bercita-cita jadi seniman. pembuat kebijakan tidak paham, sementara industri berkembang dinamis..analoginya, semua terbangun di atas pondasi2 yg berbeda. setuju sekali kalo rumusan D3, D4 atau S1  dipersiapkan oleh semua unsur: pembuat kebijakan, praktisi, industri dan akademisi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: koko cavalera</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2852</link>
		<dc:creator>koko cavalera</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 11:36:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2852</guid>
		<description>untuk sekarang DKV memang menjadi pendidikan paling favorit. tapi untuk kedepan sepertinya suram. ketika kita berbicara tentang desain pastilah yang pertama adalah ide dan bagaimana mengembangkan ide. semua orang punya ide. contoh, untuk membuat sebuah iklan tidak diperlukan orang yang berlatar pendidikan desain. sekarang sudah banyak desainer jago yang bukan berlatar pendidikan desain asal dia mempunyai ide yang kreatif. so... ngapain sekolah desain kalo kita bisa belajar sendiri dengan melihat literatur-literatur yang sudah ada tinggal dikembangkan menurut kebutuhan. It's just about think link....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk sekarang DKV memang menjadi pendidikan paling favorit. tapi untuk kedepan sepertinya suram. ketika kita berbicara tentang desain pastilah yang pertama adalah ide dan bagaimana mengembangkan ide. semua orang punya ide. contoh, untuk membuat sebuah iklan tidak diperlukan orang yang berlatar pendidikan desain. sekarang sudah banyak desainer jago yang bukan berlatar pendidikan desain asal dia mempunyai ide yang kreatif. so&#8230; ngapain sekolah desain kalo kita bisa belajar sendiri dengan melihat literatur-literatur yang sudah ada tinggal dikembangkan menurut kebutuhan. It&#8217;s just about think link&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: winsolu</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2748</link>
		<dc:creator>winsolu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 03:43:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2748</guid>
		<description>terima kasih artikelnya.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih artikelnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Edy Chandra S.Sn</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2542</link>
		<dc:creator>Edy Chandra S.Sn</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 17:31:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2542</guid>
		<description>Pak Adit maaf, sepertinya saya yang terlambat melihat dan memberikan komentarnya untuk tulisan bapak yang sangat-sangat baik ini, dimana saya melihat dilema pada masyarakat sekarang ini yang menuntut terlalu berlebihan pada SDM DKV kita.

Seperti kita ketahui industri-industri di Indonesia pada saat ini sudah hampir semua "memelihara kambing" jika ingin "makan sate" bukan jamannya lagi "makan sate, tinggal beli saja satenya", maksudnya sudah hampir seluruh industri-industri di Indonesia sudah melibatkan SDM desain grafis di dalamnya, dan sudah hampir tidak lagi mengandalkan Advertising sebagai media patner kerja.

Dan keluhan saya pula ketika melihat sekian banyak iklan lowongan kerja yang mencari SDM DKV justru malah mensyaratkan kriteria-kriteria yang berlebihan, padahal mereka (industri) itu sendiri belum tentu mau memberikan pula kompensasi yang berlebihan pula pada SDMnya.

yach mudah-mudahan DKV ke depannya bisa ada perubahan ke arah yang lebih baik.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Adit maaf, sepertinya saya yang terlambat melihat dan memberikan komentarnya untuk tulisan bapak yang sangat-sangat baik ini, dimana saya melihat dilema pada masyarakat sekarang ini yang menuntut terlalu berlebihan pada SDM DKV kita.</p>
<p>Seperti kita ketahui industri-industri di Indonesia pada saat ini sudah hampir semua &#8220;memelihara kambing&#8221; jika ingin &#8220;makan sate&#8221; bukan jamannya lagi &#8220;makan sate, tinggal beli saja satenya&#8221;, maksudnya sudah hampir seluruh industri-industri di Indonesia sudah melibatkan SDM desain grafis di dalamnya, dan sudah hampir tidak lagi mengandalkan Advertising sebagai media patner kerja.</p>
<p>Dan keluhan saya pula ketika melihat sekian banyak iklan lowongan kerja yang mencari SDM DKV justru malah mensyaratkan kriteria-kriteria yang berlebihan, padahal mereka (industri) itu sendiri belum tentu mau memberikan pula kompensasi yang berlebihan pula pada SDMnya.</p>
<p>yach mudah-mudahan DKV ke depannya bisa ada perubahan ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yoseph</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2189</link>
		<dc:creator>yoseph</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 06:28:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-2189</guid>
		<description>salam kenal pak Arief, saya yoseph mahasiswa U.K Petra. saya saat ini sedang dalam proses pengerjaan Tugas Akhir. kebetulan saya sedang mengalami kesulitan dalam mencari pakar kemasan di Indonesia, untuk dapat saya wawancara guna melengkapi data penelitian saya. mohon bantuan bapak apabila bapak memiliki referensi ataupun data tentang pakar-pakar kemasan di indonesia. alamat email saya big_boys_168@yahoo.com terima kasih banyak sebelumnya atas bantuan dari bapak. oya sebelumnya saya sudah mencoba mengkontak pak Prious, namun blm ada jawaban dari beliau. terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal pak Arief, saya yoseph mahasiswa U.K Petra. saya saat ini sedang dalam proses pengerjaan Tugas Akhir. kebetulan saya sedang mengalami kesulitan dalam mencari pakar kemasan di Indonesia, untuk dapat saya wawancara guna melengkapi data penelitian saya. mohon bantuan bapak apabila bapak memiliki referensi ataupun data tentang pakar-pakar kemasan di indonesia. alamat email saya <a href="mailto:big_boys_168@yahoo.com">big_boys_168@yahoo.com</a> terima kasih banyak sebelumnya atas bantuan dari bapak. oya sebelumnya saya sudah mencoba mengkontak pak Prious, namun blm ada jawaban dari beliau. terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: De Maulana</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1874</link>
		<dc:creator>De Maulana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 11:19:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1874</guid>
		<description>Rupanya masih terus bernafas upaya meningkatkan mutu kualitas pendidikan grafis di Indonesia, perlu di buat beberapa rencana dan program yang dianggap paling strategis. Yang paling banyak di lihat pembicaraan / diskusi lainnya berkisar pada komunitas internal. Saya berpendapat hal ini WAJIB di angkat ke tingkat DIKTI/ MENTERI dibuat secara kontinu dan terus di upayakan menjadi bahan pertimbangan dan proteksi bila perlu dibuat undang-undang. (seperti UU yang lainnya) Kesempatan ini memang harus terus diupayakan ke berbagai hal yang bersifat pengembangan bagi para akademisi maupun profesional. TETAP SEMANGAT !!!

Pertanyaan : Bagaimana dengan pengembangan pendidikan diploma nya ?

Terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rupanya masih terus bernafas upaya meningkatkan mutu kualitas pendidikan grafis di Indonesia, perlu di buat beberapa rencana dan program yang dianggap paling strategis. Yang paling banyak di lihat pembicaraan / diskusi lainnya berkisar pada komunitas internal. Saya berpendapat hal ini WAJIB di angkat ke tingkat DIKTI/ MENTERI dibuat secara kontinu dan terus di upayakan menjadi bahan pertimbangan dan proteksi bila perlu dibuat undang-undang. (seperti UU yang lainnya) Kesempatan ini memang harus terus diupayakan ke berbagai hal yang bersifat pengembangan bagi para akademisi maupun profesional. TETAP SEMANGAT !!!</p>
<p>Pertanyaan : Bagaimana dengan pengembangan pendidikan diploma nya ?</p>
<p>Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: santo_tjhin</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1714</link>
		<dc:creator>santo_tjhin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 13:31:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1714</guid>
		<description>salam hangat pak adit..
saya sangat setuju dengan pak widarto, sepertinya banyak yang harus di benahi di dunia pendidikan DKV...dan ini PR buat kita semua. saya juga setuju dengan pernyataan pak zam,  bukankah dunia pendidikan itu untuk menciptakan tenaga 2x fresh yang berguna di dunia advertising. bukan menjadi seorang seniman murni.

salam sukses  :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam hangat pak adit..<br />
saya sangat setuju dengan pak widarto, sepertinya banyak yang harus di benahi di dunia pendidikan DKV&#8230;dan ini PR buat kita semua. saya juga setuju dengan pernyataan pak zam,  bukankah dunia pendidikan itu untuk menciptakan tenaga 2x fresh yang berguna di dunia advertising. bukan menjadi seorang seniman murni.</p>
<p>salam sukses  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: herisandi</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1631</link>
		<dc:creator>herisandi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 04:51:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1631</guid>
		<description>"Salam kenal mas nico a. pranoto, Saya mendukung banget program yang digagas ADGI  D’EDGE: Designer Educate Develop Grow &#38; Empower, mudah-mudahan bisa lebih memonitor para penyelenggara pendidikan DKV, agar tidak terlalu berorientasi bisnis semata. tapi juga lebih memperhatikan kualitas lulusan peserta didiknya. Mudah-mudahan dengan program ini bisa lebih banyak melahirkan para desainer muda berkualitas,......."</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Salam kenal mas nico a. pranoto, Saya mendukung banget program yang digagas ADGI  D’EDGE: Designer Educate Develop Grow &amp; Empower, mudah-mudahan bisa lebih memonitor para penyelenggara pendidikan DKV, agar tidak terlalu berorientasi bisnis semata. tapi juga lebih memperhatikan kualitas lulusan peserta didiknya. Mudah-mudahan dengan program ini bisa lebih banyak melahirkan para desainer muda berkualitas,&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pozzzmo</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1466</link>
		<dc:creator>pozzzmo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 06:21:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1466</guid>
		<description>Kampus DKV Untar tidak mensyaratkan dalam memahami dunia nyata/profesi! Korbannya Mahasiswa/i

Pozzzmo (Quiksilver South East Asia)
ex mahasiswa Untar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kampus DKV Untar tidak mensyaratkan dalam memahami dunia nyata/profesi! Korbannya Mahasiswa/i</p>
<p>Pozzzmo (Quiksilver South East Asia)<br />
ex mahasiswa Untar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sebuah Percakapan &#171; Desain Grafis Indonesia</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1404</link>
		<dc:creator>Sebuah Percakapan &#171; Desain Grafis Indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 08:45:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1404</guid>
		<description>[...] Arief Adityawan di situs DGI mengenai perlunya wawasan kesenirupaan dalam pendidikan dkv (baca: &#8220;Beberapa Permasalahan dalam Perkembangan Pendidikan Tinggi DKV di Indonesia&#8221;). Dalam konteks itu, saya merasa perlu menyampaikan orasi budaya Gubernur Daerah Istimewa [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Arief Adityawan di situs DGI mengenai perlunya wawasan kesenirupaan dalam pendidikan dkv (baca: &#8220;Beberapa Permasalahan dalam Perkembangan Pendidikan Tinggi DKV di Indonesia&#8221;). Dalam konteks itu, saya merasa perlu menyampaikan orasi budaya Gubernur Daerah Istimewa [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arief adityawan s</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1294</link>
		<dc:creator>arief adityawan s</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 05:02:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1294</guid>
		<description>bung Danton, bung Nico, dan bung Widharto, dan kawan-kawan yang baik,

Sebenarnya memang lembaga pendidikan dan perusahaan konsultan grafis itu kurang lebih sama: ada yang bekerja utk target parsial: demi bisnis dan uang semata. Ada yang punya target lebih komprehensif: mementingkan juga idealisme profesi dan keilmuan. Desain grafis sudah bukan lagi sekedar tempat mencari nafkah, namun merupakan kehidupan dia itu sendiri.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh lembaga pendidikan tinggi DKV, ataupun oleh dosen-dosennya itu sendiri. Sebagaimana masih banyak permasalahan di dunia industri DKV yang harus dibenahi.

Dalam hal ini saya secara sekilas melihat bahwa Adgi baru, secara sistematis mulai menapaki permasalahan-permasalahan dalam dunia industri dengan tepat. Mudah-mudahan dapat diselesaikan dengan baik, karena banyak solusi yang tidak dapat dilihat hasilnya secara cepat dan langsung. Program D'Edge Adgi memang salah satu solusi yang bagus. Semoga dapat berjalan terus karena hasilnya sulit dilihat dalam waktu dekat. 

Interaksi antara dunia industri dan pendidikan tinggi di Indonesia itu menarik. Karena di satu sisi dunia pendidikan tinggi idealnya berperan sebagai sebuah laboratorium pengembangan ilmu dan profesi DKV, yang bisa memberi solusi kreatif lebih luas daripada dunia industri. Namun itu tentu saja mensyaratkan kemampuan lembaga pendidikan tinggi dalam memahami dunia nyata/dunia profesi itu sendiri. Kalau dunia akademik hanya memandang dari "menara gading", maka solusi yang ditawarkan pendidikan tinggi DKV pasti akan sulit untuk diimplementasikan dalam dunia nyata.

Di sisi lain, dalam kenyataannya dunia industri DKV pun tidak seluruhnya ideal, karena banyak terjadi praktek-praktek dalam dunia industri oleh oknum yang mengaku desainer, yang justru tidak menghargai profesi desain grafis itu sendiri. Misalnya saja perang harga, praktek plagiat, budaya kerja "abs" - asal bapak (klien) senang", free pitching, dsb. 

Oleh karena itu mari dunia pendidikan dan dunia industri saling bekerja sama terus (dan lebih intensif), untuk saling memperbaiki dan mengkoreksi. Selamat bekerja dan sukses untuk para pengurus Adgi baru.

salam
Nb. ngomong-ngomong saya belum menjadi anggota Adgi, susah nggak sih prosedurnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bung Danton, bung Nico, dan bung Widharto, dan kawan-kawan yang baik,</p>
<p>Sebenarnya memang lembaga pendidikan dan perusahaan konsultan grafis itu kurang lebih sama: ada yang bekerja utk target parsial: demi bisnis dan uang semata. Ada yang punya target lebih komprehensif: mementingkan juga idealisme profesi dan keilmuan. Desain grafis sudah bukan lagi sekedar tempat mencari nafkah, namun merupakan kehidupan dia itu sendiri.</p>
<p>Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh lembaga pendidikan tinggi DKV, ataupun oleh dosen-dosennya itu sendiri. Sebagaimana masih banyak permasalahan di dunia industri DKV yang harus dibenahi.</p>
<p>Dalam hal ini saya secara sekilas melihat bahwa Adgi baru, secara sistematis mulai menapaki permasalahan-permasalahan dalam dunia industri dengan tepat. Mudah-mudahan dapat diselesaikan dengan baik, karena banyak solusi yang tidak dapat dilihat hasilnya secara cepat dan langsung. Program D&#8217;Edge Adgi memang salah satu solusi yang bagus. Semoga dapat berjalan terus karena hasilnya sulit dilihat dalam waktu dekat. </p>
<p>Interaksi antara dunia industri dan pendidikan tinggi di Indonesia itu menarik. Karena di satu sisi dunia pendidikan tinggi idealnya berperan sebagai sebuah laboratorium pengembangan ilmu dan profesi DKV, yang bisa memberi solusi kreatif lebih luas daripada dunia industri. Namun itu tentu saja mensyaratkan kemampuan lembaga pendidikan tinggi dalam memahami dunia nyata/dunia profesi itu sendiri. Kalau dunia akademik hanya memandang dari &#8220;menara gading&#8221;, maka solusi yang ditawarkan pendidikan tinggi DKV pasti akan sulit untuk diimplementasikan dalam dunia nyata.</p>
<p>Di sisi lain, dalam kenyataannya dunia industri DKV pun tidak seluruhnya ideal, karena banyak terjadi praktek-praktek dalam dunia industri oleh oknum yang mengaku desainer, yang justru tidak menghargai profesi desain grafis itu sendiri. Misalnya saja perang harga, praktek plagiat, budaya kerja &#8220;abs&#8221; - asal bapak (klien) senang&#8221;, free pitching, dsb. </p>
<p>Oleh karena itu mari dunia pendidikan dan dunia industri saling bekerja sama terus (dan lebih intensif), untuk saling memperbaiki dan mengkoreksi. Selamat bekerja dan sukses untuk para pengurus Adgi baru.</p>
<p>salam<br />
Nb. ngomong-ngomong saya belum menjadi anggota Adgi, susah nggak sih prosedurnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tombak matahari</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1278</link>
		<dc:creator>tombak matahari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 06:30:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1278</guid>
		<description>statement ini sama sekali ga bener deh..

"Kesenjangan dunia pendidikan dengan dunia industri disinggung oleh pembicara seminar, Sumbo Tinarbuko. Dosen ISI ini justeru menyalahkan pihak industri. Menurutnya sangat tidak adil apabila para pelaku industri melulu menuntut lembaga pendidikan tinggi DKV menghasilkan lulusan siap-pakai, tanpa kemauan untuk memberikan program pelatihan terlebih dahulu"

program2 pelatihan sih pasti akan ada dari kantor..tapi memang bener banget, jaman gini susah banget cari lulusan dkv yg siap pakai, bukan cuman skill sih, kadang2 mental mereka menghadapi deadline masih jauh dari kriteria yg kita harapin..semoga para edukator2 dkv bisa menyiapkan mereka untuk lebih baik lagi di era global ini..terima kasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>statement ini sama sekali ga bener deh..</p>
<p>&#8220;Kesenjangan dunia pendidikan dengan dunia industri disinggung oleh pembicara seminar, Sumbo Tinarbuko. Dosen ISI ini justeru menyalahkan pihak industri. Menurutnya sangat tidak adil apabila para pelaku industri melulu menuntut lembaga pendidikan tinggi DKV menghasilkan lulusan siap-pakai, tanpa kemauan untuk memberikan program pelatihan terlebih dahulu&#8221;</p>
<p>program2 pelatihan sih pasti akan ada dari kantor..tapi memang bener banget, jaman gini susah banget cari lulusan dkv yg siap pakai, bukan cuman skill sih, kadang2 mental mereka menghadapi deadline masih jauh dari kriteria yg kita harapin..semoga para edukator2 dkv bisa menyiapkan mereka untuk lebih baik lagi di era global ini..terima kasih..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: azrovile</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1277</link>
		<dc:creator>azrovile</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:37:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1277</guid>
		<description>nice shot!!!

this is an article for designer fakes, i think...&#38; their have own brain to create some poser! don't be a designer if you can't make people changes like irwan ahmett with "change yourself" project...

rgds,
azrovile</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice shot!!!</p>
<p>this is an article for designer fakes, i think&#8230;&amp; their have own brain to create some poser! don&#8217;t be a designer if you can&#8217;t make people changes like irwan ahmett with &#8220;change yourself&#8221; project&#8230;</p>
<p>rgds,<br />
azrovile</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahadian p. paramita</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1276</link>
		<dc:creator>rahadian p. paramita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:18:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1276</guid>
		<description>Sekolah-sekolah untuk desain komunikasi visual/desain grafis selama ini lebih banyak yang S-1 daripada D-4. Kenapa harus S-1? Karena kalau belum sarjana kayak si Doel belum marem? Ini adalah mitos di masyarakat, tapi direspon dengan baik oleh para pengelola pendidikan. 

Disini salah satu sumber masalahnya. Kalau mau S-1, maka outputnya adalah penelitian-penelitian yang bisa mengembangkan DKV secara keilmuan. Memang bukan 'pabrik'-nya praktisi, seperti yang diinginkan industri. 

Dampaknya, kurikulum jadi tidak konsisten. S-1 tapi maunya siap pakai di industri. Agak membingungkan juga. Salah satu strateginya memang visi yang jelas dari pengelola pendidikan. Mau dikemanakan? Menyuplai industri? Atau mengembangkan keilmuan, yang sebenarnya juga dibutuhkan kalangan industri. Biarlah statusnya S-1 atau D-4, sementara 'disimpan' saja.

Rahadian P. Paramita
Pengajar tidak tetap di DKV UNPAS, Bandung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah-sekolah untuk desain komunikasi visual/desain grafis selama ini lebih banyak yang S-1 daripada D-4. Kenapa harus S-1? Karena kalau belum sarjana kayak si Doel belum marem? Ini adalah mitos di masyarakat, tapi direspon dengan baik oleh para pengelola pendidikan. </p>
<p>Disini salah satu sumber masalahnya. Kalau mau S-1, maka outputnya adalah penelitian-penelitian yang bisa mengembangkan DKV secara keilmuan. Memang bukan &#8216;pabrik&#8217;-nya praktisi, seperti yang diinginkan industri. </p>
<p>Dampaknya, kurikulum jadi tidak konsisten. S-1 tapi maunya siap pakai di industri. Agak membingungkan juga. Salah satu strateginya memang visi yang jelas dari pengelola pendidikan. Mau dikemanakan? Menyuplai industri? Atau mengembangkan keilmuan, yang sebenarnya juga dibutuhkan kalangan industri. Biarlah statusnya S-1 atau D-4, sementara &#8216;disimpan&#8217; saja.</p>
<p>Rahadian P. Paramita<br />
Pengajar tidak tetap di DKV UNPAS, Bandung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nico a. pranoto</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1274</link>
		<dc:creator>nico a. pranoto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 01:05:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1274</guid>
		<description>sangat setuju dengan pendapat pak widarto adi...
kami di asosiasi juga menyadari berbagai tantangan dan kendala dalam situasi pendidikan desain grafis saat ini (terutama di indonesia), sebab itu adgi juga sedang memulai sebuah program pembinaan bersama kampus-kampus desain grafis (D'EDGE: Designer Educate Develop Grow &#38; Empower) yang diharapkan dapat merubah, memperbaiki dan menyelaraskan segala masalah yang ada dan tentunya dapat meningkatkan kualitas desainer nantinya. Mohon bantuan doa dan dukungan (input) dari teman-teman sekalian. Thanx!
nico a. pranoto: banana, inc. (adgi member - jakarta)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat setuju dengan pendapat pak widarto adi&#8230;<br />
kami di asosiasi juga menyadari berbagai tantangan dan kendala dalam situasi pendidikan desain grafis saat ini (terutama di indonesia), sebab itu adgi juga sedang memulai sebuah program pembinaan bersama kampus-kampus desain grafis (D&#8217;EDGE: Designer Educate Develop Grow &amp; Empower) yang diharapkan dapat merubah, memperbaiki dan menyelaraskan segala masalah yang ada dan tentunya dapat meningkatkan kualitas desainer nantinya. Mohon bantuan doa dan dukungan (input) dari teman-teman sekalian. Thanx!<br />
nico a. pranoto: banana, inc. (adgi member - jakarta)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Danton Sihombing</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1263</link>
		<dc:creator>Danton Sihombing</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 16:41:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1263</guid>
		<description>Pak Adit, Terima kasih untuk mengangkat kembali masalah ini ke permukaan. Apabila dialog ini mau diolah, bisa dikoordinasikan dengan Adgi dan mungkin beberapa edukator, praktisi dan lain-lain. Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Adit, Terima kasih untuk mengangkat kembali masalah ini ke permukaan. Apabila dialog ini mau diolah, bisa dikoordinasikan dengan Adgi dan mungkin beberapa edukator, praktisi dan lain-lain. Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FERIANSY</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1260</link>
		<dc:creator>FERIANSY</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 09:54:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1260</guid>
		<description>THANKS BUAT PENGELOLA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>THANKS BUAT PENGELOLA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widarto adi</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1259</link>
		<dc:creator>widarto adi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 03:06:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1259</guid>
		<description>salute pak adit,
kalau mau dilihat, sebenarnya, 
mungkin harus konsultasi dengan 
seorang konsultan management organisasi juga.
karena bagaimanapun, fakultas adalah sebuah organisasi,
layaknya sebuah perusahaan, ada budaya disitu, ada norma2x disitu.

dan itu dipengaruhi ada faktor eksternal dan internal.
sebagian sudah pak adit bahas diatas,

kedua faktor itu jelas berurusan dengan SDM,
mungkin ada baiknya bapak ngobrol2x dengan 
fakultas ekonomi/management, u/ sekedar review.

dan lagian, MINDSET mahasiswa begitu parah,
ini dari pengamatan kecil saja pak adit,
kemarin saya sempat bertandang ke FSRD Untar,
untuk sharing pengetahuan. 

MINDSET mahasiswa ternyata lebih cenderung ke RESULT,
Bukan ke PROCESS, padahal kendali mutu RESULT adalah 
PROCESS, ini terlihat jelas sekali.

mungkin para Dosen, HARUS mengawal ketat mutu PROCESS , sehingga RESULT bisa maksimal.

Impresi ini saya dapat dari sebuah celetukan, 
saat itu saya sedang mempertunjukkan sebuah karya digital art,
celetukan mereka, adalah "pak, ini bisa dibeli di Mangga Dua gak? ada yg jual gak?"

Sontak saya kaget, kalau benar, mestinya mereka menanyakan, bagaimana digital art itu di-create, process how-to-nya, finishingnya. Karena di dunia nyata, ya begitu, semua pakai proses, bukan copy paste :)

semoga bisa menjadi masukan,

hormat saya,

widarto adi
mantan murid :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salute pak adit,<br />
kalau mau dilihat, sebenarnya,<br />
mungkin harus konsultasi dengan<br />
seorang konsultan management organisasi juga.<br />
karena bagaimanapun, fakultas adalah sebuah organisasi,<br />
layaknya sebuah perusahaan, ada budaya disitu, ada norma2x disitu.</p>
<p>dan itu dipengaruhi ada faktor eksternal dan internal.<br />
sebagian sudah pak adit bahas diatas,</p>
<p>kedua faktor itu jelas berurusan dengan SDM,<br />
mungkin ada baiknya bapak ngobrol2x dengan<br />
fakultas ekonomi/management, u/ sekedar review.</p>
<p>dan lagian, MINDSET mahasiswa begitu parah,<br />
ini dari pengamatan kecil saja pak adit,<br />
kemarin saya sempat bertandang ke FSRD Untar,<br />
untuk sharing pengetahuan. </p>
<p>MINDSET mahasiswa ternyata lebih cenderung ke RESULT,<br />
Bukan ke PROCESS, padahal kendali mutu RESULT adalah<br />
PROCESS, ini terlihat jelas sekali.</p>
<p>mungkin para Dosen, HARUS mengawal ketat mutu PROCESS , sehingga RESULT bisa maksimal.</p>
<p>Impresi ini saya dapat dari sebuah celetukan,<br />
saat itu saya sedang mempertunjukkan sebuah karya digital art,<br />
celetukan mereka, adalah &#8220;pak, ini bisa dibeli di Mangga Dua gak? ada yg jual gak?&#8221;</p>
<p>Sontak saya kaget, kalau benar, mestinya mereka menanyakan, bagaimana digital art itu di-create, process how-to-nya, finishingnya. Karena di dunia nyata, ya begitu, semua pakai proses, bukan copy paste <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>semoga bisa menjadi masukan,</p>
<p>hormat saya,</p>
<p>widarto adi<br />
mantan murid <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zaM</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1258</link>
		<dc:creator>zaM</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 02:00:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/15/beberapa-permasalahan-dalam-perkembangan-pendidikan-tinggi-dkv-di-indonesia/#comment-1258</guid>
		<description>masih banyak tenaga pengajar DKV yang orientasinya malah pada seni murni karena latar belakangnya lebih kuat dari pendidikan seni rupa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masih banyak tenaga pengajar DKV yang orientasinya malah pada seni murni karena latar belakangnya lebih kuat dari pendidikan seni rupa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
