<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Desain Grafis Indonesia</title>
	<atom:link href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com</link>
	<description>Fostering understanding among Indonesian graphic designers and its juncture in art, design, culture and society</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Nov 2009 07:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='desaingrafisindonesia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/31adfb5965ecb864bde4cd5ee236c8c6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Desain Grafis Indonesia</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pecha Kucha Night: &#8220;Surabaya #2&#8243;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/21/pecha-kucha-night-surabaya-2/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/21/pecha-kucha-night-surabaya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 00:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Pecha Kucha Night]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11785</guid>
		<description><![CDATA[
Posted in News&#38;Events Tagged: Pecha Kucha Night      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11785&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pecha-kucha-night1.jpg?w=427&#038;h=602" alt="" title="pecha-kucha-night" width="427" height="602" class="alignnone size-full wp-image-11791" /></p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Pecha Kucha Night <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11785&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/21/pecha-kucha-night-surabaya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pecha-kucha-night1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pecha-kucha-night</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Diskomplet Desember 2009: Menjadikan 100% Karya DeKaVe Indonesia</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-diskomplet-desember-2009-menjadikan-100-karya-dekave-indonesia/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-diskomplet-desember-2009-menjadikan-100-karya-dekave-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbo Tinarbuko]]></category>
		<category><![CDATA[Diskomplet]]></category>
		<category><![CDATA[DKV ISI (Institut Seni Indonesia)]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11748</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: SumboTinarbuko*
Adalah sesuatu yang membanggakan ketika Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta secara resmi menyelenggarakan pameran karya desain komunikasi visual (DeKaVe) dengan tajuk ’Diskomplet’. Gelaran karya DeKaVe dipamerkan kepada masyarakat luas di gedung Bentara Budaya, Jl. Suroto 2, Kotabaru, Yogyakarta, mulai 2 – 6 Desember 2009.
Menurut panitia, pameran ini dibabtis jejuluk &#8216;Diskomplet&#8217; (www.dekaveisi.com) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11748&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pameran-diskomplet.jpg?w=212&#038;h=300" alt="" title="Pameran Diskomplet" width="212" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-11745" /></p>
<p>Oleh: SumboTinarbuko*</p>
<p>Adalah sesuatu yang membanggakan ketika Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta secara resmi menyelenggarakan pameran karya desain komunikasi visual (DeKaVe) dengan tajuk ’Diskomplet’. Gelaran karya DeKaVe dipamerkan kepada masyarakat luas di gedung Bentara Budaya, Jl. Suroto 2, Kotabaru, Yogyakarta, mulai 2 – 6 Desember 2009.</p>
<p>Menurut panitia, pameran ini dibabtis jejuluk &#8216;Diskomplet&#8217; (www.dekaveisi.com) karena menampilkan kekomplitan yang dimiliki oleh Prodi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta. Kekomplitan ini termanifestasikan  dalam idiom visual jamu tradisonal yang notabene mampu menyehatkan, orisinal dalam konten dan konteks, berolah rasa dalam proses pembuatan, parennialis-ekletik-progresif dan sekaligus bernuansa lokal.</p>
<p>Terkait dengan lokalitas yang ditawarkan dalam pameran ‘Diskomplet’ ini, maka seyogianya kita membaca karya DeKaVe yang dibuat civitas akademika Prodi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta sebagai bagian dari produk kebudayaan massa. Untuk itu, tugas sosial kita sekarang: bagaimana caranya agar karya DeKaVe dapat berfungsi sebagai penanda visual atas kebudayaan bangsa Indonesia dalam konteks peradaban modern.</p>
<p>Tugas sosial semacam itu penting kita sengkuyung bersama. Sebab karya DeKaVe yang dapat menjadi penanda visual atas eksistensi kebudayaan bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut: pertama, karya DeKaVe mampu tampil secara atraktif, komunikatif, efektif, persuasif, dan kontekstual. Kedua, karya DeKaVe harus dapat mencerdaskan masyarakat terkait dengan pesan yang ingin disampaikan. Ketiga, keberadaannya bisa diterima masyarakat luas. Keempat, taat mengikuti perilaku adat istiadat yang berlaku, menjunjung tinggi moralitas, dan mengedepankan kearifan budaya lokal.  </p>
<p>Keempat ciri karya DeKaVe yang saya rumuskan di atas sebenarnya bagi kawan-kawan di lingkungan Prodi Desain Komunikasi Visual dan industri kreatif DeKaVe bukanlah sesuatu yang baru dan sulit untuk diejawantahkan dalam kehidupan nyata di tengah-tengah masyarakat luas.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian, kalau hal itu tidak sulit untuk diejawantahkan, kenapa karya DeKaVe  Indonesia ditengarai miskin dalam hal kreativitas, gaya, dan daya ungkap komunikasi visual?</p>
<p>Padahal dalam hal ide, karya DeKaVe Indonesia tidak kalah dengan negara tetangga. Katanya, kreator karya DeKaVe Indonesia hanya beda tipis dari sisi komunikasi dan skill  craftsmanship. Tetapi, justru hal inilah yang menyebabkan kita belum mampu menyejajarkan diri dalam percaturan kreativitas karya DeKaVe Indonesia di tingkat internasional.</p>
<p>Apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kemiskinan kreativitas ini? Yang paling gampang, kita harus berpaling pada budaya lokal  bangsa Indonesia. Dan pada titik inilah  kekuatan karya DeKaVe Indonesia dipertaruhkan.</p>
<p>Dengan mengedepankan budaya lokal, akan menumbuhkan keberagaman sudut pandang komunikasi visual dan berujung pada outcome ide dalam balutan craftsmanship yang ciamik. Artinya, dalam rangka mencari dan menjadikan 100% karya DeKaVe Indonesia perlu kiranya kita memberi perhatian khusus pada aspek kearifan budaya lokal, adat istiadat, dan moralitas.</p>
<p>Mengapa demikian? Sebab dengan mengikuti perilaku adat istiadat yang berlaku, menjunjung tinggi moralitas, dan mengedepankan kearifan budaya lokal untuk kemudian  diangkat menjadi  inspirasi, sumber ide, dan gagasan, serta sebagai perangkat lunak untuk mengkomunikasikan beragam pesan komerisal, sosial, atau pun moral kepada sasaran khalayak yang dibidik, maka berbagai karya DeKaVe yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif yang senantiasa mengedepankan kearifan budaya lokal Indonesia akan menjadi penanda yang cukup kuat. Dengan demikian, keberadaan sebuah karya DeKaVe akan memberikan aksentuasi perikehidupan masyarakat, ujung-ujungnya diharapkan  mampu mencerahkan pemikiran dan perasaan umat manusia yang hidup dan mengisi kehidupannya sesuai dengan talenta masing-masing.</p>
<p>Di sisi lain, parameter keberhasilan sebuah proses kreatif dan inovatif di lingkungan pendidikan tinggi desain komunikasi visual (DeKaVe) bisa dilihat manakala para peserta didik mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap pemecahan masalah komunikasi (verbal dan visual), lancar dan orisinal dalam berpikir kreatif, fleksibel dan konseptual, cepat mendefinisikan dan mengelaborasi berbagai macam persoalan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di segala lini hidup dan kehidupan ini.</p>
<p>Untuk itu, dalam menjalankan aktivitas DeKaVe dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi (visual, audio, audiovisual)  tidak hanya berupaya menghasilkan karya DeKaVe yang bagus saja, tetapi ia harus mampu melahirkan karya DeKaVe yang bisa berbicara secara dialogis dan komunikatif. Keberadaannya diharapkan memiliki gerakan yang mampu menghadirkan daya ganggu yang cukup signifikan. Dengan demikian, karya DeKaVe tersebut akan cukup lama terekam dan bertengger dalam otak target sasarannya.</p>
<p>Pameran ‘Diskomplet’ ini menjadi menarik karena mampu  menyosialisasikan wacana desain komunikasi visual dalam bentuk karya DeKaVe yang riil dan diakrabi oleh masyarakat. Artinya, masyarakat selama ini hanya mengetahui hasil akhir dari sebuah karya desain komunikasi visual. Lewat pameran ini, khalayak luas disuguhi narasi proses terjadinya sebuah karya DeKaVe yang melibatkan unsur: tipografi (teks verbal), ilustrasi manual atau pun masinal, layout dan komposisi, yang dikemas menggunakan komputer grafis yang hasil akhirnya mampu menyuarakan pesan komunikasi visual komunikatif dan persuasif.</p>
<p>Dalam pameran ‘Diskomplet’ ini, selain menghidupkan kembali tradisi pameran desain komunikasi visual yang sekarang ini semakin jarang diselenggarakan, mahasiswa dan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta mencoba memosisikan desain komunikasi visual sebagi sebuah subjek yang secara terus menerus akan ditindaklanjuti sebagai sebuah proses mewacanakan desain komunikasi visual. </p>
<p>Sebagai sebuah karya proses maka tentu dengan segala kerendahan hati mereka: dosen dan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta, perlu berkaca diri, memohon kepada masyarakat luas dan dunia industri kreatif  untuk memberikan penilaian, melontarkan kritik dan saran agar mereka lebih matang ketika terjun ke universitas masyarakat yang sangat kompleks dan dahsyat ini.</p>
<p>Selain itu, bagi sebuah lembaga pendidikan tinggi desain seperti Program Studi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta, pameran ‘Diskomplet’ merupakan bentuk pertanggungjawaban moral segenap civitas akademika kepada masyarakat luas untuk melaporkan hasil proses belajar mengajar yang diselenggarakannya selama ini.</p>
<p>Terlepas dari semuanya itu, sebagai teman, saya menyambut baik prakarsa penyelenggaraan pameran karya DeKaVe. Sebuah langkah yang cukup berani untuk memberikan apresiasi kepada khalayak luas tentang keberadaan disiplin ilmu desain komunikasi visual yang sangat luas cakupan, capaian, dan jangkauan aplikasinya.</p>
<p>Kawan-kawan dosen dan mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta, selamat berpameran. Semoga dengan pameran ‘Diskomplet’ ini dapat menumbuhkan semangat renaisans. Semangat semacam itu menjadi penting untuk dikumandangkan  guna membangun iklim kreativitas dalam balutan budaya lokal. Dengan mengumandangkan semangat renaisans diharapkan dosen dan mahasiswa Prodi Desain Komunikasi Visual FSR ISI Yogyakarta berani keluar dari zona nyaman dan senantiasa menebarkan warna dan warta kreatif  kepada sekalian umat yang melingkupinya.</p>
<p>*)Sumbo Tinarbuko (http://sumbo.wordpress.com/)<br />
Konsultan Desain, Dosen Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Program Pascasarjana ISI Yogyakarta.  </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-disain-komunikasi-visual-isi-institut-seni-indonesia-yogyakarta-”diskomplet”/">Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”</a></p>
<p>•••</p>
Posted in Article, Sumbo Tinarbuko Tagged: Diskomplet, DKV ISI (Institut Seni Indonesia), pameran, Yogyakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11748/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11748&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-diskomplet-desember-2009-menjadikan-100-karya-dekave-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pameran-diskomplet.jpg?w=212" medium="image">
			<media:title type="html">Pameran Diskomplet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wajah–Wajah Eropa dalam Europe on Screen 2009</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/wajah%e2%80%93wajah-eropa-dalam-europe-on-screen-2009/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/wajah%e2%80%93wajah-eropa-dalam-europe-on-screen-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11756</guid>
		<description><![CDATA[
Festival Film Eropa atau Europe on Screen dilaksanakan pertama kali pada tahun 1990 dan dilanjutkan pelaksanaannya yang kedua kali pada tahun 1999. Pada tahun 2003, Festival Film Eropa telah dilaksanakan setiap tahun. Festival Film Eropa melakukan road show ke beberapa kota besar, termasuk kota Denpasar. Seperti tahun-tahun yang lalu, Festival ini akan kembali dilaksanakan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11756&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/posterffe09_resize.jpg?w=600&#038;h=841" alt="" title="posterFFE09_resize" width="600" height="841" class="alignnone size-full wp-image-11757" /></p>
<p>Festival Film Eropa atau Europe on Screen dilaksanakan pertama kali pada tahun 1990 dan dilanjutkan pelaksanaannya yang kedua kali pada tahun 1999. Pada tahun 2003, Festival Film Eropa telah dilaksanakan setiap tahun. Festival Film Eropa melakukan road show ke beberapa kota besar, termasuk kota Denpasar. Seperti tahun-tahun yang lalu, Festival ini akan kembali dilaksanakan di Alliance Française Denpasar pada tanggal 21 – 22 November 2009.</p>
<p>Bagi para penikmat film dan yang menyukai tontonan alternatif berkualitas, Festival Film Eropa wajib diikuti. Film-film yang akan diputar di Denpasar telah mendapatkan pengakuan Festival-Festival Film besar dunia. Festival film ini semakin menarik lagi karena didukung oleh 42 film dari 21 negara Eropa. Tahun ini, Festival Film Eropa akan mengambil tema “Wajah-Wajah Eropa.” Mengingat Indonesia dan Eropa berbagi nilai majemuk yang sama, Festival ini akan memberikan gambaran tentang budaya Eropa yang kaya dan beragam serta karakter orang-orang Eropa melalui film-film yang akan ditayangkan.</p>
<p><strong>Jadwal pemutaran film Europe on Screen 2009</strong><br />
<strong>Sabtu, 21 November 2009</strong><br />
16.00   FC Venus (FINLAND) (15+)<br />
18.00   Un franco, catorce pesetas (SPAIN)<br />
20.00   Fly by Rossinant (BULGARIA) (15+)</p>
<p><strong>Minggu, 22 November 2009</strong><br />
16.00   Il Vento fa il suo giro (ITALY)<br />
18.00   Noah&#8217;s Ark (Noé bárkája) (HUNGARY)<br />
20.00   Welcome (FRANCE) (15+)</p>
<p><strong>Informasi &amp; Reservasi gratis:</strong><br />
Alliance Française Denpasar<br />
Jln. Raya Puputan I, No. 13A Renon<br />
(belakang parkir Timur Lapangan Renon)<br />
Phone: 0361 234 143<br />
Email: culture@afdenpasar.org<br />
Website: www.afdenpasar.org</p>
<p><strong>The Youth Corner BALI</strong><br />
Jl. Raya Puputan Renon No. 64A, lantai 2<br />
Ph.: +62 361 857 4545<br />
       +62 8176 909 319 (Nirartha)<br />
Email: theyouthcorner.bali@gmail.com<br />
Weblog: theyouthcornerbali.blogspot.com</p>
<p>Acara ini GRATIS &amp; terbuka untuk umum&#8230;<br />
Berikut ini resensi film–film yang akan diputar:</p>
<p><strong>FC VENUS</strong><br />
Finland | 2005 | Romantic Comedy | 114 minutes | Finnish with English subtitle<br />
Director: Joona Tena<br />
Cast: Minna Haapkylä, Petteri Summanen, Laura Malmivaara, Lotta Lehtikari</p>
<p><em>FC Venus is a modern comedy about women and men. The main characters in the film are Anna and Pete, a couple in their late twenties who live happily together in Helsinki. Pete plays football on a team called FC HeMan. The team sucks, but its players still play, watch, and live for football. Anna hates the whole sport, but does not interfere with Pete’s hobby because she loves him. Anna ends up making a bet with Pete: She puts together a team from the wives and girlfriends of the FC HeMan players and challenges the men to a match at the end of the summer.</em></p>
<p>FC Venus adalah komedi romantis dengan karakter utama Anna dan Pete, pasangan di akhir dua puluhan yang hidup bahagia bersama di Helsinki. Pete bermain sepakbola dengan tim bernama FC HeMan. Timnya buruk, tetapi pemain-pemainnya tetap saja main, menonton dan hidup dari sepakbola. Anna benci sekali dengan olahraga ini, tetapi ia tidak campur tangan dengan hobi suaminya karena ia mencintainya. Sampai akhirnya Anna membuat taruhan dengan Pete: Anna membuat tim sepakbola yang terdiri dari istri-istri dan pacar-pacar anggota tim FC HeMan dan menantang para laki-laki untuk bertanding di akhir musim panas. Lalu terbentuklah tim perempuan FC Venus. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>UN FRANCO, CATORCE PESETAS (ONE FRANC, FOURTEEN PESETAS)</strong><br />
Spain | 2005 | Drama | 102 minutes | Spanish with English subtitle<br />
Director: Carlos Iglesias<br />
Cast: Carlos Iglesias, Javier Gutiérrez, Nieve de Medina, Isabel Blanco</p>
<p><em>Spain, 1960. Two friends, Martín and Marcos, leave as emigrants for Switzerland. All their hopes are pinned in Europe but soon, as they begin working in a car factory, they realise they have to adapt to a completely different mindset. </em></p>
<p>Spanyol, 1960. Dua sahabat, Martín dan Marcos, hidup sebagai emigran di Swiss. Mereka menggantungkan semua harapan mereka di Eropa tetapi akhirnya,setelah mereka mulai bekerja di pabrik mobil, mereka menyadari bahwa mereka harus menyesuaikan diri dengan pola pikir yang sama sekali berbeda. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>LETETE S ROSSINANT (FLY BY ROSSINANT)</strong><br />
Bulgaria | 2007 | Comedy | 84 minutes | Bulgarian with English subtitle<br />
Director: Georgi Stoev<br />
Cast: Krystjo Lafazanov, Itzhak Finzi, Stefaniya Koleva</p>
<p><em>A story about Bulgarian musicians, making a tour of Europe. In the morning they had a matinée in Graz and at night they are supposed to have a gala in Vienna. FLY BY ROSSINANT is a musical incorporating opera and silent movies elements.</em></p>
<p>Sebuah cerita tentang musisi-musisi Bulgaria yang melakukan pertunjukan di seluruh Eropa. Di suatu pagi mereka melakukan konser di Graz dan malam harinya, mereka seharusnya berada di Wina untuk acara gala. Film FLY BY ROSSINANT adalah musikal yang menggabungkan unsur-unsur opera dan film bisu. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>IL VENTO FA IL SUO GIRO (THE WIND BLOWS ROUND)</strong><br />
Italy | 2005 | Drama | 110 minutes | Italian with English subtitle<br />
Director: Giorgieo Diritti<br />
Cast: Thierry Toscan, Alessandra Agosti, Dario Anghilante, Giovanni Foresti</p>
<p><em>Chersogno is a small Occitan village in the Italian Alps, its survival dependent on a few elderly people and a handful of summer tourists. Into this small community, arrives a French shepherd, accompanied by his family and his goats. He sets up a small cheese-making business and its welcomed, if not with completely open arms. At first, his arrival shows the possibility of a new life for the village. But little by little the situation becomes increasingly difficult, with misunderstandings and rigidity plus a pinch of jealousy.</em> </p>
<p>Kehidupan Chersogno, sebuah desa di perkampungan Occitan di pegunungan Alpen di Italia, sangat tergantung pada beberapa orang lansia dan sedikit turis musim panas. Dalam komunitas kecil itu, datanglah seorang penggembala Perancis, diiringi keluarga dan domba-dombanya. Dia mendirikan sebuah usaha pembuatan keju kecil dan disambut dengan gembira oleh komunitas setempat. Pada mulanya, kedatangan si penggembala membuka kesempatan akan hidup yang baru di kampung itu. Tetapi sedikit demi sedikit, situasi menjadi semakin rumit, dengan berbagai kesalahpahaman dan ketidakramahan, ditambah sedikit rasa cemburu.  </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>NOÉ BÁRKÁJA (NOAH’S ARK)</strong><br />
Hungary | 2007 | Drama | 104 minutes | Hungarian with English subtitle<br />
Director: Pál Sándor<br />
Cast: Dezső Garas, Angéla Stefanovics, Ferenc Kállai, Mari Törőcsik</p>
<p><em>A block of flats in Budapest – Noah’s Ark. An old man, Ede Stock (Dezső Garas) raising his grandchild all by himself. A friendship – of many decades – with Aurél Tálas (Ferenc Kállai) who hasn’t stepped out of the house for 15 years. And a TV show where the country’s best grandpa can win 5 million forints, Stock signs up, and the tenants of the house who have hated each other, prepare the old man for the show. Unnoticed, human relations develop. Unnoticed – for the sake of the mutual goal – hatred ceases, and the house becomes a community. And Stock wins the 5 million. And Stock’s wish of many decades comes true. He rides away on a Harley Davidson into infinity, with his eternal friend, Aurél Tálas.</em></p>
<p>Seorang laki-laki tua, Ede Stock (Dezső Garas) membesarkan sendiri cucunya. Sebuah pertemanan – dari sekian lamanya – dengan Aurél Tálas (Ferenc Kállai) yang tidak pernah meninggalkan rumah tersebut selama 15 tahun.  Ada sebuah acara TV di mana ”Kakek terbaik dapat memenangkan 5 juta forints”, Stock mendaftarkan diri, dan para penyewa rumah yang saling membenci, mempersiapkan orang tua itu untuk pertunjukan tersebut. Tanpa disadari, hubungan keduanya tercipta.  Tanpa disadari – demi tujuan bersama– berhentilah kebencian, dan rumah itu menjadi sebuah komunitas.Stock memenangi 5 juta tersebut. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>WELCOME</strong><br />
France | 2008 | Drama | 115 minutes | French with English subtitle<br />
Director: Philippe Lioret<br />
Cast: Vincent Lindon, Firat Ayverdi, Audrey Dana</p>
<p><em>Bilal, a 17-year-old Kurdish youth, has traveled through the Middle East and Europe to join his girlfriend, who has recently emigrated to England with her family. But his journey comes to an abrupt end when he is stopped on the French side of the Channel. Having decided to swim across, Bilal goes to the local swimming pool to train. There he meets Simon, a swimming instructor in the midst of a divorce. To impress his wife and win back her heart, Simon decides to risk everything by taking Bilal under his wing.</em></p>
<p>Bilal, seorang pemuda Kurdi berusia 17 tahun telah menempuh perjalanan lewat Timur Tengah dan Eropa untuk menyusul kekasihnya. Tetapi perjalanan Bilal berakhir ketika ia berada di tepi Kanal yang menghubungkan Perancis dengan Inggris. Memutuskan untuk menyeberang Kanal dengan berenang, Bilal pergi ke kolam renang setempat untuk berlatih. Di sana ia bertemu Simon, seorang pelatih renang yang berada di tengah proses perceraian. Untuk memberi kesan yang baik dan untuk membuatnya istrinya kembali, Simon memutuskan untuk mengambil risiko apa pun demi  melindungi Bilal.</p>
<p>•••</p>
Posted in History  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11756/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11756&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/wajah%e2%80%93wajah-eropa-dalam-europe-on-screen-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/posterffe09_resize.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">posterFFE09_resize</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-disain-komunikasi-visual-isi-institut-seni-indonesia-yogyakarta-%e2%80%9ddiskomplet%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-disain-komunikasi-visual-isi-institut-seni-indonesia-yogyakarta-%e2%80%9ddiskomplet%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 00:41:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV ISI (Institut Seni Indonesia), Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Diskomplet]]></category>
		<category><![CDATA[DKV ISI (Institut Seni Indonesia)]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11744</guid>
		<description><![CDATA[
I. Latar Belakang
Menjadi sebuah kewajiban bagi segenap civitas akademika yang bergelut di dalam ranah seni untuk selalu memberikan informasi yang bernilai estetis dan berdaya guna ataupun bernilai lebih bagi para apresian dan penggiat dunia seni. Dengan adanya kewajiban tersebut maka tujuan berkesenian yang menjadi dasar kemunculan dari civitas akademika tersebut tidak hanya sekedar sebagai packaging [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11744&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pameran-diskomplet.jpg?w=600&#038;h=848" alt="" title="Pameran Diskomplet" width="600" height="848" class="aligncenter size-full wp-image-11745" /></p>
<p><strong>I. Latar Belakang</strong></p>
<p>Menjadi sebuah kewajiban bagi segenap civitas akademika yang bergelut di dalam ranah seni untuk selalu memberikan informasi yang bernilai estetis dan berdaya guna ataupun bernilai lebih bagi para apresian dan penggiat dunia seni. Dengan adanya kewajiban tersebut maka tujuan berkesenian yang menjadi dasar kemunculan dari civitas akademika tersebut tidak hanya sekedar sebagai packaging yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu, namun juga seyogyanya sanggup menumbuhkan embrio akan wawasan dan wacana berkesenian baru bagi seluruh lapisan masyarakat. Terlebih lagi jika kewajiban tersebut merupakan agenda berkesinambungan yang tanpa henti sebagai wujud dari kontribusi positif yang membangun secara menyeluruh dari segenap civitas akademika dunia seni kepada segenap lapisan masyarakat.</p>
<p>Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta (DKV ISI Yogya) sebagai salah satu bagian dari fenomena kehidupan berkesenian seperti tersebut di atas dalam perjalanannya selalu berusaha memberikan wacana dan wawasan baru bagi segenap elemen masyarakat. Bahasa ungkap yang dihadirkannya memberikan semacam dimensi pemahaman baru bagi perkembangan dunia estetika terapan yang bersinggungan dengan dunia riil di sekitar kita. Sehingga sudah menjadi semacam tanggung jawab bagi DKV ISI Yogyakarta untuk selalu menghadirkan diri di tengah masyarakat dalam bentuk pameran ataupun event lainnya.</p>
<p>Merujuk pada hal tersebut di atas maka Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan pameran dengan tajuk ’Diskomplet’. Pameran ini disamping sebagai agenda rutin dari prodi Disain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, juga sebagai wahana berkreasi segenap elemen dosen dan mahasiswa DKV ISI sekaligus sebagai sumbangsih yang tiada henti kepada segenap apresian seni dan penggiat dunia seni khususnya seni disain. Diharapkan dengan pameran ini semakin menumbuhkan-mengembangkan iklim berkesenian agar semakin dinamis dan melahirkan embrio-embrio baru nan segar dalam ranah ilmu disain komunikasi visual.</p>
<p>Tajuk ‘Diskomplet’ terwujud dari kata Disain Komunikasi Visual dan Komplet (Bahasa Jawa). Artinya bahwa dalam pameran ini menampilkan ke-komplit-an yang dimiliki oleh prodi Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Ke-komplit-an ini termanifestasi dalam idiom visual jamu tradisonal yang nota bene mampu membikin sehat/menyehatkan, orisinil dalam konten dan konteks, berolah rasa dalam proses pembuatan, parennialis-ekletik-progresif dan sekaligus bernuansa lokal. Hal itulah sebetulnya menjadi salah satu kunci anomali yang berbeda dari DKV ISI Yogyakarta.</p>
<p>Dengan demikian, dengan hadirnya ”Diskomplet” ini maka makin segar, maju dan jayalah sunggingan kreatifitas dunia disain dalam balutan komunikasi yang berbasis visual.</p>
<p>Salam.</p>
<p><strong>II. Agenda Kegiatan</strong></p>
<p><strong>1. Pameran “Diskomplet”</strong></p>
<p>Pameran ”Diskomplet” sebagai event utama. Pameran ini menampilkan karya-karya desain dari para dosen dan mahasiswa program studi Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta.</p>
<p><strong>2. Deskripsi Pameran</strong></p>
<p>Judul : Diskomplet<br />
Tempat : Bentara Budaya Yogyakarta<br />
Jl.Suroto 2, Kotabaru, Yogyakarta<br />
Tanggal : 2 – 6 Desember 2009<br />
Pembukaan : Rabu, 2 Desember 2009, jam 19.00 WIB<br />
Publikasi : Website, katalog, poster, undangan, spanduk dll.</p>
<p><strong>3. Side Event</strong></p>
<p><strong>Opening Ceremony</strong><br />
Hari/tanggal : Rabu, 2 Desember 2009<br />
Jam : 19.00 – selesai<br />
Tempat : Bentara Budaya Yogyakarta<br />
Hiburan : Live music</p>
<p><strong>Sarasehan</strong><br />
Hari/tanggal : Kamis, 3 Desember 2009<br />
Jam : 10.00 – selesai<br />
Tempat : Bentara Budaya Yogyakarta<br />
Nara sumber : Jayasuprana (* dalam konfirmasi)<br />
Tema : Packaging</p>
<p><strong>III. Panduan Partisipasi</strong></p>
<p><strong>Kurator:</strong><br />
Drs Asnar Zacky<br />
FX Widyatmoko<br />
Kirey<br />
Gandhi</p>
<p><strong>Mekanisme Penjaringan Karya</strong><br />
Undangan diperuntukkan untuk dosen prodi Disain Komunikasi Visual Yogyakarta<br />
Seleksi diperuntukkan bagi mahasiswa Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta</p>
<p><strong>Peserta</strong><br />
a.Dosen<br />
Seluruh dosen Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia<br />
b.Mahasiswa<br />
Mahasiswa terseleksi</p>
<p><strong>Mekanisme Umum</strong><br />
Peserta adalah dosen dan mahsiswa program studi Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta<br />
Karya dibuat dalam kurun waktu 2008 &#8211; 2009<br />
Setiap peserta memamerkan 1 buah karya<br />
Karya yang dipamerkan mencakup karya dua dimensi, tiga dimensi dan audio visual<br />
Bila diperlukan, peserta bisa terlebih dahulu konsultasi kepada tim kurator sehubungan dengan karya yang akan dipamerkan<br />
Kondisi karya dimohon telah dikemas dalam bentuk packaging tertutup dan aman.</p>
<p><strong>Mekanisme Dosen</strong><br />
Menyerahkan foto karya atau rancangan karya dalam bentuk file digital (resolusi minimal 300 dpi), data karya (judul, tahun, bahan, ukuran, deskripsi karya), CV/biodata (nama, tempat/tanggal lahir, alamat, nomer telphone, email), serta foto diri (berwarna dan terbaru) paling lambat tanggal 17 Nopember 2009 kepada Bpk. FX Widyatmoko (Koskow)<br />
Penyerahan karya paling lambat tanggal 17 Nopember 2009 di ruang sidang lantai dua program studi Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta</p>
<p><strong>Mekanisme Mahasiswa</strong><br />
Peserta mahasiswa harus melalui seleksi yang dilakukan oleh tim kurator dan panitia<br />
Pengumuman karya terpilih/terseleksi pada tanggal 18 Nopember 2009 melalui media tercetak dan website<br />
Karya yang diajukan adalah hasil karya yang sudah selesai/jadi<br />
Menyerahkan foto karya atau rancangan karya dalam bentuk file digital (resolusi minimal 300 dpi), data karya (judul, tahun, bahan, ukuran, deskripsi karya), CV/biodata (nama, tempat/tanggal lahir, alamat, nomer telphone, email), serta foto diri (berwarna dan terbaru) paling lambat tannggal 17 Nopember 2009 kepada Bpk. FX Widyatmoko (Koskow)<br />
Penyerahan karya paling lambat tanggal 17 Nopember 2009 di ruang sidang lantai dua program studi Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta</p>
<p><strong>Komunikasi</strong><br />
Segala hal yang berhubungan dengan pameran “Diskomplet” bisa dilihat ataupun dikomunikasikan melalui telephone, email dan website:<br />
Bpk. P. Gogor Bangsa (Ketua panitia): 08164263322<br />
Website: www.dekaveisi.com<br />
Email: diskomplet@dekaveisi.com</p>
<p>Demikianlah informasi yang kami sampaikan.<br />
Atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan beribu terima kasih</p>
<p>Yogyakarta, Nopember 2009-11-03</p>
<p><strong>Panitia ”Diskomplet”<br />
Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia<br />
2009</strong></p>
<p>•••</p>
Posted in DKV ISI (Institut Seni Indonesia), Yogyakarta, Miscellaneous Tagged: Diskomplet, DKV ISI (Institut Seni Indonesia), pameran, Yogyakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11744/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11744&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-disain-komunikasi-visual-isi-institut-seni-indonesia-yogyakarta-%e2%80%9ddiskomplet%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pameran-diskomplet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pameran Diskomplet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>One Village One Product: Seksi karena Sentuhan Trend</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/19/one-village-one-product-seksi-karena-sentuhan-trend/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/19/one-village-one-product-seksi-karena-sentuhan-trend/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif Indonesia/Indonesian Creative Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[One Village One Product]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11737</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Andi S Budiman
OVOP-One Village One Product, merupakan salah satu langkah menuju klasterisasi industri di sektor industri kecil menengah (IKM) bertujuan mengangkat produk-produk unggulan daerah agar dapat berkembang dan masuk ke pasar lebih luas. Dengan fokus pada satu produk unggulan daerah dan padat karya, OVOP juga akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Mengutip istilah Dirjen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11737&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/one-village-one-product-1.jpg?w=400&#038;h=464" alt="" title="One Village One Product 1" width="400" height="464" class="alignnone size-full wp-image-11739" /></p>
<p>Oleh: Andi S Budiman</p>
<p><strong>OVOP-One Village One Product</strong>, merupakan salah satu langkah menuju klasterisasi industri di sektor industri kecil menengah (IKM) bertujuan mengangkat produk-produk unggulan daerah agar dapat berkembang dan masuk ke pasar lebih luas. Dengan fokus pada satu produk unggulan daerah dan padat karya, OVOP juga akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Mengutip istilah Dirjen IKM Depperin Fauzi Azis, inilah momentum revitalisasi pedesaan.</p>
<p>Departemen Perindustrian merealisasikan Gerakan OVOP mulai tahun 2008 berkolaborasi dengan banyak departemen lainnya. Usulan daerah yang ingin mengembangkan OVOP dilakukan secara bottom up yang kemudian dilakukan seleksi dengan kriteria keunikan khas budaya dan originalitas, mutu dan tampilan produk, potensi pasar yang terbuka di dalam dan di luar negeri, kontinuitas dan konsistensi produksi yang didukung sumber daya lokal.</p>
<p>Gerakan OVOP, dicetuskan Morihiko Hiramatsu saat menjabat Gubernur Prefektur Oita, Pulau Kyushu. Gerakan OVOP dari Morihiko, ditujukan mengembangkan produk yang diterima global dengan tetap memberikan keistimewaan pada invensi nilai tambah lokal dan mendorong semangat menciptakan kemandirian masyarakat. Dari sisi dampak pariwisata, kawasan Oita menjadi magnet bagi 10 juta wisatawan yang berkunjung per tahun.</p>
<p>Kini, Gerakan OVOP telah diadopsi di berbagai belahan dunia seperti One Factory One Product di China untuk Kerajinan kayu, One Barangay One Product [Philipina], Satu Kampung Satu Produk Movement [Malaysia], One Tambon One Product Movement [Thailand] untuk pengembangan hasil laut, One Village One Product a Day [USA], One Village One Product [Malawi] dengan produk utama jamur.</p>
<p>Konsultan brand dan desainer produk <strong>Irvan A. Noe’man</strong> menjadi motor yang memperkenalkan semangat baru OVOP. Dengan sentuhan trend warna, tekstur dan material yang menjadi trend masa depan, <strong>produk lokal ini menjadi relevan dengan tampilan kontemporer tanpa menghilangkan cita rasa lokal</strong>. Ini adalah yang disebut sebagai proses <strong>decoding</strong>. Para kreator produk diajak untuk memahami trend, untuk kemudian mentransformasi desain produk dengan mengombinasikan sentuhan trend baru ini.</p>
<p>Setelah produk ini menjadi seksi, langkah berikutnya adalah menciptakan demand yang diciptakan melalui eksposur. Ecommerce menjadi solusi agar produk-produk Indonesia ini tampil tidak hanya sebagai objek budaya dan barang apresiasi saja. Model yang ingin saya ciptakan adalah mengangkat cerita dari kreator ini bagaimana kekayaan intelektual kita ini menjalani proses kreatif, mulai dari ide, produksi hingga finishing dan bisa muncul di Internet.</p>
<p><strong>The story of the creators and the products that truly makes them beautiful!</strong><em></p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/one-village-one-product-2.jpg?w=400&#038;h=303" alt="" title="One Village One Product 2" width="400" height="303" class="alignnone size-full wp-image-11738" /></p>
<p>•••</em></p>
Posted in Ekonomi Kreatif Indonesia/Indonesian Creative Economy, Miscellaneous Tagged: One Village One Product <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11737/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11737&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/19/one-village-one-product-seksi-karena-sentuhan-trend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/one-village-one-product-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">One Village One Product 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/one-village-one-product-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">One Village One Product 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New Book: &#8220;Paul Rand: Conversations with Students&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/18/new-book-paul-rand-conversations-with-students/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/18/new-book-paul-rand-conversations-with-students/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 00:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Paul Rand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11722</guid>
		<description><![CDATA[
By Michael Kroeger
As one of the most influential and inspirational graphic designers of the twentieth century, Paul Rand defined modern American graphic design. His iconic logo designs for IBM, UPS, and the ABC television network distilled the essences of modernity for his corporate patrons. His body of work includes advertising, poster, magazine, and book designs [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11722&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/paul-rand-conversations-with-students.jpg?w=340&#038;h=497" alt="" title="Paul Rand- Conversations with Students" width="340" height="497" class="alignnone size-full wp-image-11723" /></p>
<p>By <a href="http://www.mkgraphic.com/">Michael Kroeger</a></p>
<p>As one of the most influential and inspirational graphic designers of the twentieth century, Paul Rand defined modern American graphic design. His iconic logo designs for IBM, UPS, and the ABC television network distilled the essences of modernity for his corporate patrons. His body of work includes advertising, poster, magazine, and book designs characterized by simplicity and a wit uniquely his own. His ability to discuss design with insight and humor made him one of the most revered design educators of our time. This latest volume of the popular Conversations with Students series presents Rand&#8217;s last interview, recorded at Arizona State University one year before his death in 1996. Beginners and seasoned design professionals alike will be informed by Rand&#8217;s words and thoughts on varied topics ranging from design philosophy to design education.</p>
<p>Read more &gt; <a href="http://www.designersreviewofbooks.com/store/">The Designer&#8217;s Review of Books</a></p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Paul Rand <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11722&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/18/new-book-paul-rand-conversations-with-students/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/paul-rand-conversations-with-students.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Paul Rand- Conversations with Students</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garis Waktu Desain Grafis Indonesia</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/17/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/17/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DGI (Desain Grafis Indonesia)]]></category>
		<category><![CDATA[Garis Waktu Desain Grafis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[History of Graphic Design in Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[desain grafis]]></category>
		<category><![CDATA[desain grafis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[garis waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=9627</guid>
		<description><![CDATA[

Pada ajang pameran grafika terbesar di Indonesia, FGDexpo 2009 (30 Juli-2 Agustus 2009), DGI antara lain menampilkan &#8220;Garis Waktu Desain Grafis Indonesia&#8221; sebagaimana yang bisa diikuti di bawah ini (sedang terus diperdalam dan disempurnakan):
GARIS WAKTU DESAIN GRAFIS INDONESIA
1659
Mesin cetak pertama kali didatangkan ke Indonesia (Batavia) pada tahun 1659
Industri percetakan di wilayah Nusantara berkembang sejalan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=9627&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dgi-di-fgd-expo-2009-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dgi-di-fgd-expo-2009-1.gif?w=600&#038;h=402" alt="dgi-di-fgd-expo-2009-1" title="dgi-di-fgd-expo-2009-1" width="600" height="402" class="aligncenter size-full wp-image-9553" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dgi-di-fgd-expo-2009-51.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dgi-di-fgd-expo-2009-51.gif?w=600&#038;h=538" alt="dgi-di-fgd-expo-2009-5" title="dgi-di-fgd-expo-2009-5" width="600" height="538" class="aligncenter size-full wp-image-9559" /></a></p>
<p>Pada ajang pameran grafika terbesar di Indonesia, FGDexpo 2009 (30 Juli-2 Agustus 2009), DGI antara lain menampilkan &#8220;Garis Waktu Desain Grafis Indonesia&#8221; sebagaimana yang bisa diikuti di bawah ini (sedang terus diperdalam dan disempurnakan):</p>
<p><strong>GARIS WAKTU DESAIN GRAFIS INDONESIA</strong></p>
<p><strong>1659</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T09:41:43+00:00">Mesin cetak pertama kali didatangkan ke Indonesia (Batavia) pada tahun 1659</ins></strong><br />
Industri percetakan di wilayah Nusantara berkembang sejalan dengan penerbitan suratkabar dan perbukuan yang diperkirakan berkembang sejak abad ke-17, ketika mesin cetak pertama kali di datangkan ke pulau Jawa pada tahun 1659. </p>
<p>Tapi sayang karena tidak ada operatornya, mesin itu menganggur sampai berpuluh-puluh tahun. Tujuan misionaris mendatangkan mesin cetak erat kaitannya dengan niat mereka untuk mencetak kitab suci dan pendidikan kristen. Hingga akhirnya, selain mencetak kitab suci, mereka juga menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan kristen. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/faber-schleider.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/faber-schleider.jpg?w=277&#038;h=179" alt="Faber &amp; Schleider" title="Faber &amp; Schleider" width="277" height="179" class="aligncenter size-full wp-image-11543" /></a></p>
<p><em>Mesin cetak merk ‘Faber &amp; Schleider’ yang diduga diimpor pertama kali di wilayah Hindia Belanda.</em></p>
<p>Para pembaca koran berbahasa Belanda di Hindia Belanda di awal-awal keberadaannya adalah orang-orang Eropa, kalangan bumiputra yang menjadi priyayi, kaum Tionghoa (untuk keperluan dagang), dan orang-orang indo/olanda. Pemerintahan jajahan di bawah Daendels barulah yang berperan besar dalam urusan cetak-mencetak dengan membentuk percetakan negara yang berurusan mencetak peraturan-peraturan Belanda ke khalayak. Maka mulailah dikenal surat kabar yang tidak hanya memuat informasi yang nilainya ekonomis, tetapi juga memuat hal-hal aturan perundangan. </p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://sudahkahkaubaca.multiply.com/journal/item/131/Menengok_kembali_sejarah_awal_pers_kita">Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan</a><br />
<a href="http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/dkv/article/viewFile/16440/16432">Pergeseran Nilai Estetis pada Desain Karya Cetak Indonesia di Abad ke 20 &#8211; Studi Historiografi pada Iklan Cetak dan Kulit Muka Buku</a> oleh Agus Sachari</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dgi-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dgi-1.gif?w=600&#038;h=293" alt="dgi-1" title="dgi-1" width="600" height="293" class="aligncenter size-full wp-image-11484" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1744</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Iklan pertama di Hindia Belanda: 17 Agustus 1744</ins></strong></p>
<p>Perintis tumbuhnya iklan di Hindia Belanda adalah Jan Pieterzoen Coen. Dia pendiri Batavia dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tahun 1619-1629. PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) mengakuinya sebagai <a href="http://pppi.or.id/94.html">tokoh periklanan pertama di Indonesia</a>. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/jan-pieterszoon-coen.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/jan-pieterszoon-coen.gif?w=100&#038;h=128" alt="jan-pieterszoon-coen" title="jan-pieterszoon-coen" width="100" height="128" class="aligncenter size-full wp-image-10160" /></a></p>
<p>Dalam masa pemerintahannya, ia mengirim berita ke pemerintah setempat di Ambon dengan judul Memorie De Nouvelles, yang mana salinannya ditulis dengan tulisan tangan pada tahun 1621. Tulisan tangannya yang indah ternyata merupakan refleksi pula dari naluri bersaing antara pemerintah Hindia Belanda dengan Portugis. Kedua negara rupanya terlibat dalam perebutan hasil rempah-rempah dari kepulauan Ambon, dan Jan Pieterzoen Coen &#8216;menulis&#8217; iklan untuk melawan aktivitas perdagangan oleh Portugis. Lebih dari satu abad kemudian, setelah Jan Pieterzoen Coen meninggal, tulisan tangannya diterbitkan kembali di surat kabar Batavia Nouvelles pada tanggal 17 Agustus 1744. Batavia Nouvelles merupakan surat kabar pertama di Hindia Belanda. Dengan demikian, iklan yang dimuatnya pun merupakan iklan pertama di Hindia Belanda. Kenyataan ini menunjukkan, bahwa surat kabar dan iklan lahir tepat bersamaan di Hindia Belanda.</p>
<p>Yang berperan dalam memediakan kembali iklan tersebut di Hindia Belanda adalah karyawan sekretariat dari kantor Gubernur Jenderal Imhoff, Jourdans.</p>
<p>Surat kabar Batavia Nouvelles hanya berusia dua tahun.</p>
<p>Negeri Belanda, sejak abad ke-16 merupakan pusat penulisan silografi (tulisan tangan indah) di Eropa. Tulisan ini digunakan juga untuk penulisan iklan dalam bentuk poster.</p>
<p>Sumber: <a href="http://pppi.or.id/54.html">“Sejarah Periklanan Indonesia 1744-1984″, Bab I, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>INDUSTRI PERCETAKAN ABAD KE 18-20</p>
<p>Surat kabar yang pertama kali dicetak adalah <em>De Bataviase Nouvelles</em> terbit di Batavia pada tahun 1744, kemudian <em>De Locomotief</em> terbit pada tahun 1852 di Semarang dan <em>Bataviassch Niewsblaad</em> terbit di Batavia pada tahun 1885. Dunia persuratkabaran milik warga pribumi adalah <em>Bromartani</em> yang terbit di Surakarta pada tahun 1920-an. (Kartodirjo,1992:112-113)</p>
<p>Pada tahun 1776, setelah pelarangan penerbitan surat kabar <em>De Bataviase Nouvelles</em> pada tanggal 20 November 1745, pemerintah kolonial memberi izin kepada L Dominicus seorang pakar dalam percetakan untuk menerbitkan mingguan yang diberi nama <em>Het Vendu-Nieuws</em> (Berita Lelang). Mingguan ini berisi berita lelang perusahaan-perusahaan perdagangan di bawah VOC. Sedangkan pemasangan iklan diluar perusahaan VOC dikenakan biaya. Mingguan ini bertahan terbit antara tahun 1776 hingga 1809. (Riyanto,2000:52-53)</p>
<p>Di abad ke-19, terbit beberapa surat kabar berbahasa Indonesia (Melayu) di antaranya ‘Soerat Kabar Bahasa Melajoe’ yang diterbitkan di Surabaya pada tahun 1861. Kemudian ‘Bintang Timoer surat kabar dua mingguan yang memuat pelbagai berita sosial-ekonomi. Kemudian di Semarang pada tahun 1860 terbit <em>Selompret Melajoe of Semarang</em>. Pada tahun 1883 para pengusaha Cina mulai terlibat usaha percetakan dan buku, terutama penerbitan buku terjemahan sastra Cina klasik yang kemudian berkembang menjadi komoditas percetakan yang semakin meluas.</p>
<p>Berkembangnya industri percetakan merupakan tahap penting dalam keterbukaan budaya, karena di dalamnya terdapat perluasan dan pelintasan komunikasi verbal maupun gambar. Rekaman melalui gambar dan penataan huruf di masa tersebut telah tampak sebagai bagian penting dari industri percetakan. Pada tahun 1919 telah tercatat 120 perusahaan yang mempekerjakan 3.080 orang di industri percetakan, sebagian di antara kegiatan industri tersebut adalah pekerjaan desain grafis. Tidak tercatat angka secara pasti berapa jumlah tenaga penata rupa surat kabar, buku, poster, dan produk cetak lainnya. Demikian pula jumlah ilustrator, perancang grafis dan fotografer. Selama pemerintahan kolonial, tercatat lebih 3000 seniman bangsa asing (Belanda, Jerman) yang dicatat dalam <em>Lexicon of Foreign Artists Who Visualized Indonesia</em> (1600-1950) dengan pelbagai bidang pekerjaan seni; di antaranya pelukis, peneliti seni, ilustrator cat air, juru gambar, pematung, ilustrator, pendesain grafis dan perupa produk industri. Sedangkan seniman bangsa Indonesia tidak dimasukkan ke dalam leksikon tersebut. Terlepas dari hal tersebut, fenomena itu menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi cetak memiliki peran dan makna yang cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, dalam percaturan sejarah kebudayaan, perkembangan karya cetak sebagai bagian dari peradaban bangsa belum mendapat posisi yang penting.</p>
<p>Sumber: <a href="http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/dkv/article/viewFile/16440/16432">Pergeseran Nilai Estetis pada Desain Karya Cetak Indonesia di Abad ke 20 &#8211; Studi Historiografi pada Iklan Cetak dan Kulit Muka Buku</a> oleh Agus Sachari</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Brosur-brosur pertama untuk &#8220;go public&#8221;</ins></strong></p>
<p>Pertumbuhan iklan di jaman Hindia Belanda, sangat dipengaruhi pula oleh masuknya modal swasta ke sektor perkebunan dan pertambangan pada tahun 1870. Karena perkembangan itu ternyata menumbuhkan kebutuhan baru, berupa pembentukan lembaga-lembaga penelitian untuk mengembangkan dan mengakumulasi modal mereka, seperti yang dilakukan oleh asosiasi perusahaan-perusahaan gula, Suikersyndicaat, misalnya. Asosiasi ini juga bertugas sebagai lembaga penelitian, dan sekaligus memproduksi pula brosur-brosur sebagai wahana informasi dan promosi. Dengan demikian, para calon penanam modal di perusahaan perkebunan mereka mengetahui seberapa jauh rentabilitas investasi mereka.</p>
<p>Javaasche Bank menggunakan barang-barang cetakan untuk mengundang modal asing ke Hindia Belanda. Brosur dan buklet perkenalan mereka umumnya dicetak di percetakan G.C.T. van Dorp &amp; Co., yang berlokasi di Jakarta, Semarang dan Surabaya.</p>
<p>Sumber: <a href="http://pppi.or.id/59.html">“Sejarah Periklanan Indonesia 1744-1984″, Bab I, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1893</strong></p>
<p>Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Percetakan Negara di Jakarta, pada waktu itu yang terbesar di Asia. Sementara itu di seluruh Indonesia sudah terdapat 6500 percetakan, 2700 di antaranya terdapat di Jakarta. Industri grafika dan dunia penerbitan di Indonesia pada waktu itu sudah mulai menyadari pentingnya desain grafis.</p>
<p>Laribu Meyoko, sekretaris Percetakan Negara: “Mengapa desain itu penting? Barang cetakan sama seperti manusia: penampilan lahiriahnya yang penting. Untuk memberi kesan yang baik, untuk menarik perhatian, untuk memberi kepercayaan. Desain grafis di Indonesia mempunyai masa depan gemilang.”</p>
<p>Sumber: Buku “Nederland Indonesia, 1945-1995, Suatu Pertalian Budaya”, [Z]OO produkties, Den Haag, 1995, hal. 165.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1938</strong></p>
<p>Pada tahun 1938 berdiri PERSAGI (Persatuan Akhli Gambar Indonesia) di Jakarta dengan anggota kurang lebih tiga puluh pelukis (di antaranya Agus Djaja sebagai ketua, S. Sudjojono, Abdul Salam, Sumitro, Sudibio, Sukirno, Suromo, Surono, Setyosa, Herbert Hutagalung, Syoeaib, Emiria Sunasa, dan sejumlah seniman lainnya). Serikat ini sering dianggap sebagai awal seni rupa modern Indonesia. </p>
<p>Para pelukis PERSAGI berupaya membangun &#8216;gaya Indonesia baru&#8217; yang dikembangkan dari paduan antara nilai estetik tradisi dan nilai estetik modern. Semasa kolonisasi Jepang di Indonesia, PERSAGI mendapat wadah yang bernama <em>Keimin Bunka Shidoso</em> (Pusat Kebudayaan Jepang) yang didirikan pada tahun 1943. Spirit yang dicanangkan Jepang untuk membangun &#8216;Kebudayaan Timur&#8217; mendapat tanggapan postif, hal ini terbukti dari keterlibatan para pelukis dalam membina senilukis Indonesia, dan tokoh-tokohnya antara lain adalah S. Sudjojono, Agus Djaja, dan Affandi yang kemudian diikuti oleh sejumlah pelukis muda di antaranya Otto Djaja, Henk Ngantung, Hendra Gunawan, Djajengasmoro, Kartono Yudhokusumo, Kusnadi, Sudjana Kerton, Trubus, Baharuddin, dan sejumlah seniman lainnya.</p>
<p>Sumber: <a href="http://books.google.com/books?id=PoDl8Fn6GNcC&amp;pg=PA76&amp;lpg=PA76&amp;dq=persatuan+ahli+gambar+indonesia&amp;source=bl&amp;ots=RIrtUR3Nz6&amp;sig=zgFWkH1mlKXkZbfYeYaKX-xpmIA&amp;hl=en&amp;ei=rGDpSu23G5Go6APGlYTpCw&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=4&amp;ved=0CBkQ6AEwAzhk#v=onepage&amp;q=persatuan%20ahli%20gambar%20indonesia&amp;f=false">Budaya Visual Indonesia: Membaca Makna Perkembangan Gaya Visual Karya Desain di Indonesia Abad ke-20</a>.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/agus-djaja-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/agus-djaja-1.jpg?w=100&#038;h=128" alt="agus djaja 1" title="agus djaja 1" width="100" height="128" class="aligncenter size-full wp-image-11394" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/sudjojono1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/sudjojono1.jpg?w=100&#038;h=100" alt="sudjojono" title="sudjojono" width="100" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-11338" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Agus Djaja, S Sudjojono.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1945</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Poster “Boeng, ayo boeng!”</ins></strong></p>
<p>Pada tahun 1943, Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Empat Serangkai – yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur – memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S Soedjojono sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/affandi-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/affandi-1.jpg?w=100&#038;h=112" alt="affandi 1" title="affandi 1" width="100" height="112" class="aligncenter size-full wp-image-11457" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/chairil-anwar-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/chairil-anwar-1.jpg?w=100&#038;h=134" alt="chairil-anwar-1" title="chairil-anwar-1" width="100" height="134" class="aligncenter size-full wp-image-11395" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Affandi, Chairil Anwar.</em></p>
<p>Ketika Republik Indonesia diproklamasikan 1945, banyak pelukis ambil bagian. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain “Merdeka atau mati!”. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno, 1 Juni 1945, &#8220;Lahirnya Pancasila&#8221;. Saat itulah, Affandi mendapat tugas membuat poster. Poster itu idenya dari Bung Karno, gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Lalu kata-kata apa yang harus ditulis di poster itu? Kebetulan datang penyair Chairil Anwar (1922-1949). S Soedjojono menanyakan kepada Chairil, maka dengan ringan Chairil menyahut: “Bung, ayo bung!” Dan selesailah poster bersejarah itu. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Darimanakah Chairil memungut kata-kata itu? Ternyata kata-kata itu biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/affandi/index.shtml">Affandi (1907-1990) &#8211; Maestro Seni Lukis Indonesia</a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-boeng.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-boeng.jpg?w=400&#038;h=582" alt="poster-boeng" title="poster-boeng" width="400" height="582" class="aligncenter size-full wp-image-10136" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1 Agustus 1947</strong> </p>
<p>Berdiri Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik Universitas Indonesia di Bandung sebagai cikal bakal berdirinya Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Pada tahun 1956, sekolah pendidikan guru gambar ini bersama bagian arsitektur digabung menjadi Bagian Arsitektur dan Seni Rupa. Bagian Seni Rupa terbagi menjadi dua bidang studi yaitu Pendidikan Seni Rupa dan Seni Lukis. Pada tahun 1959 Bagian Arsitektur dan Bagian Seni Rupa berubah nama menjadi Departemen Perencanaan dan Seni Rupa bersamaan dengan lahirnya Institut Teknologi Bandung. Bagian Seni Rupa terbagi menjadi Pendidikan Seni Rupa, Seni Lukis dan Seni Interior. </p>
<p>Sumber: <a href="http://www.fsrd.itb.ac.id/?page_id=3">Sejarah Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/rj-katamsi-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/rj-katamsi-2.jpg?w=100&#038;h=154" alt="rj katamsi 2" title="rj katamsi 2" width="100" height="154" class="aligncenter size-full wp-image-11451" /></a></p>
<p><strong>1950</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Akademi Seni Rupa Pertama di Indonesia berdiri</ins></strong></p>
<p>Pada tanggal 15 Januari 1950 di Yogyakarta berdiri Akademi Seni Rupa Indonesia disingkat ASRI sebagai akademi seni rupa pertama di Indonesia dengan direkturnya yang juga sebagai pendirinya, RJ Katamsi Martoraharjo (7 Januari 1897-2 Mei 1973), dengan beberapa bagian pendidikan seni seperti Lukis, Patung, Pertukangan Kayu, dan Reklame. Jurusan Reklame – yang merupakan cikal bakal pendidikan desain grafis – saat itu masih menjadi satu dengan Jurusan Dekorasi, Ilustrasi dan Grafik dan disebut dengan Jurusan 4 (empat) atau REDIG. Salah satu mahasiswa pada awal jurusan ini yaitu <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/06/08/r-soetopo-mangkoediredjo-alm/">Soetopo Mangkoediredjo</a> lulus pada tahun 1955. Termasuk pendiri ASRI adalah Hendra, Kusnadi, Sudarso dan Trubus sementara Affandi pernah tercatat sebagai salah satu pengajar di perguruan ini.    </p>
<p>Sumber: <a href="http://makmunabdulah.blogspot.com/2008/10/materi-ke-1-seni-rupa-kelas-8-for.html">Sejarah Seni Rupa Indonesia</a>.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/asri.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/asri.gif?w=400&#038;h=233" alt="asri" title="asri" width="400" height="233" class="aligncenter size-full wp-image-10169" /></a></p>
<p>Sejarah ASRI bisa dibaca di sini &gt; <a href="http://www.fsr.isi.ac.id/sejarah/">Sejarah Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta</a><br />
Dan mengenai <a href="http://artmoko.blogspot.com/2008/03/rj-katamsi-pendiri-asri.html">RJ Katamsi-Pendiri ASRI</a> oleh Prof. Soedarso Sp MA.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/logo-ugm-rj-katamsi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/logo-ugm-rj-katamsi.jpg?w=150&#038;h=150" alt="logo ugm-rj katamsi" title="logo ugm-rj katamsi" width="150" height="150" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-11593" /></a></p>
<p><em>RJ Katamsi adalah perancang desain logo UGM (Universitas Gajah Mada) yang tetap dipakai hingga sekarang.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1959</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Lahirnya Institut Teknologi Bandung (ITB)</ins></strong>.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.fsrd.itb.ac.id/?page_id=3">Sejarah Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1960-1972</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Logo mulai populer</ins></strong></p>
<p>Iklan-iklan produk konsumen tampak mengalami kemandegan kreativitas, khususnya dalam hal penulisan naskahnya. Bagian besar rancangan produk iklan dalam negeri bertema &#8220;anjuran memakai&#8221; yang tidak monoton. Kata-kata &#8220;pakailah selalu&#8221; senantiasa digunakan dalam stiap teks iklan. Struktur verbal iklan masih tetap dipengaruhi oleh iklan-iklan zaman kolonial. Bahkan mereka pun masih banyak menggunakan istilah-istilah dari bahasa Belanda, seperti Te Huur (sewa), Barbier (cukur rambut), Restaurant, atau Te Koop (dijual). Kata-kata ini memang sering dijumpai diucapkan di radio, atau tertulis dalam kolom-kolom media cetak.</p>
<p>Secara visual pengaruh &#8220;Hollandsch denken en Hollandsch inzicht&#8221; (berfikir dan berpandangan ala Belanda) juga terasa sangat dominan. Dalam iklan restoran atau hotel misalnya, selalu digunakan model seorang berpakaian jas dan celana panjang putih, memakai peci dan sebuah serbet yang tersampir di pundak kirinya, dalam posisi siap menerima perintah tuannya, yang seorang Belanda pula (60). Atau visualisasi budaya Barat lainnya, seperti penggunaan tokoh-tokoh Walt Disney dengan Mickey Mouse, Donald Duck, Cinderella, Putri Salju dan sebagainya. Atau ilan-iklan keluarga tentang kelahiran dengan ilustrasi burung pelikan terbang membawa bayi.</p>
<p>Meskipun demikian, perusahaan-perusahaan besar sudah mulai berani menggunakan sedikit teks, dan sekaligus menyadari pentingnya khalayak sasaran mengenal logotype (ciri logo) produk-produk mereka. Sayangnya, berbeda dengan teori periklanan, banyak produk ataupun merek baru yang tidak menyatakan kebaruannya dalam iklan-iklan mereka. Di samping itu, nuansa yang tercipta dari iklan-iklan tersebut hampir seluruhnya hanya untuk tujuan penjualan (sales) semata.</p>
<p>Populernya penggunaan logo sebagai identitas suatu produk atau merek, membawa bisnis baru untuk perusahaan periklanan dari kliennya. Yaitu merancangkan logo yang sesuai dengan jenis, kepribadian dan citra produk yang ingin dikembangkan produk-produk tersebut.</p>
<p>Beberapa perusahaan bahkan meminta perusahaan periklanannya untuk juga menguruskan nomor pendaftaran (gedeponeerd) merek atau logo produk mereka tersebut di Kantor Pendaftaran Merk Dagang.</p>
<p>Membanjirnya kebutuhan mendaftarkan merek ini tidak seimbang dengan kesadaran mereka beriklan, memasyarakatkan logo-logo tersebut. Situasi ini membawa dampak di bidang hukum. Karena saat itu ternyata muncul banyak logo yang mirip satu sama lain. Akibatnya, justru mereka akhirnya merasa perlu memuat iklan-iklan pengaduan, atau sekedar menjelaskan tentang perbedaan logo produknya dengan yang milik perusahaan lain. Beberapa di antara mereka yang mirip logonya dan memuat iklan pengumuman ini, bahkan sama-sama pula belum terdaftar.</p>
<p>Sumber: <a href="http://pppi.or.id/90.html">“Sejarah Periklanan Indonesia 1744-1984″, Bab V, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Realisme Sosialis</ins></strong></p>
<p>Tahun 1960-an, ruang publik didominasi gaya realisme sosialis, termasuk baliho, poster dan media cetak lainnya. Realisme sosialis adalah pegangan resmi para seniman anggota Lekra yang di bawah patronase Partai Komunis Indonesia (PKI), merupakan organisasi dan gerakan yang terkuat di kalangan seniman Indonesia antara akhir 1950-an sampai dengan pertengahan 1960-an. Ketika itu asas realisme sosialis hendak diberlakukan bagi semua ekspresi kesenian dan pemikiran di Indonesia.</p>
<p>Manifes Kebudayaan disusun dan diumumkan sebagai reaksi terhadap realisme sosialis. Yang ditentang Manifes Kebudayaan adalah asas &#8220;politik sebagai panglima&#8221; yang dalam prakteknya berarti kekuasaan politiklah – tepatnya partai – yang mengendalikan kesenian. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1962</strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/sapto-hoedojo.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/sapto-hoedojo.gif?w=100&#038;h=142" alt="sapto-hoedojo" title="sapto-hoedojo" width="100" height="142" class="aligncenter size-full wp-image-10252" /></a></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Jurusan Seni Reklame dan Propaganda</ins></strong></p>
<p>Pada tahun 1962 Reklame berpisah dengan REDIG dan menjadi jurusan tersendiri dengan nama Jurusan Reklame (1962–1968) dengan Ketua Jurusan yang pertama Dr. HC. R.M. Sapto Hoedojo. Situasi politik era Demokrasi Terpimpin di bawah Panglima Besar Revolusi (PBR) Ir. Soekarno yang mencanangkan gerakan anti Neo Kolonialisme dengan propaganda Indonesia sebagai Neo of Force Asia, membawa situasi nama Jurusan Reklame sementara sempat berubah menjadi Jurusan Seni Reklame dan Propaganda, sampai akhirnya ditetapkan dengan nama Jurusan Seni Reklame pada akhir tahun 1968. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/asri-2.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/asri-2.gif?w=400&#038;h=281" alt="asri-2" title="asri-2" width="400" height="281" class="aligncenter size-full wp-image-10170" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/soetopo1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/soetopo1.gif?w=400&#038;h=283" alt="soetopo" title="soetopo" width="400" height="283" class="aligncenter size-full wp-image-10253" /></a></p>
<p><em>Ketua Jurusan Seni Reklame STSRI ASRI, Yogyakarta Soetopo Mangkoediredjo bersama staf pengajar, paling kiri: Lie Djien An, kedua dari kanan: Margono dan paling kanan: Parsuki.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1967</strong></p>
<p>Jurusan Seni Rupa FTSP ITB membuka Studio Grafis. Pada saat itu, kurikulum desain dan seni masih bersatu.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1967</strong></p>
<p>PERINTIS PERIKLANAN MODERN</p>
<p>Orde Baru ternyata cukup sigap mengembalikan kestabilan politik dan ekonomi dalam negeri. Selain berupaya keras mengendalikan inflasi, Pemerintah juga membuka peluang sebesar-besarnya bagi investasi baru. Konfrontasi dengan negara-negara liberal pun lambat-laun dihapuskan dan membuka lagi peluang bagi perdagangan luar-negeri yang lebih terbuka dan dinamis. Lebih lagi setelah Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) disahkan, telah sangat merangsang investasi dalam negeri dan menjamin adanya kepastian berusaha.</p>
<p>Di tahun 1967, tahun yang sama dengan dikeluarkannya Undang-undang PMDN tersebut, di Jakarta lahir perusahaan periklanan InterVista Ltd. Inc., yang didirikan dan dikelola oleh Nuradi (10 Mei 1926-8 Juni 2009). InterVista dianggap sebagai perintis periklanan modern di Indonesia. InterVista pula yang dianggap menjadi perusahaan periklanan pertama yang beroperasi dalam kapasitas pelayanan periklanan menyeluruh (<em>full service advertising agency</em>).</p>
<p>Setahun setelah diundangkannya Undang-undang PMDN, dikeluarkan pula Undang-undang Penanaman Modal Asing (PMA) yang mengatur tata cara penanaman modal asing di Indonesia. Undang-undang ini bukan saja memberi jiwa keterbukaan pada masuknya modal asing, tetapi juga telah lebih merangsang lagi peningkatan investasi di Indonesia. Undang-undang PMA ini bahkan memberi dampak langsung pada peningkatan tajam bisnis periklanan. Investasi oleh para pemodal asing rupanya membawa konsekuensi lain bagi periklanan. Para pemodal ini yang umumnya sudah terbiasa dengan sistem perekonomian dan perdagangan liberal, rupanya menuntut adanya pula sarana promosi dan periklanan yang baik di Indonesia*.</p>
<p>Sebagai perusahaan periklanan modern. InterVista juga tercatat aktif dalam membantu kampanye-kampanye pemasaran sosial (<em>social marketing</em>) atau periklanan layanan masyarakat (<em>public service advertising</em>). Kampanye-kampanye ini merupakan sesuatu ayng baru bagi masyarakat Indonesia di masa itu.</p>
<p>Salah satu karya besar InterVista yang bahkan tetap digunakan hingga saat ini adalah Kartu Menuju Sehat. Sebuah petunjuk sangat praktis bagi para ibu untuk memeriksa dan merawat kesehatan bayinya.</p>
<p>Munculnya InterVista rupanya menjadi katalis bagi lahirnya banyak lagi perusahaan periklanan modern di Indonesia. Bahkan tahun 1969 berdiri pula Benson SH Ltd., perusahaan periklanan pertama yang berafiliasi dengan perusahaan periklanan asing di Indonesia. Perusahaan periklanan ini tadinya sekedar merupakan afilasi dari perusahaan yang sama di Singapura, tetapi kemudian dikembangkan menjadi afiliasi langsung dengan perusahaan periklanan induknya di New York dan berubah nama menjadi Ogilvy Benson &amp; Mather Indonesia. Selanjutnya karena ada peraturan yang tidak mengizinkan perusahaan periklanan asing Indonesia, perusahaan ini mengubah statusnya menjadi perusahaan Indonesia, sekaligus mengganti namanya menjadi PT Indo Ad**.</p>
<p><em>* Para praktisi periklanan umumnya berpendapat ada hubungan langsung antara aspek -aspek investasi, dan periklanan dalam arti yang luas. Karena itu, tuntutan para investor asing ini tentu saja wajar untuk mengamankan investasi mereka,dengan meningkatkan efisiensi produksi (mencapai tingkat skala ekonomi tertentu) dan dengan dukungan promosi dan periklanan menjamin tercapainya sasaran-sasaran pemasara barang atau jasa yang mereka hasilkan.</em></p>
<p><em>** Ogilvy Benson &amp; Mather Internasional kemudian berubah nama menjadi Ogilvy &amp; Mather. Saat terbentuknya Indo Ad, Ogilvy &amp; Mather merupakan perusahaan internasional dengan kantor afiliasi terbanyak di dunia dan dalam hal omset, No. 6 terbesar di luar Jepang.</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://pppi.or.id/91.html">“Sejarah Periklanan Indonesia 1744-1984″, Bab VI, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia</a>.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nuradi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nuradi.jpg?w=100&#038;h=114" alt="nuradi" title="nuradi" width="100" height="114" class="aligncenter size-full wp-image-11416" /></a></p>
<p><em>Nuradi, perintis periklanan modern Indonesia.</em></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Riwayat Hidup Nuradi</ins></strong></p>
<p>Nuradi (10 Mei 1926-8 Juni 2009) lahir di Jakarta.</p>
<p>Antara tahun 1946-1948 masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia (Darurat).</p>
<p>1949 -1950 mengikuti Akademi Dinas Luar Negeri RI. Tahun-tahun berikutnya dia mengikuti berbagai pendidikan nonformal di Amerika Serikat dan menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di Foreign Service Institute, US State Department, Washington DC. </p>
<p>1952-1954 menyelesaikan studi bidang adminsitrasi publik di Harvard University, Cambridge, Massachusetts. Selama setahun kemudian dia belajar bahasa di Universitas Sorborne dan Besancon, Perancis. Nuradi juga pernah menjadi penyiar siaran bahasa Inggris di RRI, dan menjadi juru bahasa pribadi untuk Bung Karno, Bung Hatta dan Ir, H. Juanda. Jabtan lain adalah kepala bagian penerjemah pada delegasi Indonesia di Konperensi Meja Bundar di Den Haag, serta menjadi anggota perwakilan tetap Indonesia di Uni Soviet. Dia mengundurkan diri dari Dinas Luar Negeri tahun 1957. </p>
<p>Kiprah Nuradi di bidang periklanan berawal tahun 1961-1962, saat dia mengikuti Management Tarining Course di SH Benson Ltd., London, sebuah biro iklan terbesar di Eropa saat itu. Pengetahuan teoritis ini kemudian dia lengkapi dengan keterampilan praktis melalui cabang perusahaan ini di Singapura. Tahun 1963 dia kembali ke Jakarta dan mendirikan InterVista Advertising Ltd., biro iklan modern pertama di Indonesia.</p>
<p>Di tahun itu juga, dan melalui InterVista, Nuradi merintis periklanan komersial pertama di TVRI. Hotel Tjipajung, produsen alat berat dan truk PT Masayu, dan PT Arschoob Ramasita merupakan tiga pengiklan pertama yang menayangkan telop iklan di media elektronik tersebut. Se tahun kemudian, materi iklan menggunakan slaid yang pertama muncul untuk produk skuter Lambretta. Iklan produk ini juga menjadi yang pertama tampil sebagai iklan komersial di bioskop-bioskop di Indonesia.</p>
<p>Menurut Nuradi, kekuatan InterVista terletak justru pada kekokohannya pada akar budaya Indonesia. &#8220;Ideologi&#8221; itu memang terungkap pada banyak pesan periklanan InterVista yang naskahnya kerap ditulis sendiri oleh Nuradi. Bahasa yang sederhana namun baku, merupakan ciri naskah-naskah iklan InterVista. &#8220;Indomilk sedaaap&#8221;, &#8220;Ini bir baru. Ini baru bir&#8221;, &#8220;Makin mesra dengan Mascot&#8221;, dan &#8220;Lebih baik naik Vespa&#8221; adalah contoh slogan-slogan periklanan yang amat populer hingga awal 1980.</p>
<p>Nuradi memang patut berbangga dengan prestasinya, karena hingga tahun 1970-an ia berhasil membawa InterVista sebagai biro iklan yang amat disegani, menyaingi biro-biro iklan afiliasi asing seperti Lintas (sekarang Lowe) dan Indo Ad (sekarang Ogilvy).</p>
<p><em>Baty Subakti (disadur dari buku Sejarah Periklanan Indonesia, Baty Subakti dkk.)</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1969</strong></p>
<p>Pada tahun 1969 Fakultas Teknik Universitas Trisakti membuka Departemen baru yaitu Departemen Seni Rupa, dengan kepala Departemennya Drs Soekarno.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1969-1971 </strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/09/11/ad-pirous/">AD Pirous</a> belajar di RIT (Rochester Institute of Technology), Amerika Serikat untuk menjajagi kemungkinan dibukanya Program Studi Desain Grafis di ITB.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/ad-pirous.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/ad-pirous.gif?w=100&#038;h=137" alt="ad-pirous" title="ad-pirous" width="100" height="137" class="aligncenter size-full wp-image-10157" /></a></p>
<p>AD Pirous lahir di Meulaboh, Aceh, 11 Maret 1932. Sejak 1964 sampai dengan 2002, AD Pirous bekerja sebagai tenaga pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. AD Pirous pernah menjabat sebagai dekan pertama di fakultas ini pada tahun 1984. Memperoleh posisi Guru Besar pada 1994, AD Pirous mencatatkan prestasinya sebagai salah seorang perintis seni rupa Islam modern di Indonesia. Ia juga merupakan pendiri bidang studi Desain Grafis yang berlanjut menjadi bidang Desain Komunikasi Visual di ITB. Seusai masa baktinya pada dunia akademik di ITB, AD Pirous tetap mengabdikan dirinya sebagai pelukis dan cendekiawan senior di bidang seni rupa dan kebudayaan.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1970</strong></p>
<p>Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) didirikan, membawahi Akademi Seni Rupa, Akademi Seni Tari dan Akademi Seni Teater. </p>
<p>Pada tahun 1976 untuk memenuhi persyaratan sebuah perguruan tinggi, nama LPKJ kemudian diubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1973</strong></p>
<p>Jurusan Seni Rupa FTSP ITB dimekarkan dengan menambah Program Studi Desain Tekstil dan memecah Studio Grafis menjadi Program Studi Desain Grafis dan Seni Grafis. Tahun 1973, Program Studi Desain Grafis melepaskan lulusan pertamanya, yaitu empat mahasiswa studio grafis yang membuat tugas akhir berupa proyek desain grafis. Para lulusan pertama dari studio ini adalah Indra Abidin, Markoes Djajadiningrat, Teddy Sam Natasasmita dan Priyanto Sunarto.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indra-abidin-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indra-abidin-2.jpg?w=100&#038;h=132" alt="indra abidin 2" title="indra abidin 2" width="100" height="132" class="aligncenter size-full wp-image-11401" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/markoes-djajadiningrat-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/markoes-djajadiningrat-1.gif?w=100&#038;h=149" alt="markoes-djajadiningrat 1" title="markoes-djajadiningrat 1" width="100" height="149" class="aligncenter size-full wp-image-11402" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/priyanto-sunarto1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/priyanto-sunarto1.jpg?w=100&#038;h=140" alt="priyanto-sunarto" title="priyanto-sunarto" width="100" height="140" class="aligncenter size-full wp-image-11342" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Indra Abidin, Markoes Djajadiningrat, Priyanto Sunarto.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1974</strong></p>
<p>Dunia seni rupa, terutama di STSRI “ASRI”, dan juga FSRD ITB, diguncang oleh terjadinya peristiwa Desember Hitam yang pecah di ujung tahun 1974 akibat protes yang dilayangkan oleh para mahasiswa yang kritis atas pemberian penghargaan oleh Dewan Juri Pameran Besar Seni Lukis Indonesia kepada lima orang pelukis (AD Pirous, Aming Prayitno, Widayat, Irsam dan Abas Alibasyah) karena karya-karya tersebut dianggap bercorak ragam sama, yakni dekoratif dan lebih mengabdi demi kepentingan “konsumtif”.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1975</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Gerakan Seni Rupa Baru (1975-1979, 1987)</ins></strong></p>
<p>Peristiwa Desember Hitam itu menjadi cikal bakal terbentuknya Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) pada tahun 1975 yang menghantarkan dunia seni rupa Indonesia melahirkan pemahaman baru atas persoalan ideologis kesenian; konsepsi estetika dunia seni rupa; <em>subject matter</em>; batasan-batasan akademik, hingga menyentuh persoalan-persoalan interpretasi subjektivitas (<em>Seni Grafis Yogyakarta dalam Wacana Seni Kontemporer</em>, Wiwik Sri Wulandari, 2008, halaman 101-102).</p>
<p>Salah satu konsep GSRB adalah meniadakan batasan antara seni murni dan seni terapan (baca: seni tidak murni), dan semua fenomena kesenian termasuk desain pun kemudian dianggap sederajat.</p>
<p>Sepanjang perjalanannya, eksponen GSRB yang juga desainer grafis tercatat antara lain <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/fx-harsono/">FX Harsono</a>, <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/05/03/s-prinka/">Syahrinur Prinka (1947-2004)</a>, <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/04/22/wagiono-sunarto/">Wagiono Sunarto</a>, <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/02/24/priyanto-sunarto/">Priyanto Sunarto</a>, <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2004/01/05/ALB/mbm.20040105.ALB87327.id.html">Gendut Riyanto (1955-2003)</a>, Harris Purnama dan Oentarto.</p>
<p>Pada tahun 1979 Gerakan Seni Rupa Baru membubarkan diri, tetapi sempat dihidupkan kembali pada tahun 1987.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/fx-harsono-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/fx-harsono-1.jpg?w=100&#038;h=150" alt="fx harsono 1" title="fx harsono 1" width="100" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11310" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/syahrinur-prinka-111.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/syahrinur-prinka-111.jpg?w=100&#038;h=138" alt="syahrinur-prinka-11" title="syahrinur-prinka-11" width="100" height="138" class="aligncenter size-full wp-image-11341" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/wg_nnc1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/wg_nnc1.gif?w=100&#038;h=150" alt="wg_nnc" title="wg_nnc" width="100" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11322" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: FX Harsono, Syahrinur Prinka, Wagiono Sunarto.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1976</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Pemisahan <em>Above The Line</em> (<em>ATL</em>) dan <em>Below The Line</em> (<em>BTL</em>)</ins></strong></p>
<p>Matari Advertising merintis pemisahan studio desain iklan (khusus <em>ATL</em>) dan studio desain grafis (khusus <em>BTL</em>). Tercatat pada periode ini Tjahjono Abdi sebagai desainer iklan dan Hanny Kardinata sebagai desainer grafis. Pada periode berikutnya, sebagai desainer grafis FX Harsono dan Gendut Riyanto.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ken-sudarto-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ken-sudarto-1.jpg?w=100&#038;h=125" alt="ken sudarto 1" title="ken sudarto 1" width="100" height="125" class="aligncenter size-full wp-image-11398" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tjahjono-abdi.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tjahjono-abdi.gif?w=100&#038;h=124" alt="tjahjono abdi" title="tjahjono abdi" width="100" height="124" class="aligncenter size-full wp-image-11412" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hanny-kardinata.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hanny-kardinata.gif?w=100&#038;h=135" alt="hanny-kardinata" title="hanny-kardinata" width="100" height="135" class="aligncenter size-full wp-image-11413" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Ken Sudarto (pendiri Matari Advertising, juga salah seorang tokoh perintis periklanan modern Indonesia), Tjahjono Abdi, Hanny Kardinata.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1977</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Penggunaan istilah desain komunikasi visual</ins></strong></p>
<p>Gert Dumbar, seorang desainer grafis Belanda memperkenalkan istilah semiotika dan komunikasi visual di FSRD ITB. Menurutnya, desain grafis tidak hanya menangani desain untuk percetakan tetapi juga <em>moving image</em>, <em>display</em> dan pameran. Sejak tahun 1979, istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantikan istilah desain grafis.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/gert-dumbar.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/gert-dumbar.gif?w=100&#038;h=136" alt="gert-dumbar" title="gert-dumbar" width="100" height="136" class="aligncenter size-full wp-image-10159" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1978</strong></p>
<p>Program Pengutamaan Studi Desain Grafis, Jurusan Seni Rupa di Universitas Trisakti diadakan.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1979</strong></p>
<p>ASRI pada periode ini berubah status dan nama lembaga menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia “ASRI” atau disingkat menjadi STSRI “ASRI”. Menjelang dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendidikan seiring dengan diberlakukannya NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus) oleh Dr. Daud Joesoef maka nama Jurusan Seni Reklame berubah menjadi Jurusan Disain Komunikasi.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1980</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Pameran desain grafis pertama di Indonesia</ins></strong></p>
<p>Pada tanggal 16-24 Juni 1980 di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, jalan Menteng Raya 25, Jakarta diselenggarakan pameran desain grafis oleh tiga desainer grafis Indonesia: Hanny Kardinata, Gauri Nasution dan Didit Chris Purnomo, bertajuk “Pameran Rancangan Grafis ‘80 Hanny, Gauri, Didit”. Pameran ini tercatat sebagai pameran desain grafis pertama di Indonesia yang diadakan oleh desainer-desainer grafis Indonesia (<em>Pameran Rancangan Grafis Hanny, Gauri, Didit – Mau Merubah Dunia</em>, Agus Dermawan T, Kompas, 25 Juni 1980, hal. 6). Pameran ini membawa misi memperkenalkan profesi desainer grafis ke masyarakat luas, dan agar karya desain grafis diapresiasi sebagai karya seni. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/logo-pameran-1980-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/logo-pameran-1980-1.gif?w=400&#038;h=400" alt="logo-pameran-1980-1" title="logo-pameran-1980-1" width="400" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-10140" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/didit-hanny-gauri-1980.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/didit-hanny-gauri-1980.gif?w=400&#038;h=418" alt="didit-hanny-gauri-1980" title="didit-hanny-gauri-1980" width="400" height="418" class="aligncenter size-full wp-image-10137" /></a></p>
<p><em>Atas: Logo “Pameran Rancangan Grafis ‘80 Hanny, Gauri, Didit”. Bawah: Foto diambil dari poster “Pameran Rancangan Grafis ‘80 Hanny, Gauri, Didit”. Ki-ka: Didit Chris Purnomo, Hanny Kardinata, Gauri Nasution.</em></p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/05/28/hubungan-rancangan-grafis-dengan-seni-copet/">&#8220;Hubungan Rancangan Grafis dengan Seni Copet&#8221;</a> oleh Johannes Tan, Brosur “Pameran Rancangan Grafis ‘80 Hanny, Gauri, Didit”.<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/05/30/pameran-rancangan-grafis-hanny-gauri-didit/">&#8220;Pameran Rancangan Grafis &#8216;80 Hanny, Gauri, Didit&#8221;</a> oleh Agus Dermawan T, Kompas, 25 Juni 1980, hal. 6.<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/05/30/informatif-juga-indah/">&#8220;Informatif, Juga Indah&#8221;</a> oleh Priyanto Sunarto.</p>
<p><strong>Beberapa karya yang dipamerkan:</strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/illust-guruhsoekarnoputra.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/illust-guruhsoekarnoputra.gif?w=400&#038;h=352" alt="illust-guruhsoekarnoputra" title="illust-guruhsoekarnoputra" width="400" height="352" class="aligncenter size-full wp-image-11422" /></a></p>
<p><em>Hanny Kardinata, Ilustrasi dengan teknik kuas kering (dry brush) untuk materi pergelaran perdana Guruh Soekarnoputra bersama Swara Maharddhika, 1979.</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dibatas-angan-angan-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dibatas-angan-angan-1.jpg?w=250&#038;h=382" alt="dibatas-angan-angan 1" title="dibatas-angan-angan 1" width="250" height="382" class="aligncenter size-full wp-image-11504" /></a></p>
<p><em>Gauri Nasution, Music Album Cover, Keenan Nasution-Dibatas Angan-Angan, 1978.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1980</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Organisasi desain grafis pertama di Indonesia</ins></strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/logo-ipgi-sadjiroen-1980.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/logo-ipgi-sadjiroen-1980.gif?w=135&#038;h=135" alt="logo-ipgi-sadjiroen-1980" title="logo-ipgi-sadjiroen-1980" width="135" height="135" class="aligncenter size-full wp-image-11347" /></a></p>
<p><em>Logo IPGI hasil coretan tangan Sadjiroen, desainer uang Indonesia.</em></p>
<p>Organisasi desain grafis pertama di Indonesia terbentuk pada tanggal 25 April 1980 dan diresmikan pada tanggal 24 September 1980 dengan nama Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI) bersamaan dengan diselenggarakannya sebuah pameran besar bertajuk “Grafis ‘80” di Jakarta yang berlangsung hingga tanggal 30 September 1980 di Wisma Seni Mitra Budaya, Jalan Tanjung 34, Jakarta.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/t-abdi-poster-grafis-80.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/t-abdi-poster-grafis-80.gif?w=187&#038;h=540" alt="t-abdi-poster-grafis-80" title="t-abdi-poster-grafis-80" width="187" height="540" class="aligncenter size-full wp-image-11408" /></a></p>
<p><em>Brosur – sekaligus poster – pameran Grafis &#8216;80, dirancang oleh Tjahjono Abdi.</em></p>
<p>Badan Pendiri yang terdiri dari 9 orang: Sadjiroen, Sutarno, Suprapto Martosuhardjo, Soedarmadji JH Damais, Bambang Purwanto, Chairman, Wagiono, Didit Chris Purnomo dan J Leonardo N merumuskan program kerja dan membentuk pengurus sementara dengan susunan sebagai berikut:</p>
<p>Ketua: Wagiono Sunarto<br />
Wakil Ketua: Karnadi Mardio<br />
Sekretaris 1: Didit Chris Purnomo<br />
Sekretaris 2: J Leonardo N<br />
Bendahara: Hanny Kardinata</p>
<p>Dibantu beberapa koordinator bidang:<br />
Pameran: FX Harsono, S Prinka<br />
Publikasi dan Buletin: Tjahjono Abdi<br />
Hubungan Masyarakat: Agus Dermawan T<br />
Dokumentasi dan Perpustakaan: Helmi Sophiaan<br />
Pendidikan dan Ceramah: Hanny Kardinata</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/w1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/w1.jpg?w=600&#038;h=424" alt="w" title="w" width="600" height="424" class="aligncenter size-full wp-image-11356" /></a></p>
<p><em>Ki-ka (belakang): Hanny Kardinata, S Prinka, Wagiono Sunarto, Karnadi Mardio, FX Harsono, dan di depannya: Suyadi ‘Pak Raden’, Priyanto Sunarto dan Tjahjono Abdi beserta mahasiswa-mahasiswa DKV Trisakti di depan pintu masuk Wisma Seni Mitra Budaya, Jalan Tanjung 34, Jakarta, di mana pameran Grafis &#8216;80 diadakan.</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/03/18/sejarah-ipgi-upaya-menumbuhkan-apresiasi/">Sejarah IPGI-Upaya Menumbuhkan Apresiasi</a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/joop-ave.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/joop-ave.jpg?w=100&#038;h=133" alt="joop ave" title="joop ave" width="100" height="133" class="aligncenter size-full wp-image-11481" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/soedarmadji-damais.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/soedarmadji-damais.jpg?w=100&#038;h=136" alt="soedarmadji damais" title="soedarmadji damais" width="100" height="136" class="aligncenter size-full wp-image-11482" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Joop Ave dan Soedarmadji JH Damais, yang bersama AD Pirous merupakan trio penasehat IPGI.</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/agus-dermawan-t.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/agus-dermawan-t.jpg?w=100&#038;h=122" alt="agus dermawan t" title="agus dermawan t" width="100" height="122" class="aligncenter size-full wp-image-11483" /></a></p>
<p><em>Atas: Agus Dermawan T, Departemen Hubungan Masyarakat IPGI yang pada saat IPGI berdiri masih bekerja sebagai desainer grafis majalah remaja &#8220;Gadis&#8221;.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1980</strong></p>
<p>Akhir 1970 dan seterusnya, tumbuh perusahaan-perusahaan desain grafis yang sepenuhnya dipimpin oleh desainer grafis. Berbeda dengan biro iklan, perusahaan-perusahaan ini mengkhususkan diri pada desain-desain non-iklan, beberapa di antaranya adalah Vision (Karnadi Mardio), Grapik Grapos Indonesia (Wagiono Sunarto, Djodjo Gozali, S Prinka dan Priyanto Sunarto), Citra Indonesia (Tjahjono Abdi dan Hanny Kardinata) dan GUA Graphic (Gauri Nasution). Di Bandung sebelumnya sudah ada design center Decenta yang didirikan pada tahun 1973, antara lain oleh AD Pirous, T Sutanto, Priyanto Sunarto, yang walau lebih mengandalkan pada disiplin seni grafis juga menangani beragam produk desain grafis, mulai sampul buku, kartu ucapan, logo, kalender, pameran dan elemen estetis gedung.</p>
<p>Periode awal 1980 mencatat perkembangan jumlah perusahaan desain grafis yang cukup signifikan di Jakarta, antara lain: Gugus Grafis (FX Harsono, Gendut Riyanto), Polygon (Ade Rastiardi, Agoes Joesoef), Adwitya Alembana (Iwan Ramelan, Djodjo Gozali), dan di Bandung: Zee Studio (Iman Sujudi, Donny Rachmansjah), MD Grafik (Markoes Djajadiningrat), Studio “OK!” (Indarsjah Tirtawidjaja dkk), dll.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/karnadi-mardio.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/karnadi-mardio.gif?w=100&#038;h=142" alt="karnadi mardio" title="karnadi mardio" width="100" height="142" class="aligncenter size-full wp-image-11446" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gauri-nasution.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gauri-nasution.jpg?w=100&#038;h=131" alt="gauri nasution" title="gauri nasution" width="100" height="131" class="aligncenter size-full wp-image-11423" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/t-sutanto-2.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/t-sutanto-2.gif?w=100&#038;h=126" alt="t sutanto 2" title="t sutanto 2" width="100" height="126" class="aligncenter size-full wp-image-11417" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan-ramelan.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan-ramelan.gif?w=100&#038;h=147" alt="iwan ramelan" title="iwan ramelan" width="100" height="147" class="aligncenter size-full wp-image-11424" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indarsjah-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indarsjah-1.jpg?w=100&#038;h=127" alt="indarsjah 1" title="indarsjah 1" width="100" height="127" class="aligncenter size-full wp-image-11437" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Karnadi Mardio, Gauri Nasution, T Sutanto, Riswanto (Iwan) Ramelan, Indarsjah Tirtawidjaja.</em></p>
<p>Pada masa ini, studio mana pun ‘dituntut’ bisa mengerjakan pekerjaan apa pun, klien datang dengan pekerjaan mulai dari desain logo sampai kepada ilustrasi sampul kaset, desainer bak <em>superman</em> atau <em>superwoman</em>. Studio grafis tidak punya pilihan lain supaya bertahan hidup. </p>
<p>Ilustrasi menggunakan teknik <em>air brush</em>, dengan gaya <em>hyper-realism</em> dan Pop Art menjadi trend waktu itu, sejalan dengan perkembangan ilustrasi di dunia maju (majalah “Tempo” dan &#8220;Zaman” adalah dua penerbitan yang mengakomodasi teknik ini untuk sampulnya). <em>Air brush gun</em>, pensil, kuas, cutter, Cow Gum, Spraymount dan huruf gosok Letraset/Mecanorma adalah alat-alat yang lazim bertengger di meja kerja desainer waktu itu.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/zaman-perdana-1a1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/zaman-perdana-1a1.jpg?w=250&#038;h=343" alt="Zaman Perdana-1a" title="Zaman Perdana-1a" width="250" height="343" class="aligncenter size-full wp-image-11478" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/zaman-no-1b1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/zaman-no-1b1.jpg?w=250&#038;h=331" alt="Zaman No. 1b" title="Zaman No. 1b" width="250" height="331" class="aligncenter size-full wp-image-11479" /></a></p>
<p>MENGENAI MAJALAH ZAMAN</p>
<p>Majalah Zaman, Mingguan untuk Seluruh Keluarga, bolehlah disebut sebagai &#8220;mimesis&#8221; (dalam arti luas) majalah Boss. Edisi Perdananya terbit pada minggu ke-II, September 1979, tetapi menggunakan SIT (Surat Ijin Terbit) bertanggal 31 Desember 1973 dengan keterangan: Untuk melanjutkan penerbitan MM Boss.</p>
<p>Edisi Perdana Zaman dibagikan secara gratis. Baru pada edisi No. 1/Thn I, Minggu I, Oktober 1979, majalah ini dijual dengan harga Rp. 250,-. Diterbitkan oleh Yayasan Bapora bekerjasama dengan PT Grafiti Pers, Penerbit Majalah TEMPO (waktu itu).</p>
<p>Dalam perjalanannya, di majalah ini berkumpul para seniman dan budayawan yang sudah tak asing lagi namanya di Indonesia, misalnya Danarto, Jim Supangkat, Nano Riantirano, Sori Siregar, Seno Gumira Ajidarma, Ananda Moersid, dan lain-lain. Pemimpin Redaksi: Goenawan Mohamad. Redaktur Pelaksana: Putu Wijaya.</p>
<p>Majalah Zaman ditutup oleh &#8220;Tempo&#8221; pada 1985. Lalu pada tahun berikutnya &#8220;Tempo&#8221; menerbitkan majalah baru: MATRA (Agustus 1986).</p>
<p>Sumber: Koleksi K Atmojo: <a href="http://koleksikemalaatmojo.blogspot.com/2008/07/zaman-perdana-no-i.html">Majalah Lama: &#8220;Zaman&#8221; Edisi Perdana &amp; No. I/Thn I Oktober 1979</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1983</strong></p>
<p>Pada tanggal 22-31 Agustus 1983, bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta, IPGI menyelenggarakan pamerannya yang kedua yang digelar di Galeri Utama TIM, Jakarta dengan tajuk “Grafis ‘83”.</p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/03/18/sejarah-ipgi-upaya-menumbuhkan-apresiasi/">Sejarah IPGI-Upaya Menumbuhkan Apresiasi</a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ill-grafis-83-ipgi-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ill-grafis-83-ipgi-1.gif?w=400&#038;h=460" alt="ill-grafis-83-ipgi 1" title="ill-grafis-83-ipgi 1" width="400" height="460" class="aligncenter size-full wp-image-11409" /></a></p>
<p><em>Ilustrasi karya Tjahjono Abdi yang menghiasi materi pameran (brosur, poster dsb.) Grafis &#8216;83.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1984</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD ITB) diresmikan</ins></strong></p>
<p>Bidang studi seni rupa maupun desain mengalami perkembangan yang pesat karena tuntutan kebutuhan dari masyarakat, maka pada tahun 1984 di ITB Jurusan Seni Rupa ditingkatkan menjadi fakultas tersendiri dengan nama Fakultas Seni Rupa dan Desain yang mencakup tiga jurusan, yaitu: Jurusan Seni Rupa Murni, Jurusan Desain dan Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU).</p>
<p>FSRD ITB diresmikan pada tahun 1984 setelah mengalami sejarah perkembangan yang panjang sejak 1 Agustus tahun 1947 sebagai Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik Universitas Indonesia di Bandung.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1984</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Desain komunikasi visual di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta</ins></strong></p>
<p>Pada pertengahan tahun 1984, terjadilah perubahan besar dalam sistem penyelenggaraan pendidikan seni, sehingga setelah menjalani perencanaan panjang sejak 1973 dengan ide penggabungan 3 (tiga) lembaga: STSRI “ASRI”, AMI, dan ASTI, maka disatukanlah ketiga lembaga dengan nama Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tanggal 23 Juli 1984. Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut membawa konsekwensi perubahan lembaga jurusan. Yang tadinya satu jurusan membidangi 1 (satu) program studi, maka kini jurusan membawahi kewenangan pengelolaan administrasi 2 (dua) program studi. Dengan demikian nama baru jurusan Disain Komunikasi menjadi Program Studi Disain Komunikasi Visual.</p>
<p>ISI Yogyakarta dibentuk atas Keputusan Presiden RI No: 39/1984 tanggal 30 Mei 1984, dan diresmikan berdirinya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, pada tanggal 23 Juli 1984.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1987</strong></p>
<p>Pada tanggal 16 Desember 1987 Soetopo Mangkoediredjo menerima “Anugerah Pariwara” Indonesia yang pertama dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat, yang disampaikan oleh Menteri Penerangan Republik Indonesia, H. Harmoko.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1987</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Lomba Poster dan Stiker UP3DN: Terbesar dan Terheboh 1987</ins></strong></p>
<p>Kantor Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) mengadakan sayembara cipta poster dan stiker yang bertujuan untuk meningkatkan citra produksi dalam negeri dan mendorong masyarakat untuk lebih percaya dan menggunakan produksi dalam negeri.</p>
<p>Lomba dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah itu telah menghasilkan jumlah entries sebanyak 313 poster dan 278 stiker, jumlah yang luar biasa mengingat masih terbatasnya profesi desainer grafis pada masa itu. Sayang lomba tersebut telah ternodai oleh diketemukannya fakta bahwa karya pemenang pertamanya merupakan hasil jiplakan dari sebuah desain dari Amerika. Pemenang pertama lomba poster pun dibatalkan dewan juri (Kompas 11 Desember 1987) dan keputusan baru diumumkan eksplosif lewat konferensi pers, 12 Desember 1987:</p>
<p><strong>Pemenang lomba poster:</strong><br />
Juara I: Hanny Kardinata, Jakarta, judul: “Buatan Indonesia. Mengapa Tidak?”<br />
Juara II: Gatot Widro, Jakarta, judul: “99% Buatan Sendiri. 1% Boleh Luar Negeri”<br />
Juara III: Dadang Kreshnadi, Bandung, judul: “‘Menghargai’ Karya Bangsa Sendiri Kunci Pembangunan”</p>
<p><strong>Pemenang lomba stiker:</strong><br />
Juara I: Aten Waluya, Bandung, judul: “Satu Pilihanku, Buatan Indonesia”<br />
Judul II: Dicky Mulyadi, Jakarta, judul: Buatan Indonesia”<br />
Juara III: Abub Luthfy H, Jakarta, judul: “Patriot Pembangunan, Cinta Produksi Dalam Negeri”</p>
<p>Karya-karya terpilih kemudian dibukukan dan beberapa karya yang menang dicetak oleh negara dalam jumlah ratusan ribu eksemplar.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster-produk-indonesia-han11.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster-produk-indonesia-han11.gif?w=304&#038;h=435" alt="poster-produk-indonesia-han1" title="poster-produk-indonesia-han1" width="304" height="435" class="aligncenter size-full wp-image-11448" /></a></p>
<p><em>Hanny Kardinata, Poster Sosial Kampanye Produksi Indonesia “Buatan Indonesia. Mengapa Tidak?”, 1987</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/11/21/lomba-poster-dan-stiker-up3dn-terbesar-dan-terheboh-1987/">Lomba Poster dan Stiker UP3DN: Terbesar dan Terheboh 1987</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1988</strong></p>
<p>Pada tanggal 9-15 Februari 1988, bekerjasama dengan JAGDA (Japan Graphic Designers Association), IPGI menyelenggarakan pameran Grafis Jepang-Indonesia yang pertama, yang diadakan di Galeri Ancol, Pasar Seni Ancol, Jakarta. JAGDA menghadirkan 196 poster karya terbaru lebih dari 100 desainer terkemuka Jepang, diantaranya Yusaku Kamekura, UG Sato, Shigeo Fukuda, Shin Matsunaga, Ikko Tanaka, Kazumasa Nagai, Hiroshi Sato dan banyak lagi. Pameran kemudian dilanjutkan di Aula Timur ITB, Jalan Ganesha 10, Bandung.</p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/03/18/sejarah-ipgi-upaya-menumbuhkan-apresiasi/">Sejarah IPGI-Upaya Menumbuhkan Apresiasi</a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ill-grafis-jepang-ind-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ill-grafis-jepang-ind-1.gif?w=400&#038;h=401" alt="ill-grafis-jepang-ind 1" title="ill-grafis-jepang-ind 1" width="400" height="401" class="aligncenter size-full wp-image-11433" /></a></p>
<p><em>Ilustrasi karya Tjahjono Abdi yang menghiasi materi (brosur, poster dsb.) pameran pertama IPGI-JAGDA.</em></p>
<p>Beberapa karya yang dipamerkan:</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/fx-harsono-1985-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/fx-harsono-1985-1.gif?w=300&#038;h=443" alt="fx-harsono-1985 -1" title="fx-harsono-1985 -1" width="300" height="443" class="aligncenter size-full wp-image-11525" /></a></p>
<p><em>FX Harsono, Poster, “Opera Kecoa”, 1985.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1989</strong></p>
<p>Pameran Grafis Jepang-Indonesia yang kedua bertajuk “Grafis ‘89” diselenggarakan berturutan di tiga kota: tanggal 23-30 Maret di Gedung Pameran Seni Rupa Depdikbud (sekarang Galeri Nasional) di jalan Merdeka Timur 14, Jakarta; tanggal 12-20 April 1989 di Yayasan Pusat Kebudayaan, jalan Naripan, Bandung dan tanggal 26 April-3 Mei di Kampus Institut Seni Indonesia di jalan Gampingan, Yogya. Pada tanggal 29 Maret 1989, Shigeo Fukuda yang didatangkan dari Jepang menjadi pembicara dalam sebuah ceramah di Pusat Kebudayaan Jepang, Summitmas Tower lantai 2, Jakarta.</p>
<p>Sepanjang perjalanannya tercatat nama-nama desainer yang telah ikut berpameran dalam pameran-pameran yang diselenggarakan oleh IPGI yaitu Achmad Rumyar, Achmad Sadimin, Agoes Joesoef, Bambang Bargowo, Bambang Purwanto, Bambang Sidharta, Bambang Trenggono, Deddy Budiman, Dicky Mulyadi, Didit Chris Purnomo, Djodjo Gozali, Budi Mandiro, Chairin Hayati Joeda, Danardana, Dewi Nursalim, Dicksy Iskandar, Djoen Saptohadi, Dwi Koendoro, Gauri Nasution, Gendut Riyanto, GM Sudarta, Hanny Kardinata, Harianto IR, Indarsyah, J Leonardo N, Karnadi Mardio, Lesin, Markoes Djajadiningrat, Mulyadi W, Piet Hari Santosa, Pramono, Priyanto Sunarto, Sadjiroen, Sita Subijakto, Slamet Sugiyanto, Suyadi ‘Pak Raden’, Suyono Palal, S Prinka, Tarmizi Firdaus, T Ramadhan Bouqie, Teddy Sam Natasasmita, T Sutanto, Tjahjono Abdi, Wagiono Sunarto, Wendy Bari dan Yusuf Razak.</p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/03/18/sejarah-ipgi-upaya-menumbuhkan-apresiasi/">Sejarah IPGI-Upaya Menumbuhkan Apresiasi</a></p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-grafis89-2.gif?w=300&#038;h=439" alt="" title="poster-grafis89-2" width="300" height="439" class="aligncenter size-full wp-image-11772" /></p>
<p><em>Lesin, Poster, &#8220;Grafis &#8216;89&#8243;, 1989.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1992</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">JADEX‘92</ins></strong></p>
<p>Upaya menyejajarkan desain dengan cabang kesenirupaan yang lain, juga menjadi landasan kurasi “Jakarta Art &amp; Design Expo‘92” atau “JADEX‘92” yang digelar di Jakarta Design Center tanggal 25-30 September 1992. Untuk pertama kalinya semua cabang seni rupa – seni lukis, seni patung, seni grafis, seni serat, seni keramik, instalasi, desain interior, desain grafis, desain produk, desain tekstil, desain busana, desain aksesori, kria kayu, kria keramik dan kria bambu – ‘dipersatukan’ dalam sebuah pameran besar.</p>
<p>Anggota-anggota IPGI yang ikut serta dalam pameran ini adalah Aten Waluya, Bambang Sidharta, Donny Rachmansjah, Gauri Nasution, Hanny Kardinata, Iman Sujudi, Lessy Sebastian, Priyanto Sunarto, T Ramadhan Bouqie, Tjahjono Abdi dan Yongky Safanayong.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1993</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Forum KMDGI (Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia) pertama di Universitas Trisakti, jakarta</ins></strong></p>
<p>Forum KMDGI berdiri sejak tahun 1993 – diadakan setiap dua tahun sekali di perguruan tinggi yang berbeda – merupakan forum untuk berkumpul, bertukar pikiran, berdiskusi dan apresiasi konsep kekaryaan/konsep kreatif antar mahasiswa desain grafis se Indonesia. </p>
<p>KMDGI pertama kali diadakan di Universitas Trisakti, pada tanggal 10-13 September 1993 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Desain Universitas Trisakti. Para peserta delegasi yang mengikuti acara tersebut adalah perwakilan dari tiga universitas yaitu dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (Solo), Universitas Trisakti (Jakarta), Universitas Udayana (Bali) dan tiga institut yaitu ISI (Yogyakarta), ITB (Bandung), IKJ (Jakarta).</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1994</strong></p>
<p>Studio Desain Grafis ITB berubah menjadi Studio Desain Komunikasi Visual.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1994</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">IPGI ganti nama jadi ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia)</ins></strong></p>
<p>Kongres pertama IPGI diadakan di Jakarta Design Center pada tanggal 7 Mei 1994. Di dalam konggres ini diresmikan penggantian nama IPGI menjadi ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) serta serah terima jabatan dari pengurus IPGI ke pengurus ADGI (Ketua: Iwan Ramelan, Sekretaris: Irvan Noe’man), pemilihan President Elect (Gauri Nasution), pengesahan AD/ART dan kode etik serta pengesahan Majelis Desain Grafis.</p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/03/18/sejarah-ipgi-upaya-menumbuhkan-apresiasi/">Sejarah IPGI-Upaya Menumbuhkan Apresiasi</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1996</strong></p>
<p>Program Studi Desain Grafis di Universitas Trisakti menjadi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1997</strong></p>
<p>Studio Desain Komunikasi Visual menjadi Program Studi Desain Komunikasi Visual di bawah departemen Desain FSRD ITB.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1998</strong></p>
<p>22 Januari 1998: Kurs rupiah menembus 17.000,- per dolar AS. Setelah berpuluh-puluh tahun terbuai oleh pertumbuhan yang begitu mengagumkan, tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hebat. Krisis dengan cepat merambah ke semua sektor. Puluhan, bahkan ratusan perusahaan, mulai dari skala kecil hingga konglomerat, bertumbangan. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal juga insolvent atau nota bene bangkrut. Sektor yang paling terpukul terutama adalah sektor konstruksi, manufaktur, dan perbankan, sehingga melahirkan gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK). </p>
<p>Perusahaan-perusahaan desain grafis pun tidak luput dari hantaman krisis ini, satu per satu ditutup karena sebagian besar dari klien mereka berasal dari sektor perbankan, konstruksi dan manufaktur. Hanya studio kecil (terdiri atas dua atau tiga orang) yang selamat, karena <em>overhead</em> juga kecil.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1998</strong></p>
<p><strong>15 Oktober 1998</strong><br />
Dibentuk sebuah tim persiapan oleh Rektor Universitas Bina Nusantara, [Alm.] Dr. Th. Widia Soerjaningsih untuk membangun sebuah jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara.</p>
<p><strong>22 Oktober 1998</strong><br />
Jurusan Desain Grafis Universitas Bina Nusantara resmi berdiri di bawah naungan Fakultas Teknik.</p>
<p>Sumber: <a href="http://dkv.binus.ac.id/?page_id=5">Sejarah DKV Binus University</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1998</strong></p>
<p>DKV UK Petra berdiri.</p>
<p>Sumber: <a href="http://dkv.petra.ac.id/profil.php?submenuID=3&amp;menuID=1&amp;pageID=2">Sejarah DKV UK Petra</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring-padi-1.jpeg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring-padi-1.jpeg?w=600&#038;h=405" alt="taring padi 1" title="taring padi 1" width="600" height="405" class="aligncenter size-full wp-image-11293" /></a></p>
<p><strong>Desember 1998</strong></p>
<p><strong>Berdirinya Taring Padi <em>(Teeth of the Rice Plant)</em></strong></p>
<p>Sekelompok anak muda yang menamakan diri Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi memanfaatkan grafis sebagai seni publik untuk gerakan moral dan penyadaran. Mereka membuat poster-poster dengan teknik cukil kayu dan memajangnya di dinding-dinding kota, dinding kantor pemerintah, dinding rumah penduduk, dan di tempat-tempat lain yang dengan gampang ditatap orang.</p>
<p>Menurut ketuanya, Tony Voluntero, Taring Padi (TP), yang bermarkas di antara puing-puing bangunan bekas kampus ISI Gampingan itu (sekarang di daerah Bantul, Yogyakarta), juga memiliki kontak dengan puluhan LSM di berbagai kota gesar dan luar negeri. Selain membuat seni publik berupa poster-poster kemanusiaan, TP juga berperan dalam banyak kegiatan demonstrasi, serta membantu membuat karya instalasi dan <em>performance art</em> untuk aksi unjuk rasa.</p>
<p>Tujuan berdirinya kelompok ini jelas yakni menggunakan ruang publik untuk mempresentasikan karya-karya mereka. Sebuah pilihan ruang yang egaliter dan paling demokratis dengan harapan karya-karya dapat lebih mudah dikomunikasikan kepada masyarakat. Targetnya muncul kesadaran dan sikap kritis. Sehingga pada prakteknya, kelompok Taring Padi banyak memuntahkan persoalan-persoalan yang dialami masyarakat sekarang.</p>
<p>Taring Padi menyukai dialog dalam setiap proses karya mereka. Artinya, mereka melakukan strategi komunikasi agar masyarakat memahami karya mereka.</p>
<p>Poster-poster Taring Padi terkenal tanpa tedeng aling-aling. Parodinya kadang kasar, menggambarkan pertentangan kelas dengan cara hitam-putih, misalnya, kapitalis versus buruh, orang kaya versus orang melarat, dan cukong-cukong versus petani. Kalimat-kalimat sering berupa jargon-jargon anti-imperialis. Seluruh poster Taring Padi dikerjakan secara kolektif – tidak atas nama individual.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring05.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring05.jpg?w=400&#038;h=540" alt="taring05" title="taring05" width="400" height="540" class="aligncenter size-full wp-image-11294" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring09.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring09.jpg?w=400&#038;h=535" alt="taring09" title="taring09" width="400" height="535" class="aligncenter size-full wp-image-11295" /></a></p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://books.google.com/books?id=4Cb91XoxoW0C&amp;pg=PT18&amp;lpg=PT18&amp;dq=taring+padi&amp;source=bl&amp;ots=CexabYekX3&amp;sig=Vpnrvc1FC_zOlmtHFTu6PfXoCro&amp;hl=en&amp;ei=kxzoStz3AZqW6wOH_L30BQ&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=10&amp;ved=0CCUQ6AEwCTg8#v=onepage&amp;q=taring%20padi&amp;f=false">Setengah Abad Seni Grafis Indonesia</a>.<br />
<a href="http://bazaar.langitperempuan.com/2008/12/20-21des-kumpul-10-tahun-senirupa-kerakyatan-taring-padi/">20-21des 10 Tahun Senirupa Kerakyatan ‘Taring Padi’</a><br />
<a href="http://www.iisg.nl/collections/taring.php">Posters by Taring Padi (Indonesia)</a>.<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/08/08/posters-2000-2009/">Posters (2000-2009)</a>.<br />
<a href="http://undergrowth.org/teeth_of_the_rice_plant_taring_padi">Teeth of the Rice Plant (Taring Padi)</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>1999</strong></p>
<p><strong>02 September 1999</strong><br />
Program Studi Desain Grafis Universitas Bina Nusantara dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan dibantu oleh seorang Sekretaris Jurusan dengan tiga orang Dosen Koordinator Bidang Ilmu. Angkatan I Desain Grafis Universitas Bina Nusantara yang berjumlah 153 mahasiswa memulai aktivitas perkuliahan hari pertama.</p>
<p>Ketua Jurusan: Yongky Safanayong<br />
Sekretaris Jurusan: Dyah Gayatri<br />
Dosen Kordinator Bidang Ilmu: Lintang Widyokusumo, Mita Purbasari, Vera Jenny Basiroen</p>
<p><strong>24 Agustus 1999</strong><br />
Dibentuk perwakilan mahasiswa Desain Grafis yang terdiri dari 11 orang dengan nama Formatur 11 (F 11).<br />
Tujuan utamanya adalah membentuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).</p>
<p><strong>5 Desember 1999</strong><br />
Program studi Desain Komunikasi Visual Ubinus (No. SK472/DIKTI/KEP/1999)</p>
<p>Sumber: <a href="http://dkv.binus.ac.id/?page_id=5">Sejarah DKV Binus University</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>Awal 2000</strong></p>
<p>Nama Program Studi Desain Grafis Universitas Bina Nusantara disesuaikan dengan Kopertis menjadi Desain Komunikasi Visual atau disingkat DKV.</p>
<p>Sumber: <a href="http://dkv.binus.ac.id/?page_id=5">Sejarah DKV Binus University</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2002</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Majalah desain grafis pertama di Indonesia</ins></strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/m-arief-budiman-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/m-arief-budiman-1.jpg?w=100&#038;h=138" alt="m arief budiman 1" title="m arief budiman 1" width="100" height="138" class="aligncenter size-full wp-image-11439" /></a></p>
<p>Dimotori oleh <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/12/28/m-arief-budiman-ssn/">M Arief Budiman</a> (Petakumpet) majalah desain grafis pertama <a href="http://images.google.com/imgres?imgurl=http://bp2.blogger.com/_Dded6I13cy8/R7P6WWIEBzI/AAAAAAAAAAw/ywt78Q2KXJ0/S220/rekarupa.png&amp;imgrefurl=http://jualanidesegar.blogspot.com/2008/08/prolog-memahami-keberuntungan-pemula.html&amp;usg=__pnmaD3n6943GQG7DVHjSAYnKWu8=&amp;h=203&amp;w=200&amp;sz=32&amp;hl=en&amp;start=171&amp;sig2=zqA1mNQFkvYG8hM1nSi_-A&amp;um=1&amp;tbnid=IAt4llALV7teLM:&amp;tbnh=105&amp;tbnw=103&amp;prev=/images%3Fq%3DBlank!%2BMagazine,%2BYogyakart,%2BIndonesia%26ndsp%3D21%26hl%3Den%26client%3Dsafari%26rls%3Den%26sa%3DN%26start%3D168%26um%3D1&amp;ei=bCrpSuz2CofC6gPFqNHuCw">Blank! Magazine</a> terbit di Yogyakarta dengan visi ingin memberdayakan orang-orang kreatif melalui sudut pandang visual yang ekstrem (<em>To empower creative people through extreme visual perspective</em>). Setelah beroperasi selama kurang lebih 2 tahun (2002–2004), Blank! Magazine harus ditutup pada 3 Maret 2004, setelah merugi lebih dari 140 juta rupiah. Penerbitan majalah ini berlangsung hingga enam edisi.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/blank-magazine-pig-front.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/blank-magazine-pig-front.jpg?w=300&#038;h=225" alt="blank-magazine-pig-front" title="blank-magazine-pig-front" width="300" height="225" class="aligncenter size-full wp-image-11330" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/blank-magazine-pig-back.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/blank-magazine-pig-back.jpg?w=300&#038;h=225" alt="blank-magazine-pig-back" title="blank-magazine-pig-back" width="300" height="225" class="aligncenter size-full wp-image-11331" /></a></p>
<p><em>T-shirt seragam tim pengelola Blank! Magazine.</em></p>
<p>Sumber foto: <a href="http://benugila2007.multiply.com/journal">Kaos Blank!</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2003</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Forum Desainer Grafis Indonesia (FDGI) berdiri</ins></strong></p>
<p>Forum Desainer Grafis Indonesia (FDGI) diwacanakan pada awal tahun 2000 oleh 3 orang desainer grafis profesional dan pengajar desain grafis yaitu Hastjarjo Boedi Wibowo, Mendiola Budi Wiryawan dan Arif PSA dengan tujuan untuk memberdayakan profesi desainer grafis baik dari segi keilmuan maupun praksis di Indonesia, tetapi baru diresmikan pada saat FDGI menyelenggarakan Pameran Poster “Melihat Indonesia Damai” pada tanggal 6-14 Juni 2003 di Bentara Budaya, Jakarta. Pameran diresmikan oleh Prof. Dr. Fuad Hasan bersama Prof. Dr. Selo Sumardjan dan dihadiri oleh sekitar 400 orang. Kegiatan ini menjadi awal merekatkan kembali hubungan dan membuka komunikasi antar desainer grafis baik profesional maupun akademisi yang sempat vakum sebelumnya.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/hastjarjo.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/hastjarjo.gif?w=100&#038;h=134" alt="hastjarjo" title="hastjarjo" width="100" height="134" class="aligncenter size-full wp-image-11388" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/mendiola.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/mendiola.gif?w=100&#038;h=150" alt="mendiola" title="mendiola" width="100" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11389" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/arif-psasongo-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/arif-psasongo-1.gif?w=100&#038;h=141" alt="arif-psasongo 1" title="arif-psasongo 1" width="100" height="141" class="aligncenter size-full wp-image-11440" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Hastjarjo Boedi Wibowo, Mendiola Budi Wiryawan, Arif PSA.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2003</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Dari Forum Desainer Grafis Indonesia menjadi Forum Desain Grafis Indonesia</ins></strong></p>
<p>Pada tanggal 11 Juli 2003 FDGI mengadakan rapat kerja (raker) di Pesona Florence, Blok H4 No. 50 Kota Wisata Cibubur yang menghasilkan perubahan nama FDGI dari Forum Desainer Grafis Indonesia menjadi Forum Desain Grafis Indonesia yang dimaksudkan agar FDGI menjangkau seluruh pemangku kepentingan dalam desain grafis, jadi tidak hanya desainer grafis saja. Di samping itu FDGI menegaskan statusnya sebagai organisasi berbasis partisipatif bukan suatu asosiasi profesi yang berbasis <em>membership</em>. Pada Raker ini juga disepakati tanggal 11 Juli 2003 sebagai hari lahir FDGI, mengingat tidak adanya kejelasan mengenai hari lahir FDGI sejak tahun 2000. Hadir dalam raker ini: Inda Ariesta, Adi Yudhistira, Ryan Wijaya, Ahmad Nurul Fajri (Jerry), Arief Yaniadi, Arif PSA, Mendiola Budi Wiryawan dan Hastjarjo B Wibowo.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2003</strong></p>
<p><strong>8 November 2003</strong><br />
Jurusan Desain Komunikasi Visual Bina Nusantara melahirkan lulusan pertamanya yang berjumlah 50 mahasiswa. Upacara wisuda diselenggarakan di Balai Sidang dalam acara “Wisuda Angkatan 29“</p>
<p>Sumber: <a href="http://dkv.binus.ac.id/?page_id=5">Sejarah DKV Binus University</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/djoko-dan-fifi-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/djoko-dan-fifi-1.jpg?w=100&#038;h=100" alt="djoko dan fifi 1" title="djoko dan fifi 1" width="100" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-11495" /></a></p>
<p><strong>2004</strong></p>
<p>Majalah desain grafis Concept diterbitkan oleh pasangan suami isteri Djoko Hartanto dan Fifi Oesman di bawah perusahaan penerbitan PT Concept Media. </p>
<p>FDGI juga menjadi salah satu organisasi yang mendorong kemunculan majalah ini, di mana Hastjarjo B Wibowo salah seorang pendiri FDGI menjadi <em>Editor in Chief</em>-nya yang pertama. Di majalah “Concept” selama tahun pertama FDGI mempunyai kolom tetap FDGI Spot.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/concept-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/concept-1.jpg?w=400&#038;h=530" alt="concept 1" title="concept 1" width="400" height="530" class="aligncenter size-full wp-image-11441" /></a></p>
<p><em>Concept Volume 01 Edisi 05, 2005, Magazine Cover, “Serat Selarasa”, 2005</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/01/09/magazines-2000-2009/">Magazines (2000-2009)</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2004</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">FDGI&amp;Friends pertama</ins></strong></p>
<p>FDGI &amp; Friends #1 “Link &amp; Match Industri Desain Grafis &amp; Pendidikan Tinggi Desain Grafis” diadakan pada tanggal 4 April 2004. Narasumber: Mendiola Budi Wiryawan di wwwok Café, Kemang. Sampai akhir 2008, FDGI&amp;Friends sudah terselenggara 19 kali.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2005</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Fabio Gherardi, Ian Perkins dan Henricus Kusbiantoro di Indonesia</ins></strong></p>
<p>Pada 11 Maret 2005 FDGI menyelenggarakan Seminar “Cambridge, Bandung, Modena via New York” dengan pembicara Fabio Gherardi, Ian Perkins dan Henricus Kusbiantoro di Universitas Bina Nusantara dan Institut Teknologi Bandung, yang dilanjutkan pada 17 Maret 2005 dengan Workshop Desain Exhibition dengan instruktur Fabio Gherardi di Gallery Soemardja Institut Teknologi Bandung.</p>
<p>Pada 24 Maret 2005: “Visual Branding From Museum To Corporate Giant” diselenggarakan bersama majalah Cakram: Fabio Gherardi, Ian Perkins, Henricus Kusbiantoro, dan Sakti Makki dengan moderator Danton Sihombing, di Ballroom Intercontinental Mid Plaza yang dilanjutkan pada 25 Maret 2005: “Workshop Desain Museum”, Instruktur: Fabio Gherardi di Museum Nasional Jakarta dan acara “Designer Gathering Aware, Share, Care Together” di Bangsal Kertarajasa Museum Nasional, Jakarta.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2005</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Pameran Poster Internasional Light of Hope for Indonesia</ins></strong></p>
<p>Pada tanggal  7-11 September 2005 FDGI menyelenggarakan Pameran Poster Internasional &#8220;Light of Hope for Indonesia&#8221; di arena FGD Expo 2005 yang diikuti oleh 66 desainer dari 17 negara yaitu: Indonesia, USA, India, Japan, Malaysia, Singapore, South Korea, The Netherlands, Thailand, Vietnam, Taiwan, Iran, Germany, UK, Canada, Denmarkdan Hong Kong dan kegiatan ini menjadi pameran poster terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 16 tahun terakhir. Pameran ini juga di pamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, 9-13 Oktober 2005, di Campus Center, Institut Teknologi Bandung 19-22 Oktober, 2005 dan di Universitas Kristen Petra Surabaya 18-24 November 2005.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-light-of-hope-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-light-of-hope-1.jpg?w=400&#038;h=570" alt="Poster Light of Hope 1" title="Poster Light of Hope 1" width="400" height="570" class="aligncenter size-full wp-image-11290" /></a></p>
<p><em>Mendiola Budi Wiryawan, Poster &#8220;Light of Hope for Indonesia&#8221;</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/light-of-hope-for-indonesia.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/light-of-hope-for-indonesia.gif?w=400&#038;h=571" alt="Light-of-Hope-for-Indonesia" title="Light-of-Hope-for-Indonesia" width="400" height="571" class="aligncenter size-full wp-image-11364" /></a></p>
<p><em>Hermawan Tanzil, Poster &#8220;Light of Hope for Indonesia&#8221;</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/08/08/posters-2000-2009/">Posters (2000-2009)</a>.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2005</strong></p>
<p>Pada tanggal 8 September 2005 dalam acara “Gathering and Talk Show-It’s Graphic Designers United!” di arena FGD Expo 2005, Jakarta Convention Center, yang diselenggarakan oleh FDGI, diterbitkan Memorandum ADGI kepada Gauri Nasution, Danton Sihombing, Hastjarjo B Wibowo dan Mendiola B Wiryawan untuk mempersiapkan Kongres ADGI dalam waktu 6 bulan.</p>
<p>Pada bulan Oktober 2005 para penerima mandat membentuk Tim Revitalisasi ADGI yang terdiri dari 14 orang desainer, yaitu; Andi S Boediman, Ardian Elkana, Danton Sihombing, Divina Natalia, Djoko Hartanto, Gauri Nasution, Hastjarjo B Wibowo, Hermawan Tanzil, Ilma D Noe’man, Irvan A Noe’man, Lans Brahmantyo, Mendiola B Wiryawan, Nia Karlina dan Sakti Makki. Tim ini bekerja selama 5 bulan untuk merumuskan <em>platform</em> “Adgi Baru”. Berdasarkan evaluasi terhadap kinerja ADGI pada masa lalu dirumuskan branding platform Adgi baru yang kini hadir dengan deskripsi Indonesia Design Professionals Association.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andi-s-boediman.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andi-s-boediman.jpg?w=100&#038;h=150" alt="andi s boediman" title="andi s boediman" width="100" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11486" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ardian-elkana-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ardian-elkana-1.gif?w=100&#038;h=100" alt="ardian-elkana 1" title="ardian-elkana 1" width="100" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-11497" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/danton-sihombing.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/danton-sihombing.gif?w=113&#038;h=170" alt="danton sihombing" title="danton sihombing" width="113" height="170" class="aligncenter size-full wp-image-11487" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/divina-natalia-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/divina-natalia-1.jpg?w=100&#038;h=100" alt="divina natalia 1" title="divina natalia 1" width="100" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-11498" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan-tanzil.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan-tanzil.jpg?w=100&#038;h=153" alt="hermawan tanzil" title="hermawan tanzil" width="100" height="153" class="aligncenter size-full wp-image-11488" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/irvan-a-noeman-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/irvan-a-noeman-1.jpg?w=100&#038;h=134" alt="irvan a noe&#39;man 1" title="irvan a noe&#39;man 1" width="100" height="134" class="aligncenter size-full wp-image-11499" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/lans.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/lans.gif?w=100&#038;h=140" alt="lans" title="lans" width="100" height="140" class="aligncenter size-full wp-image-11500" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sakti-makki.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sakti-makki.gif?w=100&#038;h=150" alt="sakti makki" title="sakti makki" width="100" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11501" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Andi S Boediman, Ardian Elkana, Danton Sihombing, Divina Natalia, Hermawan Tanzil, Irvan A Noeman, Lans Brahmantyo, Sakti Makki.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2006</strong></p>
<p>Program Studi Desain Komunikasi Visual, setingkat Jurusan ditempatkan langsung dibawah Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/logo-adgi-versi-2006.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/logo-adgi-versi-2006.jpg?w=200&#038;h=200" alt="logo adgi versi 2006" title="logo adgi versi 2006" width="200" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-11503" /></a></p>
<p><strong>2006</strong></p>
<p>Pada tanggal 22 Februari 2006 sekitar 40 desainer menghadiri <em>“Designer Gathering”</em> di LeBoYe atas undangan tim 14 yang mencanangkan Revitalisasi Adgi. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menghidupkan kembali asosiasi desainer yang sempat mati suri itu. Pertemuan malam itu menghasilkan logo baru Adgi serta rencana menggelar seminar pada bulan April 2006.</p>
<p>Setiap usulan dalam <em>gathering</em> dijadikan bahan diskusi dalam pertemuan-pertemuan Tim 14 sesudahnya, yang pada akhirnya menentukan format Adgi sebagai sebuah organisasi <em>non-profit oriented</em> yang berbentuk yayasan, yang berjuang bagi kepentingan anggotanya dan kemajuan desain nasional.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2006</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Kongres Nasional Adgi pertama</ins></strong></p>
<p>Pada tanggal 19 April 2006 bertempat di Ballroom Hotel Le Meridien, Jakarta diselenggarakan Kongres Adgi dimana terpilih formasi presidium yang terdiri dari 5 orang yaitu Andi S Boediman, Danton Sihombing, Hastjarjo B Wibowo, Hermawan Tanzil dan Lans Brahmantyo untuk mengemban tugas memimpin Adgi selama periode 1 tahun dengan mengusung tema <em>“Unifying Spirits”</em>. Implementasi gagasan desentralisasi telah melahirkan Adgi-Jakarta Chapter yang diketuai oleh Nico A Pranoto dan Adgi -Surabaya Chapter yang diketuai oleh Yosua Alpha Buana.</p>
<p>Kongres pertama Adgi ini didahului oleh seminar bertema <em>“The Power of Design in Creative Economy”</em> yang menghadirkan dua desainer internasional, Simon Pemberton (Australian Graphic Designer Association, Australia) dan Kan Tai-Keung (Kan and Lau Design Consultant, Hong Kong) serta Direktur Utama Bank BNI 46, Sigit Pramono.</p>
<p><strong>Tujuan seminar:</strong><br />
1. Menyatakan kepada publik pentingnya dan besarnya potensi yang dapat diberikan oleh desain grafis untuk meningkatkan kompetisi di dunia bisnis.<br />
2. Memberi arahan <em>‘know-how’</em> di bidang desain grafis untuk menumbuhkan tingkat kompetisi di kancah bisnis Indonesia.<br />
3. Menjadi wadah yang memberikan kesempatan kepada para profesional untuk belajar tentang trend, riset dan bisnis yang menggunakan desain grafis sebagai <em>tool</em>-nya.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/adgi-1st-congres-poster-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/adgi-1st-congres-poster-1.gif?w=400&#038;h=574" alt="adgi-1st-congres-poster 1" title="adgi-1st-congres-poster 1" width="400" height="574" class="aligncenter size-full wp-image-11429" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kongres-adgi-i-2006.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kongres-adgi-i-2006.gif?w=400&#038;h=593" alt="Kongres-Adgi-I-2006" title="Kongres-Adgi-I-2006" width="400" height="593" class="aligncenter size-full wp-image-11362" /></a></p>
<p><em>Hermawan Tanzil, Poster Kongres Nasional Adgi ke-1: Unifying Spirits</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2006</strong></p>
<p>Pada tanggal 16-30 Agustus 2006 Adgi menggelar pameran desain komunikasi visual “Petasan Grafis” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta dengan sub-judul “Pameran Nasionalisme Indonesia dalam Desain Komunikasi Visual”. Pameran yang dibuka oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu itu diawali dengan pemutaran video perjalanan IPGI sebelum menjadi ADGI, disusul penyerahan penghargaan untuk ke-5 pemenang kompetisi “Ide Awards” (Penghargaan Nasional Akademik Desain Grafis). Kompetisi ini diadakan khusus untuk mahasiswa desain komunikasi visual yang mewakili institusi-institusi pendidikan desain di Indonesia yang terbagi atas 3 pilihan tema:<br />
1. Kemasan makanan tradisional Indonesia, misalnya ekspolorasi kemasan dodol durian, tape ketan dsb., mulai dari brand identity dan seterusnya<br />
2. Event, misalnya promosi tari-tarian daerah, resital gamelan dsb., mulai dari logo event dan sebagainya<br />
3. Destination Branding, misalnya mengolah program komunikasi visual suatu tempat yang menarik di Indonesia (pantai, museum, tempat bersejarah dsb.).</p>
<p>Setelah melalui penilaian dewan juri yang terdiri dari Hanny Kardinata (Desainer Grafis Senior), Sita Subijakto (Headline Creative Communication), Ipong Purnomosidi (Kurator Bentara Budaya, Jakarta), Nirwan Dewanto (Budayawan) dan Seno Gumira Ajidarma (Budayawan), keluar sebagai pemenang adalah karya “Dolanpiade” dari Digital Studio, Jakarta (Dicky Mardona, Meliana Sari Hermanto, Octavia Subiyanto, Rifki Zulkarnain, Welly Caslin); “Peranakan Idealis” dari Institut Kesenian Jakarta (Irvan Mulia Ahmadi, Rahayu Pratiwi, Husin Alkaff, Muhammad Rizki Lazuardy); “Lurjuk” dari Universitas Kristen Petra, Surabaya (Aileen Halim, Ang Siau Fang, Selvy Hermawan); “Batik Illusion” dari Universitas Bina Nusantara (Adeline Ardine, Fredy Susanto, Nadya Kartika) serta “Moralitas Pers” dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta (Kezia Winarta Wahyuni Wijayati, Lia Anggraeni, Filina Vicentia, Tafrian).</p>
<p>Masih berkaitan dengan pameran dan “Ide Awards”, pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2006 digelar seminar dan <em>talkshow</em> dengan tema “Menyikapi booming pendidikan DKV dalam hubungannya dengan kualitas output yang dihasilkan”. Hadir sebagai pembicara, Andrian Dektisa Hagijanto, Sumbo Tinarbuko, Priyanto Sunarto dan Yongki Safanayong yang dimoderatori oleh Hastjarjo B Wibowo.</p>
<p>Hari kedua seminar dibawakan Djoko Hartanto (Majalah Concept), Nilam P Moeliono (Paper Project) dan Irwan Ahmett (Ahmett Salina) dengan moderator Irfan N Suryanto dan dengan tema ‘Visi dan tips persiapan bertarung dalam industri desain grafis’.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/petasan-grafis-pameran-dkv-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/petasan-grafis-pameran-dkv-1.gif?w=400&#038;h=597" alt="petasan-grafis-pameran-dkv 1" title="petasan-grafis-pameran-dkv 1" width="400" height="597" class="aligncenter size-full wp-image-11507" /></a></p>
<p><em>Hagung Sihag, Lasty Devira, Poster “Petasan Grafis”, 2006</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/08/08/posters-2000-2009/">Posters (2000-2009)</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">13 Maret 2007: Situs DGI (Desain Grafis Indonesia) diluncurkan pada alamat <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/</a></ins></strong></p>
<p>Situs ini didirikan oleh Hanny Kardinata sebagai forum maya untuk memupuk saling pengertian di antara desainer grafis Indonesia. Tagline-nya berbunyi: <em>&#8220;Fostering understanding among Indonesian graphic designers and its juncture in art, design, culture and society&#8221;.</em> Konsep saling pengertian di situs ini diwujudkan melalui penerbitan bagian per bagian sejarah desain grafis Indonesia supaya angkatan muda mengetahui dan memahami apa yang telah dilakukan oleh angkatan-angkatan pendahulunya.</p>
<p>Situs DGI ini adalah embrio dari akan berdirinya Museum DGI (MDGI) di Desa Kreatif Chandari, Ciganjur, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/12/16/situs-desain-grafis-indonesia-dgi-catatan-perjalanannya/">Situs Desain Grafis Indonesia (DGI) – Catatan Perjalanannya</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Grafisosial Indonesia didirikan</ins></strong></p>
<p>Adalah sebuah perhimpunan nirlaba yang aktif melakukan penelitian dan pendataan, penulisan dan publikasi, serta pelatihan, selain juga perancangan, dalam bidang desain grafis untuk kepentingan sosial. </p>
<p>Awalnya adalah sebuah komunitas bernama Masyarakat Desain untuk Humaniora (Madera) berdiri pada tahun 2002. Namun agar aktivitas menjadi lebih fokus pada desain grafis, maka pada tahun 2007 didirikanlah Grafisosial. Situs Jurnal Grafisosial beralamat di http://grafisosial.wordpress.com</p>
<p><strong>Struktur Organisasi</strong><br />
Executive Director: Kurnia Setiawan<br />
Managing Director: Toto M Mukmin<br />
Design Director: Juli Asmanto<br />
Creative Director: Agus Danarto<br />
Programme Director: Gregorius Genep Sukendro<br />
Research and Development Director: Arief Adityawan S<br />
Finance and Administration Director: Theresia Airin Sani<br />
General Affairs: Hendra Bakti</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/kurnia-setawan.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/kurnia-setawan.gif?w=100&#038;h=139" alt="kurnia setawan" title="kurnia setawan" width="100" height="139" class="aligncenter size-full wp-image-11594" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/toto-m-mukmin.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/toto-m-mukmin.jpg?w=100&#038;h=136" alt="toto m mukmin" title="toto m mukmin" width="100" height="136" class="aligncenter size-full wp-image-11595" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/arief-adityawan-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/arief-adityawan-1.gif?w=100&#038;h=132" alt="arief-adityawan 1" title="arief-adityawan 1" width="100" height="132" class="aligncenter size-full wp-image-11597" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Kurnia Setiawan, Toto M Mukmin, Arief Adityawan S.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">1001 Inspiration Design Festival</ins></strong></p>
<p>“1001 Inspiration Design Festival”, sebuah acara berskala besar pertama di bidang komunikasi visual Indonesia (desain grafis, multimedia, animasi) yang diselenggarakan oleh majalah desain grafis Concept dan Digital Studio College. Acara yang digelar pada tanggal 17-25 April ini secara umum dipecah dalam dua bagian yaitu “Inspiration Light Up” (seminar kreatif menghadirkan pembicara luar dan dalam negeri, yang berlangsung 17-19 April di Crown Plaza Jakarta) dan Exhibition (memamerkan karya peserta kompetisi desain “1001 Cover Concept”, karya lulusan Digital Studio College, karya para desainer Inggris, serta acara hiburan lainnya), yang berlangsung 20-25 April di Senayan City Jakarta). </p>
<p>Sebagai bagian dari “1001 Inspiration Design Festival” majalah desain grafis Concept mengadakan kompetisi desain “1001 Cover Concept” yang bermaksud memecahkan rekor dunia ‘majalah dengan variasi cover terbanyak dalam satu edisi’. Kompetisi dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah ini (hadiah utama sebuah mobil Chevrolet-Kalos) diadakan dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada para desainer muda Indonesia untuk ikut merasakan menjadi pemecah rekor bersama-sama.</p>
<p>Total karya yang masuk berjumlah lebih dari 1300 karya, yang setelah didata dan dipilah, ditentukan 1001 pemecah rekornya. Pada tahap berikutnya tim intern Concept menyeleksi 208 karya yang dinilai unggul. Ke 208 karya tersebut disaring lagi hingga menjadi 101 semifinalis untuk kemudian dinilai oleh 5 juri yang terdiri dari Hanny Kardinata (Desainer Grafis Senior), Hermawan Tanzil (Creative Director LeBoYe yang mewakili Adgi-Indonesia Design Professionals Association), Mendiola B Wiryawan (Creative Director Mendiola Design yang mewakili FDGI-Forum Desain Grafis Indonesia), Vera Tarjono (Art Director Majalah Concept) dan Stefanus Aristo Kristandyo (Marketing Manager General Motor yang mewakili GM sebagai sponsor utama).</p>
<p>Penjurian yang berlangsung di Ruang Pamer Seni Rupa-Institut Kesenian Jakarta itu memilih 11 finalis, yang kemudian dipersempit hingga menjadi tiga pemenang, masing-masing sebagai juara pertama Daud Budi Surya Nugraha, juara kedua Marishka Cempaka Dewi dan juara ketiga Agra Satria.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/daud-budi-surya.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/daud-budi-surya.jpg?w=320&#038;h=400" alt="daud budi surya" title="daud budi surya" width="320" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11485" /></a></p>
<p><em>Daud Budi Surya Nugraha, Juara pertama kompetisi desain “1001 Cover Concept”, 2007.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Kongres Nasional Adgi kedua</ins></strong></p>
<p>Pada hari Kamis, tanggal 19 April 2007 jam 09.00 s/d 13.00 WIB dilaksanakan Kongres Nasional Adgi kedua di gedung Galeri Nasional, Jakarta. Kongres dihadiri 45 peserta undangan yang terdiri dari praktisi (desainer) dan pendidik.</p>
<p><strong>Kongres memutuskan dan menetapkan 4 agenda penting yaitu:</strong><br />
1. Penerimaan laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya (presidium).<br />
2. Penetapan draft AD/ART dan Kode Etik menjadi rancangan AD/ART dan Kode Etik untuk kemudian dihibahkan kepada pengurus mendatang untuk disempurnakan.<br />
3. Pelantikan Dewan Penasehat yang terdiri dari: Gauri Nasution, Ign. Hermawan Tanzil, Irvan A Noe’man, Iwan Ramelan, dan Wagiono Sunarto.<br />
4. Pemilihan, dan pelantikan Ketua Umum Adgi untuk periode pengurusan 2007–2010 atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan yang tertera pada AD/ART yang telah disempurnakan. Dari 5 nama Calon Ketua Umum, terpilih satu dengan suara terbanyak yaitu sebanyak 27 suara adalah Danton Sihombing.</p>
<p>Selanjutnya, Danton Sihombing selaku Ketua Umum Adgi 2007-2010 menunjuk Mario Tetelepta sebagai Sekjen Adgi dan Irvan N Suryanto sebagai Direktur Pengembangan dan Pemasaran Produk.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p>PT Concept Media mengembangkan diri dengan mengeluarkan dua penerbitan berkala baru yaitu: majalah ‘babyboss’ dan komik ALiA. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cover-babyboss-7.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cover-babyboss-7.jpg?w=400&#038;h=561" alt="cover-babyboss-7" title="cover-babyboss-7" width="400" height="561" class="aligncenter size-full wp-image-11442" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/alia01.jpeg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/alia01.jpeg?w=227&#038;h=324" alt="alia01" title="alia01" width="227" height="324" class="aligncenter size-full wp-image-11443" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/alia-2a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/alia-2a.jpg?w=400&#038;h=556" alt="alia 2a" title="alia 2a" width="400" height="556" class="aligncenter size-full wp-image-11444" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Pameran Poster International “One Globe One Flag”</ins></strong></p>
<p>Pameran Poster International “One Globe One Flag” diadakan di Jakarta Convention Center bersamaan dengan acara FGD Expo 2007. Adgi selaku panitia pelaksana pameran turut mengundang desainer-desainer untuk berpartisipasi sebagai peserta pameran. Seluruh peserta pameran ini merupakan partisipan yang terdiri dari desainer-desainer Indonesia dan dunia.</p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/one-globe-one-flag.gif?w=300&#038;h=225" alt="" title="one-globe-one-flag" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-11711" /></p>
<p>Adgi besama FGD Expo 2007 (pameran industri grafika terbesar di Asia Tenggara) pada waktu bersamaan mengadakan acara “Think Big with Design” yang merupakan <em>design conference</em> terbesar dengan mengundang desainer-desainer kelas dunia: Kang Yun Je (Samsung), Chris Bangle (BMW), Karim Rashid (Karim Rashid Inc.), dll.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/one-globe-one-flag.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/one-globe-one-flag.gif?w=400&#038;h=600" alt="One-Globe-One-Flag" title="One-Globe-One-Flag" width="400" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-11363" /></a></p>
<p><em>Hermawan Tanzil, Poster &#8220;One Globe One Flag&#8221;</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Adgi Jakarta Chapter resmi terbentuk per 13 September 2007 berdasarkan SK No. 016/SK/IX/07/Adgi</ins></strong></p>
<p><strong>Pengurus Adgi 2007-2010:</strong></p>
<p><strong>Dewan Penasehat</strong><br />
Gauri Nasution<br />
Hermawan Tanzil<br />
Irvan A Noe’man<br />
Iwan Ramelan<br />
Wagiono Sunarto</p>
<p><strong>Pengurus Adgi Pusat</strong><br />
Ketua Umum: Danton Sihombing<br />
Sekjen: Mario Tetelepta<br />
Direktur Pengembangan Program: Irvan N Suryanto<br />
Direktur Program Designer EDGE : Nico A Pranoto<br />
Direktur Zoom-In: Ato Hertianto D<br />
Direktur Program Produk dan Layanan Komersial: Imelda Dewayani<br />
Direktur Keanggotaan: Praba SA<br />
Direktur Komunikasi dan Media: Bima Shaw<br />
Direktur Pendanaan, Sponsorship dan Humas: Nilam P Moeliono<br />
Bendahara: Indah Tjahya Wulan<br />
Koord. Gugus Tugas AD/ART &amp; Kode Etik: Dio Bowo</p>
<p><strong>Pengurus Adgi Jakarta</strong><br />
Ketua Chapter: Divina Natalia</p>
<p><strong>Pengurus Adgi Surabaya</strong><br />
Ketua Chapter: Bing Fei</p>
<p><strong>Pengurus Adgi Yogyakarta</strong><br />
Ketua Care Taker: M Arief Budiman</p>
<p><strong>Pengurus Adgi Bali</strong><br />
Ketua Care Taker: Arief ‘Ayip’ Budiman</p>
<p><strong>Pengurus Adgi Bandung</strong><br />
Dewan Formatur: Rudi Farid dan Oki Hamka</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nilam_nnc-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nilam_nnc-1.gif?w=100&#038;h=150" alt="nilam_nnc 1" title="nilam_nnc 1" width="100" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11598" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/indah-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/indah-1.gif?w=100&#038;h=127" alt="indah 1" title="indah 1" width="100" height="127" class="aligncenter size-full wp-image-11599" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Nilam P Moeliono, Indah Tjahya Wulan.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Dari Adgi kembali ke ADGI</ins></strong></p>
<p>Adgi menyelenggarakan “Adgi Jakarta Chapter-Member Recruitment and Gathering Night 2007″ pada hari Kamis, 29 November 2007, jam 18.00-21.00 wib di Forbidden Citi, Jl. Wijaya I No. 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari 86 desainer grafis yang hadir, tercatat hampir 40 orang mendaftarkan diri langsung menjadi anggota baru Adgi Jakarta Chapter periode Desember 2007-Desember 2008.</p>
<p>Pada peristiwa ini disampaikan antara lain perubahan nama asosiasi dari Adgi-Indonesia Design Professionals Association menjadi ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), kembali ke nama yang disepakati pada Kongres IPGI ke I di Jakarta Design Center tanggal 7 Mei 1994.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/logo-baru-adgi.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/logo-baru-adgi.gif?w=300&#038;h=235" alt="logo-baru-adgi" title="logo-baru-adgi" width="300" height="235" class="aligncenter size-medium wp-image-11610" /></a></p>
<p><em>Logo baru ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia).</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2007 </strong></p>
<p>2 Desember 2007: Situs DGI (Desain Grafis Indonesia) meluncurkan logonya. Seluruh identitas DGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro dari tempat tinggalnya di San Francisco.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/garis-waktu-dgi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/garis-waktu-dgi.jpg?w=200&#038;h=172" alt="logo DGI rev" title="logo DGI rev" width="200" height="172" class="aligncenter size-full wp-image-11508" /></a></p>
<p><em>Logo situs DGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro.</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/12/16/situs-desain-grafis-indonesia-dgi-catatan-perjalanannya/">Situs Desain Grafis Indonesia (DGI) – Catatan Perjalanannya</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>7 April 2008</strong></p>
<p>Indra Abidin, lulusan pertama Jurusan Desain Grafis ITB (tahun 1973), terpilih sebagai Presiden Asosiasi Periklanan Dunia/International Advertising Association (IAA) untuk masa jabatan 2008-2010, sekaligus menjadi orang Asia pertama yang memimpin organisasi bergengsi ini.</p>
<p>Indra Abidin yang merupakan peraih Outstanding Award Recognition for Service Indonesia Advertising Agencies Association (2005) dan Ernst &amp; Young Special Award for Corporate Social Responsibility (CSR) Entrepreneur of the Year (EOY) tahun 2005 tentang masyarakat Indonesia, juga merupakan salah satu tokoh pendiri AFAA (Asian Federation of Advertising Association), dilantik sebagai Presiden Asosiasi Periklanan Dunia (IAA) untuk 2 tahun masa jabatan di Renaissance Hotel di 999 9th street NW, Washington DC, Senin 7 April 2008.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indra-abidin-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indra-abidin-1.jpg?w=100&#038;h=125" alt="indra abidin 1" title="indra abidin 1" width="100" height="125" class="aligncenter size-full wp-image-11400" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Bali Chapter terbentuk</ins></strong></p>
<p>Setelah mengalami keterlambatan yang cukup panjang dan melalui sosialisasi intensif dalam 2 bulan, akhirnya ADGI Bali Chapter terbentuk kepengurusannya menyusul terbentuknya kepengurusan ADGI Chapter kota lainnya. Pada hari Jumat 9 Mei 2008 tepat jam 9.00 wita, sekitar 40-an desainer grafis Bali telah bersepakat menjalankan roda organisasi ADGI Bali Chapter untuk turut membangun industri Desain Grafis dan iklim usaha yang sehat di Indonesia. Utamanya untuk membangun pilar yang menunjang kekayaan dan keragaman budaya lokalitas dimana Bali memiliki hal sangat spesifik untuk dibangun.</p>
<p><strong>Susunan Kepengurusan Adgi Bali Chapter</strong></p>
<p>Dewan Penasehat Adgi Bali Chapter: Arif ‘Ayip’ Budiman, Komang Pawarta, Harry Udiarta, Jaya Pattra Ditya, Monteverdo Bensley</p>
<p>Ketua: Syaffrianto Hariadi<br />
Wakil Ketua: Nur Eris M<br />
Sekretaris: Firman Firdaus<br />
Direktur Pengembangan Program: Adi Resana<br />
Direktur Keanggotaan: Dian Hadi<br />
Direktur Pembinaan Relasi: Eko Prabowo<br />
Direktur Komunikasi dan Media: Edi Hernawan<br />
Direktur Keuangan: Willy Agustianto<br />
Wakil Direktur Keuangan: IGA Purwa S<br />
Direktur Pendanaan Program: D.P. Arsa Putra<br />
Koordinator Program ‘Zoom In’: Achmad Rivani<br />
Koordinator Program ‘D-EDGE: Jango Pramartha</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/ayip.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/ayip.jpg?w=100&#038;h=146" alt="ayip" title="ayip" width="100" height="146" class="aligncenter size-full wp-image-11611" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/syaffrianto-hariadi.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/syaffrianto-hariadi.gif?w=100&#038;h=147" alt="Syaffrianto Hariadi" title="Syaffrianto Hariadi" width="100" height="147" class="aligncenter size-full wp-image-11612" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Arief &#8216;Ayip&#8217; Budiman, Syaffrianto Hariadi.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Yogyakarta Chapter terbentuk</ins></strong></p>
<p>Rapat ADGI Yogyakarta Chapter di Kopikopi Cafe, 26 Mei 2008 jam 19.00–23.00 yang dihadiri oleh A Noor Arief (Direktur Utama PT Aseli Dagadu Djokdja), Sumbo Tinarbuko (Direktur LSK Deskomvis, Kandidat Doktor FIB UGM, Dosen Diskomvis FSR ISI), SY Eri Kuncoro (Director Medcom), M Arief Budiman (Director PT Petakumpet Creative Network), Andika DJ. (Director Syafaat Advertising, Dosen ADVY), M Iqbal (Director Rekarupa) dan Rifqi Fauzi (Managing Director Srengenge Advertising) telah menghasilkan terbentuknya susunan pengurus ADGI Chapter Jogja.</p>
<p><strong>Susunan Kepengurusan Adgi Yogyakarta Chapter</strong></p>
<p>Dewan Penasehat Adgi Yogyakarta Chapter: A Noor Arief, ‘Ong’ Harry Wahyu, Sumbo Tinarbuko, SY Eri Kuncoro</p>
<p>Ketua: M Arief Budiman<br />
Sekjen: Andika Dwijatmiko<br />
Direktur Keuangan: M Iqbal<br />
Direktur Program ‘Zoom In’: Nowo Juliarso<br />
Direktur Program ‘D-EDGE’: FX Widyatmoko</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/a-noor-arief-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/a-noor-arief-1.jpg?w=100&#038;h=146" alt="A Noor Arief 1" title="A Noor Arief 1" width="100" height="146" class="aligncenter size-full wp-image-11613" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/e28098ong_-harry-wahyu-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/e28098ong_-harry-wahyu-1.jpg?w=100&#038;h=125" alt="‘Ong’ Harry Wahyu 1" title="‘Ong’ Harry Wahyu 1" width="100" height="125" class="aligncenter size-full wp-image-11614" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/sumbo-tinarbuko-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/sumbo-tinarbuko-1.gif?w=100&#038;h=100" alt="Sumbo Tinarbuko 1" title="Sumbo Tinarbuko 1" width="100" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-11615" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/andika-dwijatmiko-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/andika-dwijatmiko-1.jpg?w=100&#038;h=138" alt="Andika Dwijatmiko 1" title="Andika Dwijatmiko 1" width="100" height="138" class="aligncenter size-full wp-image-11616" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/iqbal-rekarupa-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/iqbal-rekarupa-1.jpg?w=100&#038;h=131" alt="Iqbal Rekarupa 1" title="Iqbal Rekarupa 1" width="100" height="131" class="aligncenter size-full wp-image-11621" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fx-widyatmoko.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fx-widyatmoko.gif?w=100&#038;h=130" alt="FX Widyatmoko" title="FX Widyatmoko" width="100" height="130" class="aligncenter size-full wp-image-11625" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: A Noor Arief, ‘Ong’ Harry Wahyu, Sumbo Tinarbuko, Andika Dwijatmiko, M Iqbal, FX Widyatmoko.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p>Nico A Pranoto berdasarkan SK No. 020/SK/VI/08/Adgi per tanggal 26 Juni 2008 resmi menjabat sebagai Sekjen Adgi periode 2007-2010.</p>
<p>Susunan Kepengurusan Adgi Nasional (2007-2010 menjadi:</p>
<p>Dewan Penasehat: Gauri Nasution, Hermawan Tanzil, Irvan Noe’man, Riswanto Ramelan, Wagiono Sunarto</p>
<p>Ketua Umum: Danton Sihombing<br />
Sekjen: Nico A Pranoto<br />
Direktur Pengembangan Program: Irvan N Suryanto<br />
Direktur Keanggotaan: Praba Sunar Aristyawan<br />
Direktur Pembinaan Relasi: Nilam P Moeliono<br />
Direktur Komunikasi dan Media: Bima Shaw<br />
Koordinator Gugus Tugas:<br />
AD/ART dan Kode Etik Profesi: Dio Bowo, Mario Tetelepta</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nico-a-pranoto-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nico-a-pranoto-1.jpg?w=100&#038;h=100" alt="Nico A Pranoto 1" title="Nico A Pranoto 1" width="100" height="100" class="aligncenter size-full wp-image-11622" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/irvan-n-suryanto-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/irvan-n-suryanto-1.jpg?w=100&#038;h=125" alt="Irvan N Suryanto 1" title="Irvan N Suryanto 1" width="100" height="125" class="aligncenter size-full wp-image-11623" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/bima-shaw-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/bima-shaw-1.jpg?w=100&#038;h=134" alt="Bima Shaw 1" title="Bima Shaw 1" width="100" height="134" class="aligncenter size-full wp-image-11624" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Nico A Pranoto, Irvan N Suryanto, Bima Shaw.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Kategori Desain Grafis diadakan pertama kalinya di Pinasthika Festival Iklan</ins></strong></p>
<p>Pinasthika Festival Iklan Tahun 2008 berlangsung di Yogyakarta mulai tanggal 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 2008, bertempat di Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Untuk pertama kalinya diadakan kategori Desain Grafis pada ajang penghargaan untuk insan periklanan ini.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p>Peresmian Adgi Bali Chapter: Sabtu, 2 Agustus 2008, Danes Art Veranda, Denpasar, Bali</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/coverversus1-1.gif?w=400&#038;h=544" alt="" title="coverversus1 1" width="400" height="544" class="aligncenter size-full wp-image-11775" /></p>
<p><em>Cover majalah Versus edisi #1, dengan tema: &#8220;Identitas KeIndonesiaan&#8221;</em></p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p>Kelahiran majalah kreatif berbasis desain grafis “Versus” diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2008 di toko buku Aksara melalui pemotongan tumpeng oleh Hanny Kardinata <em>(Chairman)</em> dan Caroline F Sunarko <em>(Business Director)</em> dalam acara diskusi Hot Ice Tea #1: “Implikasi Pemahaman Sejarah terhadap Desain Grafis di Indonesia”. Majalah “Versus” edisi #1 terbit dengan tema “Identitas KeIndonesiaan“ dan mengadakan <em>soft-launching</em> pada acara Bedah Buku “Layout Dasar &amp; Penerapannya” di Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tanggal 14 November 2008.</p>
<p>Pada tanggal 13 Oktober 2009, Hanny Kardinata dan Caroline F Sunarko mengundurkan diri baik dari jajaran manajeman mau pun sebagai komisaris Versus.</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/11/15/majalah-versus-edisi-1-identitas-keindonesiaan/">Majalah VERSUS Edisi #1: Identitas KeIndonesiaan</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/04/05/dari-acara-diskusi-hit-hot-ice-tea-1-implikasi-pemahaman-sejarah-terhadap-desain-grafis-di-indonesia/">Dari Acara Diskusi HIT (Hot Ice Tea) #1: “Implikasi Pemahaman Sejarah terhadap Desain Grafis di Indonesia”</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/release-pengunduran-diri-dari-versus/">Release Pengunduran Diri dari Versus</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Anugerah Samartharupa pertama kali diberikan</ins></strong></p>
<p>Untuk pertama kalinya diselenggarakan penganugerahan Samartharupa oleh DKV Binus sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para pribadi yang telah mendedikasikan perjalanan karirnya demi kemajuan desain grafis/komunikasi visual di Indonesia. Penganugerahan Samartharupa diselenggarakan di malam terakhir pameran Fresh n’ Brite, tanggal 11 September 2008 di Foodism lantai 7, fX lifestyle X’nter, Jakarta. Ada empat tokoh yang mendapatkan Samartharupa, mereka adalah AD Pirous, Riswanto Ramelan, Yongky Safanayong, dan Hanny Kardinata.</p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/samartharupa-1.gif?w=400&#038;h=263" alt="" title="samartharupa 1" width="400" height="263" class="aligncenter size-full wp-image-11777" /></p>
<p><em>Para penerima Piala Lebah, Riswanto Ramelan, Hanny Kardinata, Prof. A. D. Pirous, Prof. Yongky Safanayong, serta Rektor BINUS University Prof. Dr. Gerardus Polla, M.App.Sc.</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2008/09/18/samartharupa-jejak-terima-kasih-dkv-binus/">Samartharupa, Jejak Terima Kasih DKV Binus</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Adgi Surabaya Chapter terbentuk per 28 November 2008 berdasarkan SK No. 025/SK/XI/08/Adgi.</ins></strong></p>
<p><strong>Susunan Kepengurusan Adgi Surabaya Chapter</strong></p>
<p>Penasehat Adgi Surabaya Chapter Yugo Mudayadi</p>
<p>Ketua: Bing Fei<br />
Sekjen: Amelia Sidik<br />
Direktur Keuangan: Maria Christina<br />
Koordinator Keanggotaan: Rachmatsyam ‘Ramok’, Liliany Santoso<br />
Koord. Pengembangan Program: Alvin Raditya, Djoko Budhi S<br />
Koordinator Program ‘Zoom In’: Suhadi<br />
Koordinator Program ‘D-EDGE’ : Christian Ang, Senja<br />
Koord. Program ‘KaGetan’: —<br />
Kasual Gathering-an: Gloria<br />
Koordinator Publikasi: Yogi Tantra, Budihardjo</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/bing-fei-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/bing-fei-1.jpg?w=98&#038;h=150" alt="bing fei 1" title="bing fei 1" width="98" height="150" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-11601" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/amelia-sidik-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/amelia-sidik-1.jpg?w=100&#038;h=146" alt="amelia sidik 1" title="amelia sidik 1" width="100" height="146" class="aligncenter size-full wp-image-11603" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/alvin-raditya-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/alvin-raditya-1.jpg?w=100&#038;h=131" alt="alvin raditya 1" title="alvin raditya 1" width="100" height="131" class="aligncenter size-full wp-image-11604" /></a></p>
<p><em>Dari atas ke bawah: Bing Fei, Amelia Sidik, Alvin Raditya.</em></p>
<p>_____________________________________________________________________________________________________________</p>
<p><strong>2009</strong></p>
<p><em>TREND</em> MENGGALI KEMBALI IDENTITAS KEBANGSAAN/KEARIFAN LOKAL PADA DESAIN GRAFIS TAHUN 2009</p>
<p>Tahun 2009 ini menjadi tahun dimana terjadi secara serentak berbagai upaya untuk merumuskan kembali identitas kebangsaan/kearifan lokal pada desain grafis melalui perhelatan-perhelatan, pergelaran-pergelaran dan kompetisi-kompetisi desain grafis, dimulai oleh <a href="http://www.igda.web.id/">IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009</a>, <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/07/28/24-karya-finalis-lomba-desain-poster-ipda-2009/">IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009</a> yang berlanjut hingga pameran poster <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/22/pameran-poster-root-of-identity/">&#8220;Exploring Root of Identity&#8221;</a> yang menjadi bagian dari tema besar Festival Kesenian Indonesia ke-6 di Jakarta, Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus – semuanya terjadi di Jakarta – dan di Yogyakarta: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-disain-komunikasi-visual-isi-institut-seni-indonesia-yogyakarta-”diskomplet”/">Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”</a>.</p>
<p>IGDA 2009, ajang penghargaan yang baru pertama kali akan diadakan di Indonesia, mengapresiasi secara khusus desain-desain yang merevitalisasi nilai-nilai budaya lokalnya. IPDA 2009, kompetisi desain poster dua tahunan, mengajak untuk menggali kembali &#8220;nilai luhur bangsa sebagai harta yang tak ternilai&#8221; (tema kompetisi). Dan pameran poster &#8220;Exploring Root of Identity&#8221; mengangkat tema &#8220;Exploring Root of Identity&#8221; sebagai konsep dasar dalam penyelenggaraan dan dalam prinsip kuratorial pameran. Sementara DKV Binus University dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-10 menyajikan tema <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/pameran-10-poster-neo-nasionalisme-dari-dkv-binus-university/">&#8220;Neo-Nasionalisme&#8221;</a> sebagai cara pandang baru desainer muda dalam menyikapi masalah identitas kebangsaan dalam desain berbasis budaya di pergaulan global. Majalah Versus #5 menangkap kecenderungan ini dengan mengangkat isu <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/11/majalah-versus-5-desain-grafis-dan-kebangsaan/">&#8220;Desainer Grafis dan Kebangsaan&#8221;</a> sebagai tema sentral editorialnya.</p>
<p>Detail masing-masing gejala tersebut tercatat di bawah ini:</p>
<p><strong>4 Juli 2009</strong></p>
<p><strong>Ajang penghargaan desain grafis pertama berskala nasional di Indonesia dimulai</strong></p>
<p>Pada tanggal 4 Juli 2009 diadakan konferensi pers IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009 di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta yang sekaligus menandai dimulainya ajang penghargaan desain grafis pertama berskala nasional ini. </p>
<p>IGDA adalah wujud penghargaan bermartabat bagi insan desain grafis Indonesia atas pencapaian kualitas karyanya yang diselenggarakan setiap tahun di Indonesia. IGDA diselenggarakan agar tercipta suatu standar yang menjadi tolak ukur (<em>benchmark</em>) bagi kualitas desain grafis Indonesia – yang setiap tahunnya dinyatakan kepada publik nasional dan internasional – sehingga kelak eksistensi desain grafis Indonesia bisa diperhitungkan di dunia internasional. Selain itu secara sistematik diharapkan terjadi pendokumentasian karya-karya desain grafis Indonesia untuk kelak diwujudkan dalam bentuk Museum Desain Grafis Indonesia (MDGI) yang berfungsi sebagai pusat studi dan pengembangan desain grafis Indonesia.</p>
<p><strong>IGDA mengapresiasi secara khusus karya desain yang menghidupkan kembali (merevitalisasi) atau yang melakukan inovasi terhadap nilai-nilai budaya lokal</strong><br />
Ajang Panen Grafis 2009 – IGDA adalah unik dan berintikan kepada komitmen untuk merevitalisasi kekayaan desain lokal; mencari adaptasi, sinergi yang organik antara pengaruh luar dan warisan lokal; meneruskan tongkat estafet desain lokal pada generasi selanjutnya yang terasa lekat pada simbolisasi siklus padi dan desainer grafis sebagai petani desain.</p>
<p>Terbukti kini, yang mampu bertahan dalam serbuan pasar global adalah petani desain yang tidak hanya mampu terbuka dan menyaring budaya luar tetapi juga dapat merevitalisasi nilai-nilai budaya lokalnya sebagai sumber identitas desain grafis Indonesia untuk bersaing dan berkarakter layaknya sebuah merek nan unik di dunia internasional.</p>
<p>IGDA diselenggarakan oleh DGI (Desain Grafis Indonesia) dengan dukungan dari ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) dan FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-press-conference-igda-2009.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-press-conference-igda-2009.jpg?w=400&#038;h=576" alt="Poster Press Conference IGDA 2009" title="Poster Press Conference IGDA 2009" width="400" height="576" class="aligncenter size-full wp-image-11367" /></a></p>
<p><em>Poster Press Conference IGDA 2009, desainer grafis: Henricus Kusbiantoro, ilustrator: Triyadi Guntur</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>30 Juli–2 Agustus 2009</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Pameran karya 24 finalis kompetisi desain poster IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009 di ajang FGDexpo 2009</ins></strong></p>
<p>Hasil kompetisi dwi-tahunan desain poster IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009 yang diselenggarakan dengan mengusung tema &#8220;Nilai Luhur Bangsa adalah Harta Tak Ternilai&#8221; dipamerkan di ajang FGDexpo 2009 pada tanggal 30 Juli–2 Agustus 2009. Hasil penjurian diumumkan pada tanggal 1 Agustus dengan pemenangnya berturut-turut: pertama, karya Shandy Murethy, Jakarta berjudul &#8220;Melihat dari Dekat&#8221;, kedua, karya Dedy Purnomo Sari, Yogyakarta berjudul &#8220;Kompetisi&#8221; dan ketiga, karya Dedy Darsono, Wendy Talok dan Fredy Chandra, Alokz Design, Jakarta berjudul &#8220;Gotong Royong&#8221;. Para juri pada lomba ini adalah: Hanny Kardinata (founder DGI, chairman Versus Magazine, dan chairman IGDA), Hermawan Tanzil (principal LeBoYe Design), Djito Kasilo (strategic planner dan pemerhati periklanan).</p>
<p>Beberapa karya finalis IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009:</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/carikutu-octodesign-ipda200.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/carikutu-octodesign-ipda200.gif?w=400&#038;h=567" alt="carikutu-octodesign-ipda200" title="carikutu-octodesign-ipda200" width="400" height="567" class="aligncenter size-full wp-image-11377" /></a></p>
<p><em>Octodesign, Novita Angka &amp; Yan Mursid, Jakarta, &#8220;Cari Kutu&#8221;</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/achmadchoirul_senyum.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/achmadchoirul_senyum.gif?w=400&#038;h=565" alt="achmadchoirul_senyum" title="achmadchoirul_senyum" width="400" height="565" class="aligncenter size-full wp-image-11379" /></a></p>
<p><em>Boy Bayu Anggara, Jakarta, &#8220;Senyum&#8221;</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dedydharsonowendytalok-fre.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dedydharsonowendytalok-fre.gif?w=400&#038;h=600" alt="dedydharsonowendytalok-fre" title="dedydharsonowendytalok-fre" width="400" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-11378" /></a></p>
<p><em>Dedy Darsono, Wendy Talok dan Fredy Chandra, Alokz Design, Jakarta, &#8220;Gotong Royong&#8221;</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/07/28/24-karya-finalis-lomba-desain-poster-ipda-2009/">24 Karya Finalis Lomba Desain Poster IPDA 2009</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>Agustus 2009</strong></p>
<p><strong>Majalah Versus #5 dengan tema &#8220;Desainer Grafis dan Kebangsaan&#8221; terbit dan beredar pertama kali di arena FGDexpo 2009</strong><br />
Edisi ke-5 majalah Versus ini menjadi penting karena tema yang diusungnya sejalan dengan <em>trend</em> yang sedang berlangsung di tahun 2009 ini. Penerbitan edisi ke-5 ini diawali dengan acara diskusi Hot Ice Tea #6: &#8220;Desain Grafis Berbangsa vs Non Berbangsa&#8221; yang menghadirkan para panelis seperti Yasraf Amir Piliang, Ayip, Bernhard Subiakto, Iwan Esjepe, Arief Adityawan, dan dimoderatori oleh Priyanto Sunarto serta berlangsung di Ruang Mezanin (<em>top floor</em>) Gedung R kampus 1 Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S. Parman no. 1, Jakarta Barat.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/versus-5.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/versus-5.jpg?w=400&#038;h=575" alt="versus #5" title="versus #5" width="400" height="575" class="aligncenter size-full wp-image-11406" /></a></p>
<p><em>Cover Versus #5 dirancang oleh Yan Mursid.</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/hit-ke-6.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/hit-ke-6.gif?w=400&#038;h=446" alt="hit ke-6" title="hit ke-6" width="400" height="446" class="aligncenter size-full wp-image-11380" /></a></p>
<p><em>Ki-ka: Ayip, Iwan Esjepe, Bernhard Subiakto, Priyanto Sunarto, Yasraf Amir Piliang dan Arief Adityawan.</em></p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/08/11/majalah-versus-5-desain-grafis-dan-kebangsaan/">Majalah Versus #5: Desain Grafis dan Kebangsaan</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/05/08/diskusi-majalah-versus-“hot-ice-tea-6″-desain-grafis-berbangsa-vs-non-berbangsa/">Diskusi Majalah Versus “Hot Ice Tea #6″: Desain Grafis Berbangsa vs Non Berbangsa</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/exploring-root-of-identity-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/exploring-root-of-identity-1.gif?w=150&#038;h=97" alt="exploring-root-of-identity-1" title="exploring-root-of-identity-1" width="150" height="97" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-11369" /></a></p>
<p><strong>5–24 Oktober 2009</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Pameran Poster &#8220;Exploring Root of Identity&#8221; pada Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6</ins></strong></p>
<p>Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 diselenggarakan pada tanggal 5–24 Oktober 2009 di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mengangkat tema &#8220;Exploring Root of Identity&#8221; sebagai konsep dasar dalam penyelenggaraan festival dan dalam prinsip kuratorial pameran, pergelaran dan penayangan materi yang akan disajikan. Tema ini tidak diartikan secara terbatas sebagai upaya penciptaan kreasi baru atau seni kontemporer berdasarkan inspirasi budaya tradisional yang telah mengakar. Tema ini lebih menekankan pada dialog <em>‘inter-cultural’</em> dan <em>‘cross discipline’</em> untuk memperkaya pengalaman dan pemahaman peserta melalui kolaborasi penciptaan seni, dialog kultural dan kerjasama dan upaya pewacanaan lain. &#8220;Exploring Root of Identity&#8221; mengandung makna suatu upaya bersama untuk menjelajah dan mencari gagasan baru sambil tetap mendasarkannya pada pertanyaan hakiki dan konteks cultural yang ada pada setiap seniman. Pameran poster diikuti oleh 40 desainer grafis (praktisi, dosen dan mahasiswa) yang diundang secara khusus.</p>
<p>Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara yang berlangsung selama festival, diselenggarakan sarasehan membahas poster-poster peserta pameran poster “Exploring Root of Identity” dengan pembicara Priyanto Sunarto, Hanny Kardinata, Danu Widhyatmoko dan moderator Arif PSA.</p>
<p>Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia yang terdiri dari: Institut Kesenian Jakarta, Institut Seni Indonesia &#8211; Denpasar, Institut Seni Indonesia-Surakarta, Institut Seni Indonesia-Yogyakarta, Sekolah Tinggi Seni Indonesia–Bandung, Sekolah Tinggi Seni Indonesia–Padangpanjang dan Sekolah Tinggi kesenian Wilwatika–Surabaya.</p>
<p>Sumber: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/22/pameran-poster-root-of-identity/">Pameran Poster “Exploring Root of Identity”</a>.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kokoboe1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kokoboe1.jpg?w=400&#038;h=601" alt="kokoboe" title="kokoboe" width="400" height="601" class="aligncenter size-full wp-image-11359" /></a></p>
<p><em>Kokoboe, &#8220;Money identity&#8221;</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/henricus_oey_hian_bouw1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/henricus_oey_hian_bouw1.jpg?w=400&#038;h=600" alt="henricus_oey_hian_bouw" title="henricus_oey_hian_bouw" width="400" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-11360" /></a></p>
<p><em>Henricus Kusbiantoro, &#8220;Oey Hian Bouw a.k.a Henricus Kusbiantoro&#8221;</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/priyanto_sunarto.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/priyanto_sunarto.jpg?w=400&#038;h=600" alt="priyanto_sunarto" title="priyanto_sunarto" width="400" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-11361" /></a></p>
<p><em>Priyanto Sunarto, &#8220;Exploring the Root of Identity&#8221;</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/momentom-10-dkv-binus-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/momentom-10-dkv-binus-1.jpg?w=150&#038;h=126" alt="momentom 10 dkv binus 1" title="momentom 10 dkv binus 1" width="150" height="126" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-11370" /></a></p>
<p><strong>9-15 November 2009</strong></p>
<p><strong><ins datetime="2009-11-06T10:51:34+00:00">Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus University mengusung tema &#8220;Neo-Nasionalisme&#8221;</ins></strong></p>
<p>Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-10, DKV Binus University menyelenggarakan sejumlah kegiatan (seminar, pameran, <em>talkshow</em> dsb.) di fX Lifestyle X’nter, Senayan, Jakarta. Peristiwa ini sekaligus menandai momen dimulainya DKV Binus University memberikan warna khas kelulusannya sebagai desainer masa depan yang selain saat ini telah memiliki standar dan citra positif pada <em>computerized skills &amp; knowledge, good design concept &amp; implementation, enterpreunership,</em> kali ini ditambah dengan suplemen keberpihakan berani &amp; bangga mengangkat <em>local content value</em> &#8211; dalam lanskap <em>contemporary scene</em> ke dalam <em>output</em> desain sebagai sumber gagasan dan identitas dalam dialektika lanskap global. Oleh karena itu acara &#8220;Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus University&#8221; dibungkus dalam kemasan bertajuk <strong>&#8220;Neo-Nasionalisme&#8221;</strong> sebagai cara pandang baru desainer muda dalam menyikapi masalah identitas kebangsaan dalam desain berbasis budaya di pergaulan global.</p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/arsip-visual-terpanjang-1.gif?w=300&#038;h=450" alt="" title="Arsip Visual Terpanjang 1" width="300" height="450" class="aligncenter size-full wp-image-11780" /></p>
<p><em>Display dan suasana prosesi pembentangan Arsip Visual Terpanjang – perjalanan pendidikan 10 tahun DKV Binus.</em></p>
<p>Diselenggarakan juga kegiatan akademis seminar nasional pada hari Rabu 11 November 2009 <strong>&#8220;Nation Branding: Kekuatan Nilai Lokal sebagai Identitas Pembeda Entitas Bernama Indonesia&#8221;</strong> yang menghadirkan pembicara:</p>
<p>Dr. Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan RI)<br />
<strong>&#8220;Kebijakan dan Strategi Pemerintah dalam Nation Branding Indonesia”</p>
<p>Rizaldi Siagian, MA (Etnomusikolog)<br />
”Nilai Lokal sebagai Potensi Kekuatan dalam Nation Branding”</p>
<p>Daniel Surya (Country Director-The Brand Union Indonesia)<br />
&#8220;Perspektif Branding Agency dalam menyikapi Nilai Lokal dalam Nation Branding&#8221;</p>
<p>Dr. Ermiel Thabrani</strong> (Pakar Komunikasi dan Kehumasan)<br />
&#8220;Sisi Pencitraan dan Reputation Management dalam Nation Branding&#8221;</p>
<p>Beberapa poster yang dipamerkan bertema &#8220;Neo-Nasionalisme&#8221; antara lain:</p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-budi-lo-1.jpg?w=400&#038;h=889" alt="" title="poster-budi-lo 1" width="400" height="889" class="aligncenter size-full wp-image-11768" /></p>
<p><em>Budi Sri Herlambang, Dimulai Dari yang Kecil</em></p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-yasser-lo-1.jpg?w=400&#038;h=889" alt="" title="poster-yasser-lo 1" width="400" height="889" class="aligncenter size-full wp-image-11769" /></p>
<p><em>Yasser Rizky, Multiculturalism Beyond Nationalism</em></p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/07/momentum-10-dasawarsa-dkv-binus/">Momentum 10–Dasawarsa DKV Binus</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/04/undangan-menghadiri-seminar-nasional-nation-branding-persembahan-dkv-binus-university-jakarta/">Undangan Menghadiri Seminar Nasional “Nation Branding” Persembahan DKV Binus University-Jakarta</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/reportase-momentum-10-dkv-binus/">Reportase Momentum 10 DKV Binus</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/creative-inspiring-talkshow-dkv-dan-nasionalisme/">Creative Inspiring Talkshow “DKV dan Nasionalisme”</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/pameran-10-poster-neo-nasionalisme-dari-dkv-binus-university/">Pameran 10 Poster “Neo Nasionalisme” dari DKV Binus University</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/14-karya-tugas-akhir-mahasiswa-dkv-binus-university-dalam-pameran-fresh-‘n-brite-09/">14 Karya Tugas Akhir Mahasiswa DKV Binus University dalam Pameran “Fresh ‘n Brite 09″</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>2–6 Desember 2009</strong></p>
<p><strong>Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”</strong><br />
Jurusan Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan pameran dengan tajuk &#8220;Diskomplet&#8221; di Bentara Budaya Yogyakarta yang diikuti oleh segenap dosen dan mahasiswa DKV ISI. Nuansa lokal juga terkandung dalam tema pameran DKV ISI Yogyakarta ini yang termanifestasikan pada idiom visual jamu tradisional, merupakan kekuatan desain grafis Indonesia agar mampu berdiri sejajar dalam percaturan kreativitas di tingkat internasional.  </p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-disain-komunikasi-visual-isi-institut-seni-indonesia-yogyakarta-”diskomplet”/">Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”</a><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/20/pameran-diskomplet-desember-2009-menjadikan-100-karya-dekave-indonesia/">Pameran Diskomplet Desember 2009: Menjadikan 100% Karya DeKaVe Indonesia</a></p>
<p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pameran-diskomplet-1.jpg?w=400&#038;h=566" alt="" title="Pameran Diskomplet 1" width="400" height="566" class="aligncenter size-full wp-image-11751" /></p>
<p>_____________________________________________________________________________________________________________</p>
<p><strong>1 Desember 2009</strong></p>
<p><ins datetime="2009-11-20T09:16:54+00:00"><strong>Pra-Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis</strong></ins></p>
<p>Setelah melampaui upaya dan perjuangan yang tidak ringan hampir selama 2 tahun, Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) akhirnya berkesempatan akan menyelenggarakan acara Pra-Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis yang difasilitasi oleh Depkominfo (Departemen Komunikasi dan Informatika RI) yang dilaksanakan pada Selasa, 1 Desember 2009 di Hotel Bintang Griya Wisata. Jl. Raden Saleh, Cikini. Jakarta Pusat.</p>
<p>Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja minimal yang harus dimilki seseorang sebagai profesional dalam tingkat jabatan tertentu. Standar kompetensi kerja merupakan rumusan yang benar-benar dikerjakan di tempat kerja pada industri.</p>
<p>Pra Konvensi RSKKNI adalah rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyusunan, pembahasan dan verifikasi Rancangan SKKNI.</p>
<p>Konvensi RSKKNI adalah forum dialog pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan dan konsensus pembakuan SKKNI.</p>
<p>Tim RSKKNI ADGI terdiri dari Hastjarjo B Wibowo, Danu Widhyatmoko, Priska Nutian Sari dan Resita Kuntjoro-Jakti.</p>
<p><strong>Daftar nama-nama desainer grafis yang diundang:</strong><br />
Dr. Wagiono Sunarto, Dr. Priyanto Sunarto, Irvan A Noe’man, Riswanto Ramelan, Hanny Kardinata, Gauri Nasution, Hastjarjo B Wibowo, Danu Widhyatmoko, Priska Nutian Sari, Resita Kuntjoro-Jakti, Danton Sihombing, Nilam P Moeliono, Riama Maslan, Saffrianto Haryadi, Bambang Kisworo, M Arief Buiman, Mario Tetelepta, Divina Natalia, Lans Brahmantyo, Hermawan Tanzil, Ardian Elkana, Hagung Kuntjara SW, Mendiola Budi Wiryawan, Eka Sofyan Rizal, Iwan Gunawan, Indah Tjahyawulan, Arief Adityawan, Caroline F Sunarko, Nia Karlina, Nico Pranoto, Ato Hertianto, Dio Bowo, Lintang W, Sari Wulandari, Kiki Fitria Hakim, Ismiaji Cahyono, Irvan N Suryanto, Praba Sunar Aristyawan, Anandita Ayudya, Djoko Hartanto, Yudi Amboro, Zinnia Nizar Sompie, Tri Anugrah, Ijo Wira, David Yamin, Tatang Ramadhan Bouqie, Siti Turmini, Boedatmaka Darsono, Ritchie Ned Hansel, Saut Miduk, Saut Togatorop, Mita Purbasari Wahidayat dll.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Copyright © 2009 Hanny Kardinata</p>
<p>•••</p>
Posted in DGI (Desain Grafis Indonesia), Garis Waktu Desain Grafis Indonesia, History, History of Graphic Design in Indonesia Tagged: desain grafis, desain grafis indonesia, garis waktu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/9627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=9627&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/17/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dgi-di-fgd-expo-2009-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">dgi-di-fgd-expo-2009-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dgi-di-fgd-expo-2009-51.gif" medium="image">
			<media:title type="html">dgi-di-fgd-expo-2009-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/faber-schleider.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Faber &#38; Schleider</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dgi-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">dgi-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/jan-pieterszoon-coen.gif" medium="image">
			<media:title type="html">jan-pieterszoon-coen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/agus-djaja-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agus djaja 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/sudjojono1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sudjojono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/affandi-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">affandi 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/chairil-anwar-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chairil-anwar-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-boeng.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster-boeng</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/rj-katamsi-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rj katamsi 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/asri.gif" medium="image">
			<media:title type="html">asri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/logo-ugm-rj-katamsi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">logo ugm-rj katamsi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/sapto-hoedojo.gif" medium="image">
			<media:title type="html">sapto-hoedojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/asri-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">asri-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/soetopo1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">soetopo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nuradi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nuradi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/ad-pirous.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ad-pirous</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indra-abidin-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indra abidin 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/markoes-djajadiningrat-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">markoes-djajadiningrat 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/priyanto-sunarto1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">priyanto-sunarto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/fx-harsono-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fx harsono 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/syahrinur-prinka-111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">syahrinur-prinka-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/wg_nnc1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">wg_nnc</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ken-sudarto-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ken sudarto 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tjahjono-abdi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">tjahjono abdi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hanny-kardinata.gif" medium="image">
			<media:title type="html">hanny-kardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/gert-dumbar.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gert-dumbar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/logo-pameran-1980-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">logo-pameran-1980-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/didit-hanny-gauri-1980.gif" medium="image">
			<media:title type="html">didit-hanny-gauri-1980</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/illust-guruhsoekarnoputra.gif" medium="image">
			<media:title type="html">illust-guruhsoekarnoputra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dibatas-angan-angan-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dibatas-angan-angan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/logo-ipgi-sadjiroen-1980.gif" medium="image">
			<media:title type="html">logo-ipgi-sadjiroen-1980</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/t-abdi-poster-grafis-80.gif" medium="image">
			<media:title type="html">t-abdi-poster-grafis-80</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/w1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">w</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/joop-ave.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">joop ave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/soedarmadji-damais.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soedarmadji damais</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/agus-dermawan-t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agus dermawan t</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/karnadi-mardio.gif" medium="image">
			<media:title type="html">karnadi mardio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gauri-nasution.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gauri nasution</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/t-sutanto-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">t sutanto 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan-ramelan.gif" medium="image">
			<media:title type="html">iwan ramelan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indarsjah-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indarsjah 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/zaman-perdana-1a1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Zaman Perdana-1a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/zaman-no-1b1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Zaman No. 1b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ill-grafis-83-ipgi-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ill-grafis-83-ipgi 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster-produk-indonesia-han11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">poster-produk-indonesia-han1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ill-grafis-jepang-ind-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ill-grafis-jepang-ind 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/fx-harsono-1985-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">fx-harsono-1985 -1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-grafis89-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">poster-grafis89-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring-padi-1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">taring padi 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring05.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taring05</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/taring09.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taring09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/m-arief-budiman-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">m arief budiman 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/blank-magazine-pig-front.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blank-magazine-pig-front</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/blank-magazine-pig-back.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blank-magazine-pig-back</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/hastjarjo.gif" medium="image">
			<media:title type="html">hastjarjo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/mendiola.gif" medium="image">
			<media:title type="html">mendiola</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/arif-psasongo-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">arif-psasongo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/djoko-dan-fifi-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">djoko dan fifi 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/concept-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">concept 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-light-of-hope-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Light of Hope 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/light-of-hope-for-indonesia.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Light-of-Hope-for-Indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andi-s-boediman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andi s boediman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ardian-elkana-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ardian-elkana 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/danton-sihombing.gif" medium="image">
			<media:title type="html">danton sihombing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/divina-natalia-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">divina natalia 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan-tanzil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hermawan tanzil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/irvan-a-noeman-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">irvan a noe&#39;man 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/lans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">lans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sakti-makki.gif" medium="image">
			<media:title type="html">sakti makki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/logo-adgi-versi-2006.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo adgi versi 2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/adgi-1st-congres-poster-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">adgi-1st-congres-poster 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kongres-adgi-i-2006.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Kongres-Adgi-I-2006</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/petasan-grafis-pameran-dkv-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">petasan-grafis-pameran-dkv 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/kurnia-setawan.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kurnia setawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/toto-m-mukmin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">toto m mukmin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/arief-adityawan-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">arief-adityawan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/daud-budi-surya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">daud budi surya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cover-babyboss-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover-babyboss-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/alia01.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">alia01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/alia-2a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alia 2a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/one-globe-one-flag.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">one-globe-one-flag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/one-globe-one-flag.gif" medium="image">
			<media:title type="html">One-Globe-One-Flag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nilam_nnc-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nilam_nnc 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/indah-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">indah 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/logo-baru-adgi.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">logo-baru-adgi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/garis-waktu-dgi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo DGI rev</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indra-abidin-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indra abidin 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/ayip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/syaffrianto-hariadi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Syaffrianto Hariadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/a-noor-arief-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">A Noor Arief 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/e28098ong_-harry-wahyu-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">‘Ong’ Harry Wahyu 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/sumbo-tinarbuko-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Sumbo Tinarbuko 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/andika-dwijatmiko-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Andika Dwijatmiko 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/iqbal-rekarupa-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Iqbal Rekarupa 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fx-widyatmoko.gif" medium="image">
			<media:title type="html">FX Widyatmoko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nico-a-pranoto-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nico A Pranoto 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/irvan-n-suryanto-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Irvan N Suryanto 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/bima-shaw-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bima Shaw 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/coverversus1-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">coverversus1 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/samartharupa-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">samartharupa 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/bing-fei-1.jpg?w=98" medium="image">
			<media:title type="html">bing fei 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/amelia-sidik-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">amelia sidik 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/alvin-raditya-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alvin raditya 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/poster-press-conference-igda-2009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Press Conference IGDA 2009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/carikutu-octodesign-ipda200.gif" medium="image">
			<media:title type="html">carikutu-octodesign-ipda200</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/achmadchoirul_senyum.gif" medium="image">
			<media:title type="html">achmadchoirul_senyum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/dedydharsonowendytalok-fre.gif" medium="image">
			<media:title type="html">dedydharsonowendytalok-fre</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/versus-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">versus #5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/hit-ke-6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">hit ke-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/exploring-root-of-identity-1.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">exploring-root-of-identity-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kokoboe1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kokoboe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/henricus_oey_hian_bouw1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">henricus_oey_hian_bouw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/priyanto_sunarto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">priyanto_sunarto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/08/momentom-10-dkv-binus-1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">momentom 10 dkv binus 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/arsip-visual-terpanjang-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Arsip Visual Terpanjang 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-budi-lo-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster-budi-lo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-yasser-lo-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster-yasser-lo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pameran-diskomplet-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pameran Diskomplet 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New Book: &#8220;Green Graphic Design&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/17/new-book-green-graphic-design/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/17/new-book-green-graphic-design/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 06:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Green Graphic Design]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11716</guid>
		<description><![CDATA[
Green Graphic Design By Brian Dougherty with Celery Design Collaborative is published by Allworth Press.
Can a graphic designer be a catalyst for positive change? Breaking down the concept of &#8220;green design&#8221; step-by-step, respected industry leader Brian Dougherty captures the ability of designers to communicate, persuade, and ultimately spread a socially and ecologically responsible message to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11716&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/greenn-graphic-design.jpg?w=600&#038;h=376" alt="" title="greenn graphic design" width="600" height="376" class="alignnone size-full wp-image-11715" /></p>
<p><strong>Green Graphic Design</strong> By Brian Dougherty with Celery Design Collaborative is published by Allworth Press.</p>
<p>Can a graphic designer be a catalyst for positive change? Breaking down the concept of &#8220;green design&#8221; step-by-step, respected industry leader Brian Dougherty captures the ability of designers to communicate, persuade, and ultimately spread a socially and ecologically responsible message to both consumers and corporations. <strong>Green Graphic Design</strong> reframes the way designers can think about the work they create, while remaining focused on cost constraints and corporate identity. Simple, eco-innovative changes are demonstrated in all phases of the design process, including:</p>
<p><strong>Picking projects • Strategizing with clients • Building strong green brands Choosing materials for manufacture and shipping • Picking ink and paper • Binding • Working with clients to foster transparency and corporate social responsibility</strong></p>
<p>Fully illustrated and packed with case studies demonstrating green design in practice, this reference guide explains and inspires. It includes a &#8220;sustainability scorecard&#8221; and a complete glossary of key terms and resources to ensure that anyone in the design field can implement practical green solutions. <strong>Green Graphic Design</strong> is an indispensable resource for graphic designers ready to look to the future of their business and the environment.</p>
<p>Read more &gt; <a href="http://www.designersreviewofbooks.com/2009/11/green-graphic-design/">Green Graphic Design</a>.</p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Green Graphic Design <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11716/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11716&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/17/new-book-green-graphic-design/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/greenn-graphic-design.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">greenn graphic design</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pidato Kebudayaan 2009 &#8220;Seni dan Civil Society&#8221; oleh DR. Ignas Kleden</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/16/pidato-kebudayaan-2009-seni-dan-civil-society-oleh-dr-ignas-kleden/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/16/pidato-kebudayaan-2009-seni-dan-civil-society-oleh-dr-ignas-kleden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 00:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Identitas KeIndonesiaan/Our National Identity]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[DR. Ignas Kleden]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato Kebudayaan 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Civil Society]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11686</guid>
		<description><![CDATA[PIDATO KEBUDAYAAN 2009
MEMPERKUAT MASYARAKAT SIPIL DENGAN KESENIAN UNTUK MENGELOLA NEGARA DAN PASAR LEBIH BAIK: SENI DAN CIVIL SOCIETY
Oleh: DR. IGNAS KLEDEN
Diawali dengan pentas: GILANG RAMADHAN dan NERA
Selasa, 10 November 2009
Pukul 19.30 WIB &#8211; selesai
Graha Bhakti Budaya &#8211; Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat
.   .   .   .  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11686&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>PIDATO KEBUDAYAAN 2009</strong></p>
<p>MEMPERKUAT MASYARAKAT SIPIL DENGAN KESENIAN UNTUK MENGELOLA NEGARA DAN PASAR LEBIH BAIK: SENI DAN CIVIL SOCIETY</p>
<p>Oleh: DR. IGNAS KLEDEN</p>
<p>Diawali dengan pentas: GILANG RAMADHAN dan NERA</p>
<p>Selasa, 10 November 2009<br />
Pukul 19.30 WIB &#8211; selesai<br />
Graha Bhakti Budaya &#8211; Taman Ismail Marzuki<br />
Jl. Cikini Raya No. 73<br />
Jakarta Pusat</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>SENI DAN CIVIL SOCIETY</strong><br />
(Dengan Referensi Khusus Kepada Penyair Rendra)</p>
<p>Oleh Ignas Kleden</p>
<p><strong>I</strong></p>
<p>Membicarakan kedudukan seni dalam hubungannya dengan civil society merupakan suatu tantangan yang tidak mudah dijawab, juga pada kesempatan ini. Tantangan ini telah saya terima sebagai sebuah penugasan dari Dewan Kesenian Jakarta, meskipun saya tidak terlalu paham mengapa tema ini dijadikan pokok pidato kebudayaan pada hari ini. Tugas ini telah saya terima semata-mata karena pertimbangan bahwa kesenian sebagai suatu sektor penting dalam kebudayaan, dapat dijadikan contoh soal untuk melihat masalah yang lebih besar yaitu hubungan kebudayaan dan civil society. </p>
<p>Sebagai titik-tolak dapatlah dikatakan begitu saja bahwa kesenian dan setiap ekspresi seni, pada dasarnya, adalah ekspresi pribadi seorang seniman, yang sangat personal sifatnya. Tentu saja seorang seniman menerima pengaruh dari lingkungan hidupnya, dan terlibat dalam pergaulan dengan berbagai pihak dalam suatu masyarakat. Tiap-tiap lingkungan mungkin saja memberikan pengaruh tertentu kepada seniman, dan dari pergaulannya dengan berbagai pihak muncul rangsang yang berbeda-beda yang menyentuh sensitivitas seniman tersebut. Namun demikian segala pengaruh dan bebagai rangsang itu mengalami proses pencernaan mental dalam diri seorang seniman, sehingga terhadap setiap pengaruh dan rangsang dari luar, seorang seniman dalam ekspresinya, selalu memberikan suatu respons yang personal dan unik. Patut ditambahkan, hal ini bukanlah sesuatu yang hanya terdapat pada diri para seniman. Setiap orang, setiap individu, akan memberikan respons yang bersifat pribadi kepada suatu stimulus dari luar. Namun yang khas pada seorang seniman ialah bahwa respons pribadi itu selalu merupakan sebuah respons yang artistik sifatnya, yang tidak selalu bisa diberikan oleh seorang yang bukan seniman. </p>
<p>Terhadap tekanan politik dan ancaman penjara, para aktivis yang berani bisa menyatakan perasaan tak takut atau sikap tak gentar. Tetapi tidak setiap orang bisa menyatakannya dengan artistik seperti yang dilakukan oleh Rendra ketika dia berkata:</p>
<p><em>Sebuah sangkar besi / tidak bisa mengubah seekor rajawali / menjadi seekor burung nuri.</p>
<p>Rajawali adalah pacar langit /dan di dalam sangkar besi / rajawali merasa pasti / bahwa langit akan selalu menanti </em></p>
<p><em>(kutipan dari “Sajak Rajawali”)</em> 1  </p>
<p>Secara umum sebuah ekspresi artistik akan tergantung sekurang-kurangnya pada dua kondisi. Yaitu otentisitas pesan yang disampaikan, yang mempersyaratkan penghayatan pribadi secara intens terhadap suatu soal, dengan melibatkan berbagai seluruh kemampuan mental seseorang, lebih dari sekedar olah pikir atau olah rasa, sehingga sebuah pesan menjadi ungkapan seluruh kepribadian. Kedua, orisinalitas medium penyampaian, yaitu suatu cara penyampaikan yang unik, yang hampir tak mungkin diubah atau ditransposisikan ke dalam  bentuk penyampaian lain atas cara yang sama indah dan sama kuatnya.</p>
<p>Dengan uraian pendahuluan ini saya ingin mengatakan bahwa seni pada dasarnya hidup dan berkembang dalam suatu ruang pribadi yang privat sifatnya, dan bukan produk suatu ruang publik. Muncul masalah di sini, bagaimana menghubungkan seni yang merupakan atribut ruang privat dengan civil society yang merupakan ruang publik? Atau dapatkah kita berpikir sebaliknya, bahwa ruang publik  dapat menghasilkan suatu jenis kesenian yang lain dari yang kita kenal?</p>
<p>Dari satu segi ruang privat perlu dipertahankan dan dipelihara karena ruang ini merupakan tempat kebebasan pribadi digarap dan diolah, dan menjadi benteng yang melindungi kebebasan seseorang dari campurtangan yang berlebihan dari pihak negara mau pun intervensi lembaga-lembaga sosial. Dia merupakan tempat seseorang mengolah cita-cita hidup sesuai dengan impian, keinginan dan selera pribadinya. Para ahli mengatakan bahwa ruang privat menjawab pertanyaan tentang hidup yang baik atau <em>“the question of good life”</em>. Termasuk di sini keinginan yang berhubung dengan kehidupan cinta dan pandangan religius serta cita-cita spiritual, selera makan dan pandangan tentang kebersihan dan kesehatan, cara berpakaian, cita-cita tentang tempat tinggal, dan selera estetik dan apresiasi kesenian. Semua hal tersebut terdapat dalam ruang privat diatur dan diselenggarakan berdasarkan nilai-nilai budaya. </p>
<p>Sebaliknya, ruang publik yang kita namakan civil society adalah tempat di mana keadilan dipertahankan dan dibela. Ruang ini hadir untuk menjawab pertanyaan yang berhubung dengan “<em>the question of justice”</em>, dan diatur oleh hukum negara. Hak dan kewajiban yang diatur oleh hukum mempunyai tujuan agar setiap orang memperoleh keadilan yang menjadi haknya, dengan kewajiban pada orang lain untuk menghormatinya. Keadilan menjadi faktor yang membuat masing-masing orang mendapat tempat dalam suatu kehidupan bersama, di  mana kebebasan seseorang tidak melanggar atau mengorbankan kebebasan orang lain. 2</p>
<p>Dengan demikian, berlaku hemat dan menabung penting sekali untuk kehidupan yang aman secara ekonomis, tetapi tiap orang bebas untuk melakukan atau tidak  melakukannya, tanpa mereka bisa dipaksa oleh negara. Akan tetapi membayar pajak adalah sesuatu yang berhubung dengan keadilan, berupa kewajiban kepada kehidupan umum, yang diatur oleh hukum positif, dan dapat dipaksakan oleh negara. Demikian pun mendidik anak dalam keluarga dengan disiplin dan kasih sayang, merupakan persiapan pertama untuk pembentukan warga negara yang matang, mandiri dan bertanggungjawab. Namun demikian, pendidikan anak adalah urusan domestik keluarga, dan termasuk dalam ruang privat. Negara atau lembaga sosial tidak dapat memaksa suatu keluarga mendidik anak-anaknya atas cara yang dipaksakan dari luar. Namun demikian, kekerasan kepada anak oleh orang tuanya, dapat menimbulkan reaksi publik dan campur tangan negara, karena di sana ada pelanggaran terhadap hak seorang anak untuk mendapatkan <em>protective security</em>. Pada titik inilah terdapat suatu perbedaan hakiki antara negara demokratis dan negara-negara totaliter yaitu bahwa demokrasi memberi ruang bagi ruang publik dan ruang privat, sementara sistem totaliter melindas ruang privat dan hanya mengakui ruang publik. 3</p>
<p>Seterusnya, dalam suatu ruang politik, kehidupan bersama diatur bukan saja oleh hukum tetapi oleh kekuasaan yang ada pada negara. Tidaklah mengherankan bahwa ahli sosiologi seperti Max  Weber mengatakan bahwa negara ditandai oleh satu-satunya hak istimewa yang tidak ada pada lembaga lainnya, yaitu monopoli untuk mempergunakan kekerasan atas cara yang legal. 4  Di samping negara tidak ada lembaga lain mana pun yang dibenarkan menyelesaikan suatu soal dengan memakai kekerasan. Hak untuk memakai kekerasan ini ada pada negara agar dia dapat memaksakan ketundukan tiap orang terhadap hukum yang berlaku. 5</p>
<p>Secara tipologis kita bisa mengatakan bahwa dalam ruang privat seseorang mengembangkan dirinya menjadi individu, menjadi pribadi dan menjadi anggota suatu komunitas, dalam ruang publik dia mengembangkan dirinya menjadi warga suatu negara, dan dalam ruang politik dia menjelma menjadi rakyat suatu pemerintahan yang syah.<br />
Hubungan di antara ruang publik dan ruang politik atau di antara civil society dan negara bersifat regulatif, karena kekuasaan yang ada pada negara dan monopoli penggunaan kekerasaan yang dimiliki negara, harus tunduk kepada pengaturan dan pembatasan oleh hukum positif. Sebaliknya, hubungan di antara ruang politik dan ruang privat atau antara negara dan komunitas-komunitas budaya, bersifat subsidiair. Negara diijinkan masuk dalam ruang privat apabila dibutuhkan bantuannya. Kalau para seniman memerlukan sebuah pusat kesenian, negara dapat diminta bantuan untuk mengadakannya, tetapi negara tidak dibenarkan memaksakan pembangunan sebuah pusat kesenian karena kebetulan ada dana untuk itu, apalagi memaksa para seniman agar memanfaatkan gedung kesenian dan fasilitas yang telah disiapkan oleh negara, atas cara yang ditentukan oleh negara.  </p>
<p>Adalah menarik bahwa hubungan di antara ruang privat dan ruang publik atau di antara komunitas-komunitas budaya dan civil society, bersifat sangat kreatif. Sudah jelas bahwa ruang publik diatur juga oleh nilai-nilai publik, seperti persamaan, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Namun demikian, munculnya ruang publik tidak dengan sendirinya, dan tidak harus menjadi saingan yang menggeser atau menggusur adanya ruang privat dalam komunitas-komunitas budaya. Hal ini dimungkinkan karena hampir semua nilai yang diterima dalam ruang publik dan kemudian berlaku di sana, diambil dari komunitas-komunitas budaya dan kemudian ditransformasikan menjadi nilai publik, setelah semua atribut dan nomenklatur yang bersifat komunal ditanggalkan, sambil substansi nilai itu tetap dipertahankan. Ini perlu dilakukan supaya suatu diskusi publik dapat dilakukan. </p>
<p>Sebuah analogi kiranya dapat menjelaskan hal ini. Bahasa Indonesia telah diresmikan sebagai bahasa nasional, sedangkan bahasa itu diambil dari bahasa Melayu Riau yang sejak berabad-abad berfungsi sebagai lingua franca. Kita tahu, suatu bahasa menjadi lingua franca kalau bahasa itu digunakan sebagai sarana komunikasi tetapi tidak berperan lagi sebagai penunjuk identitas suatu kelompok orang. Seseorang yang fasih berbahasa Inggris dewasa ini, tidak dengan sendirinya berasal dari San Fransisco atau Liverpool. Atau seorang profesor yang memberi kuliah dalam bahasa Spanyol tidak harus berasal dari Madrid. Inilah rupanya sebab yang jarang diungkapkan, mengapa bahasa Melayu dengan mudah diterima sebagai bahasa nasional karena bahasa itu tidak lagi menjadi representasi suatu identitas etnis tertentu, dan telah menjadi sarana komunikasi di antara berbagai kelompok etnis sejak ratusan tahun. Lain halnya kalau bahasa Jawa, bahasa Sunda atau bahasa Bugis diusulkan sebagai bahasa nasional. Mungkin timbul lebih banyak kontroversi dan pertentangan karena bahasa-bahasa besar itu menunjuk dan menjadi penanda suatu identitas etnis tertentu, yang mungkin sekali menimbulkan penolakan dari kelompok etnis lainnya. </p>
<p>Atas cara yang sama kita bisa berbicara tentang nilai-nilai publik. Apabila suatu komunitas budaya hendak menyumbangkan seperangkat nilai-nilainya ke dalam kehidupan publik, maka atribut-atribut dan nomenklatur komunal perlu dihilangkan  (tanpa menghilangkan substansi nilai yang dikandungnya) agar supaya nilai tersebut  dapat dipahami dan diterima oleh kelompok lainnya, karena nilai publik itu telah menjadi suatu nilai bersama meskipun nilai-nilai itu telah lahir dan dikembangkan dalam suatu komunitas budaya tertentu. Etos kapitan perahu yang secara tradisional berlaku di daerah-daerah pesisir di Sulawesi, dilegitimasi oleh nilai-nilai budaya setempat, dan legitimasi itu dilaksanakan karena alasan-alasan sosial atau kosmologis yang berhubung dengan kebudayaan setempat. 6 Namun demikian substansi etos itu dapat dibawa ke ruang publik, dan dapat diusulkan sebagai alternatif terhadap budaya politik Indonesia, yang umumnya diambil dari latarbelakang daerah pertanian. Kecenderungan kepada pola kepemimpinan feodal, atau hubungan patron klien dalam politik Indonesia, jelas berasal dari latar belakang masyarakat dan kerajaan-kerajaan yang berdasarkan pertanian. </p>
<p>Sebagai alternatif terhadap kecenderungan tersebut etos kapitan perahu dapat diusulkan ke dalam diskusi dalam ruang publik, setelah segala alasan budaya yang menjadi dasar dari etos tersebut dan setelah nomenklatur yang bersifat komunal ditanggalkan. Karena pada  dasarnya substansi etos itu – sekali pun tanpa disertai alasan-alasan budaya yang bersifat komunal &#8212; dapat diterapkan dalam politik Indonesia, sebagai negara dengan sifat maritim yang kuat. Ahli sejarah maritim, Prof. Adrian  B. Lapian, pernah mengeritik penamaan Indonesia sebagai negara kepulauan, karena nama itu tidak menunjukkan aspek laut yang merupakan bagian terbesar dari negeri ini. Istilah kepulauan masih memperlihatkan orientasi ke daratan, sedangkan istilah negara kelautan lebih tepat menunjukkan watak negeri ini sebagai kawasan maritim. </p>
<p>Istilah ‘negara kepulauan’ merupakan padanan dalam bahasa Indonesia dari pengertian <em>archipelagic state</em>. Jika kita menyimak arti sesungguhnya dari kata <em>archipelago</em>, maka (menurut kamus Oxford dan Webster) kata ini berasal dari bahasa Yunani yakni <em>arch</em> (besar, utama) dan <em>pelagos</em> (laut). Jadi <em>archipelagic state</em> sebenarnya harus diartikan sebagai ‘negara laut utama’ yang ditaburi dengan pulau-pulau, bukan negara pulau-pulau yang dikelilingi laut. Dengan demikian paradigma perihal negara kita seharusnya terbalik, yakni negara laut yang ada pulau-pulaunya. 7</p>
<p>Dalam kaitan dengan negara kelautan, maka etos kapitan perahu dapat menunjukkan orientasi baru dalam budaya politik Indonesia. Pertama, dalam etos kapitan perahu, seorang pemimpin perahu tidak mungkin didrop begitu saja dari atas, tetapi harus bertumbuh dari bawah dan mencapai pengetahuan dan kematangan tertentu yang dipersyaratkan. Dropping tentu saja bisa dilakukan, akan tetapi risikonya akan sangat tinggi, karena kapitan perahu yang tidak menguasai pengetahuan tentang navigasi, alur pelayanan, arah angin, tanda badai, cara menetapkan arah perahu dengan membaca letak bintang, tidak akan sanggup membawa perahu dan penumpangnya sampai ke tempat tujuan, atau perahunya segera menabrak karang dan tenggelam. Ibaratnya, dia harus membawa perahunya dari Surabaya ke Makasar, tetapi perahunya terdampar di Cilacap.<br />
Kedua, dalam etos ini diharuskan proses pengambilan keputusan yang cepat dan kemampuan mengoreksi keputusan dalam waktu singkat. Ketika menghadapi topan di tengah laut seorang kapitan perahu tidak bisa mengajak berunding para awak dalam musyarawarah selama dua tiga jam. Dia harus memutuskan dengan cepat, misalnya pada pukul 23.00 malam, dan kemudian kalau keputusannya terbukti keliru, dia harus mengoreksinya pada pk. 23.05. Keragu-raguan dalam mengambil keputusan, dan kelambanan atau keengganan untuk mengoreksi keputusan yang salah akan berakibat fatal bagi keselamatan perahunya dan hidup para penumpang perahu. </p>
<p>Ketiga, dalam menghadapi bahaya karamnya perahu maka seorang kapitan perahu akan menjadi orang terakhir yang meninggalkan perahu, setelah penumpang lain mendapat kesempatan menyelamatkan diri atau mendapat pertolongan yang semestinya. Secara tradisional dia dilarang meninggalkan perahunya apabila masih ada penumpang yang membutuhkan pertolongan. Tentu saja seorang kapitan perahu bisa juga ketakutan menghadapi bahaya dan dapat meluputkan dirinya sebelum penumpang lainnya selamat. Akan tetapi hal itu akan merupakan aib yang diceritakan turun-temurun di kampung halamannya, dan turunannya harus menanggung malu untuk waktu yang lama, karena ada kapitan perahu yang demikian pengecut menyelamatkan diri sambil meninggalkan penumpang perahu terkatung di tengah laut,  dihempas ombak dan meninggal ditelan badai.<br />
Tentu saja lukisan tersebut lebih merupakan tipe ideal atau <em>ideal types</em> dalam pengertian Max Weber, yaitu suatu tipe yang dilukiskan dalam kesempurnaan logisnya, sebagai referensi normatif bagi apa yang sesungguhnya terdapat dalam kenyataan empiris. Jadi ada kapitan perahu yang sangat dekat dengan tipe ideal dan ada pula yang sangat jauh dari tipe ideal tersebut, tetapi kita mempunyai pegangan tentang bagaimana seorang kapitan perahu harus berlaku dan bertindak apabila dia berada dalam kondisi ideal untuk menjalankan tugasnya.  </p>
<p>Apa yang dikemukakan di sini tentang etos kapitan perahu, dapat menjadi ilustrasi bahwa seperangkat nilai yang dikembangkan dalam suatu komunitas terbatas, dan dilegitimasi dengan alasan-alasan budaya dalam komunitas itu, dapat ditransfer dan diterapkan di ruang publik, asal saja segala alasan dan atribut yang bersifat komunal telah ditanggalkan (agar supaya dapat dipahami oleh publik yang lebih luas), sambil tetap dipertahankan substansi nilai yang dapat diterapkan juga di luar komunitas itu.<br />
Contoh lain yang mungkin lebih aktual bagi kita adalah masalah hak asasi manusia. Saya yakin bahwa tiap agama dapat mengajukan alasan yang diambil dari ajaran teologinya untuk membenarkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kewajiban tiap orang membela hak tersebut. Akan tetapi dalam debat di DPR atau dalam proses di pengadilan tentang pelanggaran HAM orang tidak bisa lagi mengajukan alasan-alasan teologis dari agamanya masing-masing untuk membela pendapatnya. Karena alasan-alasan teologis termasuk dalam ruang privat tiap agama, sedangkan pengadilan negara mengharuskan suatu rujukan bersama kepada hukum positif. </p>
<p>Namun demikian pentingnya HAM dan sikap militan para aktivis HAM dalam membela hak ini dapat diterangkan dengan latarbelakang religius dari mana paham itu telah mendapat inspirasinya. 8 Untuk mengambil sebuah contoh, dalam tradisi kebudayaan Barat yang Kristen, ada teologi yang mengakar kuat bahwa tiap orang diciptakan seturut citra Allah, <em>imago Dei, das Bild Gottes</em>, atau <em>the image of God</em>. Dalam teologi ini dianut kepercayaan bahwa citra Tuhan itu adalah sesuatu yang suci yang tetap ada dalam diri seseorang, sekali pun dia seorang pencuri, pembunuh, atau seorang yang tidak percaya lagi kepada Tuhan. Kesucian citra ini dalam diri tiap orang tetap harus dihormati karena dua alasan. Pertama, citra itu diberikan oleh Tuhan sendiri dan bukan prestasi orang bersangkutan. Kedua, citra itu tetap hadir dalam diri tiap orang dengan seluruh kesuciannya, meskipun seseorang melakukan perbuatan kriminal yang ekstrim. Setelah mengalami proses sekularisasi yang panjang, konsep citra Tuhan ini tidak begitu kedengaran lagi di Barat, tetapi diganti oleh konsep martabat manusia, yang menjadi sumber segala hak asasi manusia. Nilai yang semula bersifat privat dalam suatu kelompok agama telah menjadi nilai publik dalam civil society.</p>
<p><strong>II</strong></p>
<p>Pandangan bahwa seni termasuk dalam ruang privat, mencapai puncaknya dalam paham dan slogan “seni untuk seni” (<em>art for art’s sake</em>). Paham ini telah muncul dalam kalangan seniman di Barat, dan harus dilihat kemunculannya dalam hubungan dengan perkembangan kebudayaan di Barat juga. Semenjak zaman pertengahan, kehidupan dalam masyarakat Barat praktis dikuasai oleh kendali teologi Kristen katolik, yang ada dalam monopoli gereja Roma katolik. Seni dalam pada itu berkembang sebagai sebuah bagian integral dari kehidupan keagamaan, dan mengabdi kepada keperluan-keperluan yang berhubung dengan pengembangan dan penyempurnaan ibadat. Kesenian, dan khususnya arsitektur Gotik misalnya menjadi dokumen visual tentang hubungan yang erat di antara teologi, kehidupan agama, dan seni. Gagasan tentang Tuhan yang transendental yang berada <em>in excelsis</em>, yaitu berada di tempat yang sangat tinggi, mendapatkan refleksinya secara arsitektural dalam garis-garis vertikal yang sangat dominan dalam arsitektur Gotik, sementara candi-candi katedral dibuat lancip dan runcing menusuk langit, dan mengesankan usaha menggapai sesuatu yang tak terjangkau dari bumi. 9</p>
<p>Ide tentang seni untuk seni adalah usaha pembebasan seni dari tugasnya  sebagai kegiatan yang harus melayani tujuan lain di luar dirinya. Contoh tentang seni dan agama dalam abad pertengahan Eropa dan pembebasan dari fungsi keagamaan seni yang berlangsung semenjak renaisans, memperlihatkan kepada kita bahwa dua sektor yang berada dalam ruang privat (yaitu seni dan agama) dapat memperjuangkan otonominya masing-masing. </p>
<p>Persoalan yang menjadi perhatian kita hari ini adalah bagaimana hubungan yang wajar antara seni sebagai suatu sektor privat dengan masalah-masalah yang ada dalam ruang publik yang direpresentasikan dalam civil society. Pada titik ini pun seni dan khususnya sastra Indonesia memperlihatkan berbagai contoh yang menarik. Pertanyaan pertama adalah apakah suatu isu atau masalah publik harus menjadi rujukan dalam berkesenian? Tanpa perlu beragumentasi lebih panjang, dapatlah dikatakan begitu saja, bahwa paham ini jelas ditolak dalam kalangan seniman. Ketegangan dan bahkan permusuhan antara seniman bebas dan seniman Lekra pada tahun-tahun 1950-an hingga 1960-an patut dicatat sebagai pengalaman yang harus dipelajari dalam sejarah sastra Indonesia, bukannya dihapuskan dari memori kolektif bangsa kita.  </p>
<p>Puisi misalnya tidak harus ditulis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat atau perbaikan kesehatan ibu dan anak. Akan tetapi terhadap isu keadilan dan kemiskinan, sastrawan Indonesia memperlihatkan sikap yang berbeda. Penyair Rendra misalnya dengan tegas mengatakan bahwa sekalipun seni umumnya dan sastra khususnya, harus dikembangkan berdasarkan disiplin artistik, namun dalam pesan yang disampaikannya, seni dapat dan bahkan harus memberi respons kepada masalah keadilan, pemerintahan yang bersih, atau pendidikan nasional yang merupakan sektor-sektor publik. Pendapat ini mempunyai dasar dalam paham Rendra, bahwa seorang seniman bukanlah seorang yang cukup bermewah-mewah dengan segala yang indah, tetapi bertugas memberi kesaksian tentang zamannya. Atau dalam kata-kata Rendra sendiri:</p>
<p><em>Aku mendengar suara / jerit hewan yang terluka. / Ada orang memanah rembulan / ada burung terjatuh dari sarangnya. / Orang-orang harus dibangunkan. / Kesaksian harus diberikan / agar kehidupan bisa terjaga</em> 10</p>
<p>Meski pun demikian dalam memberikan kesaksian ini seniman tetap berpegang pada disiplin artistik yang dimungkinkan dalam dunia seni. Tentang keterlibatannya dalam masalah-masalah publik ini Rendra berkata dalam sebuah sajaknya:</p>
<p><em>Gunung-gunung menjulang / langit pesta warna di dalam senjakala / Dan aku melihat / protes-protes yang terpendam / terhimpit di bawah tilam.</p>
<p>Aku bertanya, / tetapi pertanyaanku / membentur jidat penyair-penyair salon,/ yang bersajak tentang anggur dan rembulan, / sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya, / dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan / termangu-mangu di kaki dewi kesenian</em></p>
<p><em>(kutipan dari “Sajak Sebatang Lisong”)</em> 11</p>
<p>Apa yang dinamakan disiplin artistik rupanya mirip fungsinya dengan metode dalam berkesenian. Ini ada konsekuensinya yang berat buat seniman sendiri. Sebagai perbandingan, dalam ilmu-ilmu sosial berlaku asas bahwa tidak semua masalah sosial dapat diteliti dengan satu macam metode (misalnya statistik atau survei). Apa yang akan menentukan metode yang digunakan adalah masalah yang hendak diselidiki dalam suatu penelitian. Jadi bukan metode yang menentukan masalah yang diteliti, tetapi masalah penelitianlah yang menentukan metode apa yang sebaiknya dipergunakan, ibaratnya orang memukul paku dengan martil, tetapi mencabut paku dengan sebuah tang. </p>
<p>Asas ini diterapkan Rendra dalam konsepnya tentang disiplin artistik. Menurut dia. pekerjaan seorang penyair (atau seniman pada umumnya) menjadi berat, karena dia harus cukup sensitif menangkap masalah zamannya dan memberi kesaksian pribadi tentang masalah tersebut, dan sekaligus dituntut menguasai format artistik yang tepat dan sesuai dengan tuntutan pesannya. Demikianlah, untuk melukiskan pengalaman dan kepekaannya terhadap alam, Rendra merasa cukup memakai simbolisme dan imaji-imaji yang diambil dari tembang-tembang Jawa, yaitu sajak-sajak yang kemudian terhimpun dalam <em>Kakawin Kawin</em> dan <em>Masmur Mawar</em>. Tentang pengantinnya dia berkata:</p>
<p><em>Awan bergoyang, pohonan bergoyang / antara pohonan bergoyang malaikat membayang / dari jauh bunyi merdu lonceng loyang<br />
Sepi syahdu, / madu rindu, / candu rindu,/ gairah kelabu / rebahlah, sayang, rebahkan wajahmu ke dadaku</p>
<p>Langit lembayung, pucuk-pucuk daun lembayung / antara dedaunan lembayung bergantung hati yang ruyung / dalam hawa bergulung antara mantra dan tenung</em></p>
<p><em>(Dari sajak “Nina Bobok Bagi Penganten”)</em> 12</p>
<p>Pada tahapan berikut, khususnya ketika berada di New York, Rendra merasa  terpanggil untuk memberikan suatu tes kepada moral umum yang berlaku dalam masyarakat. Untuk keperluan ini dia merasa simbolisme tidak memadai lagi, dan dia harus mencari format artistik lain yang didukung oleh filsafat antropologi dan pengalaman mistik. Disiplin artistik pada tahap ini dikembangkan dari kombinasi dan tegangan antara misteri dan ambiguitas, yang tampil dalam metafor-metafor yang surealistis sebagaimana terlihat dalam kumpulan sajak <em>Blues Untuk Bonnie</em>. Tentang seorang Negro tua yang bernyanyi dengan gitar dalam sebuah café di kota Boston, sambil berkisah tentang gubuk-gubuk tua orang Negro di Georgia, Rendra berkata:</p>
<p><em>Georgia, / Georgia yang jauh disebut dalam nyanyinya / istrinya masih di sana / setia tapi merana / anak-anak Negro bermain di selokan, / tak krasan sekolah. / Yang tua-tua jadi pemabuk dan pembual / banyak hutangnya / Dan di hari Minggu  mereka pergi ke gereja yang khusus untuk Negro / Di sana bernyanyi / terpesona pada harapan akherat / karena di dunia mereka tak berdaya</em></p>
<p><em>Georgia. / Lumpur yang lekat di sepatu / </p>
<p>Gubuk-gubuk yang kurang jendela. / Duka dan dunia / sama-sama telah tua. / Sorga dan neraka / keduanya asing pula. / Dan Georgia? / Ya, Tuhan / Setelah begitu jauh melarikan diri / masih juga Georgia menguntitnya</em></p>
<p><em>(Dari sajak “Blues Untuk Bonnie”)</em> 13   </p>
<p>Seterusnya antara 1971 dan 1978, menurut pengakuannya sendiri, Rendra memusatkan perhatian pada soal-soal sosial-ekonomi dan sosial-politik, untuk memberikan suatu tes kepada relevansi politis dalam kehidupan publik. Dia menulis beberapa sajak sosial-politis yang kemudian dikumpulkan dalam kumpulan sajak Potret Pembangunan Dalam Puisi dan juga dalam Orang-Orang Rangkasbitung. Untuk keperluan ini dia merasa peralatan estetik dalam metafor-metafor surealistis tidak memadai lagi dan dia mencari format artistik baru melalui analisa struktural ilmu sosial, dan mencoba menggarap metafor-metafor yang lebih grafis dan plastis. 14  Dalam melukiskan perjuangan cinta antara Saijah dan Adinda, plastisitas itu tampil dalam format yang mendekati taraf ideal:</p>
<p><em>Adinda! Adinda! / Kemiskinan telah memisahkan kita / sepuluh tahun menahan dahaga asmara / alangkah sulit cinta di zaman edan, / di dalam hidup penuh ancaman. / Semua hak dianggap salah. / Tak punya apa-apa dianggap sampah / Alangkah hina orang yang kalah.  / Meskipun miskin tanpa daya / aku toh harus berupaya / karena takut gila / dan dosa</em></p>
<p><em>(Dari sajak “Nyanyian Saijah untuk Adinda”)</em> 15 </p>
<p>Respons seni terhadap masalah publik tidak selalu mudah dilakukan karena ada tuntutan yang lebih tinggi kepada para seniman, untuk selalu mencari disiplin artistik dan format estetik yang dapat mendukung pesan yang hendak disampaikan. Kesulitan besar akan muncul kalau seorang penyair misalnya, hanya menguasai satu bentuk pengucapan, satu disiplin artistik, dan memaksakan disiplin tersebut sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai pesan yang berbeda wataknya. Dalam kasus Rendra, simbolisme yang berhasil mengungkapkan pergaulan penyair dengan alam, barangkali akan menjadi gagap kalau dipaksakan juga menjadi sarana untuk mengekspresikan kesadaran sosial atau kesadaran politis. </p>
<p>Kita bertanya: mengapa gerangan seorang penyair perlu melibatkan dirinya dalam masalah-masalah publik yang muncul dalam civil society dan masalah kekuasaan yang muncul dalam politik? Dalam paham Rendra, ini harus dilakukan karena perlu dilakukan dan dapat dilakukan oleh kesenian, meskipun dia tidak banyak menguraikan mengapa hal ini ini perlu dan dapat dilakukan. </p>
<p>Dalam pandangan saya, seni dapat memainkan peranan penting dalam memberi respons kepada isu-isu publik sekurang-kurangnya karena dua alasan. Pertama, kita mengetahui bahwa baik dalam ruang privat maupun dalam ruang publik selalu ada nilai-nilai yang menjadi pegangan. Namun demikian, realisasi nilai-nilai itu terlaksana melalui berbagai pranata yang melembagakan suatu nilai. Nilai-nilai demokrasi diwujudkan dalam lembaga-lembaga politik seperti Pemilu, DPR, dan kebebasan pers, atau nilai keadilan diwujudkan dalam lembaga-lembaga peradilan. Namun demikian, kesulitan selalu timbul karena hubungan di antara nilai dan lembaga yang mengejawantahkannya bersifat asimetris. </p>
<p>Maka nilai hanya dapat diwujudkan melalui suatu pranata (sebagaimana cinta lelaki perempuan diwujudkan dalam lembaga perkawinan), tetapi adanya suatu pranata tidak dengan sendirinya merealisasikan nilai yang direpresentasikannya (seperti juga tidak setiap perkawinan menjadi tempat penjelmaan cinta lelaki dan perempuan). Pemilu merepresentasikan hak rakyat untuk menentukan sistem pemerintahannya, tetapi pelaksanaan Pemilu tidak dengan sendirinya mewujudkan hak rakyat tersebut (misalnya karena penggunaan pemaksaan dalam pemberian suara, atau karena rakyat dipikat dengan sejumlah uang sogok untuk mendapatkan suara yang diinginkan). Lembaga pengadilan merepresentasikan nilai keadilan, tetapi tidak setiap lembaga pengadilan merealisasikan keadilan bagi para pencari keadilan sebagaimana mestinya, apalagi kalau lembaga-lembaga itu sudah dikuasai oleh semacam jaringan mafia peradilan. </p>
<p>Kedua, setiap orang yang menggunakan pengamatannya dengan cermat dapat melihat kesenjangan antara nilai dan lembaga yang mengejawantahkannya. Namun demikin, ketajaman dalam melihat dan merasakan kesenjangan itu ada secara khusus dalam diri para seniman, Ini bukan karena para seniman lebih saleh, lebih sadar hukum, atau lebih berkomitmen terhadap transparansi, tetapi karena dalam menciptakan karya-karya kreatif yang berhasil, para seniman  harus memenuhi tuntutan otentisitas pesan yang hendak disampaikan , dan orisinalitas ekspresi dalam pengungkapan pikiran dan perasaan. Otentik berarti bahwa suatu pesan yang diungkapkan, merupakan hasil pergulatan pribadi yang intens dan total, dan bukan sekedar buah pikiran intelektual atau letupan entusiasme emosional. </p>
<p>Pesan yang otentik berbeda dari pesan yang benar, karena kebenaran pesan diukur berdasarkan kesesuaian antara apa yang dikatakan dan apa yang ditunjuk oleh oleh pesan bersangkutan, sedangkan otentisitas ditentukan oleh kesesuaian antara apa yang dikatakan dan keyakinan serta penghayatan orang yang mengatakannya. Demikian pun orisinalitas berarti bahwa cara mengungkapkan suatu pesan, mencerminkan hasil suatu perjuangan khusus untuk mendapatkan bentuk penyampaian yang unik. Keistimewaan sebuah karya seni ialah bahwa baik isi pesan maupun bentuk penyampaiannya sekaligus merupakan pancaran kepribadian seorang seniman yang memperlihatkan secara ideal keunikan tiap pribadi manusia dan kemampuan tiap pribadi menyampaikan satu aspek kenyataan hidup secara khas.</p>
<p>Tidak mengherankan bahwa para seniman akan sangat peka terhadap segala pesan, juga pesan dan pernyataan yang disampaikan dalam ruang publik dan bahkan dalam ruang politik (misalnya janji politik untuk lebih memperhatikan pendidikan atau pernyataan mengenai kesejahteraan rakyat). Pesan-pesan dan pernyataan tersebut akan diuji berdasarkan kriteria seniman dalam menilai sebuah karya seni, yaitu otentisitas peryataan, dan orisinalitas ekspresi. Sebuah pernyataan yang tidak otentik, hampir dengan sendirinya tidak mencerminkan pikiran dan perasaan orang yang mengucapkannya, mana pula komitmen pribadinya terhadap pernyataannya. Demikian pun sebuah pernyataan yang tanpa orisinalitas hanya merupakan replika ucapan orang lain, atau reproduksi slogan dan wacana umum, sehingga tidak mengesankan sebagai suatu ungkapan pribadi yang telah mengalami pergulatan dalam mencari bentuk ekspresi yang unik. Apa yang tidak otentik menjadi palsu, dan ekspresi yang tanpa orisinalitas menjadi kodian. Tentang kesenjangan ini penyair Rendra membuat semacam deklarasi dalam puisi:</p>
<p><em>Aku tulis pamplet ini / karena lembaga pendapat umum /ditutupi jaring laba-laba / Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk / dan ungkapan diri ditekan / menjadi peng-iya-an</p>
<p>Apa yang terpegang hari ini / bisa luput besok pagi / ketidakpastian merajalela / di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki / menjadi marabahaya / menjadi isi kebon binatang</p>
<p>(Dari sajak “Aku Tulis Pamplet Ini”)</em> 16</p>
<p>Dan tentang otentisitas pernyataan dan orsinalitas ekspresi Rendra berkata:</p>
<p><em>Apakah artinya janji yang ditulis di pasir? / Apakah artinya pegangan yang hanyut di air? / Apakah artinya tata warna dari naluri rendah kekuasaan? / Apakah artinya kebudayaan plastik dan imitasi ini?</p>
<p>(Dari sajak “Ketika Udara Bising”)</em> 17</p>
<p>Kesenjangan antara nilai dan wujud pengejawantahannya adalah jamak dalam kebudayaan. Akan tetapi seni tidak memberikan toleransi kepada diskrepansi ini karena otentisitas akan menuntut bahwa nilai harus dihayati secara total dan tuntas, dan diinternalisasi menjadi personal, sementara orisinalitas tidak berkompromi dengan imitasi, duplikasi, reproduksi dan pretensi. Semua ini tidak berhubung dengan moral umum, tetapi tetapi dengan moral pribadi, yaitu apa yang diyakini sebagai disiplin yang menjamin daya cipta. Namun demikian apa yang oleh kalangan seniman dikemukakan sebagai syarat estetik dapat  menjadi referensi bagi kejujuran moral dan akuntabilitas politik.</p>
<p><strong>III</strong></p>
<p>Hubungan di antara ruang privat dan publik tidak selalu jelas, karena kedua bidang itu tidak merupakan dua medan yang terputus, tetapi bersambung secara dinamis. Hubungan itu menjadi kontroversi yang belum selesai sampai hari ini dalam bidang yang kita namakan ekonomi. Apakah ekonomi termasuk dalam ruang privat atau ruang publik?</p>
<p>Semenjak Adam Smith sudah dimaklumkan bahwa yang mengendalikan tingkahlaku ekonomi tidak lain dari kepentingan perorangan, kepentingan pribadi. Penjual roti membuka tokonya bukan untuk memberi makan kepada mereka yang membutuhkan, tetapi untuk mendapat untung bagi dirinya. 18  Diandaikan bahwa bila setiap orang bekerja dan berjuang untuk kepentingan dirinya, maka ada tangan tersembunyi yang akan mengatur kepentingan-kepentingan pribadi itu sehingga menguntungkan semua orang. Campur tangan kebijakan publik apalagi intervensi politik dalam pasar, hanya akan mengakibatkan distorsi yang mengganggu kinerja <em>invisible hands</em>, dan pada giliran berikutnya mengganggu kepentingan bersama.</p>
<p>Untuk mempersingkat pembicaraan ini, dapat kita katakan bahwa ekonomi dapat dipandang sebagai ruang privat, tempat setiap orang mencari ikhtiar untuk menciptakan kehidupan yang baik, dan memberi jawaban kepada <em>the question of good life</em> yang menjadi tema dalam ruang privat. Namun demikian, dalam prakteknya impian Adam Smith tidak selalu menjadi kenyataan, karena kemakmuran suatu golongan acapkali tercipta karena golongan lain yang lebih besar disingkirkan dari akses ke sumber daya ekonomi. Pada saat itu muncul ketidakk-adilan, khususnya ketidak-adilan distributif, sehingga ekonomi menjadi persoalan keadilan, persoalan publik. Para ahli ekonomi sendiri sudah sejak lama mengakui bahwa apa yang dinamakan Pareto Optimal tidak pernah ada, yaitu keadaan di mana seorang mendapat keuntungan lebih banyak, tanpa menimbulkan kerugian pada pihak lain. </p>
<p>Dengan cara yang amat disederhanakan dapat dikatakan bahwa sejauh menyangkut kehidupan yang baik atau <em>good life</em> ekonomi termasuk dalam ruang privat, sedangkan sejauh menyangkut keadilan dan ketidak-adilan maka ekonomi masuk dalam ruang publik. Kita tahu, persoalan mengenai sifat privat dan publik dalam ekonomi sudah menjadi bahan perdebatan para ahli dari tahun ke tahun bahkan dari abad ke abad. Dalam negara-negara sosialis ekonomi seluruhnya menjadi masalah publik, sedangkan negara-negara demokrasi selalu berdebat tentang <em>trade-off</em> atau pergeseran antara ekonomi sebagai ruang privat dan ruang publik. Di Indonesia masalah itu menjelma menjadi debat tentang peran pasar dan peran negara dalam ekonomi, dan pilihan antara liberalisasi pasar sebagaimana diusulkan oleh Washington Consensus pada 1994 dan peran kebijakan publik dalam ekonomi.  Sementara itu kalau kemiskinan belum menurun, lapangan kerja tetap sulit, dan harga barang terus naik, apakah hal ini harus dilihat sebagai kegagalan pasar atau kegagalan pemerintah?</p>
<p>Masalah ini berada di luar pokok pembicaraan hari ini, tetapi mempunyai implikasi tertentu terhadap persoalan seni dan civil society. Dari satu pihak sudah dikatakan bagaimana seni dapat merespons masalah-masalah dalam civil society. Masalah lain adalah apakah tema-tema kesenian mempunyai semacam akar sosial-ekonomi dan sosial politik, yang kemudian bertunas dan berkembang sebagai sebuah karya kreatif seni? Apakah seorang seniman, disengaja atau pun tidak, dinyatakan atau pun disembunyikan, memperlihatkan sesuatu yang menyangkut latarbelakang dan konteks konteks sosial-ekonomis dan sosial-politisnya, meski pun hubungan itu telah ditransformasi melalui sublimasi estetik dan sofistikasi artistik? Di antara pemikir-pemikir tersebut ada kesepakatan bahwa ada hubungan itu, ada semacam <em>social underpinnings</em> dari tiap karya seni. Masalahnya adalah bagaimana bentuk dan wujud hubungan tersebut? 19</p>
<p>Filosof Adorno misalnya beranggapan bahwa bukan hanya karya seni tetapi tiap teori ilmu pengetahuan harus dipandang pertama-tama sebagai teori tentang masyarakat di mana teori tersebut diproduksikan. Namun demikian, dalam hal seni, sebuah karya bukannya menjadi pantulan atau refleksi keadaan sosial ekonomi dan sosial politis masyarakat, melainkan lebih menjadi antitesa terhadapnya dan berada dalam tegangan dialektis dengan masyarakatnya. 20  Habermas dengan mengikuti rekannya Walter Benjamin berpendapat bahwa dalam masyarakat borjuis yang kapitalis banyak kebutuhan manusia yang berhubung dengan rasionalitas nilai (<em>Wertrationalitaet</em>) sudah tidak mendapat tempat yang pantas dan bahkan diperlakukan sebagai ilegal, karena tidak memenuhi tuntutan rasionalitas instrumental (<em>Zweckrationalitaet</em>) yang menjadi pedoman satu-satunya dunia industri yang kapitalis. Beberapa dari kebutuhan tersebut adalah pergaulan mimetis dengan alam, pergaulan dengan badan, keinginan untuk hidup solider dengan orang lain, serta keinginan untuk merasakan kebahagiaan menghayati pengalaman komunikasi yang tidak serba pragmatis. Semua ini kemudian tertampung dalam kesenian yang memberi tempat secara real atau secara virtual untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut. 21</p>
<p>Paham-paham filosofis dan sosiologis itu dapat ditarik implikasinya untuk kehidupan kesenian di Indonesia. Kalau setiap karya seni mempunyai semacam <em>social underpinnings</em> atau akar kemasyarakatan, maka kosekuensi apa yang dapat kita tarik dari sana?</p>
<p>Pertama, dapatkah dengan mendalami karya-karya seni di Indonesia, kita memperoleh suatu impresi bahkan pengetahuan mengenai perkembangan masyarakat kita, karena kesenian melalui sofistikasi estetis dan sublimasi artistik dapat mengungkapkan berbagai masalah sosial kita atas caranya sendiri, baik dengan menyatakannya maupun dengan menyembunyikannya? Kita tahu bahwa dalam simbolisme seseorang dapat menyatakan sesuatu dengan menyembunyikan, dan dapat menyembunyikan sesuatu dengan menyatakannya. Kedua, sekalipun karya seni dapat menjadi tempat konflik-konflik sosial ekonomi diungkapkan secara tersirat dan tersembunyi, apakah hal ini berarti bahwa seni dapat menjadi tempat seseorang menyembunyikan diri dan menghindari konflik-konflik sosial ekonomi, atau harus menjadi tempat orang mengungkapkan konflik-konflik tersebut sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap perkembangan yang ada dalam masyarakat? </p>
<p>Jawaban terhadap pertanyaan tersebut hanya dapat diberikan oleh para seniman sendiri berdasarkan opsi pribadi yang mereka tentukan sendiri, dan berdaarkan penguasaan mereka terhadap masalah masyarakatnya dan ketrampilan mereka dalam menggunakan format estetik dan disiplin artistik yang mendukung pesan yang hendak disampaikan. Kita dapat berbahagia bahwa ada seniman-seniman kita seperti penyair Rendra telah menyatakan sikapnya secara gamblang, tanpa keraguan:</p>
<p><em>Orang-orang miskin di jalan / yang tinggal di dalam selokan / yang kalah dalam pergulatan,/ yang diledek impian, /  janganlah mereka ditinggalkan</p>
<p>(Dari sajak “Orang-Orang Miskin”) </em> 22</p>
<p>Pesan penyair ini tentu saja tidak hanya tertuju kepada rekan-rekannya para seniman, dan khususnya para penyair Indonesia, tetapi kepada semua kita sebagai penghuni yang sah dari civil society yang bernama Indonesia.</p>
<p><strong><em>Jakarta, 31 Oktober 2009</em></strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Catatan kaki:</p>
<p>1. Kutipan dari Rendra, <em>Perjalanan Bu Aminah</em> (kumpulan sajak), Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1997 : 1.</p>
<p>2. Distingsi privat dan publik ini dibuat berdasarkan teori liberal sebagaimana diuraikan oleh Bruce Ackerman dalam bukunya <em>Social Justice in the Liberal State</em> (1980) yang dibahas oleh Seyla Benhabib “Models of Public Space: Hannah Arendt, the Liberal Tradition, and Juergen Habermas” dalam Craig Calhoun (ed.), <em>Habermas And The Public Sphere</em>, Cambridge – Massachusetts – London, The MIT Press, 1992 : 81 -85.</p>
<p>3. Peter Uwe Hohendahl, “The Public Sphere: Models and Boundaries”, dalam Craig Calhoun (ed.), op.cit.: 100 -101.</p>
<p>4. Max Weber menamakannya “das Monopol legitimer Gewaltsamkeit” atau monopoli penggunaan kekerasan secara legitim, sebagai hak istimewa negara di samping haknya menarik pajak. Lihat Max Weber, Wirtschaft und Gesellschaft, Tuebingen, J.C.B. Mohr, 1985 (1922) : 821 – 824.</p>
<p>5. Tentang pembagian ruang privat, ruang publik dan ruang politik lihat Juergen Habermas, <em>Strukturwandel der Oeffentllichkeit</em>, Darmstadt &amp; Neuwied, Luchterhand Verlag, 1980 : 42 – 46.</p>
<p>6. Konsep “kapitan perahu” dikemukakan oleh Prof. Mattulada berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukannya tentang budaya pesisir di Sulawesi.</p>
<p>7. Adrian B. Lapian, <em>Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX</em>, Jakarta, Komunitas Bambu, 2009 : 2.</p>
<p>8. T. S. Kuhn, seorang ahli sejarah ilmu pengetahuan, mengemukakan dalilnya bahwa suatu teori ilmu pengetahuan sering menimbulkan sikap militan dalam kalangan penganutnya untuk membelanya. Hal ini disebabkan karena selain isi empirisnya, ada semacam metaphysical underlay dalam setiap teori, yang berhubung dengan pandangan dunia dan pandangan hidup seseorang. Berubahnya sebuah teori ilmu pengetahuan dikuatirkan akan mengganggu pandangan dunia dan pandangan hidup seseorang. Lihat T. S. Kuhn, <em>The Structure of Scientifc Revolution</em>, Chicago, University of Chicago Press, 1962 : 58 -61.</p>
<p>9. Dr. Wendelin Rauch &amp; Dr. Jakob Hommes (ed.), <em>Lexikon des Katholischen Lebens</em>, Freiburg, Verlag Herder, 1952, sub voce “Kunst”.</p>
<p>10. Kutipan diambil dari wawancara Hardi dan Rendra “Rendra: Saya Punya Mental Juara”, dimuat dalam Edi Haryono (ed.), Ketika Rendra Baca Sajak, Kepel Press, 2004 : 133 – 134.</p>
<p>11. Rendra, <em>Potret Pembangunan Dalam Puisi</em>, Jakarta, Pustaka Jaya, 1993 : 34.</p>
<p>12. Rendra, <em>Empat Kumpulan Sajak</em>, Jakarta, Pustaka Jaya, 1994 : 44.</p>
<p>13. Rendra, <em>Blues Untuk Bonnie</em>, Jakarta, Burungmerak Press, 2008 : 18.</p>
<p>14. Tentang perkembangan disiplin artistik baca uraian Rendra dalam Rendra, <em>Mempertimbangkan Tradisi</em> (diedit oleh Pamusuk Eneste), Jakarta, Gramedia, 1984 : 61 -70.</p>
<p>15. Rendra, <em>Orang-Orang Rangkasbitung</em>, Depok, Rakit, 2001 : 32 – 33.</p>
<p>16. Rendra, <em>Potret Pembangunan Dalam Puisi</em> : 31</p>
<p>17. Rendra, <em>Perjalanan Bu Aminah</em>, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 1997 : 19.</p>
<p>18. Kutipan yang sangat terkenal dari Adam Smith berbunyi: <em>“It is not from the benevolence of the butcher, the brewer, or the baker that we expect our dinner, but from their regard to their own interest. We address ourselves, not to their humanity but to their self-love, and never talk to them of our own necessities but of their advantages”</em>, Lihat Adam Smith, <em>The Wealth of Nations</em>, vol.I, London, J.M. Dent &amp; Sons Ltd, 1957 : 13.</p>
<p>19. Masalah ini telah saya bahas dalam tulisan saya yang lain tentang “Pergeseran Moral, Perkembangan Kesenian dan Perubahan Sosial”, dalam Ignas Kleden, <em>Sastra Indonesia Dalam Enam Pertanyaan</em>, Jakarta, Grafiti &amp; Freedom Institute, 2004 : 367 – 403.</p>
<p>20. Theodore W. Adorno, <em>Aesthetische Theorie</em>, Frankfurt a.M., Suhrkamp, 1977 : 19.</p>
<p>21. Juergen Habermas, <em>Kultur und Kritik</em>, Frankfurt a.M., Suhrkamp : 318.</p>
<p>22. Rendra, <em>Potret Pembangunan Dalam Puisi</em> : 82 82.</p>
<p>•••</p>
Posted in Identitas KeIndonesiaan/Our National Identity, Miscellaneous Tagged: DR. Ignas Kleden, Pidato Kebudayaan 2009, Seni dan Civil Society <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11686/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11686&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/16/pidato-kebudayaan-2009-seni-dan-civil-society-oleh-dr-ignas-kleden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Karya-karya Max Kisman (Dutch Graphic Designer)</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/15/pameran-karya-karya-max-kisman-dutch-graphic-designer/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/15/pameran-karya-karya-max-kisman-dutch-graphic-designer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 15:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi desain]]></category>
		<category><![CDATA[DKV UNIKA Soegijapranata]]></category>
		<category><![CDATA[Dutch Graphic Designer]]></category>
		<category><![CDATA[Max Kisman]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11697</guid>
		<description><![CDATA[ 
DKV UNIKA Soegijapranata Semarang bekerjasama dengan Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, dan Widya Mitra menyelenggarakan pameran karya Max Kisman.
Max Kisman adalah seorang Desainer Grafis kelahiran Belanda 1953, yang menamatkan pendidikan desainnya di Rietveld Academy, Amsterdam 1977. 
Pertengahan 1980, Kisman mempelopori digitalisasi desain pada desain majalah, tipografi dan poster. Kisman pernah menjabat sebagai Kepala Desainer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11697&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-1.jpg?w=426&#038;h=604" alt="max kisman 1" title="max kisman 1" width="426" height="604" class="aligncenter size-full wp-image-11698" /></a> </p>
<p>DKV UNIKA Soegijapranata Semarang bekerjasama dengan Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, dan Widya Mitra menyelenggarakan pameran karya Max Kisman.</p>
<p>Max Kisman adalah seorang Desainer Grafis kelahiran Belanda 1953, yang menamatkan pendidikan desainnya di Rietveld Academy, Amsterdam 1977. </p>
<p>Pertengahan 1980, Kisman mempelopori digitalisasi desain pada desain majalah, tipografi dan poster. Kisman pernah menjabat sebagai Kepala Desainer Grafis pada stasiun televisi VPRO di Belanda.</p>
<p>Gaya khas Kisman adalah mengurangi kerumitan informasi menjadi bentuknya yang paling sederhana, mencari intinya dan terkadang abstraksi.</p>
<p>Sebuah kompleksitas, dalam kesederhanaan.</p>
<p>Acara ini terbuka untuk umum.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-2.jpg?w=437&#038;h=604" alt="max kisman 2" title="max kisman 2" width="437" height="604" class="aligncenter size-full wp-image-11699" /></a></p>
<p><em>Profil Max Kisman</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-3.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-3.jpg?w=427&#038;h=604" alt="max kisman 3" title="max kisman 3" width="427" height="604" class="aligncenter size-full wp-image-11700" /></a></p>
<p><em>Peta Lokasi dan Peta Galeri DKV</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-4.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-4.jpg?w=600&#038;h=211" alt="max kisman 4" title="max kisman 4" width="600" height="211" class="aligncenter size-full wp-image-11701" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-5.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-5.jpg?w=600&#038;h=210" alt="max kisman 5" title="max kisman 5" width="600" height="210" class="aligncenter size-full wp-image-11702" /></a></p>
<p><em>Katalog Mini Karya Max Kisman</em></p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: digitalisasi desain, DKV UNIKA Soegijapranata, Dutch Graphic Designer, Max Kisman, pameran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11697/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11697&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/15/pameran-karya-karya-max-kisman-dutch-graphic-designer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">max kisman 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">max kisman 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">max kisman 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">max kisman 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/max-kisman-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">max kisman 5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Fotografi Fendi Siregar &#8220;Sisi Lain Serat Centhini&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/15/pameran-fotografi-fendi-siregar-sisi-lain-serat-centhini/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/15/pameran-fotografi-fendi-siregar-sisi-lain-serat-centhini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 12:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Fendi Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[pameran fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Serat Centhini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11692</guid>
		<description><![CDATA[
Posted in News&#38;Events Tagged: Fendi Siregar, pameran fotografi, Serat Centhini      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11692&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fendi-inv_1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fendi-inv_1.gif?w=1024&#038;h=341" alt="fendi-inv_1" title="fendi-inv_1" width="1024" height="341" class="aligncenter size-large wp-image-11693" /></a></p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Fendi Siregar, pameran fotografi, Serat Centhini <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11692/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11692&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/15/pameran-fotografi-fendi-siregar-sisi-lain-serat-centhini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fendi-inv_1.gif?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">fendi-inv_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reportase Momentum 10 DKV Binus</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/reportase-momentum-10-dkv-binus/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/reportase-momentum-10-dkv-binus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 00:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV Binus University, Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[ameran Buku Arsip Visual Terpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Creative Inspiring Talkshow “DKV dan Nasionalisme”]]></category>
		<category><![CDATA[DKV Binus University]]></category>
		<category><![CDATA[Fresh n Brite 09]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum 10]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran 10 Poster “Neo Nasionalisme”]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11634</guid>
		<description><![CDATA[MOMENTUM 10 – Dasawarsa DKV Binus
Masih berlanjut….
Fresh &#8216;n Brite 09 &#8211; DKV Binus
Fresh ‘n Brite adalah tradisi positif yang selalu diselenggarakan oleh DKV Binus di setiap angkatan kelulusannya. Mempresentasikan kelulusan terbaik karya Tugas Akhir dengan nilai ’grade A’ untuk dipertemukan dengan calon pengguna industri DKV. Keunikan dari pameran karya Fresh ‘n Brite ’09 ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11634&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>MOMENTUM 10 – Dasawarsa DKV Binus<br />
Masih berlanjut….</p>
<p><strong>Fresh &#8216;n Brite 09 &#8211; DKV Binus</strong></p>
<p>Fresh ‘n Brite adalah tradisi positif yang selalu diselenggarakan oleh DKV Binus di setiap angkatan kelulusannya. Mempresentasikan kelulusan terbaik karya Tugas Akhir dengan nilai ’grade A’ untuk dipertemukan dengan calon pengguna industri DKV. Keunikan dari pameran karya Fresh ‘n Brite ’09 ini adalah semua karya yang ditampilkan memiliki topik dan tema dengan muatan lokal yang kental. Fresh ‘n Brite ’09 mengambil topik ‘We can be heroes’ berani dan bangga mengolah problematika komunikasi yang nyata ada di sekitar kita.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0013.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0013.gif?w=600&#038;h=400" alt="Momentum_DKV-Binus_Lister_0013" title="Momentum_DKV-Binus_Lister_0013" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11635" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0008.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0008.gif?w=491&#038;h=736" alt="Momentum_DKV-Binus_Lister_0008" title="Momentum_DKV-Binus_Lister_0008" width="491" height="736" class="aligncenter size-full wp-image-11636" /></a></p>
<p><em>Suasana pembukaan Pameran ‘Momentum10 – Dasawarsa DKV Binus’, 9-15 November 2009, di fX Lifestyle X’enter, Senayan Jakarta.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/14-karya-tugas-akhir-mahasiswa-dkv-binus-university-dalam-pameran-fresh-‘n-brite-09/">14 Karya Tugas Akhir Mahasiswa DKV Binus University dalam Pameran &#8220;Fresh ‘n Brite 09&#8243;</a></strong></p>
<p>Ada 14 proyek Tugas Akhir yang dipresentasikan, karya: Adri Prastowo &#8211; Aisha  &#8211; Andika – Chrisna Handayani – Citra Sudiro – Danu Yudhistiro – Dimas – Edy Galaxy &#8211; Erin Citra – Gillian – I Wayan – Lina Angela – Monique – Pandu Nugraha.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>Pameran Buku Arsip Visual Terpanjang &#8211; DKV Binus<br />
‘TEN &#8211; Local Content Contemporary Spirits’</strong></p>
<p>Arsip visual terpanjang adalah kumpulan karya perkuliahan tugas kelas hingga karya bebas/ eksperimen, dari setiap angkatan sepanjang 10 tahun perjalanan penyelenggaraan pendidikan DKV Binus dari tahun 1999 &#8211; 2009.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/picture-6.png"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/picture-6.png?w=565&#038;h=800" alt="Picture 6" title="Picture 6" width="565" height="800" class="aligncenter size-full wp-image-11652" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/buku-panjang-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/buku-panjang-1.jpg?w=600&#038;h=119" alt="buku panjang 1" title="buku panjang 1" width="600" height="119" class="aligncenter size-full wp-image-11650" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/buku-panjang-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/buku-panjang-2.jpg?w=600&#038;h=119" alt="buku panjang 2" title="buku panjang 2" width="600" height="119" class="aligncenter size-full wp-image-11651" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0010.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0010.gif?w=491&#038;h=736" alt="Momentum_DKV-Binus_Lister_0010" title="Momentum_DKV-Binus_Lister_0010" width="491" height="736" class="aligncenter size-full wp-image-11653" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0012.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0012.gif?w=491&#038;h=736" alt="Momentum_DKV-Binus_Lister_0012" title="Momentum_DKV-Binus_Lister_0012" width="491" height="736" class="aligncenter size-full wp-image-11654" /></a></p>
<p><em>Display dan suasana prosesi pembentangan Arsip Visual Terpanjang – perjalanan pendidikan 10 tahun DKV Binus.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/pameran-10-poster-neo-nasionalisme-dari-dkv-binus-university/">Pameran 10 Poster “Neo Nasionalisme” dari DKV Binus University</a><br />
Cara pandang baru generasi muda dalam melihat realitas problematik di negerinya. </p>
<p>Menampilkan 10 poster karya mahasiswa dan dosen DKV Binus. Setiap poster mencoba mengetengahkan realitas masalah, isu-isu aktual yang terjadi di negeri ini dari berbagai topik. Pesan yang disampaikan bisa sangat provokatif kritis terhadap keadaan, atau sebaliknya justru kontemplatif menawarkan inspirasi solusi untuk keadaan yang lebih baik. 10 poster yang mengajak perubahan perbaikan.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/creative-inspiring-talkshow-dkv-dan-nasionalisme/">Creative Inspiring Talkshow “DKV dan Nasionalisme”</a></p>
<p><strong>Talkshow</strong><br />
&#8216;GREEN BRANDS&#8217;<br />
by Alexandra Bastedo (Client Director &#8211; Landor Associates)<br />
f3 Atrium | Saturday | Nov 14, 2009 | 15.00 hrs</p>
<p><strong>Talkshow</strong><br />
&#8216;NEO-NATIONALISM: Perspectives of the Rising Stars&#8217;<br />
by WAKUL (Wadah Kumpul Alumni) DKV Binus<br />
f3 Atrium | Sunday | Nov 15, 2009 | 15.00 hrs</p>
<p>All free! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>•••</p>
Posted in DKV Binus University, Jakarta, Miscellaneous Tagged: ameran Buku Arsip Visual Terpanjang, Creative Inspiring Talkshow “DKV dan Nasionalisme”, DKV Binus University, Fresh n Brite 09, Momentum 10, Pameran 10 Poster “Neo Nasionalisme” <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11634&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/reportase-momentum-10-dkv-binus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0013.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Momentum_DKV-Binus_Lister_0013</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0008.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Momentum_DKV-Binus_Lister_0008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/picture-6.png" medium="image">
			<media:title type="html">Picture 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/buku-panjang-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku panjang 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/buku-panjang-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku panjang 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0010.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Momentum_DKV-Binus_Lister_0010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/momentum_dkv-binus_lister_0012.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Momentum_DKV-Binus_Lister_0012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran 10 Poster &#8220;Neo Nasionalisme&#8221; dari DKV Binus University</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/pameran-10-poster-neo-nasionalisme-dari-dkv-binus-university/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/pameran-10-poster-neo-nasionalisme-dari-dkv-binus-university/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 00:00:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV Binus University, Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[DKV Binus University]]></category>
		<category><![CDATA[Neo Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pameran poster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11648</guid>
		<description><![CDATA[Pameran 10 Poster ‘Neo Nasionalisme’
Cara pandang baru generasi muda dalam melihat realitas problematik di negerinya. 
Menampilkan 10 poster karya mahasiswa dan dosen DKV Binus. Setiap poster mencoba mengetengahkan realitas masalah, isu-isu aktual yang terjadi di negeri ini dari berbagai topik. Pesan yang disampaikan bisa sangat provokatif kritis terhadap keadaan, atau sebaliknya justru kontemplatif menawarkan inspirasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11648&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pameran 10 Poster ‘Neo Nasionalisme’</strong><br />
<strong>Cara pandang baru generasi muda dalam melihat realitas problematik di negerinya.</strong> </p>
<p>Menampilkan 10 poster karya mahasiswa dan dosen DKV Binus. Setiap poster mencoba mengetengahkan realitas masalah, isu-isu aktual yang terjadi di negeri ini dari berbagai topik. Pesan yang disampaikan bisa sangat provokatif kritis terhadap keadaan, atau sebaliknya justru kontemplatif menawarkan inspirasi solusi untuk keadaan yang lebih baik. 10 poster yang mengajak perubahan perbaikan.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-arif-psa-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-arif-psa-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster Arif PSA lo" title="Poster Arif PSA lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11637" /></a></p>
<p><em>‘Cuek Bebek’ Arif PSA + Ung</em> </p>
<p>Diatur aja masih suka ngawur. Apa jadinya kita hidup tanpa aturan. Disiplin dan tahu aturan adalah salah satu kisi tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik. Mulai besok, jangan lupa pakai helm yang standar, taati rambu, bayar parkir, hargai dan hormati pengguna jalan lain, dsb. Nasionalisme itu lebih penting dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, buian cuma sebatas wacana!</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-budi-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-budi-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster Budi lo" title="Poster Budi lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11638" /></a></p>
<p><em>‘Dimulai Dari yang Kecil’ Budi Sri Herlambang</em></p>
<p>Nasionalisme pada masa sekarang dalam salah satu bentuk yang paling sederhana dan sebenarnya yang paling mudah, yaitu dari yang dekat dengan kehidupan keseharian kita, dimulai dari yang kecil.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-fauzi-raisyuli-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-fauzi-raisyuli-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster Fauzi Raisyuli lo" title="Poster Fauzi Raisyuli lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11645" /></a></p>
<p><em>‘Game Over’ Fauzi Raisyuli</em></p>
<p>Pada setiap akhir permainan game (tahun 80an), selalu terdapat pilihan. Lanjutkan atau permainan selesai. Menyindir tentang keadaan bangsa kita sekarang yang mengambang. Apakah kita mau melanjutkan semangat bangsa dalam keadaan kritis ini? Atau selesai dan GAME OVER.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-lateev-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-lateev-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster Lateev lo" title="Poster Lateev lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11644" /></a></p>
<p><em>‘Chaos Theatre’ Lateev Haq</em></p>
<p>Munculnya kekuatan-kekuatan baru di masyarakat yang mengarah pada aroganisme dengan dalih kebebasan berpendapat menambah deretan kelam dalam berdemokrasi di negeri ini. Semangat leluhur kita yang memperjuangkan negeri kita ini menuju Indonesia bersatu mengalami abrasi orientasi dalam memaknai generasi berikut. Pemandangan satire tentang hegemoni kelompok yang lebih kuat, ataupun hentakan kelompok-kelompok radikal menjadi makanan kita sehari-hari. Keutuhan negeri ini dipertaruhkan secara spirit, sementara masyarakat apatis dengan keadaan yang ada, karena kebutuhan perut semakin mencekik.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-arifpsa2-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-arifpsa2-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster ArifPSA2 lo" title="Poster ArifPSA2 lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11643" /></a></p>
<p><em>‘Sapu Lidi’ Arif PSA</em> </p>
<p>Kalau tidak berani sendiri, cobalah pakai hakekat sapu lidi. Lebih berani (karena benar) dengan bersatu. Bersatu membersihkan hal-hal palsu dan ngawur dalam kehidupan keseharian kita. <strong>Anda berani?</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-yasser-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-yasser-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster Yasser lo" title="Poster Yasser lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11642" /></a></p>
<p><em>‘Multiculturalism Beyond Nationalism’ Yasser Rizky</em></p>
<p>Disini saya ingin menyampaikan pemikiran pribadi saya mengenai nasionalisme, sebagai seorang warga negara Indonesia. Saya melihat adanya suku-suku berbeda, dan banyak keragaman lain sebagai kekuatan Indonesia. Bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang lahir dari keragaman yang bersatu. Kekuatan kita ada dari diferensiasi yang bisa berjalan bersama.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster_aji_ok_lo-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster_aji_ok_lo-1.jpg?w=569&#038;h=1262" alt="Poster_Aji_Ok_lo 1" title="Poster_Aji_Ok_lo 1" width="569" height="1262" class="aligncenter size-full wp-image-11641" /></a></p>
<p><em>‘Nasi-Onal-Isme’ Ismiaji Cahyono</em> </p>
<p>Saya bertanya tentang persepsi pribadi terhadap rasa kebangsaan yang sering ditantang oleh ketidakadilan yang kerap terjadi di bangsa ini. Mungkin hal yang menjadi esensi untuk menumbuhkan semangat kebangsaan adalah menemukan kesimbangan antara kewajiban negara dan tanggung jawab warga. Dan saya pikir keseimbangan ini sudah timpang karena justru kewajiban menopang negara ini lebih banyak dilaksanakan oleh warga dan bukan negara. Beranjak dari kata &#8220;nasi&#8221; yang dipenggal dari &#8220;nasionalisme&#8221; saya berpikir tentang kebutuhan paling dasar, yaitu makanan, khususnya nasi, yang gagal dipenuhi negara sebagai kewajiban terhadap 70 juta rakyatnya yang berada di &#8220;bawah garis kemiskinan&#8221;. Padahal hanya menyediakan pangan&#8230; bukankah itu mudah? Walau sudah ada di dalam konstitusi, tetap saja setelah hampir 70 tahun merdeka negara kita gagal menyejahterakan rakyatnya. Untuk hidup layak sepenuhnya menjadi perjuangan penuh darah dan keringat di antara fasilitas dan kebijakan umum yang cacat, korup, dan birokratik. Yang ada di pangku perwakilan rakyat adalah penggalangan kekuatan dan kompromi politis, untuk semata dapat bertahta. Maka saya membayangkan nasi yang dimasak dari tanah dan air bumi pertiwi Indonesia, sebuah konsep bangsa yang bukan cuma sekedar peduli namun memperhatikan dan menyejahterakan rakyatnya. <strong>Nikmat bukan?</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-tunjung-riyadi-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-tunjung-riyadi-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="ruwet" title="ruwet" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11640" /></a></p>
<p><em>‘Ruwet Nasional’ Tunjung Riyadi</em></p>
<p>Kondisi bangsa dan negara Indonesia saat ini terkesan &#8220;ruwet&#8221;, banyak masalah, banyak yang tidak jelas solusinya. Jadi jangan ikut-ikutan bikin ruwat. Berniat baik dan berbuat baik saja.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-noor-udin-lo-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-noor-udin-lo-1.jpg?w=567&#038;h=1258" alt="Poster Noor Udin lo 1" title="Poster Noor Udin lo 1" width="567" height="1258" class="aligncenter size-full wp-image-11639" /></a></p>
<p><em>‘Cinta yang Hilang’ Noor Udin Ung</em></p>
<p>Terakhir kali saat seorang rekan menanyakan poster saya, saya masih bingung mau mulai bikin dari <em>angle</em> mana? Mungkin sama dengan apa yang banyak dirasakan <em>temen-temen</em> lain. &#8220;Aku harus ngomong apa tentang nasionalisme?&#8221;, bangsa yang diobrak-abrik, dijajah, dilukai, dibohongi bangsanya sendiri&#8230; ya mereka benar-benar mengkhianati kebersamaan/nasionalisme/cinta tanah air kita&#8230; semoga kesederhanaan poster ini cukup menerangkan betapa negeri ini sudah habis-habisan dirampok mereka. Koruptor.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-ritchie-lo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-ritchie-lo.jpg?w=567&#038;h=1260" alt="Poster Ritchie lo" title="Poster Ritchie lo" width="567" height="1260" class="aligncenter size-full wp-image-11646" /></a></p>
<p><em>‘KTP’ Vincentius Ritchie + William Surya</em></p>
<p>KTP hanyalah tanda resmi bahwa seorang adalah warga negara Republik Indonesia dan telah berusia 17 tahun. KTP bukan indikator kebangsaan. Jadi janganlah dengan memegang KTP Anda menjadi bangga. Banggalah akan tanah kelahiran Anda dan segala kekayaan budayanya. Banggalah jika anda menyadari betapa kaya nusantara kita akan suku bangsa. Banggalah memiliki ribuan dialek di tanah air dengan satu bahasa persatuan. Dari situ baru kita akan memaknai KTP yang kita miliki, sebagai tanda persatuan kebangsaan dari segala suku bangsa yang ada dari Sabang sampai Merauke. Kini, setelah 65 tahun berlalu. Masihkah semangat itu ada?</p>
<p>•••</p>
Posted in DKV Binus University, Jakarta, Miscellaneous Tagged: DKV Binus University, Neo Nasionalisme, pameran poster <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11648/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11648&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/14/pameran-10-poster-neo-nasionalisme-dari-dkv-binus-university/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-arif-psa-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Arif PSA lo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-budi-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Budi lo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-fauzi-raisyuli-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Fauzi Raisyuli lo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-lateev-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Lateev lo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-arifpsa2-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster ArifPSA2 lo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-yasser-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Yasser lo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster_aji_ok_lo-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster_Aji_Ok_lo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-tunjung-riyadi-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ruwet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-noor-udin-lo-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Noor Udin lo 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-ritchie-lo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Ritchie lo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>14 Karya Tugas Akhir Mahasiswa DKV Binus University dalam Pameran &#8220;Fresh ‘n Brite 09&#8243;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/14-karya-tugas-akhir-mahasiswa-dkv-binus-university-dalam-pameran-fresh-%e2%80%98n-brite-09/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/14-karya-tugas-akhir-mahasiswa-dkv-binus-university-dalam-pameran-fresh-%e2%80%98n-brite-09/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 11:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV Binus University, Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[DKV Binus University]]></category>
		<category><![CDATA[Fresh ‘n Brite 09]]></category>
		<category><![CDATA[karya tugas akhir mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11649</guid>
		<description><![CDATA[Ada 14 proyek Tugas Akhir yang dipresentasikan, karya: Adri Prastowo &#8211; Aisha  &#8211; Andika – Chrisna Handayani – Citra Sudiro – Danu Yudhistiro – Dimas – Edy Galaxy &#8211; Erin Citra – Gillian – I Wayan – Lina Angela – Monique – Pandu Nugraha (dari atas ke bawah).

Adri Prastowo
.   .   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11649&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada 14 proyek Tugas Akhir yang dipresentasikan, karya: Adri Prastowo &#8211; Aisha  &#8211; Andika – Chrisna Handayani – Citra Sudiro – Danu Yudhistiro – Dimas – Edy Galaxy &#8211; Erin Citra – Gillian – I Wayan – Lina Angela – Monique – Pandu Nugraha (dari atas ke bawah).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/adri-prastowo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/adri-prastowo.jpg?w=591&#038;h=722" alt="adri prastowo" title="adri prastowo" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11661" /></a></p>
<p><em>Adri Prastowo</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/aisha.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/aisha.jpg?w=591&#038;h=722" alt="aisha" title="aisha" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11663" /></a></p>
<p><em>Aisha</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/andhika-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/andhika-1.jpg?w=591&#038;h=818" alt="Andhika 1" title="Andhika 1" width="591" height="818" class="aligncenter size-full wp-image-11662" /></a></p>
<p><em>Andhika Yehezkiel</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/chrisna-handayani.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/chrisna-handayani.jpg?w=591&#038;h=722" alt="chrisna handayani" title="chrisna handayani" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11664" /></a></p>
<p><em>Chrisna Handayani</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/citra-sudiro.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/citra-sudiro.jpg?w=591&#038;h=722" alt="citra sudiro" title="citra sudiro" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11666" /></a></p>
<p><em>Citra Sudiro</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/danu-yudhistiro-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/danu-yudhistiro-1.jpg?w=591&#038;h=723" alt="danu yudhistiro 1" title="danu yudhistiro 1" width="591" height="723" class="aligncenter size-full wp-image-11665" /></a></p>
<p><em>Danu Yudhistiro</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dimas-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dimas-1.jpg?w=591&#038;h=656" alt="dimas 1" title="dimas 1" width="591" height="656" class="aligncenter size-full wp-image-11667" /></a></p>
<p><em>Dimas</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/edy-galaxcy.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/edy-galaxcy.jpg?w=591&#038;h=722" alt="edy galaxcy" title="edy galaxcy" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11668" /></a></p>
<p><em>Edy Galaxcy</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/erin-cita.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/erin-cita.jpg?w=591&#038;h=722" alt="erin cita" title="erin cita" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11669" /></a></p>
<p><em>Erin Citra</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/gillian-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/gillian-1.jpg?w=591&#038;h=721" alt="gillian 1" title="gillian 1" width="591" height="721" class="aligncenter size-full wp-image-11670" /></a></p>
<p><em>Gillian</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/i-wayan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/i-wayan.jpg?w=591&#038;h=722" alt="i wayan" title="i wayan" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11671" /></a></p>
<p><em>I Wayan</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/lina-angela.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/lina-angela.jpg?w=591&#038;h=722" alt="Lina Angela" title="Lina Angela" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11672" /></a></p>
<p><em>Lina Angela</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/monique.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/monique.jpg?w=591&#038;h=722" alt="monique" title="monique" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11673" /></a></p>
<p><em>Lydia Monique</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pandu-nugraha.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pandu-nugraha.jpg?w=591&#038;h=722" alt="pandu nugraha" title="pandu nugraha" width="591" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11674" /></a></p>
<p><em>Pandu Nugraha</em></p>
<p>•••</p>
Posted in DKV Binus University, Jakarta, Miscellaneous Tagged: DKV Binus University, Fresh ‘n Brite 09, karya tugas akhir mahasiswa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11649/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11649&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/14-karya-tugas-akhir-mahasiswa-dkv-binus-university-dalam-pameran-fresh-%e2%80%98n-brite-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/adri-prastowo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adri prastowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/aisha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aisha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/andhika-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Andhika 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/chrisna-handayani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">chrisna handayani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/citra-sudiro.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">citra sudiro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/danu-yudhistiro-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danu yudhistiro 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dimas-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dimas 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/edy-galaxcy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">edy galaxcy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/erin-cita.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">erin cita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/gillian-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gillian 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/i-wayan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">i wayan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/lina-angela.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lina Angela</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/monique.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">monique</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pandu-nugraha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pandu nugraha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Creative Inspiring Talkshow &#8220;DKV dan Nasionalisme&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/creative-inspiring-talkshow-dkv-dan-nasionalisme/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/creative-inspiring-talkshow-dkv-dan-nasionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 09:21:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV Binus University, Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[DKV Binus University]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Light]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11657</guid>
		<description><![CDATA[
Talkshow
&#8216;GREEN BRANDS&#8217;
by Alexandra Bastedo (Client Director &#8211; Landor Associates)
f3 Atrium &#124; Saturday &#124; Nov 14, 2009 &#124; 15.00 hrs
.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11657&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/banner-talkshow.png"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/banner-talkshow.png?w=600&#038;h=600" alt="Banner Talkshow" title="Banner Talkshow" width="600" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-11656" /></a></p>
<p><strong>Talkshow</strong><br />
&#8216;GREEN BRANDS&#8217;<br />
by Alexandra Bastedo (Client Director &#8211; Landor Associates)<br />
f3 Atrium | Saturday | Nov 14, 2009 | 15.00 hrs</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>Talkshow</strong><br />
&#8216;NEO-NATIONALISM: Perspectives of the Rising Stars&#8217;<br />
by WAKUL (Wadah Kumpul Alumni) DKV Binus<br />
f3 Atrium | Sunday | Nov 15, 2009 | 15.00 hrs</p>
<p><strong>Creative Inspiring Talkshow ‘DKV dan Nasionalisme’</strong><br />
Bersama para kreatif inspirator muda alumni DKV Binus.</p>
<p>Apa sih ‘nasionalisme’ dari kacamata seorang desainer?</p>
<p>Jawabannya sungguh berwarna-warni, namun benang merahnya tetap sama: <strong>semangat yang berkibar dan eksistensinya nyata dalam berkarya!</strong></p>
<p>Merayakan 10 tahun pelangi kreativitas DKV Binus, ikuti <em>‘Sharing Light’</em>, bedah kasus dan portfolio bersama 8 pendekar kreatif alumni DKV Binus dari beragam latar belakang bisnis kreatif.</p>
<p>D<strong>ijamin seru dan sangat inspiratif!</strong></p>
<p>All free! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>•••</p>
Posted in DKV Binus University, Jakarta, Miscellaneous Tagged: DKV Binus University, Sharing Light <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11657/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11657&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/13/creative-inspiring-talkshow-dkv-dan-nasionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/banner-talkshow.png" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Talkshow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Film &#8220;Tjidurian 19&#8243;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/12/peluncuran-film-tjidurian-19/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/12/peluncuran-film-tjidurian-19/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 06:59:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran film]]></category>
		<category><![CDATA[seniman Lekra]]></category>
		<category><![CDATA[Tjidurian 19]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11627</guid>
		<description><![CDATA[
Goethe Haus
17 November 2009
19.00
Peluncuran Film &#8220;Tjidurian 19&#8243;
Sutradara: Lasja Susatyo dan M. Abduh Aziz
Produser: M. Abduh Aziz, dan Putu Oka Sukanta
Film ini mengisahkan pengalaman para seniman LEKRA yang sempat tinggal, berkantor, dan berkreasi di Jalan Tjidurian 19, Cikini, Jakarta Pusat. Rumah-kantor milik kepala rumah tangga Lekra, Oey Hay Djoen, tersebut dirampas, diduduki, kemudian dijual ke pihak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11627&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/peluncuran-film-tjidurian-19.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/peluncuran-film-tjidurian-19.jpg?w=1024&#038;h=640" alt="Peluncuran Film &quot;Tjidurian 19&quot;" title="Peluncuran Film &quot;Tjidurian 19&quot;" width="1024" height="640" class="aligncenter size-large wp-image-11628" /></a></p>
<p>Goethe Haus<br />
17 November 2009<br />
19.00</p>
<p><strong>Peluncuran Film &#8220;Tjidurian 19&#8243;</strong><br />
Sutradara: Lasja Susatyo dan M. Abduh Aziz<br />
Produser: M. Abduh Aziz, dan Putu Oka Sukanta</p>
<p>Film ini mengisahkan pengalaman para seniman LEKRA yang sempat tinggal, berkantor, dan berkreasi di Jalan Tjidurian 19, Cikini, Jakarta Pusat. Rumah-kantor milik kepala rumah tangga Lekra, Oey Hay Djoen, tersebut dirampas, diduduki, kemudian dijual ke pihak lain oleh aparat negara Orde Baru. Sekarang telah berubah menjadi gedung mewah bertingkat dengan fungsinya yang baru pula. Perampasan gedung dan penguburan ingatan berlangsung secara terstruktur dan sistematis oleh penguasa Orde Baru, sehingga terjadi kesenjangan dalam lintas perjalanan sejarah negeri ini. Amrus Natalsya, Amarzan Ismail Hamid, S. Anantaguna, Hersri Setiawan Martin Aleida, Putu Oka, dan T. Iskandar A.S menceritakan pengalaman mereka, serta rasa kehilangan yang mendalam. Di rumah budaya tersebut mereka tidak hanya menghasilkan karya mereka, tetapi juga menjalin kesetaraan, memperdebatkan estetika, politik dan ideologi.</p>
<p>Diskusi: Abduh Aziz, Lasja F. Susatyo, Ayu Ratih<br />
Moderator: Th. J. Erlijna</p>
<p>Diproduksi oleh Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan bekerjasama dengan Innstitut Sejarah Sosial Indonesia dan TAPOL London.</p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: peluncuran film, seniman Lekra, Tjidurian 19 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11627/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11627&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/12/peluncuran-film-tjidurian-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/peluncuran-film-tjidurian-19.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">Peluncuran Film &#34;Tjidurian 19&#34;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undangan Seminar dan Diskusi Panel: &#8220;Mengapa Penampilan Buku Harus Baik Ditinjau dari Berbagai Perspektif&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/11/undangan-seminar-dan-diskusi-panel-mengapa-penampilan-buku-harus-baik-ditinjau-dari-berbagai-perspektif/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/11/undangan-seminar-dan-diskusi-panel-mengapa-penampilan-buku-harus-baik-ditinjau-dari-berbagai-perspektif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 00:47:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Panel]]></category>
		<category><![CDATA[Joost Grootens]]></category>
		<category><![CDATA[penampilan buku]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11606</guid>
		<description><![CDATA[
Jum’at, 13 November 2009
Pukul 14.00 – 17.00 Wib
Erasmus Huis
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan
Jakarta 12950, Tel. 021 524 1069
www.mfa/erasmushuis
Seminar ini akan membahas pentingnya penampilan sebuah buku yang ditinjau dari berbagai perspektif sehingga dapat menarik minat orang untuk membeli dan membacanya. Penulis, penerbit, desainer dan percetakan seharusnya dapat saling melibatkan satu sama lainnya.
Seminar yang diawali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11606&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster.jpg?w=729&#038;h=1024" alt="Poster" title="Poster" width="729" height="1024" class="aligncenter size-large wp-image-11607" /></a></p>
<p><strong>Jum’at, 13 November 2009<br />
Pukul 14.00 – 17.00 Wib</p>
<p>Erasmus Huis<br />
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan<br />
Jakarta 12950, Tel. 021 524 1069<br />
www.mfa/erasmushuis</strong></p>
<p>Seminar ini akan membahas pentingnya penampilan sebuah buku yang ditinjau dari berbagai perspektif sehingga dapat menarik minat orang untuk membeli dan membacanya. Penulis, penerbit, desainer dan percetakan seharusnya dapat saling melibatkan satu sama lainnya.</p>
<p>Seminar yang diawali dengan introduksi desainer grafis <a href="http://www.grootens.nl/">Joost Grootens</a> dari Belanda, pemenang dari penghargaan mas di Leipzig tahun 2008 akan diikuti dengan diskusi panel yang terdiri dari Joost Grootens, Lans Brahmantyo (grafis desainer), Iwan Gunawan (grafis desainer), Triana Wulandari (penulis), Hikmat Kurnia (penerbit) dan Ismiaji Cahyono (moderator).</p>
<p>Acara ini ditujukan untuk para penulis, penerbit, desainer dan semua yang tertarik degan penampilan buku yang bagus. </p>
<p>Seminar dan panel diskusi adalah kerja sama antara Erasmus Huis, IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), Adgi (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), Majalah Versus dan IKJ (Institut Kesenian Jakarta).</p>
<p><strong>Informasi dan registrasi:</strong><br />
Lulus Yunindiah: 021 – 524 1069<br />
lulus.yunindiah@minbuza.nl</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>Karya Desain Buku dari Joost Grootens</strong><br />
Joost Grootens (1971) belajar desain arsitektur pada Akademi Gerrit Rietveld di Amsterdam dari tahun 1990 sampai tahun 1995. Dalam tahun 1995 ia membuat studionya sendiri. Antara tahun 1995 sampai dengan 2000 ia mengerjakan proyek proyek dalam bidang arsitektur, media interaktif dan ruang publik.</p>
<p>Desain buku pertamanya, Metaspaces di tahun 1998, merupakan titik balik dalam perjalanan karirnya. Sejak saat itu ia terutama memfokuskan diri pada pembuatan desain buku buku tentang arsitektur, urbanisme dan seni dengan spesialisasi dalam mendesain atlas, yaitu mendesain baik peta peta maupun bukunya sendiri.</p>
<p>Grootens tidak menganut suatu gaya khusus ataupun kecenderungan estetis tertentu. “Untuk saya membuat buku terutama adalah tentang pengorganisasian informasi”, demikian katanya. Desain desainnya berdasarkan konvensi konvensi grafis dari buku buku seperti monografi arsitektur, buku buku foto dan atlas atlas. “Buku bukanlah sebuah media linear, namun sebuah pembawa data dengan berbagai kemungkinan titik masuk”. Hasilnya adalah sebuah kombinasi yang baik dari teks, peta, fotografi dan grafik informasi.</p>
<p>Grootens telah memenangkan berbagai hadiah untuk desain desainnya. Diantaranya dua Medali Emas dalam kompetisi “Schonste Bucher aus aller Welt” (Desain Buku terbaik dari seluruh Dunia) di Leipzig, “Dutch Desain Award 2006“ untuk Desain Grafis, dan “Red Dot”: Grand Prix (Hadiah Utama) desain editorial. Ia adalah dosen program Master pada Akademi Desain Eindhoven. Ia juga pernah mengajar di berbagai sekolah di negeri Belanda, seperti antara lain di Institut Berlage Rotterdam. Selain itu, ia juga telah menyelenggarakan lokakarya lokakarya pada berbagai lembaga pendidikan di Inggris, Jepang, Cina dan Taiwan.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/09/29/pameran-desain-buku-belanda-terbaik/">Pameran Desain Buku Belanda Terbaik</a></p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Diskusi Panel, Joost Grootens, penampilan buku, seminar <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11606&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/11/undangan-seminar-dan-diskusi-panel-mengapa-penampilan-buku-harus-baik-ditinjau-dari-berbagai-perspektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster.jpg?w=729" medium="image">
			<media:title type="html">Poster</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Fotografi Fendi Siregar: &#8220;Sebelah Mata&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/10/pameran-fotografi-fendi-siregar-sebelah-mata/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/10/pameran-fotografi-fendi-siregar-sebelah-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:13:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Fendi Siregar]]></category>
		<category><![CDATA[pameran fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11588</guid>
		<description><![CDATA[
Posted in News&#38;Events Tagged: Fendi Siregar, pameran fotografi      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11588&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/srisasanti-arthouse-fendi-siregar-invitation.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/srisasanti-arthouse-fendi-siregar-invitation.jpg?w=600&#038;h=200" alt="Srisasanti Arthouse-Fendi Siregar Invitation" title="Srisasanti Arthouse-Fendi Siregar Invitation" width="600" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-11589" /></a></p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Fendi Siregar, pameran fotografi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11588&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/10/pameran-fotografi-fendi-siregar-sebelah-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/srisasanti-arthouse-fendi-siregar-invitation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Srisasanti Arthouse-Fendi Siregar Invitation</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pecha Kucha Night Bali Vol. 4 di Pesona Pulau Serangan</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/09/pecha-kucha-night-bali-vol-4-di-pesona-pulau-serangan/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/09/pecha-kucha-night-bali-vol-4-di-pesona-pulau-serangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 14:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Creative Community]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Pecha Kucha Night]]></category>
		<category><![CDATA[Pecha Kucha Night Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11582</guid>
		<description><![CDATA[
PECHA KUCHA NIGHT BALI VOL. 4 DI PESONA PULAU SERANGAN
Acara presentasi kreatif Pecha Kucha Night Bali seri ke 4 akan digelar di acara Pesona Pulau Serangan a.k.a. Serangan Island Green Festival. Sesuai dengan misi yang sedang dilakukan masyarakat Pulau Serangan bersama Pemerintah Kota Denpasar, Pulau Serangan memosisikan pembangunannya melalui 3E (Ecology, Edukasi, Ekonomi). Untuk itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11582&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pkn-bali-vol4.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pkn-bali-vol4.jpg?w=600&#038;h=848" alt="PKN-Bali-Vol4" title="PKN-Bali-Vol4" width="600" height="848" class="aligncenter size-full wp-image-11583" /></a></p>
<p>PECHA KUCHA NIGHT BALI VOL. 4 DI PESONA PULAU SERANGAN</p>
<p>Acara presentasi kreatif Pecha Kucha Night Bali seri ke 4 akan digelar di acara Pesona Pulau Serangan a.k.a. Serangan Island Green Festival. Sesuai dengan misi yang sedang dilakukan masyarakat Pulau Serangan bersama Pemerintah Kota Denpasar, Pulau Serangan memosisikan pembangunannya melalui 3E (Ecology, Edukasi, Ekonomi). Untuk itu 80% mata acaranya membawakan agenda tersebut, termasuk Pecha Kucha Night Bali Volume 4 yang bertema &#8220;Green&#8221;.</p>
<p>Pecha Kucha Night Bali Volume 4 akan digelar di Pulau Serangan pada hari Sabtu 14 November 2009 mulai pukul 19.00 Wita. Pendaftaran bagi yang ingin mempresentasikan gagasan hijaunya dapat menghubungi info@suicideglam.net. Pecha Kucha Night Bali telah dilakukan sebanyak 3 kali: Yang pertama di Museum Bali pada bulan Mei 2009, yang kedua pada bulan Agustus 2009 di Sanur Village Festival dan yang ketiga Oktober 2009 di Ubud Writers &amp; Readers Festival.</p>
<p>Pecha Kucha Night Bali adalah bagian dari Pecha Kucha Night yang digelar di 254 kota di dunia dengan head quarter di Jepang. Silakan kunjungi www.pecha-kucha.org untuk melihat keunikan acara non profit ini di seluruh dunia.</p>
<p>TENTANG PECHA KUCHA NIGHT</p>
<p><em>1. Apa Pecha Kucha Night itu ?</em><br />
Kata Pecha Kucha adalah istilah untuk bunyi dalam obrolan. Pecha Kucha Night adalah sebuah bentuk presentasi dimana siapapun dari profesi dan bidang keahlian yang berbeda dapat menyampaikan gagasan kreatif atau proyek kreatifnya dengan suasana yang casual, menghibur dan menyenangkan. Pecha Kucha Night adalah sebuah acara non komersil yang sangat independen.</p>
<p>2<em>. Siapa penggagas Pecha Kucha Night ?</em><br />
Acara Pecha Kucha Night pertama kali dibuat oleh Astrid Klein dan Mark Dytham, keduanya adalah co-founder Klein-Dytham Architecture (KDa), sebuah biro arsitek di Tokyo yang percaya bahwa kreatifitas akan berkembang jika kita saling belajar dan bertukar ide kreatif. Dalam Pecha Kucha Night difokuskan bagaimana orang-orang berlatar kreatif diberi ruang untuk bertemu, menyampaikan gagasan kreatifnya di depan publik dan belajar dari pemikiran dan gagasan orang lain.</p>
<p><em>3. Siapa saja yang sudah menyelenggarakannya?</em><br />
Pecha Kucha Night diperkenalkan 6 tahun yang lalu dalam suasana yang sederhana namun penuh keakraban yang membuat seluruh peserta dan pemirsanya sangat menikmati. Kini, Pecha Kucha Night telah tersebar secara cepat dibawakan di 254 kota di seluruh dunia termasuk Helsinki, Rotterdam dan Groningen di Belanda; Bogotá, New York, San Francisco, dan Los Angeles di USA; Beijing dan Shanghai di China; Sydney dan Hobart di Australia; Lagos,Berlin, Belfast, Manchester dan Newcastle, Santiago, Costa Rica, Glasgow, Scotland; New Delhi dan Bangalore di India; Buenos Aires, Stockholm, Vienna, Bern, Bangkok, Bandung, Jakarta, Surabaya dan Bali</p>
<p><em>4. Apa yang menarik dari penyelenggaraan Pecha Kucha Night ?</em></p>
<p>   1. Tokyo telah menyelenggarakan lebih dari 65 kali atau rata rata sebulan sekali<br />
   2. Pecha Kucha di Cannes Lion Advertising Festival adalah yang paling menghebohkan dimana lebih dari 10 top executive advertising ternama dunia mempresentasikan gagasannya kepada pemirsa.<br />
   3. Sedangkan penyelenggaraan Pecha Kucha Night yang ke-7 di London menjadi yang terbanyak audiencenya dengan lebih dari 1.500 orang penonton.</p>
<p><em>5. Siapa saja yang akan berada di acara Pecha Kucha Night ?</em><br />
Mereka yang akan melakukan presentasi dan berbagi gagasan kreatifnya di arena presentasi. Mereka boleh saja seorang amatir, pelajar, professional arsitek, interior designer, graphic designer, fotografer, perupa, musisi, illustrator, jurnalis, penulis, fashion designer, penari, artis, film maker atau siapapun dari bidang dan industri kreatif maupun ibu rumah tangga atau profesi apa saja.</p>
<p>Dalam Pecha Kucha Night peserta bebas menyampaikan presentasi atau gagasan kreatifnya baik yang sudah dipublikasikan, dibuat atau dipamerkan atau kreatifitas yang sama sekali belum pernah disampaikan kepada siapapun</p>
<p><em>6. Bagaimana mekanisme ikut Pecha Kucha Night ?</em><br />
Sangat mudah. Jika ingin membagi gagasan kreatif atau karya atau proyek kepada publik silakan persiapkan dalam 20 frame presentasi di Power Point atau keynote. Kemas dan sajikan dengan semenarik mungkin dengan dilengkapi gambar, ilustrasi, foto dan layout ala Anda. Presentasi ini tidak boleh melanggar ketentuan pornografi, politik, suku, ras dan agama. Jika sudah silakan mengirimkan copynya ke info@suicideglam.com atau serahkan langsung ke Suicide Glam Renon, Jalan Cok Agung Tresna, Renon (Depan TVRI Bali) dengan ditujukan kepada Rudolf Dethu 08123866364, dengan mencantumkan nama, profesi dan email serta hp yang bisa dihubungi. Presentasi yang memenuhi syarat akan langsung dicantumkan nama presenternya di situs www.komunitaskreatifbali.wordpress.com. dan situs internasional Pecha Kucha Night di www.pecha-kucha.org<br />
Pada saat presentasi setiap presenter diberi kesempatan mempresantasikan 20 frame gagasannya namun setiap frame secara otomatis akan berganti selama 20 detik sehingga waktu total presentasi hanya 6 menit dan 40 detik. Ini adalah aturan internasional yang telah dibakukan oleh Pecha Kucha Night. Namun jangan khawatir, kalaupun waktunya setiap frame hanya 20 detik tapi membawakannya tetap bisa casual.<br />
Presentasi menggunakan screen layar lebar dan presenter diberi mic yang memungkinkan presentasinya dilihat serta didengar oleh publik secara jelas.</p>
<p><em>7. Apa ketentuan teknis presentasi untuk Pecha Kucha Night ?</em><br />
a.    Siapkan 20 frame atau image atau layout presentasi dalam format jpg dengan ukuran 1024 X 768 pixel<br />
b.    Jika formatnya movie files resolusi minimum atau ukurannya harus 640 X 480 pixel dan durasinya tidak lebih dari 7 menit.<br />
c.    Ukuran file maximum baik berupa gambar maupun movie tidak lebih dari 700 MB<br />
d.    Mengisi formulir yang disediakan</p>
<p>•••</p>
Posted in Bali Creative Community, Miscellaneous, News&amp;Events Tagged: Pecha Kucha Night, Pecha Kucha Night Bali <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11582/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11582&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/09/pecha-kucha-night-bali-vol-4-di-pesona-pulau-serangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/pkn-bali-vol4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PKN-Bali-Vol4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/07/momentum-10-dasawarsa-dkv-binus/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/07/momentum-10-dasawarsa-dkv-binus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 07:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV Binus University, Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[DKV Binus University]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum 10]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seminar nasional]]></category>
		<category><![CDATA[talkshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11559</guid>
		<description><![CDATA[
REFLEKSI TITIK BALIK 10 TAHUN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DKV SEKALIGUS TITIK TOLAK MERANCANG HARAPAN MAJU KEDEPAN
&#8220;Momentum&#8221; adalah peristiwa bersatunya potensi dan daya gerak.
&#8220;&#8230;impetus, energy, force, power, strength, thrust, speed, velocity&#8221;
ORIGIN late 17th cent.: from Latin, from movimentum, from movere ‘move’
Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara atau sering disebut DKV Binus, tahun ini menyelenggarakan perayaan ulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11559&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-detail.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-detail.jpg?w=600&#038;h=700" alt="poster-detail" title="poster-detail" width="600" height="700" class="aligncenter size-full wp-image-11560" /></a></p>
<p>REFLEKSI TITIK BALIK 10 TAHUN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DKV SEKALIGUS TITIK TOLAK MERANCANG HARAPAN MAJU KEDEPAN</p>
<p>&#8220;Momentum&#8221; adalah peristiwa bersatunya potensi dan daya gerak.</p>
<p>&#8220;&#8230;impetus, energy, force, power, strength, thrust, speed, velocity&#8221;<br />
<em>ORIGIN late 17th cent.: from Latin, from movimentum, from movere ‘move’</em></p>
<p>Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara atau sering disebut DKV Binus, tahun ini menyelenggarakan perayaan ulang tahun ke 10 penyelenggaraan pendidikan desain. Berdiri sejak tahun 1999, DKV Binus telah melahirkan lebih dari 850 lulusan jenjang strata 1, di bawah Fakultas Komunikasi dan Multimedia (FKM).</p>
<p>Dalam wacana persaingan global dan visi 2020 Binus University ‘to be worldclass university’ momentum ini juga dimanfaatkan DKV Binus &#8211; sebagai penyelenggara pendidikan desain terbesar saat ini – untuk perumusan ulang pencarian daya saing DKV Binus yang akan memberikan warna khas kelulusannya sebagai desainer masa depan; selain saat ini telah memiliki standar dan citra positif: <em>Computerize skills &amp; knowledge, Good design concept &amp; implementation, Enterpreunership,</em> ditambah suplemen keberpihakan berani &amp; bangga mengangkat <em>Local Content Value</em> &#8211; dalam lanskap <em>Contemporary Scene</em> ke dalam output desain sebagai sumber gagasan dan identitas dalam dialektika lanskap global.</p>
<p>Oleh karenanya acara &#8220;Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus&#8221; akan dibungkus dalam kemasan bertajuk: NEO NASIONALISME &#8211; <em>Cara pandang baru generasi muda dalam mensikapi isu keragaman &amp; kebangsaan.</em></p>
<p>Momentum ini akan melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, calon mahasiswa (siswa SMU) dan didukung oleh asosiasi dan forum desain seperti ADGI, FDGI, <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/">DGI</a>, Wadah alumni DKV Binus &#8211; Wakul, HIM DKV dan akan mengundang sesama kampus pendidikan DKV, industri terkait DKV diantaranya: advertising agency, biro grafis, branding consultant, packaging consultant, publisher, industri printing, computer, paper, juga lembaga-lembaga mitra dan pers.</p>
<p>Kegiatan berlangsung satu pekan penuh 9–15 Nopember 2009 di f3 &#8211; fX Lifestyle X’nter,  Senayan Jakarta, dan akan dibuka secara resmi tepat di hari nasional Hari Pahlawan-10 Nopember 2009, di lantai f3 meliputi Pameran 10 Poster &#8220;Neo Nasionalisme&#8221;, Presentasi &#8220;Fresh ‘n Brite&#8221; mahasiswa dengan kelulusan terbaik Grade A dengan tajuk &#8220;We can be heroes&#8221;, dan &#8220;Arsip Visual Terpanjang&#8221; karya–karya sepanjang perjalanan 10 tahun pendidikan DKV Binus dipresentasikan dalam buku berformat akordeon dengan panjang lebih dari 17 meter dengan judul &#8220;10 – Local Content Contemporary Spirit&#8221;.</p>
<p>Diselenggarakan juga  kegiatan akademis Seminar Nasional, Rabu 11 Nopember 2009 <strong>&#8220;Nation Branding: Kekuatan Nilai Lokal sebagai Identitas Pembeda Entitas Bernama Indonesia&#8221;</strong></p>
<p>menghadirkan pembicara kunci<br />
ibu <strong>Dr. Mari Elka Pangestu</strong> (dalam konfirmasi)<br />
<strong>&#8220;Kebijakan dan Strategi Pemerintah dalam Nation Branding Indonesia”</strong></p>
<p><strong>Rizaldi Siagian, MA</strong> (Etnomusikolog)<br />
<strong>”Nilai Lokal sebagai Potensi Kekuatan dalam Nation Branding”</strong></p>
<p><strong>Daniel Surya</strong> (Country Director-The Brand Union Indonesia)<br />
<strong>&#8220;Perspektif Branding Agency dalam menyikapi Nilai Lokal dalam Nation Branding&#8221;</strong></p>
<p><strong>Dr. Ermiel Thabrani</strong> (Pakar Komunikasi dan Kehumasan)<br />
<strong>&#8220;Sisi Pencitraan dan Reputation Management dalam Nation Branding&#8221;</strong></p>
<p>dengan moderator Bp. <strong>Merdy Kanto Batangtaris</strong> (dosen senior DKV Binus, ahli budaya)</p>
<p>Pada hari Jum’at, 13 November 2009, f3 &#8211; fX lifestyle X’nter diselenggarakan <strong>&#8220;M10 Gala Dinner&#8221;</strong> (khusus undangan) acara yang berisi launching Logo Baru DKV Binus, The New Identity, New Spirit, Pre Sale Buku Profile DKV Binus bertajuk &#8220;Sebuah Buku untuk Berbagi&#8221; dikemas secara visual menarik tentang kehidupan mahasiswa dan perkuliahan di kampus DKV Binus layaknya sebuah Kamp. Kepramukaan… seru dan inspiratif! Juga akan di perkenalkan Web baru DKV Binus yang menampung segala kreatifitas desain yang diharapkan web ini akan menjadi pusat interaksi mahasiswa desain. Yang ditunggu-tunggu pada hari &#8220;M10 Gala Dinner&#8221; adalah acara tahunan <strong>&#8220;Anugerah Samartharupa 2&#8243;</strong>, pernyataan hormat dari dunia pendidikan bagi insan kreatif dengan dedikasi tiada henti di pendidikan dan industri DKV. Siapa gerangan yang terpilih pada malam itu akan menjadi kejutan&#8230;</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/samarta-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/samarta-1.jpg?w=600&#038;h=339" alt="samarta 1" title="samarta 1" width="600" height="339" class="aligncenter size-full wp-image-11561" /></a></p>
<p>Pada penghujung minggu akan ada 2 Talkshows gratis untuk umum di f3 – fX lifestyle X-nter. Talkshow pada Sabtu, 14 November 2009 mengetengahkan <strong>&#8220;Green Brands&#8221;</strong> dengan pembicara Bp. <strong>Alexandra Bastedo</strong> (Client Director – Landor Associate) dengan moderator Bp <strong>Nico Pranoto</strong> (Dosen DKV Binus).</p>
<p>Pada Minggu, 15 November 2009 sekaligus penutupan, akan berlangsung Talkshows 2 <strong>&#8220;Neo Nasionalisme&#8221;</strong> mengetengahkan desainer muda lulusan DKV Binus yang terhimpun dalam wadah alumni DKV Binus – Wakul dan kini tengah berkasir di industri desain mempresentasikan pengalaman dan karya sebagai desainer muda cemerlang. Berturut-turut akan tampil: <strong>Novita Angka</strong> (octodesign). <strong>Hezal Weisman</strong> (Y &amp; R), <strong>Richard Fang</strong> (www.jurusgrafis.com), <strong>Riza Harumukti</strong> (O channel), dengan moderator <strong>Arief PSA</strong> (dosen DKV Binus).</p>
<p>DKV Binus berharap penyelenggaraan kegiatan peringatan 10 tahun perjalanannya menjadi momentum berbagi yang bermakna… ayo bergabung di acara &#8220;Momentum 10 &#8211; Dasawarsa DKV Binus&#8221;.</p>
<p>Kembangkan kreatifitas, jayakan Indonesia!</p>
<p>•••</p>
Posted in DKV Binus University, Jakarta, Miscellaneous Tagged: DKV Binus University, Momentum 10, pameran, seminar nasional, talkshow <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11559&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/07/momentum-10-dasawarsa-dkv-binus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/poster-detail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster-detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/samarta-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">samarta 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Metroseksualitas dalam Iklan sebagai Wacana Gaya Hidup Posmodern</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/06/metroseksualitas-dalam-iklan-sebagai-wacana-gaya-hidup-posmodern/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/06/metroseksualitas-dalam-iklan-sebagai-wacana-gaya-hidup-posmodern/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Academic Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Cons. Tri Handoko, 2004]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup posmodern]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku konsumen. metroseksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11532</guid>
		<description><![CDATA[Cons. Tri Handoko
Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual
Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra  
.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11532&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Cons. Tri Handoko</strong><br />
<em>Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual<br />
Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra</em>  </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>ABSTRAK </p>
<p>Metroseksual saat ini menjadi wacana aktual di dunia <em>fashion</em> juga di masyarakat luas. Metroseksual adalah produk dari hegemonitas konsumsi-iklan-gaya hidup. Gaya hidup metroseksual ini tumbuh dan berkembang tidak lepas dari adanya sinergi antara produsen ‘ideologi’ budaya posmodern dalam ‘kerjasamanya’ dengan media serta iklan untuk menciptakan kebutuhan baru pada kaum pria. Dalam iklan- iklan tersebut, sosok metroseksual dihadirkan untuk menawarkan produk dari gaya hidup konsumtif, tubuh (cita rasa), dan citra. Jelasnya iklan tidak lagi menjual fungsionalitas produk namun juga telah dikaitkan dengan tampilan permukaan dan gaya, sehingga saat ini identitas metroseksual menjadi tidak hanya sekedar trend namun telah menjadi sebuah identitas sosial yang baru. </p>
<p>Kata kunci: periklanan, perilaku konsumen. metroseksual, iklan, gaya hidup posmodern. </p>
<p><em>ABSTRACT </p>
<p>Nowdays Metrosexual is becoming an interesting topic not just in the fashion field but also in the public. Metrosexual is the product of consumption-advertisement-lifestyle hegemonic. The growing of Metrosexual lifestyle because of synergic cooperation between producers of postmodern culture and media also advertising to create new needs for male. In advertisements, metrosexual models are appeared to promote products of  consumption lifestyles, spectacle, body (taste) and image. Clearly, advertisements no longer offer product functions but also relate to image of surface and style, with the result that nowdays metrosexual identity not just a trend but has become a new social identity. </p>
<p>Keywords: metrosexual, advertisement, postmodern lifestyle. </em></p>
<p> .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>PENDAHULUAN </p>
<p>Pola kehidupan konsumtif berkembang menjadi domain para produsen untuk menciptakan peluang-peluang ekspansi baru bagi produk-produknya. Pangsa pasar terbanyak untuk produk-produk tertentu, semisal fashion, parfum, jasa kecantikan sampai sekarang masih didominasi perempuan sebagai konsumen terbanyaknya. Namun, pola kecenderungan merawat dan memperhatikan diri bukan lagi hanya milik perempuan; pola pikir semacam itu telah bergeser pula pada pria. Peluang inilah yang sekarang ini mulai dilirik sebagian produsen karena kecenderungan yang ada selama ini pasar pria belum tergarap dengan baik. Menggarap pasar pria bukanlah sesuatu yang sia-sia mengingat semakin banyaknya pria tampil dalam berbagai acara, misalnya sebagai DJ, VJ/presenter, pembicara di televisi, model/artis, dan profesional lainnya yang membutuhkan penampilan yang baik ketika harus berhadapan dengan klien. Fenomena lain yang muncul dan menjadi peluang bagi para produsen adalah kecenderungan eksekutif muda untuk memanfaatkan waktu luang (<em>leisure time</em>) di luar rumah, seperti ke mal, <em>music lounge</em>, klub, salon dan spa. Dahulu bagi pria urusan fashion dan perawatan tubuh bukanlah yang utama; bagi mereka cukup berpakaian rapi bersih. Kini terdapat kecenderungan baru gaya. Merek fashion yang dulu khusus untuk kaum hawa seperti ‘Esprit’ sekarang mereka menjual produknya untuk pria, demikian juga dengan ‘Ovale’ pembersih muka yang memakai Ari Wibowo sebagai model iklannya. Awal mulanya produk ini khusus perempuan dan sekarang pria pun memakainya. Akibat dari gaya hidup yang berubah itu sekarang ini di pasaran membanjir produk kecantikan dan perawatan diri berlabel <em>“for men”</em>. Pria menjadi lebih dekat dengan <em>after shave lotion</em>, pembersih wajah, pelembab muka, wangi-wangian, pewarna rambut, sabun mandi, shampo, bedak tubuh, dan sebagainya. Sejalan dengan itu, di pusat-pusat perbelanjaan saat ini jenis pakaian pria beserta asesorisnya semakin beragam dengan warna-warna yang semakin variatif pula.  </p>
<p>Bermunculannya kebutuhan akan produk tersebut bukanlah tanpa sengaja. Produsen melalui iklan-iklannya dengan menggunakan ikon-ikon ternama yang ber-<em>style dandy</em> dan modis seperti Ferry Salim, Ari Wibowo, dan model-model lainnya telah membuat sebuah terobosan baru dalam peta pemasaran produk dengan menciptakan sebuah kebutuhan baru bagi kaum pria. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/metroseksualitas-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/metroseksualitas-1.jpg?w=357&#038;h=468" alt="metroseksualitas 1" title="metroseksualitas 1" width="357" height="468" class="aligncenter size-full wp-image-11550" /></a></p>
<p><strong>Gambar 1.</strong> Model dengan penampilan <em>dandy</em> pada produk <em>fashion for men</em> (Sumber:<br />
Popular No. 160, Mei 2001).</p>
<p>METROSEKSUAL </p>
<p>Istilah metroseksual sekarang ini sering kita dengar dalam wacana umum komunikasi. Kata metroseksual pertama kali dicetuskan oleh Mark Simpson di majalah salon edisi juli 2002.1 Namun ada juga sumber lain yang menyebutkan istilah ini pertamakali dicetuskan oleh orang yang sama di Koran Inggris ‘The Independent’ pada 1994.2  Bertolak dari dua sumber tersebut terdapat satu pengertian bahwa metroseksual adalah sosok <em>narcissistic</em>3 dengan penampilan <em>dandy</em> (<em>pesolek</em>), yang tidak jauh dari penampilan gaya dandan pria di media massa yang jatuh cinta tidak hanya terhadap diri sendiri, tetapi juga gaya hidup metropolis. Belakangan ini pria metroseksual bukanlah pria yang hanya <em>dandy</em> dalam penampilan namun juga tipe-tipe laki-laki berduit, dengan pola hidup bergerak menjangkau kota-kota metropolis yang menyediakan segala hal yang terbaik seperti klub, spa, salon, butik, penata rambut, restoran, dan toko. Kalau menilai dari penampilan luarnya orang mungkin mengira bahwa mereka adalah kalangan gay, namun pria dalam kategori ini tidak harus serta-merta kalangan gay atau homoseksual meskipun mereka tidak berpretensi <em>macho</em>; ini bukan sekedar urusan preferensi seksual. Pria tersebut bisa saja <em>straight-heteroseksual</em>, namun menempatkan dirinya sendiri sebagai obyek cintanya sendiri.  </p>
<p>Pria yang memperhatikan dirinya sendiri, atau bisa dikatakan mencintai dirinya sendiri, bukan merupakan wacana yang baru. Sejak dulu pria juga selalu memperhatikan penampilan diri. Namun saat ini telah terjadi perubahan signifikan pertanda makin kuatnya unsur venus dalam diri laki-laki. Chamim, et al menjelaskan gejala tersebut dengan memberi contoh bahwa dulu di era 70-an para lelaki dilingkupi suasana serba maskulin dengan Charles Bronson sebagai <em>men-idol</em>-nya. Pada dasawarsa 80-an kumis lebat mulai dicukur; meskipun idola masih bertahan pada sosok yang <em>macho</em>. Satu dasawarsa berikutnya minat pria mulai bergeser pada perawatan wajah dan parfum dan terakhir mereka mulai melirik perawatan kuku kaki-tangan (<em>manicure-padicure</em>) ditambah spa dan pijat refleksi.4 Dan idola pun bergeser pada sosok yang kasual seperti Beckham, Ian Thorpe, Brad Pitt, dan sebagainya. Ciri lain dari pria metroseksual adalah mereka sosok yang berani bereksperimen dengan fashion. Gaya rambut Russel Crow dalam <em>‘Master and Commander’</em> seharga US$ 150 ribu.5 Demikian juga dengan David Beckham dalam penampilannya selalu memakai pemoles kuku dan mengundang penata rambut terbaik Inggris Aida Phelan untuk memastikan model rambut <em>Mohican</em>-nya agar tetap prima.6 Pembeli stoking terbesar lewat internet 85% adalah pria dimana kadangkala mereka membeli dua model, satu yang berukuran besar untuk dirinya sendiri dan yang berukuran kecil untuk pasangannya.7 </p>
<p>GAYA HIDUP POSMODERN </p>
<p>Gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lainnya.8 Pola-pola kehidupan ini kadang diartikan orang sebagai budaya; yang artinya keseluruhan gaya hidup suatu masyarakat-kebiasaan/adat istiadat, sikap dan nilai-nilai mereka serta pemahaman yang sama yang menyatukan mereka sebagai suatu kelompok masyarakat. Gaya hidup lebih pada seperangkat praktik dan sikap yang masuk akal dalam konteks tertentu9 atau cara-cara terpola dalam menginvestasikan aspek-aspek tertentu kehidupan sehari-hari dengan nilai sosial atau simbolik; Tegasnya, gaya hidup adalah cara bermain dengan identitas.10 Contohnya adalah merokok. Apabila dilihat berdasarkan hal-hal yang melekat dalam organisasi sosial dari realitas-realitas lokal dan bukan dari sudut pandang patologis yang melihat ‘rokok’ sebagai hal yang menyimpang, merusak kesehatan dan mengganggu kepentingan umum maka merokok dipandang sebagai unsur integral gaya hidup dalam organisasi peristiwa sosial dan bisa pula ritual identitas sosial. </p>
<p>Adakah perbedaan signifikan antara cara hidup (<em>way of life</em>) dengan gaya hidup (<em>lifestyle</em>)?<br />
Chaney menjelaskannya definisi gaya hidup dengan menggunakan tema pendekatan sosial: situs (<em>site</em>) dan strategi. Dalam hal ini itus (<em>site</em>) bukan merupakan tempat-tempat yang dapat dikenali dalam suatu lingkungan fisik, melainkan metaphor fisik bagi ruang-ruang yang dapat disediakan dan dikontrol oleh aktor (individu atau kelompok). Dari sudut pandang strategi, gaya hidup dipahami sebagai cara-cara khas perjanjian sosial (<em>social engagement</em>) atau narasi-narasi dari identitas dimana aktor (individu atau kelompok) dapat menyimpan metafor-metafor yang ada. Dari dua pendekatan ini bisa diartikan pula bahwa gaya hidup adalah projek kreatif dan hal tersebut adalah bentuk pendeklarasian yang memuat penilaian aktor-aktor dalammenggambarkan lingkungan. Sementara itu, cara hidup (<em>way of life</em>) ditampilkan dengan ciri-ciri seperti norma, ritual, pola-pola tatanan sosial, dialek atau cara berbicara yang khas.11 Chaney menambahkan bahwa cara hidup pada bentuk-bentuk sosio-stuktural seperti pekerjaan, gender, lokalitas, etnisitas dan umur pun bisa masuk dalam kategori ini dimana faktor-faktor tadi membentuk identifikasi baru gaya hidup atau cara-cara berperilaku yang berkaitan dengan ekspektasi-ekspektasi konvensional yang kemudian membentuk pola-pola baru pilihan melalui cara-cara pola cita rasa yang membentuk dan menyokong hierarki hak-hak istimewa dan status.12  </p>
<p>Savage, <em>et al.</em> dalam Chaney membuat klasifikasi gaya hidup bagi kelas menengah menjadi tiga: asketis, posmodern dan awam (<em>undistinctive</em>). Ciri nyata yang pokok dari gaya hidup posmodern adalah kecenderungannya melakukan perayaan-perayaan gaya hidup tertentu dan terjadi pengaburan pembedaan gaya konvensional dimana ekstravagansa tingkat tinggi berlangsung terus bersama budaya tubuh; apresiasi terhadap opera dan musik klasik bergandengan erat dengan kegandrungan akan disko dan balap mobil. Sehingga, menurut Savage, jika para intelektual sektor publik pada saat modernitas dulu bertindak sebagai garda depan penghapusan posisi sosial dengan pendekatan stilistiknya yang istimewa sekarang hal itu telah ditumbangkan oleh generasi berikutnya dengan cara melampaui tatanan budaya modernitas13. </p>
<p>Budaya tubuh atau budaya cita rasa yang merupakan ciri gaya hidup posmodern itu dapat diamati dari sudut pandang penampakan luar (<em>surfaces</em>). Warna dan gaya rambut, cara berpakaian, kendaraan yang dipakai atau makanan yang dikonsumsi dapat mengidentifikasikan seseorang dengan suatu ikon budaya cita rasa tertentu. Chaney melihat bahwa penampakan benda-benda, penampakan luar kehidupan metropolitan yang gemerlapan, petunjuk visual seperti citraan iklan (<em>advertising imagery</em>), berdirinya bangunan komersial dan publik, carut marut aksesori jalan, sampah, dan ikonografi publik lainnya merupakan suatu tontonan visual (<em>visual spectacle</em>) yang menghasilkan suatu citraan visual (<em>visual imagery</em>) yang menjadi prasyarat menentukan kehidupan sehari-hari bagi budaya modernitas. Demikian pula citraan-citraan luar telah menjadi sumber daya dalam mengkomunikasikan dan mengangkat makna, menata dan memanipulasi identitas sosial sehingga gaya hidup terartikulasi melalui perubahan secara konstan tontonan dari penampilan-penampilan tampakan luar. Baudrillard (dalamFeatherstone) melihat bahwa taraf produksi image tersebut telah membawa perubahan masyarakat secara kualitatif yang di dalamnya perbedaan antara realitas dan image menjadi kabur, kehidupan sehari-hari mengalami estetisikasi. Ruang dan waktu merupakan dunia simulasional atau dia sebut dengan budaya posmodern.15 Dalam wacana ini fungsi periklanan telah bergeser dari penekanan rasionalitas terhadap kepuasan fungsional menjadi penekanan atas keikutsertaan kemampuan audiens dalam menciptakan tampakan-tampakan luar dari makna melalui manipulasi ikatan dan pemunculan yang pada akhirnya menjadi ciri yang konstan dari modernitas akhir. Leiss et al. dalam Chaney mengajukan suatu rangkaian perkembangan periklanan selama abad 20. Tahap awal iklan masih bersifat <em>idolatry</em> (produk-produk disajikan dalam nilai guna murni), kemudian iconology (produk-produk diberi atribut-atribut simbolik), narsisisme (produk-produk diper- sonalisasi dan dinilai secara interpersonal) dan perkembangan terakhir adalah totemisme (produk-produk ditampilkan sebagai suatu tanda/indikator bagi suatu kolektivitas yang didefinisikan melalui penampilan dan aktivitasnya). Sejalan dengan itu, pengkomunikasian pesan iklan dengan menggunakan penampakan luar menjadi dominan; konsumsi menjadi suatu fenomena tontonan. Produk dikaitkan dengan citra yang menjadi perlambang dari kolektivitas sosial yang mengasosiasikannya dengan gaya hidup.16 Dengan demikian Periklanan pun menjadi salah satu agen yang ikut memformulasikan kerangka-kerangka kultural gaya hidup citraan yang terus menerpa kehidupan masyarakat. Seperti diungkapkan oleh Ibrahim dalam Chaney bahwa dalam era globalisasi yang berperan besar dalam membentuk budaya citra (<em>image culture</em>) dan budaya cita rasa (<em>taste culture</em>) adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang memesona dan memabukkan. Ujarnya pula, iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus (<em>subtle</em>) arti pentingnya citra diri untuk tampil di depan publik. Secara perlahan pula iklan mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.17 Bahkan, tambahnya pula, Marshall Mcluhan, kritikus media terkemuka, menyebut iklan sebagai karya seni terbesar abad-20 karena iklan dapat bertindak sebagai penentu kecenderungan, tren, mode, dan pembentuk kesadaran manusia modern. Meskipun, tidak semua orang akan begitu mudah terpengaruh oleh bujuk rayu iklan namun sedikit banyak iklan dapat menjadi saluran wacana (<em>channel of discourse</em>) mengenai konsumsi dan gaya hidup mutakhir. </p>
<p>METROSEKSUALITAS DALAM IKLAN SEBAGAI WACANA GAYA HIDUP POSMODERN </p>
<p>Tumbuhnya kecenderungan metroseksual di kehidupan masyarakat dilihat dari wacana budaya populer merupakan suatu cerminan dari perubahan sosial yang diakibatkan oleh globalisasi ekonomi dan informasi yang melenyapkan batas-batas teritorial misalnya negara, bangsa, kesukuan, kepercayaan, politik, dan budaya. Luruhnya batasan-batasan ini juga berimbas secara signifikan pula pada pola berpikir dan stereotip yang dibentuk oleh pola pemikiran modern tentang maskulinitas. Seperti halnya Pria telah melampaui batas-batas gender dengan melakukan suatu ritual, dalam hal ini perawatan tubuh, yang selama ini menjadi stereotip kaum hawa dalam konstruksi sosial pada umumnya. Pria menurut pandangan umum yang berlaku adalah sosok jantan, kekar, untuk menggambarkan dominasinya akan kekuasaan dan kelebihannya dibandingkan perempuan. Sosok yang semula dipandang yang kuat untuk melindungi telah bergeser menjadi lebih sensitif akan penampilannya. Kertajaya menyebut ini sebagai WOMENvolution18 dimana urusan pria sekarang ini tidak hanya bekerja dan mencari uang tetapi juga memperhatikan penampilannya dan bersikap emosional. Salah satu contohnya adalah David Beckham. Meskipun profesinya adalah pemain sepak bola dia tidak lupa menjaga penampilannya dengan memoleskan pewarna kuku pada jari-jari kakinya. </p>
<p>Akankah metroseksualitas hanya akan bertahan sebagai trend atau merupakan suatu bentuk evolusi sosial yang akan berkembang? Kalau melihat perkembangan metroseksual bisa jadi bukanlah hanya trend sesaat saja. Media dan iklan yang terus mengekspos gaya dan kehidupan selebritis seperti Beckham di atas serta produk-produk berbau metroseksual menjadi umpan yang begitu menarik perhatian publik dan terutama orang-orang berduit. Gaya hidup posmodern semakin menunjang hal itu dimana dalam masyarakat yang semakin konsumtif tampilan permukaan  dan gaya menjadi lebih penting. Seperti yang diungkapkan oleh Harvey dalam Strinati bahwa “citraan mendominasi narasi” dimana masyarakat sering mengkonsumsi citra maupun tanda itu sendiri dan bukannya substansi, isi dan maknanya/kegunaannya.19 </p>
<p>Masyarakat dipenuhi oleh citraan-citraan yang ditampilkan dalam iklan-iklan dimana produk- produk ditampilkan sebagai suatu tanda/indikator bagi suatu kolektivitas yang didefinisikan melalui penampilan dan citraan. Narsisisme sebagai titik tolak gaya hidup metroseksual seperti yang diutarakan Simpson, mengadopsi nilai “cintraan mendomonasi narasi” tersebut. Seperti diutarakan Lasch (dalam Piliang) dimana narsisisme ini sebagai satu dimensi dan kondisi psikologis seseorang dimana dia mengalami ketergantungan pada citraan diri dan ilusi yang menyertainnya serta pengakuan akan hal tersebut dari masyarakat.20 </p>
<p>Kekuatan citra yang hadir dalam masyarakat konsumtif adalah hasilan dari &#8211; yang disebut Kundera &#8211; produsen ‘ideologi’ dan sekaligus pendefinisi kenyataan.21 Siapa saja itu? Kundera menyebutkan diantaranya biro iklan, manajer kampanye, perancang mode, perekayasa peralatan gimnastik, penata rambut, bintang showbiz. Mereka inilah agen-agen penjual citra yang mendiktekan idealitas kecantikan/ketampanan dan nilai-nilai keindahan tubuh lewat televisi, film, iklan dan juga dalam dunia olahraga.22 Gaya hidup metroseksualitas yang hadir di tengah-tengah masyarakat dengan ideologi sosok narcissistic dengan penampilan <em>dandy</em>23, konsumtif, memanfaatkan <em>leisure time</em>-nya di klub, spa, salon, butik, penata rambut, restoran, dan toko ternama merupakan hasil dari keahlian para produsen ‘ideologi ‘ tersebut dalam membangkitkan kebutuhan akan estetisikasi penampilan dalam kehidupan sehari-hari melalui bentuk-bentuk penawaran seperti iklan produk-produk kecantikan yang melakukan penawaran keahliannya dalam perawatan rambut, wajah, laser, <em>blue peel</em>, <em>teta peel</em> dan sebagainya yang tidak hanya ditawarkan kepada kaum wanita namun juga pria sehingga kalau diperhatikan mulai banyak pria terkena imbas dari ‘wacana gaya hidup metroseksual’ yang dengan setia mengunjungi tempat- tempat spa dan <em>beauty clinic</em> yang terus merebak bak jamur di waktu hujan.  </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/metroseksualitas-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/metroseksualitas-2.jpg?w=600&#038;h=369" alt="metroseksualitas 2" title="metroseksualitas 2" width="600" height="369" class="aligncenter size-full wp-image-11551" /></a></p>
<p><strong>Gambar 2.</strong> Model Metroseksual dalam iklan jasa b<em>eauty &amp; slimming clinic</em> di Surabaya </p>
<p>Dengan demikian ideologi citraan dan tubuh menjadi begitu penting bagi kaum metroseksual dan hal itu nampaknya sekarang telah merasuki kehidupan masyarakat dengan semakin menjamurnya produk-produk kebutuhan bagi pria metroseksual dalam menjaga keindahan tubuh dan keselarasan diri sebagai perwujudan citraan diri dalam kehidupannya; persis dengan idealitas kecantikan/ketampanan yang dipropagandakan iklan. Inilah metroseksual yang berdasarkan istilah Ibrahim sebagai cerminan ‘antagonisme kultural’ yang paling naïf24. Dalam nuansa masyarakat konsumtif dimana kaum metroseksual berada di dalamnya, merasa ‘mati’ kalau tidak tampil <em>dandy</em> karena ideologi citraan mereka adalah <em>survival of the fittest</em> dimana tampil gaya dan berbeda adalah karakter keharusan bagi seorang metroseksual. Diferensiasi sebagai suatu proses membangun identitas melalui perbedaan produk, gaya dan gaya hidup nampak jelas dalam iklan yang menampilkan pria-pria <em>dandy</em> (cantik-pesolek namun tetap gagah dan anggun). Hal ini dalam bahasa estetik posmodern disebut dengan camp, suatu model estetisisme (bukan dalam pengertian keindahan melainkan dalam pengertian keartifisialan dan <em>stylization</em>) yang lebih menekankan pada dekorasi, permukaan sensual, dan gaya dengan mengorbankan isi, anti identitas seksual, berlebihan, spesial, dan <em>glamour</em>.25 Iklan tersebut telah membuka saluran wacana (<em>channel of discourse</em>) baru khususnya bagi kaum pria berduit untuk memanfaatkan <em>leisure time</em>-nya melalui uang dan kekayaannya dengan memanjakan diri dan melepaskan diri dari ‘ketersiksaan’ dan ‘kepenatan’ rutinitas sehari-hari plus tersematkannya identitas baru pada diri mereka dari masyarakat. Hingga hal ini mungkin dapat menjadi contoh penjelas asumsi Zablocki dan Kanter (dalam Chaney) yang mengatakan bahwa eksperimentasi gaya hidup berlangsung pada orang-orang yang peran ekonomi dan pekerjaannya tidak lagi menghadirkan seperangkat nilai yang koheren dan bagi mereka identitas dapat dimunculkan melalui realisme konsumsi daripada produksi.26 Akibatnya adalah saat ini, saluran wacana itu terus bergeser dari saluran wacana (<em>channel of discourse</em>) menjadi semacam saluran hasrat (<em>channel of desire</em>) bagi kaum muda berduit untuk mendapatkan citraan diri dan pemaknaan hidup sebagai kaum metroseksual. </p>
<p>SIMPULAN </p>
<p>Mengutip pernyataan Adarno (dalam Ibrahim) bahwa iklan mengundang manusia untuk melihat satu karakter dengan cara yang sama ia melihat dirinya, tanpa sadar bahwa sebenarnya telah terindoktrinasi.27 Demikian juga trend gaya hidup metroseksual yang merambah kota-kota besar semakin menunjukkan pengaruhnya. Awalnya yang adalah sekedar wacana kini telah merasuki dan menjadi trend kehidupan kelas menengah ke atas. Iklan dengan bentuk penawarannya yang glamour telah menawarkan nilai-nilai simbolik tertentu, didukung dengan globalisasi informasi dalam kehidupan manusia yang semakin konsumtif, menyebabkan gaya hidup metroseksual menjadi tidak sekedar fenomena lagi namun telah menjadi suatu identitas sosial yang membedakan si pemilik identitas tersebut dengan individu lainnya dalam kehidupan sosialnya. Dalam hal ini, gaya hidup konsumtif telah melahirkan lagi satu bentukannya melalui produk-produk gaya berpenampilan yang serba <em>glamour</em> dan eksperimental pada pria. Sebagaimana terbentuknya kelas sosial di masyarakat, gaya hidup metroseksual pun ada kemungkinan akan menempatkan dirinya pada struktur sosial masyarakat senyampang budaya konsumsi, tubuh, dan citra masih melekat dalam benak dan relung hati manusia. </p>
<p>1<br />
Benny Santoso, “Pria Metroseksual,” Get Life 06 (2004), hal. 39.<br />
2<br />
Mardiyah Chamim, et al., “Bertemu Pria-Pria Venus,” Tempo 01/XXXIII (30-7 Maret 2004), hal. 56.<br />
3<br />
Simpson mengambil analogi dari mitologi Yunani tentang pemuda yang terpesona menatap pantulan<br />
wajahnya sendiri di permukaan air kolam.<br />
4<br />
Op. cit., hal. 56-57.<br />
5<br />
Hermawan Kertajaya, et al., Marketing in Venus, (Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama, 2003), hal. 21.<br />
6<br />
Ibid.<br />
7<br />
Ibid, 17.<br />
8<br />
David Chaney, Life Styles: Sebuah Pengantar Komprehensif , terj. Nuraeni, (Yogyakarta, 2004), hal. 40.<br />
9<br />
Ibid., hal. 41.<br />
10<br />
Ibid., hal. 92.<br />
11<br />
Ibid, hal. 156-157.<br />
12<br />
Ibid, hal.158.<br />
13<br />
Ibid., hal. 85.<br />
14<br />
Ibid., hal. 167-170. (Chaney dalam catatan akhirnya menuliskan bahwa suatu titik berat terhadap tampakan<br />
luar ada kaitannya dengan teorisasi budaya posmodern).<br />
15<br />
Mike Featherstone, Posmodernisme dan Budaya Konsumen, terj. Misbah Zulfa Elizabeth, (Yogyakarta,<br />
2001), hal.162.<br />
16<br />
Ibid., hal. 177.<br />
17<br />
Ibid., hal.19.<br />
18<br />
Kertajaya, et.al., op.cit., hal. 20.<br />
19<br />
Dominic Strinati, Popular Culture: Pengantar Menuju teori Budaya Populer, terj. Abdul Mukhid,<br />
(Yogyakarta, 1995), hal. 257.<br />
20<br />
Yasraf Amir Piliang, Sebuah Dunia yang Dilipat, (Bandung, 1998), hal.57.<br />
21<br />
Idi Subandy Ibrahim, Ekstasi Gaya Hidup: Kebudayaan Pop Dalam Masyaralkat Komoditas Indonesia<br />
(Bandung, 1997), hal. 25<br />
22<br />
 Ibid, hal. 26.<br />
23<br />
Chaney beranggapan bahwa dandyisme merupakan inovasi budaya posmodern dimana para individu<br />
menggunakan desain gaya personalnya sebagai suatu bentuk praktik seni bergerak dalam suatu estetisasi<br />
kehidupan sehari-hari.<br />
24<br />
Agen-agen industri kebudayaan membangun kekuasaan bukan dengan intimidasi dan teror yang kasar dan<br />
telanjang tapi bagaimana membuat orang merasa ‘mati’ kalau tidak tampil trendy, kaya, cantik, awet muda<br />
dan serba wah.<br />
25<br />
Piliang, op.cit., hal. 307.<br />
26<br />
Ibid., hal. 158.<br />
27<br />
Ibrahim, op.cit., hal 200. </p>
<p>KEPUSTAKAAN </p>
<p>Chamim, Mardiyah, D.A. Candraningrum, Nurhayati, Telni Rusmitantri. <em>“Bertemu Pria- Pria Venus&#8221;</em>, Tempo 01/XXXIII (30-7 Maret 2004), hal. 56.<br />
Chaney, David. <em>Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif</em>. Yogyakarta: Jalasutra, 2004.<br />
Ibrahim, Idi Subandy. E<em>kstasi Gaya Hidup: Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia</em>. Bandung: Mizan, 1997.<br />
Kertajaya, Hermawan, Yuswohadi, Dewi madyani, Bembi Dwi Indrio. <em>Marketing in Venus</em>. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003.<br />
Piliang, Yasraf Amir, S<em>ebuah Dunia yang Dilipat</em>. Bandung: Mizan, 1998.<br />
Santoso, Benny. <em>“Pria Metroseksual&#8221;</em>, Get Life, Juni, 2004, hal. 39.<br />
Strinati, Dominic. <em>Popular Culture: Pengantar Menuju Teori Budaya Populer</em>. Yogyakarta: Bentang Budaya, 1995. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Download &gt; <a href='http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dkv04060203.pdf'>Metroseksualitas dalam Iklan sebagai Wacana Gaya Hidup Posmodern</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Sumber: Desa Informasi &gt; Pusat Penelitian (Research Centre) Petra Christian University </p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; or &#8220;Information Village&#8221; is the name adopted for the Local eContent (digital information resources with local flavor) development project being carried out in Petra Christian University Library.</p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; can also play an important role in preserving (at least) digitally local historical and cultural heritage, thus preserving the collective memory of a local society.</p>
<p>All Local eContent collections are available for everyone through the Internet for free. Some Local eContent collections are currently available in &#8220;Desa Informasi,&#8221; such as Surabaya Memory, Digital Theses, eDIMENSI, Petra@rt Gallery, Petra iPoster, and Petra Chronicle.</p>
<p>•••</p>
Posted in Academic Writing, Cons. Tri Handoko, 2004 Tagged: gaya hidup posmodern, iklan, periklanan, perilaku konsumen. metroseksual <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11532/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11532&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/06/metroseksualitas-dalam-iklan-sebagai-wacana-gaya-hidup-posmodern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/metroseksualitas-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">metroseksualitas 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/metroseksualitas-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">metroseksualitas 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biennale Jogja X-2009: &#8220;Jogja Jamming&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/05/biennale-jogja-x-2009-jogja-jamming/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/05/biennale-jogja-x-2009-jogja-jamming/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 02:25:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Biennale Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11534</guid>
		<description><![CDATA[
Posted in News&#38;Events Tagged: Biennale Jogja      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11534&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/biennale-jogja-jogja-jamming-2009.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/biennale-jogja-jogja-jamming-2009.jpg?w=562&#038;h=750" alt="biennale-jogja-jogja-jamming-2009" title="biennale-jogja-jogja-jamming-2009" width="562" height="750" class="alignnone size-full wp-image-11535" /></a></p>
Posted in News&amp;Events Tagged: Biennale Jogja <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11534/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11534&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/05/biennale-jogja-x-2009-jogja-jamming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/biennale-jogja-jogja-jamming-2009.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">biennale-jogja-jogja-jamming-2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undangan Menghadiri Seminar Nasional &#8220;Nation Branding&#8221; Persembahan DKV Binus University-Jakarta</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/04/undangan-menghadiri-seminar-nasional-nation-branding-persembahan-dkv-binus-university-jakarta/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/04/undangan-menghadiri-seminar-nasional-nation-branding-persembahan-dkv-binus-university-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV Binus University, Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[DKV Binus University]]></category>
		<category><![CDATA[Nation Branding]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11511</guid>
		<description><![CDATA[

Dalam rangka ulang tahun ke-10 Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara, kami bermaksud mengundang Anda untuk hadir dalam acara Seminar &#8220;Nation Branding&#8221; yang akan diselenggarakan pada:
Hari: Rabu, 11 November 2009.
Waktu: 14.00 WIB.
Tempat: The Cone f7 &#8211; Gedung Fx Lifestyle X&#8217;nter, Senayan, Jakarta.
Pembicara:
1. Keynote speech:
Dr. Marie Elka Pangestu, (Menteri Perdagangan RI)
&#8220;National Strategy and Policy on [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11511&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-2.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-2.gif?w=592&#038;h=1766" alt="nation-branding-2" title="nation-branding-2" width="592" height="1766" class="aligncenter size-full wp-image-11513" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-1.gif?w=592&#038;h=1182" alt="nation-branding-1" title="nation-branding-1" width="592" height="1182" class="aligncenter size-full wp-image-11512" /></a></p>
<p>Dalam rangka ulang tahun ke-10 Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara, kami bermaksud mengundang Anda untuk hadir dalam acara Seminar &#8220;Nation Branding&#8221; yang akan diselenggarakan pada:</p>
<p>Hari: Rabu, 11 November 2009.<br />
Waktu: 14.00 WIB.<br />
Tempat: The Cone f7 &#8211; Gedung Fx Lifestyle X&#8217;nter, Senayan, Jakarta.</p>
<p>Pembicara:<br />
1. Keynote speech:<br />
<strong>Dr. Marie Elka Pangestu, (Menteri Perdagangan RI)</strong><br />
<strong>&#8220;National Strategy and Policy on Indonesia&#8217;s Nation Branding&#8221;</strong></p>
<p>2. <strong>Rizaldi Siagian, MA, (Etnomusikolog)<br />
&#8220;Local Value: An Empowerment for Nation Branding&#8221;</strong></p>
<p>3. <strong>Daniel Surya, (Country Director-The Brand Union)<br />
&#8220;Branding Agencies and Local Value of Indonesia&#8217;s Nation Branding&#8221;</strong></p>
<p>4. <strong>Dr. Ermiel Thabrani (Communication and PR Expert)<br />
&#8220;Nation Branding: Image and Reputation Management&#8221;</strong></p>
<p>Kami lampirkan pula agenda acara seminar. Bila Anda berkenan hadir di acara kami, agar dapat mengkonfirmasi kepada<br />
Sita: 0815 8596 2232<br />
Ayu: 0813 8599 8516<br />
Laura: 0818 982930</p>
<p>Atau dengan mengirimkan e-mail ke alamat: resitakj@gmail.com</p>
<p>Bila Anda ingin mengajak serta rekannya yang lain, dapat dikonfirmasikan sebelumnya, karena 1 undangan hanya berlaku untuk 1 orang.</p>
<p>Reservasi di tutup <strong>hari Sabtu, 7 November 2009</strong></p>
<p>Hormat kami,<br />
DKV Bina Nusantara University</p>
<p><strong>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .<br />
</strong><strong>KHUSUS BAGI KOMUNITAS DGI (DESAIN GRAFIS INDONESIA) DISEDIAKAN 50 (LIMA PULUH) BUAH KURSI (GRATIS!), SILAKAN SEGERA MENDAFTARKAN DIRI KE PANITIA TERSEBUT DI ATAS DENGAN MENYEBUTKAN DARI KOMUNITAS DGI. RESERVASI DITUTUP: SABTU 7.11.09.</strong><br />
<strong>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .<br />
</strong><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-3.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-3.gif?w=400&#038;h=898" alt="nation-branding-3" title="nation-branding-3" width="400" height="898" class="aligncenter size-full wp-image-11514" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-4.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-4.gif?w=400&#038;h=902" alt="nation-branding-4" title="nation-branding-4" width="400" height="902" class="aligncenter size-full wp-image-11515" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-5.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-5.gif?w=400&#038;h=898" alt="nation-branding-5" title="nation-branding-5" width="400" height="898" class="aligncenter size-full wp-image-11516" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-6.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-6.gif?w=400&#038;h=899" alt="nation-branding-6" title="nation-branding-6" width="400" height="899" class="aligncenter size-full wp-image-11517" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-7.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-7.gif?w=400&#038;h=894" alt="nation-branding-7" title="nation-branding-7" width="400" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11518" /></a></p>
<p>•••</p>
Posted in DKV Binus University, Jakarta, Miscellaneous Tagged: DKV Binus University, Nation Branding, seminar <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11511&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/04/undangan-menghadiri-seminar-nasional-nation-branding-persembahan-dkv-binus-university-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-5.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/nation-branding-7.gif" medium="image">
			<media:title type="html">nation-branding-7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Perilaku Konsumen dalam Menciptakan Iklan yang Efektif</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/03/pentingnya-perilaku-konsumen-dalam-menciptakan-iklan-yang-efektif/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/03/pentingnya-perilaku-konsumen-dalam-menciptakan-iklan-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 04:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Academic Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Ani Wijayanti Suhartono, 2004]]></category>
		<category><![CDATA[periklanan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku konsumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11464</guid>
		<description><![CDATA[Ani Wijayanti Suhartono 
Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual
Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra  
.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11464&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Ani Wijayanti Suhartono </strong><br />
<em>Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual<br />
Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra</em>  </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>ABSTRAK </p>
<p>Periklanan merupakan salah satu tahap dalam pemasaran. Tanpa periklanan, berbagai produk tidak akan dapat mengalir ke para distributor atau penjual apalagi ke konsumen. Perilaku konsumen semakin lama semakin beraneka ragam, dipengaruhi beberapa faktor. Untuk menciptakan iklan yang efektif diperlukan riset perilaku konsumen yang didasarkan pada faktor budaya, sosial, pribadi serta psikologis </p>
<p>Kata kunci: periklanan, perilaku konsumen. </p>
<p><em>ABSTRACT </p>
<p>Advertising is one of the stages is marketing. Without advertising, many products would not reach through to the distributors or sellers, moreover the consumers. Consumer behavior has increasingly become more varied, and influenced by a number of factors. To create an effective ad, one needs to research consumer behavior based on aspects of culture, society, personality, and psychology. </p>
<p>Keywords: advertising, consumer behavior. </em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>PENDAHULUAN<br />
Seiring dengan perkembangan teknologi, mulai bermunculan produk−produk baru. Persaingan semakin seru, masuknya pendatang baru membawa angin segar dalam kompetisi produk. Ketika pengiklan dihadapkan dengan kenyataan yang ada, salah satu cara yang paling tepat adalah melakukan riset perilaku konsumen untuk menciptakan iklan yang efektif. </p>
<p>Tujuan periklanan adalah membujuk konsumen untuk melakukan sesuatu, biasanya untuk membeli sebuah produk. Agar periklanan dapat menarik dan berkomunikasi dengan khalayaknya dalam cara tertentu sehingga membuahkan hasil yang diinginkan, para pengiklan pertama-tama harus memahami khalayak mereka. Mereka harus mengakrabkan diri dengan cara berpikir konsumen dengan faktor-faktor yang memotivasi mereka dengan lingkungan dimana mereka hidup. </p>
<p>Kebutuhan dan keinginan para konsumen terus berubah. Agar berhasil, para pemasar perlu bersungguh-sungguh berupaya untuk menentukan kebutuhan konsumen mereka sekarang. Perilaku konsumen menjadi dasar yang amat penting dalam pemasaran dan periklanan. Riset konstan terhadap perilaku konsumen dan faktor−faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian sangatlah penting </p>
<p>KONSEP PERILAKU KONSUMEN<br />
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah <em>“Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”.</em> Penertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. </p>
<p>Selain itu perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: <em>“Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”.</em> Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. </p>
<p>Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai:<em> “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”.</em> Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi. </p>
<p>MODEL PERILAKU KONSUMEN </p>
<p>Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli.  </p>
<p>Pertanyaan sentral bagi pemasar: Bagaimana konsumen memberikan respon terhadap berbagai usaha pemasaran yang dilancarkan perusahaan? Perusahaan benar−benar memahami bagaimana konsumen akan memberi responterhadap sifat-sifat produk, harga dan daya tarik iklan yang berbeda mempunyai keunggulan besar atas pesaing. </p>
<p>Strategi pemasaran, khususnya yang dikembangkan dan diterapkan oleh perusahaan yang berhasil, memiliki kekuatan besar terhadap konsumen dan masyarakat luas. Strategi pemasaran bukan hanya disesuaikan dengan konsumen, tetapi juga mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen tentang diri mereka sendiri, tentang berbagai macam tawaran pasar, serta tentang situasi yang tepat untuk pembelian dan penggunaan produk. Ini tidak berarti pemasaran adalah kegiatan yang tidak tepat atau tidak etis. </p>
<p>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN </p>
<p>Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli. </p>
<p><strong>Faktor Budaya</strong><br />
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. </p>
<p>Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.  </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/perilasku-konsumen-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/perilasku-konsumen-1.jpg?w=590&#038;h=308" alt="perilasku konsumen 1" title="perilasku konsumen 1" width="590" height="308" class="aligncenter size-full wp-image-11466" /></a></p>
<p>(Sumber: Majalah Cakram November 2004)<br />
<strong>Gambar 1.</strong> Iklan Televisi dengan Pendekatan Sub Budaya </p>
<p>Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain. </p>
<p><strong>Faktor Sosial</strong><br />
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. </p>
<p>Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi.</p>
<p>Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat. </p>
<p><strong>Faktor Pribadi</strong><br />
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli. </p>
<p>Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang- orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. </p>
<p>Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. </p>
<p>Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/perilasku-konsumen-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/perilasku-konsumen-2.jpg?w=321&#038;h=410" alt="perilasku konsumen 2" title="perilasku konsumen 2" width="321" height="410" class="aligncenter size-full wp-image-11467" /></a></p>
<p>(Sumber: Koran Jawa Post 11 September 2005)<br />
<strong>Gambar 2.</strong> Iklan Cetak dengan Pendekatan Gaya Hidup </p>
<p>Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang. </p>
<p>Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangaat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis-jenis kepribadian dapat diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek. </p>
<p><strong>Faktor Psikologis</strong><br />
Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan. </p>
<p>Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa  tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima. </p>
<p>Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama karena adanya tiga<br />
proses persepsi:<br />
• Perhatian yang selektif<br />
• Gangguan yang selektif<br />
• Mengingat kembali yang selektif </p>
<p>Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. </p>
<p>SIMPULAN<br />
Keinginan dan kebutuhan para konsumen terus-menerus berubah. Seandainya para pengiklan berharap dapat menarik dan berkomunikasi dengan khalayak, mereka harus mengakrabkan diri dengan cara berpikir para konsumen dengan faktor-faktor yang memotivasi mereka, dan dengan lingkungan dimana mereka hidup. Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh berbagai faktor pribadi dan psikologis yang mempengaruhi keputusan pembelian.. Dalam menciptakan iklan yang efektif perlu memperhatikan perilaku konsumen yang hendak dituju. Pengiklan harus mengetahui karakterisik konsumen, karena tujuan dari periklanan itu sendiri untuk membujuk konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk atau jasa. Karena itulah riset perilaku konsumen yang didasarkan pada faktor budaya, sosial, pribadi serta psikologis menjadi faktor yang sangat penting dalam menganalisis kebutuhan dan karakteristik pembelian konsumen. </p>
<p>KEPUSTAKAAN </p>
<p>Brannan, Tom, I<em>ntegrates Marketing Communications</em>, Terj. Slamet, Jakarta: Penerbit PPM, 2004.<br />
Goodman, Allison, <em>The 7 Essentials of Graphic Design</em>, Ohio: HOW Digign Books, 2001.<br />
Kotler, Philip, <em>Manajemen Pemasaran</em>, Terj. Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli, Jakarta: Prenhallindo, 1998.<br />
Kotler, Philip dan Gary Armstong, Dasar-dasar Pemasaran, Terj. Alexander Sindoro, Jakarta: Prenhallindo, 1997.<br />
Lee, Monle dan Carla Jhonson, <em>Periklanan dalam Prespektif Global</em>, Terj. Haris Munandar dan Dudy Priatna, Jakarta: Prenada Media, 2004.<br />
Setiadi, Nugroho J., <em>Perilaku Konsumen</em>, Jakarta: Prenada Media, 2003.<br />
Sutherland, Max dan Alice K. Sylvester, <em>Advertising and the Mind of the Consumer</em>, Terj. Andreas Haryono dan Slamet, Jakarta: Penerbit PPM, 2004.<br />
Suyanto, M., <em>Aplikasi Desain Grafis untuk Periklanan</em>, Yogyakarta: Andi Offset, 2004.<br />
Wibowo, Wahyu,  <em>Sihir Iklan</em>, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Download materi aslinya &gt; <a href='http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dkv04060201.pdf'>Pentingnya Perilaku Konsumen dalam Menciptakan Iklan yang Efektif</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Sumber: Desa Informasi &gt; Pusat Penelitian (Research Centre) Petra Christian University </p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; or &#8220;Information Village&#8221; is the name adopted for the Local eContent (digital information resources with local flavor) development project being carried out in Petra Christian University Library.</p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; can also play an important role in preserving (at least) digitally local historical and cultural heritage, thus preserving the collective memory of a local society.</p>
<p>All Local eContent collections are available for everyone through the Internet for free. Some Local eContent collections are currently available in &#8220;Desa Informasi,&#8221; such as Surabaya Memory, Digital Theses, eDIMENSI, Petra@rt Gallery, Petra iPoster, and Petra Chronicle.</p>
<p>•••</p>
Posted in Academic Writing, Ani Wijayanti Suhartono, 2004 Tagged: periklanan, perilaku konsumen <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11464&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/03/pentingnya-perilaku-konsumen-dalam-menciptakan-iklan-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/perilasku-konsumen-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perilasku konsumen 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/perilasku-konsumen-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">perilasku konsumen 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>T Sutanto</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/03/t-sutanto/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/03/t-sutanto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 02:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[T. Sutanto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11418</guid>
		<description><![CDATA[
Lahir di Klaten, 2 Mei 1941. 
Pendidikan: Sarjana Seni Rupa ITB (Jurusan Seni Grafis); PRATT Institute New York (Communication Design). 
Pengalaman Pameran di dalam dan luar negeri. 
Penghargaan: Pemenang Biennale Seni Lukis Indonesia IV (1980); 10 Besar dalam INDONESIAN ART AWARDS 1996.
Jl Sangkuriang Blok U No. 5, Dago, Bandung 40135
022-250 4518, 0815-619 9969

Black Sun, 150 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11418&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/versus_hit4_tsutanto_low.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/versus_hit4_tsutanto_low.gif?w=259&#038;h=389" alt="versus_hit4_tsutanto_low" title="versus_hit4_tsutanto_low" width="259" height="389" class="alignnone size-full wp-image-11419" /></a></p>
<p>Lahir di Klaten, 2 Mei 1941. </p>
<p>Pendidikan: Sarjana Seni Rupa ITB (Jurusan Seni Grafis); PRATT Institute New York (Communication Design). </p>
<p>Pengalaman Pameran di dalam dan luar negeri. </p>
<p>Penghargaan: Pemenang Biennale Seni Lukis Indonesia IV (1980); 10 Besar dalam INDONESIAN ART AWARDS 1996.</p>
<p>Jl Sangkuriang Blok U No. 5, Dago, Bandung 40135</p>
<p>022-250 4518, 0815-619 9969</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/t-sutanto-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/t-sutanto-1.jpg?w=500&#038;h=658" alt="t-sutanto-1" title="t-sutanto-1" width="500" height="658" class="alignnone size-full wp-image-11420" /></a></p>
<p><em>Black Sun, 150 x 195 cm, pasta pualam dan akrilik di atas kanvas, 2008</em></p>
<p>•••</p>
Posted in Profile Tagged: T. Sutanto <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11418&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/03/t-sutanto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/versus_hit4_tsutanto_low.gif" medium="image">
			<media:title type="html">versus_hit4_tsutanto_low</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/t-sutanto-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">t-sutanto-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Music Album Covers (1970-1979)</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/music-album-covers-1970-1979/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/music-album-covers-1970-1979/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 00:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[1970-1979]]></category>
		<category><![CDATA[Gallery]]></category>
		<category><![CDATA[Gauri Nasution]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11426</guid>
		<description><![CDATA[
Gauri Nasution, Music Album Cover, Keenan Nasution-Dibatas Angan-Angan, 1978
November 1978, diluncurkan sebuah album yang memiliki kualitas terbaik dalam industri musik pop tanah air. Dengan kemasan seperti kotak pembungkus rokok, album ini didominasi warna sephia brown serta logo khas garapan Gauri Nasution bertuliskan Keenan Nasution. Judul albumnya &#8220;Di Batas Angan-Angan&#8221;. Judul ini merupakan lagu karya Keenan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11426&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dibatas-angan-angan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dibatas-angan-angan.jpg?w=300&#038;h=458" alt="dibatas angan-angan" title="dibatas angan-angan" width="300" height="458" class="alignnone size-full wp-image-11427" /></a></p>
<p>Gauri Nasution, Music Album Cover, Keenan Nasution-Dibatas Angan-Angan, 1978</p>
<p>November 1978, diluncurkan sebuah album yang memiliki kualitas terbaik dalam industri musik pop tanah air. Dengan kemasan seperti kotak pembungkus rokok, album ini didominasi warna <em>sephia brown</em> serta logo khas garapan Gauri Nasution bertuliskan Keenan Nasution. Judul albumnya &#8220;Di Batas Angan-Angan&#8221;. Judul ini merupakan lagu karya Keenan Nasution dan Rudi Pekerti yang sempat terpilih sebagai finalis Festival Lagu Populer Indonesia 1977.</p>
<p>Keenan Nasution adalah pemusik yang bermukim di Pegangsaan Barat. Dia bersejawat dengan Chrisye bahkan satu band: Gipsy. Di tahun 1975-1976 Keenan bersama Chrisye, Oding Nasution, Roni Harahap, Abadi Soesman dan Guruh Soekarno Putera bersekutu dalam proyek eksperimental bertajuk &#8220;Guruh Gipsy&#8221; dengan motto: kesepakatan dalam kepekatan.</p>
<p>Sumber: <a href="http://dennysak.multiply.com/journal?&amp;page_start=100">Denny Sakrie</a>.</p>
<p>•••</p>
Posted in 1970-1979, Gallery Tagged: Gauri Nasution <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11426&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/music-album-covers-1970-1979/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/dibatas-angan-angan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dibatas angan-angan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FX Harsono</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/fx-harsono/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/fx-harsono/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 00:18:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[FX Harsono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11305</guid>
		<description><![CDATA[
Lahir di Blitar, Jawa Timur, 22 Maret 1949. Berlatar belakang pendidikan STSRI/ASRI Yogyakarta (1969-1974), Institut Kesenian Jakarta (1987-1991), School of Art, The South Australian University, Adelaide, Australia (1992) dan The Amsterdam Grafitsch Atelier, Amsterdam, Belanda (2002-2003).
Gemar melukis sejak masih kuliah di STSRI/ASRI Yogyakarta, dan sewaktu menjadi mahasiswa telah mengikuti berbagai pameran lukisan, salah satunya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11305&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fx-harsono-1.jpg?w=272&#038;h=272" alt="" title="fx harsono 1" width="272" height="272" class="alignnone size-full wp-image-11713" /></p>
<p>Lahir di Blitar, Jawa Timur, 22 Maret 1949. Berlatar belakang pendidikan STSRI/ASRI Yogyakarta (1969-1974), Institut Kesenian Jakarta (1987-1991), School of Art, The South Australian University, Adelaide, Australia (1992) dan The Amsterdam Grafitsch Atelier, Amsterdam, Belanda (2002-2003).</p>
<p>Gemar melukis sejak masih kuliah di STSRI/ASRI Yogyakarta, dan sewaktu menjadi mahasiswa telah mengikuti berbagai pameran lukisan, salah satunya adalah Pameran Besar Seni Lukis (Pameran Besar Pertama di Taman Ismail Marzuki) Desember 1974. Dalam pameran tersebut, dipamerkan karya pelukis-pelukis kawakan Indonesia seperti Affandi, AD Pirous dan generasi dibawahnya, Sunaryo. Diantara para pelukis kawakan itu, diikutkan pula beberapa perupa muda dari STSRI/ASRI diantaranya FX Harsono, Bonyong Munni Ardhi, Siti Adyati, dan Nanik Mirna.</p>
<p>Pada saat pengumuman pemenang, terjadi suatu insiden, akibat pernyataan dewan juri yang dianggap terlalu memojokkan karya para perupa muda yang ikut dalam pameran tersebut. Kejadian itu memicu protes para perupa muda, para pemrotes tersebut membawa karangan bunga untuk menyatakan duka-cita atas wafatnya seni rupa Indonesia. Peristiwa tersebut mendapat ekspos media massa secara luas pada waktu itu, yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Desember Hitam. FX Harsono termasuk salah satu yang memotori kejadian tersebut bersama Bonyong, Ris Purwono dan Hardi. </p>
<p>Setahun kemudian, bersama para perupa muda lainnya, ia melakukan protes sosial yang dituangkan dalam pameran <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/category/history/history-of-graphic-design-in-indonesia/gerakan-seni-rupa-baru-indonesianew-indonesian-art-movement-1975-1980-1987-198/">Gerakan Seni Rupa Baru</a>. Dikarenakan adanya peranan kritikus seni rupa dan luasnya peliputan media massa, gerakan ini semakin meluas, tidak hanya diikuti oleh eksponen Yogyakarta, tetapi turut juga dihadiri perupa dari Bandung dan Jakarta seperti Jim Supangkat dan Muryoto Hartoyo dan beberapa nama lagi.</p>
<p>Dalam perjalanan karirnya dari tahun 1970 sampai sekarang, sudah banyak hal yang telah dilakukan oleh FX Harsono, termasuk bagaimana ia bekerja di dunia grafis. dunia sehari-hari setelah kepindahannya ke Jakarta. Juga kegelisahan-kegelisahan yang masih tersimpan, bagaimana seorang pemberontak melihat zaman ini. “Saya merasakan tempat berpijak dan merasa terasing di tengah-tengah masyarakat saya sendiri. Masyarakat inilah yang dulu pernah saya anggap sebagai kelompok yang harus diperjuangkan melalui kesenian”, ujarnya.</p>
<p>Menikah dengan Hesti Purbaningsih, dikaruniai tiga orang anak.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>Biography :</strong></p>
<p>1949 born in Blitar (east Java), Indonesia<br />
1969-’74 studied painting at STSRI ‘ASRI’, Yogyakarta (Indonesia)<br />
1987-’91 at IKJ (Jakarta Art Institute)<br />
2005 &#8211; now, lecturer, the Faculty of Art and Design, Pelita Harapan University, Tangerang (west Java).<br />
Lives and works in Jakarta (Indonesia).  <br />
 <br />
<strong>Solo Exhibition </strong>:<br />
2009  Surviving Memories, Vanessa Art Link, Beijing, China<br />
2008  Aftertaste, Koong Gallery, Jakarta<br />
2007  Titik Nyeri/ Point of Pain, Langgeng Icon Gallery, Jakarta<br />
2004  Mediamor(e)phosa, Puri Galllery, Malang, Indonesia<br />
2003  Displaced, National Gallery of Indonesia, Jakarta<br />
         Displaced, Cemeti Art House, Yogyakarta<br />
1998  Victim, Cemeti Art Gallery, Yogyakarta<br />
1996  Suara (Voice), Cemeti Art Gallery, Yogyakarta<br />
1994  Suara (Voice), National Gallery of Indonesia, Jakarta.<br />
 <br />
<strong>Groups Exhibition :</strong><br />
2009 Milestone, Vanessa Art Link, Jakarta<br />
2008 Art With Accent, Group Exhibition four country China, Japan,<br />
        Korea and Indonesia, Guang Zhou, China<br />
2008 ALLEGORICAL BODIES, A-Art contemporary space, Tai Pei City, Taiwan.2008 <br />
2008 3rd Nanjing Triennialle, Nanjing, China.<br />
        Allegorical Bodies, A Art Contemporary Art Spsce, Tai Pei City, Taiwan<br />
        Art With an Accent, Contemporary Art Exhibition from Japan, Korea, China<br />
        and Indonesia at Guang Zhow<br />
        Highlight, Jogja National Museum, Yogya, Indonesia.<br />
        Manifesto, National Gallery, Jakarta<br />
        Space/spacing, Semarang Gallery, Semarang<br />
2007 Quota 2007, Langgeng- Icon Gallery, Jakarta<br />
        Artchipelago Alert, Tonyraka Contemporary Art Gallery, Ubud Bali<br />
        Imagine Affandi, National Archive Centre, Jakarta, Organize by<br />
        Semarang Gallery<br />
2006 Out Now, Singapore Art Museum. Singpore<br />
         The Past Forgotten Time, Cemeti Art House, Yogyakarta<br />
         Anti Aging, Gaya Fusion Contemporary Art Space, Ubud Bali<br />
2005  Quota 2005, Langgeng- Icon Gallery, Jakarta<br />
         Taboo and Transgression in Contemporary Indonesian Art,<br />
         Herbert F. Johnson of Art Museum, Cornel University, USA. <br />
         Text Me, Sharman Gallery, Sidney, Australia<br />
         Eksodus Barang, Nadi Gallery, Jakarta <br />
         Reformasi, Sculpture Square, Singapore<br />
2003  Exploring Vacuum 2, Cemeti Art House, Yogyakarta<br />
         CP Open Biennalle,  Jakarta <br />
2001  Membaca Frida Kahlo, Nadi Gallery, Jakarta<br />
         International Print Triennial, Kanagawa, Yokohama, Japan<br />
         Print in The Future, Cemeti Art House, Yogyakarta<br />
2000  Reformasi Indonesia, Protest in Beeld, Museum Nusantara, Delft,<br />
         Netherland.<br />
         The Third Kwangju Biennial, Kwangju, Korea.<br />
         Setengah Abad Seni Grafis Indonesia, Bentara Budaya, Jakarta<br />
1999  Art Document 1999, Kanazu Forest Museum, Kanazu, Japan<br />
         Volume &amp; Form, Singapore <br />
1998  Meet 3:3 (3 Indonesian artists, 3 Germany artists), Purna Budaya, Yogyakarta 1997  Slot in the Box, Cemeti Art Gallery, Yogyakarta<br />
         International Contemporary Art Festival, Tokyo, Japan (NICAF)<br />
1996  Museum City Project, Fukuoka, Japan<br />
         Tradition/Tension, Asia Society, New York (continued to Vancouver (Canada),<br />
         Perth (Australia), Seoul (Korea)<br />
1995  Asian Modernism, Japan Foundation, Tokyo, Japan<br />
1994  Jakarta Biennial Contemporary Art Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta<br />
1993  Baguio Art Festival, Baguio, The Philippines<br />
         Asia-Pacific Triennial of Contemporary Art, Queensland Art Gallery,<br />
         Brisbane, Australia<br />
1992  Artist Regional Exchange (ARX 3), Perth, Australia<br />
         Artists Week, Adelaide Festival, Adelaide, Australia<br />
1987  Pasar Raya Dunia Fantasi, Seni Rupa Baru (SRB) Proyek I, TIM, Jakarta<br />
1985  Proses 85, Art on the Environment, Galeri Seni Rupa Ancol, Jakarta<br />
         (in coorperation with Walhi and SKEPHI)<br />
1982  Environmental art, Parangtritis Beach, Yogyakarta<br />
1979  Gerakan Seni Rupa Baru (New Art Movement III), TIM, Jakarta<br />
1977  Gerakan Seni Rupa Baru (New Art Movement II), TIM, Jakarta<br />
1976  Concept , New At Movement, Balai Budaya, Jakarta<br />
1975  Established New Art Movement (Gerakan Seni Rupa Baru) with 10 young<br />
         artists (Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung and Sekolah Tinggi<br />
         Seni Rupa Indonesia<br />
         “ASRI”(STSRI “ASRI”,Yogyakarta)<br />
         1st Exhibition Gerakan Seni Rupa Baru (New At Movement), TIM, Jakarta<br />
1974  Black December movement in Jakarta<br />
         All Indonesia Painting I, TIM, Jakarta<br />
1973  Kelompok Lima Pelukis Muda (KLPM), Yogyakarta, Solo, Indonesia<br />
 <br />
 <strong>Residences :</strong></p>
<p>2002-2003 The Amsterdam Grafisch Atelier, Amsterdam, Netherland<br />
1992 School of Art, the South Australian University, Adelaide, Australia</p>
<p>•••</p>
Posted in Profile Tagged: FX Harsono <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11305&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/11/02/fx-harsono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/11/fx-harsono-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fx harsono 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkomunikasi Secara Visual Melalui Mural di Jogjakarta</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/29/berkomunikasi-secara-visual-melalui-mural-di-jogjakarta/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/29/berkomunikasi-secara-visual-melalui-mural-di-jogjakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 00:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Academic Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Obed Bima Wicandra, 2005]]></category>
		<category><![CDATA[ekologi]]></category>
		<category><![CDATA[Jogjakarta]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi visual]]></category>
		<category><![CDATA[seni mural]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11267</guid>
		<description><![CDATA[Obed Bima Wicandra
Dosen Desain Komunikasi Visual
Universitas Kristen Petra Surabaya
.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11267&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Obed Bima Wicandra</strong><br />
<em>Dosen Desain Komunikasi Visual<br />
Universitas Kristen Petra Surabaya</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>ABSTRAK</strong><br />
	Seni mural di Jogjakarta mulai berkembang akhir-akhir ini sebagai bentuk kegelisahan perupa pada perkembangan kota yang tidak menyediakan alternatif estetis bagi penghuninya, karena kota sudah dipenuhi oleh polusi, kebisingan, kekerasan, tidak teraturnya papan <em>billboard</em>, poster maupun pamflet di dinding yang sudah mengarah pada vandalisme. Kehadiran mural diharapkan dapat menciptakan komunikasi secara visual dengan lebih estetis pada masyarakatnya guna membentuk peradaban kota yang lebih baik melalui pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Kata kunci : komunikasi visual, seni mural, ekologi, Jogjakarta.</p>
<p><em><strong>ABSTRACT</strong><br />
	Mural art in Jogjakarta has been developing nowadays as visual artists’ anxiety expression  to the town circumstances which do not provide aesthetic alternatives for its society because the town is full of pollutions, noises, violence, untidy billboards mounting, posters or pamphlets on walls direct to vandalism. Hopefully the existence of mural art can create visual communication aesthetically to the society to develop better town civilization by messages which are included in.</p>
<p>Key words: visual communication, mural art, ecology, Jogjakarta</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong><br />
	Mural seperti halnya keberadaan media seni rupa lainnya, belakangan ini semakin mendapatkan perhatian dari masyarakat luas yang awam terhadap perkembangan maupun keberlangsungan hidup seni rupa. Sejak berlangsungnya projek Mural Kota Jogjakarta yang diprakarsai oleh walikota setempat serta melibatkan seniman mural dari Jogja, Jakarta dan komunitas dari kota lain bahkan dari Amerika Serikat, masyarakat semakin terbuka terhadap seni rupa (Antok, 2003). Ketika masyarakat yang awam di kampung-kampung Jogja juga diikutkan dalam proyek mural dengan cara melukis tembok-tembok kampung mereka sendiri yang tidak terpakai, bahkan menjadi santapan liar graffiti yang tidak memedulikan keindahan, maka sebenarnya ada usaha berkomunikasi antara seniman dengan masyarakat. Pada akhirnya, mural justru menjadi seni publik yang tidak hanya dimiliki oleh seniman mural saja, namun masyarakat yang tidak paham menggambar dengan indah pun dapat diikutkan dalam rangka keindahan kota ini.</p>
<p>Tingginya gempuran produk-produk kapitalisme publik, seperti pada pusat-pusat perbelanjaan atau mall yang membanjiri daerah menjadi keprihatinan di satu sisi, karena dengan demikian semakin mempersempit ruang publik sebagai media untuk saling berinteraksi. Konsumsi mata terhadap keindahan kota juga seakan-akan dirusakkan oleh semakin banyaknya gedung-gedung bertingkat, penempatan yang kurang tepat media-media beriklan maupun aksi vandalisme seperti graffiti. Belum lagi iklim tropis yang semakin rusak juga oleh efek rumah kaca, jalur hijau yang dipakai perkantoran, penebangan pohon untuk memberi ruang bagi gedung-gedung mewah dan bertingkat semakin mempersempit peluang masyarakat menikmati keindahan kota yang jauh dari kebisingan.</p>
<p>Keterkaitan kultur kota, lingkungan dan mural itu sendiri bersifat antitesis. Apalagi bila disempitkan lagi menjadi keterkaitan antara seni rupa dan kota, maka hubungan yang saling menolak itu semakin terlihat. Kota, bagi perupa tidak ada esensi seni yang bisa digali dalam kehidupan kota yang penuh warna namun kehilangan keasliannya. Bagi mereka kota tidak lebih dari semangat romantik yang tersisa. Karena itulah dalam menggali ide biasanya perupa membuat jarak dengan kota maupun kehidupan urban. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-1-mural-jogja-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-1-mural-jogja-1.jpg?w=514&#038;h=385" alt="gb 1-mural jogja 1" title="gb 1-mural jogja 1" width="514" height="385" class="aligncenter size-full wp-image-11272" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 1.</strong> Papan tanda di depan Etnik Kafe, Jogjakarta</em></p>
<p>	Di Jogjakarta, mural merebak di sekitar tahun 2003 seiring dengan gagasan konsep dari Apotik Komik (dikoordinasi oleh seniman publik Samuel Indratma) yang menghias kota dengan lukisan-lukisan di tembok kota dan terlebih dahulu dipresentasikan di depan walikota Jogja. Beberapa seniman mural dari Amerika Serikat kemudian diundang untuk berpartisipasi dalam projek tersebut.</p>
<p>	Mural yang menghiasi Jogja dilakukan di beberapa lokasi, seperti di timur Mal Galeria, Jembatan Layang Tukangan, Jalan Perwakilan, Jalan Kleringan Stasiun Tugu dan sekarang meluas ke kampung-kampung, seperti di daerah Wirobrajan, Sayidan, Langenastran dan masih banyak lagi. Seolah-olah mural di Jogjakarta sudah menjadi identitas kota dalam memperindah lingkungannya.</p>
<p>Dalam hubungannya dengan ruang publik kota, mural mencoba mengkritisi ruang publik kota yang telah menjadi ajang pertarungan berbagai macam kepentingan. Para seniman mural ini bermaksud untuk mengembalikan kembali ruang publik kepada masyarakat untuk dijadikan salah satu medium untuk merekatkan hubungan-hubungan sosial antar masyarakat. </p>
<p>	Tulisan ini bertujuan untuk menggali fungsi komunikasi visual melalui mural dalam memecahkan masalah ekologi-estetik, bahkan sosial budaya dan politik.</p>
<p><strong>DEFINISI DAN SEJARAH MURAL</strong><br />
	Mural menurut Susanto (2002:76) memberikan definisi sebagai lukisan besar yang dibuat untuk mendukung ruang arsitektur. Definisi tersebut bila diterjemahkan lebih lanjut, maka mural sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari bangunan dalam hal ini dinding. Dinding dipandang tidak hanya sebagai pembatas ruang maupun sekedar unsur yang harus ada dalam bangunan rumah atau gedung, namun dinding juga dipandang sebagai medium untuk memperindah ruangan. Kesan melengkapi arsitektur bisa dilihat pada bangunan gereja Katolik yang bercorak Barok yang melukis atap gereja yang biasanya berupa kubah dengan lukisan awan dan cerita di Alkitab. </p>
<p>	Mural juga berarti lukisan yang dibuat langsung maupun tidak langsung pada permukaan dinding suatu bangunan, yang tidak langsung memiliki kesamaan dengan lukisan. Perbedaannya terletak pada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh lukisan dinding, yaitu keterkaitannya dengan arsitektur/bangunan, baik dari segi desain (memenuhi unsur estetika), maupun usia serta perawatan dan juga dari segi kenyamanan pengamatannya (2002: 76).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-2-mural-jogja-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-2-mural-jogja-2.jpg?w=600&#038;h=398" alt="gb 2-mural jogja 2" title="gb 2-mural jogja 2" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11273" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 2.</strong> Mural di bioskop Permata Jogjakarta oleh Aaron Noble (Amerika Serikat)</em></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-3-mural-jogja-3.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-3-mural-jogja-3.jpg?w=600&#038;h=449" alt="gb 3 -mural jogja 3" title="gb 3 -mural jogja 3" width="600" height="449" class="aligncenter size-full wp-image-11274" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 3.</strong> Mural di kota San Fransisco oleh seniman mural dari Apotik Komik, Jogja</em></p>
<p>	Mural dalam perjalananan seni rupa tidak bisa dilepaskan dari jaman prasejarah kira-kira 31.500 tahun silam, ketika ada lukisan gua di Lascaux, selatan Prancis. Mural yang dilukis oleh orang-orang jaman prasejarah ini menggunakan cat air yang terbuat dari sari buah limun sebagai medianya. Lukisan mural pada jaman prasejarah ini paling banyak ditemukan di Prancis. Di Prancis, ada sekitar 150 tempat mural ditemukan, kemudian di Spanyol ada 128 tempat dan di Italia mural ditemukan di 21 tempat.</p>
<p>	Sejarah seni rupa juga mencatat, lukisan mural yang termashur adalah <em>Guernica</em> atau <em>Guernica y Luno</em> karya Pablo Picasso. Picasso membuat mural ini untuk memperingati pengeboman tentara Jerman di sebuah desa kecil dengan mayoritas masyarakat Spanyol. Karya tersebut dihasilkan saat perang sipil Spanyol berkecamuk di tahun 1937.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-4-mural-jogja-4.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-4-mural-jogja-4.jpg?w=600&#038;h=263" alt="gb 4-mural jogja 4" title="gb 4-mural jogja 4" width="600" height="263" class="aligncenter size-full wp-image-11275" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 4.</strong> Guernica y Luno karya Pablo Picasso</em></p>
<p>	Di negara-negara konflik, seperti Irlandia Utara, mural sangat mudah ditemui di semua dinding kota. Tercatat sekitar 2000 mural dihasilkan dari sejak tahun 1970 hingga sekarang dan dengan demikian Irlandia Utara-lah negara yang sangat produktif menghasilkan mural. Propaganda politik menjadi tema sentral dalam mural tersebut.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-5-mural-jogja-5.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-5-mural-jogja-5.jpg?w=600&#038;h=279" alt="gb 5-mural jogja 5" title="gb 5-mural jogja 5" width="600" height="279" class="aligncenter size-full wp-image-11276" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 5.</strong> Mural di kota Belfast, Irlandia Utara. Mural terbaru yang dibuat pada 4 Oktober 2006.</em></p>
<p>	Mural pada perkembangannya telah menjadi bagian dari seni publik yang melibatkan komunikasi dua arah. Seniman mural melakukan komunikasi secara visual kepada masyarakat terhadap apa yang ingin dicurahkannya, sedangkan masyarakat sebagai penikmat dalam praktiknya mampu berinteraksi langsung kepada seniman. Hal ini semakin menunjukkan dalam seni mural, bahwa interaksi tidak hanya dilakukan secara visual yang menganut pandangan ‘seni adalah seni’ tanpa pertanggungjawaban yang pasti, namun mural juga mampu mendekatkan dirinya sebagai seni yang berinteraksi juga secara verbal. Dalam hal ini, masyarakat memperoleh pencerahan dalam dunia seni rupa dan secara teknis, masyarakat awam dapat mengambil peran sebagai seniman juga.</p>
<p><strong>MELUKIS DI DINDING</strong><br />
	Proses memunculkan citraan atau imaji terbentuk dari gambar. Melukis adalah memvisualkan atau mengeksekusi secara estetik kaidah-kaidah dalam seni rupa. Melukis di dinding (mural) secara prinsip berbeda halnya dengan melukis di kanvas. Lukisan di atas kanvas, sejak pertama mulai dipraktekkan di masa Renaisans dianggap membawa serta semangat pembaharuan dan cita-cita modern. Berbeda dengan tradisi mural yang sarat dengan pesan dan nilai keyakinan adat bersama maupun pemahaman karakteristik sosial, melukis pada kanvas lebih mencirikan semangat individual. Sejak saat itu pula nama pembuatnya (sang pelukis) jadi dikenal, nama itu dianggap penting: sebagai pencipta. </p>
<p>Lukisanpun punya &#8216;tempat&#8217; khusus dan mandiri (yaitu kanvas), jadi &#8216;objek&#8217;, hingga bisa bergerak dipindahkan dari satu tempat ketempat lain; lukisan tak lagi terikat pada tempat yang sudah punya cerita dan pesan (misalnya, gereja). Lukisan tercipta mandiri. Maka arti yang bisa dikandung sebuah lukisan pun dianggap mandiri, berhubungan dengan kebebasan sang senimannya (Zaelani, 2004). </p>
<p>Hal lainnya adalah pada kerjasama tim yang ada dalam proyek mural. Hampir tidak ada karya mural hasil dari satu orang seniman, hal demikian tidak hanya melibatkan orang lain dalam mempersiapkan kerja kasar saja, namun juga melibatkan orang lain dalam melakukan <em>brainstorming</em> serta sekaligus mengeksekusi. Dalam perspektif seni rupa populer atau seni rupa massa, maka mural mampu membentuk masyarakat homogen yang bisa dengan cukup memiliki solidaritas bersama hingga bisa memiliki cita rasa dominan.</p>
<p>Dinding yang dipakai sebagai media dalam mural yang biasa dipakai adalah dinding penyangga jembatan layang, tembok sisi sungai dan tembok rumah pinggir jalan yang dibiarkan tidak terawat. Sedangkan di Jogja, dinding yang dipakai adalah tembok di gang-gang kampung yang dikerjakan dengan cara beramai-ramai oleh masyarakat setempat. Sebelum ada mural tembok-tembok tersebut terlihat kotor, meskipun bersih pun warna putih terlihat mencolok mata terutama pada siang hari dan terkesan monoton. Namun dengan adanya mural mulai terbentuk citra ke arah pembaharuan visual sehingga berkesan fresh dan lebih berwarna.</p>
<p><strong>MURAL: FUNGSI DALAM KOMUNIKASI VISUAL</strong><br />
	Mural tidak hanya berdiri sendiri tanpa kehadiran ribuan makna. Bagi pembuatnya, ada pesan-pesan yang ingin disampaikan melalui mural. Ada pesan dengan memanfaatkan kehadiran mural dengan mencitrakan kondisi sekelilingnya, diantaranya mural hanya untuk kepentingan estetik, untuk menyuarakan kondisi sosial budaya, ekonomi dan juga politik.</p>
<p><strong>1. Sosial budaya</strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-4a-mural-jogja-6.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-4a-mural-jogja-6.jpg?w=481&#038;h=643" alt="gb 4a-mural jogja 6" title="gb 4a-mural jogja 6" width="481" height="643" class="aligncenter size-full wp-image-11277" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 6.</strong> Mural di Jalan Ireda, Jogjakarta karya Megan Wilson (Amerika Serikat)</em></p>
<p>	Hubungan sosial tergambarkan dengan ada relasi yang cukup erat antara gambar dalam mural dengan kondisinya, misalnya mural di Jl. Ireda (gambar 4). Mural yang terletak di jalan depan Etnik Kafé dan bersebelahan dengan tempat pemakaman umum tersebut menjadi menarik untuk diperhatikan. Bagaimana memunculkan mural yang bisa dekat dengan citra kafe tetapi juga tidak menghilangkan kesan ‘<em>nyungkani</em>’ pada tempat pemakaman. Mural yang dibuat pun mengambil ikon bunga yang berwarna-warni untuk mendekatkan dengan bunga di pemakaman, tetapi kecerahan warnanya dekat dengan citra kafe.  Ikon seperti ini menjadi ikon wilayah yang khas untuk menandai wilayah dan budaya tertentu. Sehingga mural yang bermaksud memperbaharui lingkungan tidak harus menghapuskan keberadaan aslinya, namun sebisa mungkin dipertahankan sebagai ikon atau simbol suatu wilayah. </p>
<p>	Ikon dan simbol wilayah yang terpetakan berdasarkan di daerah manakah mural di buat juga menjadi kekhasan tersendiri. Mural di Jakarta akan berbeda dengan mural di Bandung maupun mural di Jogjakarta berdasarkan pengambilan ikon tertentu. Ikon tokoh dalam pewayangan yang lebih dekat dengan Jogjakarta akan diambil untuk menandai wilayah tersebut (Gambar 5). Hal ini untuk memunculkan kultur khas dari suatu wilayah, sehingga mural tidak sekedar media seni rupa yang berbicara tanpa pesan namun mampu memunculkan identitas kota. Hal yang cukup strategis dan jitu adalah mural di bawah jembatan layang Lempuyangan. Kereta api yang masuk atau meninggalkan kota Jogjakarta akan segera mengetahui, bahwa mereka telah memasuki atau meninggalkan Jogja. Hal ini penting sebagai penanda visual yang memiliki identitas lokasi tujuan.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-5a-mural-jogja-7.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-5a-mural-jogja-7.jpg?w=537&#038;h=401" alt="gb 5a-mural jogja 7" title="gb 5a-mural jogja 7" width="537" height="401" class="aligncenter size-full wp-image-11278" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 7.</strong> Mural di salah satu gang Jl. Malioboro karya Andi dan Swakomsta</em></p>
<p>Sekarang setiap orang yang ada di wilayah mural akan mempunyai latar belakang yang lebih berwarna. Penjual nasi angkringan atau kios-kios rokok dengan leluasa bisa bersandar pada pemandangan maya, bersahabat dan menjadi bagian dari gambar-gambar dalam lukisan itu. Bahkan oleh seniman mural, kios-kios penjual rokok di timur Mal Galeria pun disatukan dengan me-mural kios tersebut agar lebih menyatu antara latar belakang dengan objek didepannya.</p>
<p>Penggemar fanatik klub sepakbola PSIM (Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram), salah satu klub di Liga Indonesia pun membuat mural sebagai wujud kecintaan mereka (gambar 6). </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-6-mural-jogja-8.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-6-mural-jogja-8.jpg?w=513&#038;h=308" alt="gb 6-mural jogja 8" title="gb 6-mural jogja 8" width="513" height="308" class="aligncenter size-full wp-image-11279" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 8.</strong> Mural untuk PSIM</em></p>
<p>Kota yang juga melakukan hal yang sama karena kefanatikan terhadap klub sepakbola adalah Malang. Di Malang akan dengan mudah ditemui mural yang bernada mendukung klub Arema. Stadion Gajayana di Malang pun mural mengitari dinding luar stadion. </p>
<p><strong>2. Estetik</strong><br />
	Mural dengan kepentingan estetik disamping sudah pernah dilakukan untuk kebutuhan desain interior misalnya untuk menampilkan kesan segar maupun kesan berada dalam alam untuk menimbulkan kenyaman dari sang pemilik rumah maupun ruangan, namun mural dengan estetik sebagai tampilan utamanya juga dapat dilakukan di luar ruang. Mural seperti ini biasanya merepresentasikan dari gaya visual, seperti komik, simbolik, espressionisme hingga realisme. Mural di bekas bioskop Permata, misalnya (gambar 6).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-6a-mural-jogja-9.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-6a-mural-jogja-9.jpg?w=600&#038;h=398" alt="gb 6a-mural jogja 9" title="gb 6a-mural jogja 9" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11280" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 9.</strong> Mural di bekas bioskop Permata Karya Aaron Noble</em></p>
<p>	Mural tersebut menampilkan tokoh superhero yang biasa ada di film-film. Karenanya pula mural ini digambar di dinding bekas bioskop untuk sekedar merekonstruksi gedung yang pernah ramai disinggahi masyarakat Jogjakarta untuk menonton film. Mural seperti ini tidak ada pesan yang khusus disamping hanya memunculkan karakter superhero dengan tingkat kedetilan tinggi dalam karya publik.</p>
<p>	Begitu pula mural yang dibuat di lokalisasi Sarkem (gambar 7). Tidak ada pesan yang khusus dibuat untuk para penghuni lokalisasi maupun pengunjungnya. Mural dibuat hanya sekedar memperindah wilayah yang tampak kumuh khas stereotip lokalisasi kelas bawah. Simbol kupu-kupu merujuk kepada kalimat ‘kupu-kupu malam’.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-7-mural-jogja-10.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-7-mural-jogja-10.jpg?w=582&#038;h=385" alt="gb 7-mural jogja 10" title="gb 7-mural jogja 10" width="582" height="385" class="aligncenter size-full wp-image-11281" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 10.</strong> Mural di lokalisasi</em></p>
<p><strong>2. Ekonomi</strong><br />
	Pesan dalam mural yang menyuarakan pentingnya ekonomi untuk kemajuan bersama bisa dilihat pada mural dengan tema giat bekerja di seberang Galeria Mall Jl. Jendral Sudirman Jogja. Mural yang menampilkan gambar kaki sedang mengayuh becak serta pion yang biasa dalam permainan catur ditampilkan sebagai kritik sosial. Masyarakat sekitar yang ternyata lebih menyukai permainan sambil berjudi disentil melalui mural tersebut. Pesan yang dimunculkan adalah mengajak untuk giat bekerja daripada berharap ada durian runtuh melalui permainan judi.</p>
<p>	Di Jogjakarta seperti halnya juga di kota lain, fenomena beriklan melalui media mural juga telah banyak. Memanfaatkan momentum dan julukan yang melekat erat, bahwa Jogja sekarang dikenal sebagai kota mural, pihak rokok seperti A-Mild mulai beriklan melalui mural di dinding jembatan layang. Belum lagi perusahaan telekomunikasi seperti Telkom Flexi dan Indosat bersaing memanfaatkan momentum di Jogja perihal mural. Tentu saja hal ini meningkatkan nilai perekonomian daerah setempat, meskipun mural yang seperti ini berdampak kuat pada citra Jogja kota budaya. Dikhawatirkan pemakaian media mural sebagai media iklan semakin menambah polusi visual seperti halnya billboard. Namun bila dirunut ke belakang, produk sabun cuci, seperti Omo Biru, So Klin dan Rinso sudah lebih dulu memanfaatkan dinding masyarakat yang mau dihargai untuk dipakai sebagai media iklan melalui mural. Dinding yang dipakai biasanya dinding yang menghadap ke jalan raya, padat kendaraan dan rumah yang berlantai dua. </p>
<p><strong>3. Politik</strong><br />
	Mural dengan pesan politik di Jogjakarta mewarnai pada beberapa wilayah. Yang cukup menonjol adalah mural dari partai politik dengan logo sebagai point of interest-nya. Partai politik yang memanfaatkannya adalah PDI Perjuangan dan PAN. Partai politik yang berani melakukan hal ini biasanya adalah wilayah dengan basis partai yang kuat. Seperti di wilayah Langenastran ada dinding besar dicat merah bergambarkan orang yang memakai pakaian khas Jogja dengan <em>blangkon</em> di kepala sedang berdiri dengan sikap seperti pagar bagus atau penerima tamu dalam pesta pernikahan Jawa. Di samping orang tersebut logo PDIP terpampang tanpa ada teks penjelas.</p>
<p>	Bentuk mural seperti ini sering juga dilakukan tidak hanya di Jogjakarta tetapi juga di kota lain yang mempunyai massa terbesar partai politik di suatu daerah tertentu. Pesan kritik sosial politik yang non partisan tidak mudah ditemui, namun graffiti yang bersifat corat-coret mudah sekali ditemui pesan yang bernada kritik sosial politik. Bisa jadi karena graffiti lebih bersifat spontan daripada mural yang membutuhkan perencanaan visual. Mural dengan pesan sponsor dari partai politik biasanya menjamur ketika musim Pemilu tiba.</p>
<p>	Hal ini tentu bertolak belakang bila melihat mural yang dibuat oleh negara-negara sosialis maupun negara yang sedang berkecamuk. Mural bagi negara-negara tersebut menyuarakan pada kepatuhan terhadap ideologi yang dianut, dukungan kepada pemerintah hingga ajakan untuk melawan pemerintah. Kuba sebagai sebuah negara sosialis mural mudah ditemui di jalan-jalan utama sebagai bentuk penyanjungan kepada penguasa maupun pahlawan-pahlawan mereka. </p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-8-mural-jogja-11.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-8-mural-jogja-11.jpg?w=600&#038;h=361" alt="gb 8-mural jogja 11" title="gb 8-mural jogja 11" width="600" height="361" class="aligncenter size-full wp-image-11282" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 11.</strong> Mural di Kuba</em></p>
<p>Che Guevara adalah tokoh yang paling sering diangkat dalam karya mural di samping tentu saja Fidel Castro (gambar 8). Bagi penduduk Kuba, Che Guevara adalah pahlawan yang hidup selamanya. Mural di Kuba juga sebagai media doktrinasi dari ideologi sosialis yang dianut negara tersebut. Karena itu tidak heran mural yang menggambarkan  tokoh sosialis maupun pahlawan mereka pun juga dipasang di sekolah dasar di Kuba (gambar 9).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-9-mural-jogja-12.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-9-mural-jogja-12.jpg?w=426&#038;h=650" alt="gb 9-mural jogja 12" title="gb 9-mural jogja 12" width="426" height="650" class="aligncenter size-full wp-image-11283" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 12.</strong> Siswa SD dengan latar belakang muralbergambar Lenin</em></p>
<p>Sementara di Irlandia Utara mural dipakai oleh kaum Katolik yang minoritas sebagai simbol pemberontakan terhadap pemerintahan Republik Irlandia dan pemerintahan Inggris (gambar 10).</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-10.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-10.jpg?w=452&#038;h=566" alt="gb 10" title="gb 10" width="452" height="566" class="aligncenter size-full wp-image-11284" /></a></p>
<p><em><strong>Gambar 13.</strong> Mural di Irlandia Utara yang dibuat oleh kaum pemberontak IRA</em></p>
<p><strong>MURAL DAN LINGKUNGAN KOTA</strong><br />
Ketika mural dihubungkan dengan keseimbangan lingkungan, maka mural diharapkan mampu membawa dampak yang cukup besar pada perkembangan kota. Sekarang di tengah arus budaya urban yang sangat tinggi serta tingkat kepadatan masyarakat kota, perkembangan mural bisa dihubungkan dengan memperindah sudut pandang kota yang ‘hilang’ akibat padatnya pengguna jalan raya, tingginya pemilik kendaraan bermotor hingga kemacetan yang terjadi. Begitu pula dengan lingkungan yang tidak seimbang akibat penebangan pohon yang sebenarnya difungsikan sebagai paru-paru kota menambah panasnya hunian serta tingkat polusi yang tinggi. Hal demikian dimanfaatkan oleh mural dengan ‘menawarkan’ alternatif bagi mata untuk menangkap kesan estetik ketika hal itu tidak ditawarkan oleh bangunan kota, papan iklan maupun estetiknya mobil keluaran terbaru.</p>
<p>	Dalam politik kota yang <em>semrawut</em>, penggagas proyek mural berbicara tentang kota yang memerlukan sentuhan seni rupa mutakhir. Hal ini menunjukkan kegelisahan para perupa kontemporer untuk mencari kaitan antara wacana seni rupa dan kehidupan kota sebagai representasi keseharian. Mengapa kota-kota kita menjadi arena bagi kekerasan massa, dan kita menjadi semakin tidak peduli dengan kehadiran serta kebutuhan manusia lain? Kota sudah memasuki fase pelupa. Pada saat yang sama kota telah berubah menjadi rimba tanda-tanda yang mengubur sejarah kotanya sendiri dan kota tidak lagi sarat dengan kenangan lama yang menjadi saksi berkembangnya kota dari hari ke hari. Hal inilah yang menjadi dasar alasan yang kuat mengapa mural dilakukan.</p>
<p><strong>SIMPULAN</strong><br />
	Komunikasi visual tidak serta merta hanya mampu memberikan pemecahan terhadap permasalahan yang ada dan hanya berkaitan dengan eksekusi visual, namun juga mampu memilih media yang tepat dan relevan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Mural adalah salah satu media yang efektif dan akhir-akhir ini dijadikan media penyampai pesan secara visual.</p>
<p>	Mural selain dilihat sebagai produk budaya massa, yang dikerjakan secara team work kemudian berkembang kepada penggerakan massa untuk menyampaikan pesan secara bersama-sama, juga dilihat dari konteks ekspresi budaya. Sekarang, mural berkembang tidak hanya menyampaikan pesan secara sosial namun juga ada yang ke arah komersial (seperti mural iklan A-Mild, Flexi, Rinso, dll). Budaya konsumerisme inilah yang mendorong terciptanya media yang tidak konvensional dan lebih mengena kepada target market. </p>
<p>	Munculnya berbagai gerakan budaya pada era ’60-an di Barat, seperti gerakan anak muda, gerakan feminisme, gerakan subkultur (<em>hippies</em>, <em>punk</em> dan sebagainya), gerakan komunal, gerakan lingkungan dapat dilihat dalam kerangka bangkitnya ‘narasi-narasi kecil’ sebagaimana yang dikatakan Lyotard (Piliang, 2002:10). Sebagai sebuah reaksi atau penolakan terhadap berbagai kemapanan, otoritas, dan kekuasaan yang membentuk masyarakat sebelumnya, gerakan narasi-narasi kecil ini merupakan upaya untuk mendefinisikan kembali ‘ideologi’ sebagai bingkai pembentuk identitas individu dan masyarakat dalam bentuknya yang baru.</p>
<p>	Mural dalam kehidupan masyarakat Jogjakarta yang notabene hidup dalam semangat kebudayaan yang tinggi serta terbuka pada semua kehidupan seni diterima sebagai gerakan budaya yang berupaya menggeser peran ideologi sebagai sebuah bingkai kehidupan sosial menjadi bingkai kehidupan kultural, artinya ideologi yang terdapat dalam seni mural kini menjadi acuan dalam melakukan berbagai ekspresi budaya. </p>
<p>Kota sebagai salah satu tujuan dalam seni mural berupaya dihidupkan lagi setelah ‘dimatikan’ oleh perkembangan industri dan berbagai dampak yang mengikutinya. Kerusakan ekologi yang dimunculkan dalam bentuk kepulan asap kendaraan bermotor, panasnya cuaca akibat tidak adanya lagi pohon-pohonan, dinding kota yang tak terawat serta segala bentuk kebisingan ‘disegarkan’ kembali oleh mural yang kaya warna dan kaya interpretasi dalam segala aspek visualnya. Seni mural menjadi salah satu alternatif yang dapat dijadikan sebagai penyeimbang lingkungan ketika lingkungan kota tidak memberi lagi kesegaran bagi panca indera secara lengkap, namun dengan kehadiran mural, minimal mata sudah menjadi indera yang dapat menikmati keindahan kota yang dihiasi dengan segala macam imajinasi yang tergambar dalam mural. </p>
<p>Kalaupun produk yang diangkat dengan memakai media mural, maka diusahakan hal tersebut tidak mengganggu proses relasi antara manusia dengan lingkungannya. Kehidupan iklan yang <em>semrawut</em> diindikasikan dapat mengganggu keselarasan tersebut. Karena itulah proses imajinasi antara produk iklan yang diangkat harus mencerminkan ‘kerinduan’ kebebasan imajinasi masyarakatnya mengenai idealnya kota dan masyarakat kota. Hal ini merupakan tantangan bagi <em>advertising agency</em> yang menggunakan media mural sebagai penyampai pesan iklan. 		</p>
<p><strong>KEPUSTAKAAN</strong></p>
<p>Antok, <em>Selama Agustus, Yogyakarta Akan Dipenuhi Mural</em>, http://www.gudeg.net 	didownload tanggal 8 	Juli 2003.</p>
<p>Nugroho, Heru, <em>Mural Proyek Elitis</em>, Kompas, 7 Mei 2003.</p>
<p>Piliang, Yasraf Amir, (2002), <em>(Prolog), Identitas dan Budaya Massa: Aspek-Aspek Seni Visual di Indonesia</em>, Yogyakarta: Yayasan Seni Cemeti.</p>
<p>Pirous, A.D, (2003), <em>Melukis itu Menulis</em>, Bandung: Penerbit ITB.</p>
<p>Susanto, Mikke, (2003), <em>Membongkar Seni Rupa</em>, Yogyakarta: Penerbit Jendela</p>
<p>Susanto, Mikke, (2002), <em>Diksi Rupa</em>, Yogyakarta: Kanisius.</p>
<p>Ucok, <em>Graffiti Adalah Kriminalitas Bukan Seni</em>, http://www.hiphopindo.net/opini/info_opini_0005.asp didownload tanggal 6 	Oktober 2004.</p>
<p>Wiyanto, Hendro, <em>Seni Rupa Publik dan Imajinasi Kota</em>, Kompas, 15 September 2000.</p>
<p>Zaelani, Rizki A., <em>Sosok/Tubuh di Antara Lukisan Diyanto</em>, http://www.mondecor.com/diyanto/foreword.htm di download tanggal 6 Oktober 	2004.</p>
<p><em>Graffiti For Begginers</em>, Kabel – Buletin Jurusan Desain ISI 	Yogyakarta, Edisi II/2003</p>
<p><em>Mural di Kotaku Bikin Sejuk Mataku</em>, Deteksi Jawa Pos, 3 Oktober 2004.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Download materi aslinya &gt; <a href='http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/berkomunikasi-secara-visual-melalui-mural.doc'>Berkomunikasi Secara Visual Melalui Mural di Jogjakarta</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Sumber: Desa Informasi &gt; Pusat Penelitian (Research Centre) Petra Christian University </p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; or &#8220;Information Village&#8221; is the name adopted for the Local eContent (digital information resources with local flavor) development project being carried out in Petra Christian University Library.</p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; can also play an important role in preserving (at least) digitally local historical and cultural heritage, thus preserving the collective memory of a local society.</p>
<p>All Local eContent collections are available for everyone through the Internet for free. Some Local eContent collections are currently available in &#8220;Desa Informasi,&#8221; such as Surabaya Memory, Digital Theses, eDIMENSI, Petra@rt Gallery, Petra iPoster, and Petra Chronicle.</p>
<p>•••</p>
Posted in Academic Writing, Obed Bima Wicandra, 2005 Tagged: ekologi, Jogjakarta, komunikasi visual, seni mural <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11267&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/29/berkomunikasi-secara-visual-melalui-mural-di-jogjakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-1-mural-jogja-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 1-mural jogja 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-2-mural-jogja-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 2-mural jogja 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-3-mural-jogja-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 3 -mural jogja 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-4-mural-jogja-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 4-mural jogja 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-5-mural-jogja-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 5-mural jogja 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-4a-mural-jogja-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 4a-mural jogja 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-5a-mural-jogja-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 5a-mural jogja 7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-6-mural-jogja-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 6-mural jogja 8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-6a-mural-jogja-9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 6a-mural jogja 9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-7-mural-jogja-10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 7-mural jogja 10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-8-mural-jogja-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 8-mural jogja 11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-9-mural-jogja-12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 9-mural jogja 12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gb-10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb 10</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eka Sofyan Rizal</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/29/eka-sofyan-rizal/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/29/eka-sofyan-rizal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 00:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Sofyan Rizal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11171</guid>
		<description><![CDATA[
Lahir di Tangerang pada 1 Januari 1973 adalah Lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Bandung, Program Studi Desain Grafis tahun 1998. 
Eka Sofyan Rizal kini menggeluti secara profesional di bidang Desain Grafis. Selain bekerja sebagai desainer, beliau memimpin sebuah studio desain grafis di Jakarta dan menekuni bidang Konsultan Identitas Visual dan Branding. Beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11171&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka-sofyan-rizal.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka-sofyan-rizal.gif?w=150&#038;h=217" alt="eka-sofyan-rizal" title="eka-sofyan-rizal" width="150" height="217" class="alignnone size-full wp-image-11265" /></a></p>
<p>Lahir di Tangerang pada 1 Januari 1973 adalah Lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Bandung, Program Studi Desain Grafis tahun 1998. </p>
<p>Eka Sofyan Rizal kini menggeluti secara profesional di bidang Desain Grafis. Selain bekerja sebagai desainer, beliau memimpin sebuah studio desain grafis di Jakarta dan menekuni bidang Konsultan Identitas Visual dan Branding. Beliau juga menjabat sebagai Ketua FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia) sejak tahun 2006 hingga sekarang. Memiliki beberapa pengalaman sebagai Juri sebelumnya diantaranya “Indonesia Printer Design Awards 2007”, “Indonesia Good Design Selection 2007”, dan “Lomba Desain Poster Deep Indonesia 2008″.</p>
<p>•••</p>
Posted in Profile Tagged: Eka Sofyan Rizal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11171&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/29/eka-sofyan-rizal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka-sofyan-rizal.gif" medium="image">
			<media:title type="html">eka-sofyan-rizal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayi sebagai Model Ilustrasi dalam Iklan Cetak</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/28/bayi-sebagai-model-ilustrasi-dalam-iklan-cetak/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/28/bayi-sebagai-model-ilustrasi-dalam-iklan-cetak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Academic Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Cons. Tri Handoko, 2004]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[iklan cetak]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11008</guid>
		<description><![CDATA[Cons. Tri Handoko
Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual
Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra 
ABSTRAK
Bayi sebagai model ilustrasi tidak hanya ditampilkan dalam iklan-iklan produk kebutuhan hidup sehari-harinya, misalnya makanan dan minuman serta perlengkapan bayi namun mereka juga dihadirkan pada iklan-iklan produk non kebutuhan bayi. Dalam hubungannya dengan ilustrasi iklan cetak, bayi sebagai model ilustrasi berperan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11008&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Cons. Tri Handoko</strong><br />
Dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual<br />
Fakultas Seni dan Desain &#8211; Universitas Kristen Petra </p>
<p>ABSTRAK<br />
Bayi sebagai model ilustrasi tidak hanya ditampilkan dalam iklan-iklan produk kebutuhan hidup sehari-harinya, misalnya makanan dan minuman serta perlengkapan bayi namun mereka juga dihadirkan pada iklan-iklan produk non kebutuhan bayi. Dalam hubungannya dengan ilustrasi iklan cetak, bayi sebagai model ilustrasi berperan penting dalam menarik perhatian khalayak sasarannya tidak sekedar hanya menunjukkan hubungan bayi dengan produk bahwa mereka adalah pengguna produk. Sebagai model ilustrasi iklan cetak bayi juga bisa berperan sebagai peraga dalam pemakaian/pengkonsumsian produk, merepresentasikan citra produk, sekaligus menambah nilai produk. </p>
<p>Kata kunci: Ilustrasi, bayi, iklan cetak. </p>
<p><em>ABSTRACT<br />
Babies as illustration models are not only appeared in baby’s daily needs products advertisements, for instance baby’s foods,  drinks, and  equipments as well but they are also appeared in non baby’s daily needs products. Relate in print advertisement illustrations, babies as illustration models not just have functions pointing out babies as consumers, models (visual aid) but also function as attraction, product’s image representation and product’s value enumerator. </p>
<p>Keywords: Illustration, Baby, print ad. </em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Download &gt; <a href='http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dkv04060107.pdf'>Bayi sebagai Model Ilustrasi dalam Iklan Cetak</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Sumber: Desa Informasi &gt; Pusat Penelitian (Research Centre) Petra Christian University </p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; or &#8220;Information Village&#8221; is the name adopted for the Local eContent (digital information resources with local flavor) development project being carried out in Petra Christian University Library.</p>
<p>&#8220;Desa Informasi&#8221; can also play an important role in preserving (at least) digitally local historical and cultural heritage, thus preserving the collective memory of a local society.</p>
<p>All Local eContent collections are available for everyone through the Internet for free. Some Local eContent collections are currently available in &#8220;Desa Informasi,&#8221; such as Surabaya Memory, Digital Theses, eDIMENSI, Petra@rt Gallery, Petra iPoster, and Petra Chronicle.</p>
<p>•••</p>
Posted in Academic Writing, Cons. Tri Handoko, 2004 Tagged: bayi, iklan cetak, ilustrasi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11008/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11008&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/28/bayi-sebagai-model-ilustrasi-dalam-iklan-cetak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rattle Logo Guide</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/rattle-logo-guide/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/rattle-logo-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 01:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bima Nurin Aulan]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>
		<category><![CDATA[logo guide]]></category>
		<category><![CDATA[Rattle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11230</guid>
		<description><![CDATA[






Rattle (clothing company) logo guide, Bandung,
Graphic designer: Bima Nurin Aulan, 2007
•••
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: Bima Nurin Aulan, logo guide, Rattle      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11230&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-1.jpg?w=600&#038;h=580" alt="bima-rattle logo guide 1" title="bima-rattle logo guide 1" width="600" height="580" class="aligncenter size-full wp-image-11232" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-2.jpg?w=600&#038;h=786" alt="bima-rattle logo guide 2" title="bima-rattle logo guide 2" width="600" height="786" class="aligncenter size-full wp-image-11235" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-3.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-3.jpg?w=451&#038;h=637" alt="bima-rattle logo guide 3" title="bima-rattle logo guide 3" width="451" height="637" class="aligncenter size-full wp-image-11236" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-4.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-4.jpg?w=600&#038;h=349" alt="bima-rattle logo guide 4" title="bima-rattle logo guide 4" width="600" height="349" class="aligncenter size-full wp-image-11237" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-5.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-5.jpg?w=600&#038;h=580" alt="bima-rattle logo guide 5" title="bima-rattle logo guide 5" width="600" height="580" class="aligncenter size-full wp-image-11239" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-6.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-6.jpg?w=600&#038;h=535" alt="bima-rattle logo guide 6" title="bima-rattle logo guide 6" width="600" height="535" class="aligncenter size-full wp-image-11240" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-7.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-7.jpg?w=600&#038;h=358" alt="bima-rattle logo guide 7" title="bima-rattle logo guide 7" width="600" height="358" class="aligncenter size-full wp-image-11241" /></a></p>
<p>Rattle (clothing company) logo guide, Bandung,<br />
Graphic designer: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/">Bima Nurin Aulan</a>, 2007</p>
<p>•••</p>
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: Bima Nurin Aulan, logo guide, Rattle <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11230&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/rattle-logo-guide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-rattle-logo-guide-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima-rattle logo guide 7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Imagemakers of the Future” – Young.Distinct.Ingenuous Part 1</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/%e2%80%9cimagemakers-of-the-future%e2%80%9d-%e2%80%93-young-distinct-ingenuous-part-1/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/%e2%80%9cimagemakers-of-the-future%e2%80%9d-%e2%80%93-young-distinct-ingenuous-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 00:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[photography exhibition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11153</guid>
		<description><![CDATA[
It was all smiles, giggles, and hugs during the opening night of the “Imagemakers of the Future” exhibition at Alila Ubud last Saturday, October 10, 2009. It was truly a change of scenery from the seemingly strained, hustle and bustle of preparations couple of days earlier. I’ll take this moment to pause, pose, and snapshot [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11153&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/imagemakers-by-made-nagi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/imagemakers-by-made-nagi.jpg?w=500&#038;h=333" alt="Imagemakers-by-Made-Nagi" title="Imagemakers-by-Made-Nagi" width="500" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-11154" /></a></p>
<p>It was all smiles, giggles, and hugs during the opening night of the <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/imagemakers-of-the-future-dibuka-10-oktober/">“Imagemakers of the Future”</a> exhibition at Alila Ubud last Saturday, October 10, 2009. It was truly a change of scenery from the seemingly strained, hustle and bustle of preparations couple of days earlier. I’ll take this moment to pause, pose, and snapshot the rejoicing grin on my face.</p>
<p>For those yet to visit, “Imagemakers of the Future” is a photography exhibition showcasing the creative outputs of eleven Indonesian photographers, who so far are engaging short yet established careers in the field. Encompassing different genres of the photographic spectrum, these talented youngsters do typify the future image makers of the already rich Indonesian photography.</p>
<p>The group includes Made Nagi (photojournalist), Eka Nickmatulhuda (editorial, photojournalism), Sonia Prabowo (commercial, fashion, portraiture), Muradi (photojournalism), Andika Wahyu (sports, photojournalism), Tjok Bagus Kerthyasa (travel, documentary), Andi Ari Setiadi (photojournalism, fine art) , Diana Putri (travel, movie stills), Eric Chang (commercial, fashion, portraiture), Gus De (editorial) and Nicoline Patricia Malina (fashion).</p>
<p>Meanwhile, the curatorial board responsible for nominating and selecting the photographers and artworks include senior Indonesian photographers Darwis Triadi, Firman Ichsan, Oscar Motuloh, and Rio Helmi.</p>
<p>First of all, the exhibition presents various creative styles (genre) of photography, to which all advances comprehensive testimony, remembrance, and critique upon realities enclosing us; appreciations that are not only honest and factual, but most significantly conveyed in an artistic manner. I do believe that photography is such an expressive language in revealing the veracity of a story, as well as a reflective surface for discourses full of multidimensional comprehensions and interests.</p>
<p>For me, large portions of the artworks art artistically crafted and precisely portray the dynamism of life at once. The portrayal of realities are aesthically pleasing, yet not blurring the truth lurking behind each and every moment.</p>
<p>For example, the artworks of Eka Nickmatulhuda; a beamingly-fun-religious-conservative Betawian girl that visited the Philiphines in 2006, embarking a solo creative adventure. Therein, she managed to get permit to visit a birth center and maternity hospital for the poor at the outskirts of Manila, and used the camera as her diplomatic passport to make sense about the substandard social reality. Her black and white pictures are powerfully evocative and staggering. At first glance, Nickmatulhuda augments a story about medical misfortunes, hardships of labour, babies yearning for warmth. But once embraced, her pictures depict a spiritual sensation that even in the harshest of conditions, heartbreaking screams of mothers in labour and cries of newborn babies will ultimately result in something wonderful, it’s a blessing in disguise.</p>
<p>Furthermore, we can attain fruitful lessons from the adventures of these young photographers. Look at the works of Tjok Bagus Kerthyasa, a Balinese royalty, born and raised in Sydney, Australia in 1980. Seemingly bored with the burden of a (his) good earth, he went on a lengthy and tiresome trip backpacking across Indo-China countries such as Burma and Thailand – curiously and jubilantly taking pictures, reporting his keenness and sharpness in capturing the alien circumstances of societies and cultures and their subsequent development in those countries. This purports a form of visual anthropology, where the daily activities of social community can be analyzed from a collection of clear and concise photographs. For all its worth, this is the educational aspect of travel photography.</p>
<p>Another personal favorite is the artworks of Made Nagi. Well it’s easy to like Nagi, following his all-embracing charms. He projects a humble, polite personality that  seems to shine vividly in his creations. In 2005, Nagi was selected for an apprenticeship under the wings of John Stanmeyer and Gary Knight of VII Photo Agency, and currently is member of the EPA – European Pressphoto Agency. His photograph “The President” (Matte Paper, 35 x 23 cm) depicting the weary yet elated East Timorese presidential candidate Ramos Horta shaking hands with his supporter during a campaign in Dili, East Timor is just an example about Nagi’s eagerness for photojournalism. The documentation of critical moments are bursting with artistic touches – angle, lighting, and focus – indicating outstanding creative awareness upon the sensational points of the moment itself, to which makes his artwork stirring yet ingenuous.</p>
<p>The works of Eric Chang and Gus De also excites me, particularly their capabilities in composing somewhat genial out of celebrities. The mesmerizing gaze of Krisdayanti (singer, popstar) in the portrait “Mother Queen Mummy” or Butet Kertaredjasa (comedy jenius) puffing a cloud of smoke in “Angry Bull” not only suggests Eric Chang’s familiarity to socialites, but also his all-embracing exploration about themes and titles that portray the subjects fittingly from all angles. Seriously, “Mother Queen Mummy” really captures the notion about the tensions in preserving stardom as well as a faithful housewife. I guess, it’s always nip and tuck between the two.</p>
<p>Meanwhile, working with the likes of “bad boys” Superman Is Dead (SID) for a magazine spread, Gus De not only shows his liking to the rock-star lifestyle but also his inventiveness in keeping the perception of “rebelliously cool” something close to home and real. Moreover, the use of plastic ducks in those pictures impeccably represents the band’s attitude about ignoring harsh and ill judgement about their art; “followers” can only quack! But what really strikes me is Gus De’s knack for surrealism, to which is evident in his landscape photography as grayscale topography seamlessly bonding, blurring the line of fact and fantasy. Salut!</p>
<p>As a digital art fanatic, I can’t contain myself seeing the works of Sonia Prabowo. I’m really fond to her style and how she “flirts” with established themes such as the consciousness of the beauty, sensuality, and love/hate relations. For me, she is truthful in being playful to all possibilities, to embrace what the day brings, stand out and be different. While her artwork seems as a reflection to her personal longings, it utters universality. Artists do maintain their edge provided one loathes something so bad, or love something so dearly.</p>
<p>Overall, its an exhibition worth viewing. Do visit the exhibition, go blip yourself at Alila Ubud, and enjoy “Imagemakers of the Future”.</p>
<p>*** “Imagemakers of the Future” is a pre-event of <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/26/put-your-hands-blip/">BLIPfest (Bali Photography Festival)</a> that will commence late September 2010 in Bali. Hosting an array photography exhibitions, workshops, and seminar, BLIPfest 2010 is a creative medium for the aesthetic and artistic energies of Indonesian photography to foster cultural interactions among Indonesian photographers and the global world.</p>
<p>&#8220;Imagemakers of the Future&#8221; at Alila Ubud</p>
<p>Written by Marlowe Bandem (http://marlowebandem.com)</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Made Nagi Blipfest opening" title="Made Nagi Blipfest opening" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11157" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nage-blipfest-opening2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nage-blipfest-opening2.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Made Nage Blipfest Opening2" title="Made Nage Blipfest Opening2" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11155" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening4.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening4.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Made Nagi Blipfest Opening4" title="Made Nagi Blipfest Opening4" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11156" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening-5.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening-5.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Made Nagi Blipfest Opening 5" title="Made Nagi Blipfest Opening 5" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11158" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening-6.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening-6.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Made Nagi Blipfest Opening 6" title="Made Nagi Blipfest Opening 6" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11159" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-opening-7.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-opening-7.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Made Nagi Opening 7" title="Made Nagi Opening 7" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11160" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/imagemakers-of-the-future-dibuka-10-oktober/">“Imagemakers of the Future” Dibuka 10 Oktober</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/26/put-your-hands-blip/">Put Your Hands Blip</a></p>
<p>•••</p>
Posted in BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010, Miscellaneous Tagged: photography exhibition <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11153&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/%e2%80%9cimagemakers-of-the-future%e2%80%9d-%e2%80%93-young-distinct-ingenuous-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/imagemakers-by-made-nagi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Imagemakers-by-Made-Nagi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nagi Blipfest opening</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nage-blipfest-opening2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nage Blipfest Opening2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nagi Blipfest Opening4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nagi Blipfest Opening 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-blipfest-opening-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nagi Blipfest Opening 6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi-opening-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nagi Opening 7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Put Your Hands Blip</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/26/put-your-hands-blip/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/26/put-your-hands-blip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 00:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11174</guid>
		<description><![CDATA[
Acara pameran foto “Imagemaker of The Future” sebagai bagian dari pre event Blipfest baru saja dibuka di Alila Hotel Ubud pada tanggal 11 Oktober 2009 dan masih berlangsung hingga 30 November 2009. Acara ini menampilkan karya foto 11 fotografer muda Indonesia dari sekian banyak talenta yang ada. Blipfest atau Bali Photo Festival 2010, sebuah dedikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11174&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hand.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hand.jpg?w=600&#038;h=491" alt="Blipfest-Hand" title="Blipfest-Hand" width="600" height="491" class="alignnone size-full wp-image-11175" /></a></p>
<p>Acara pameran foto “<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/27/“imagemakers-of-the-future”-–-young-distinct-ingenuous-part-1/">Imagemaker of The Future”</a> sebagai bagian dari pre event Blipfest baru saja dibuka di Alila Hotel Ubud pada tanggal 11 Oktober 2009 dan masih berlangsung hingga 30 November 2009. Acara ini menampilkan karya foto 11 fotografer muda Indonesia dari sekian banyak talenta yang ada. Blipfest atau Bali Photo Festival 2010, sebuah dedikasi bagi dunia fotografi Indonesia akan dikemas dalam berbagai acara fotografi dalam berbagai dimensi baik seminar, workshop, pameran dan forum serta lomba. Blipest dimaksud menumbuhkan daya saing fotografer Indonesia di kancah dunia. Blipfest juga memiliki perhatian terhadap talenta fotografer muda untuk eksistensinya yang lebih baik.</p>
<p>Blipfest direncanakan akan digelar September-Oktober 2010 di Bali, namun deklarasinya dengan berbagai agenda kegiatan telah dilakukan semenjak Juli-Agustus 2009 di FGDexpo Jakarta dengan “Go Blip Yourself” dan presentasi di Pecha Kucha Night Bali #2″ di Sanur Village Festival Agustus 2009. Blipfest akan melibatkan fotografer internasional dan mereka yang telah merencanakan hadir memberikan workshop dan berpameran adalah Linda Connor (pengajar di San Francisco Art Institute), John Stanmeyer (co founder of VII, Time magazine), Raghu Rai (Magnum).</p>
<p>Blipfest yang dikuratori para fotografer Senior Indonesia Rio Helmi, Oscar Motulloh, Firman Ichsan, Darwis Triadi dan Tara Sosrowardoyo ini pada event FGD EXPO 2009 bulan Juli-Agustus lalu memperkenalkan dirinya kepada publik termasuk memperkenalkan Icon tangan yang membentuk posisi framing yang kita kaitkan dengan nafas festival yang dijadikan kata perekat yaitu “Be Captured By The Moment”.</p>
<p>Inilah beberapa teman dan tamu di booth Blipfest pada FGD EXPO 2009 yang telah melakukan “Blip” sebagai partisipasi memperkenalkan Blipfest. Selengkapnya mengenai foto foto Blip yourself di booth Blipfest ini dapat dilihat di http://blipfest.com atau di http://www.facebook.com/theblipfest </p>
<p>Source: Blipfest</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-agus-basuni.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-agus-basuni.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Agus Basuni" title="Blipfest Agus Basuni" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11176" /></a></p>
<p>Agus Setiawan Basuni of Wartajazz.com</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-andi-s-budiman.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-andi-s-budiman.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Andi S. Budiman" title="Blipfest Andi S. Budiman" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11177" /></a></p>
<p>Andi S. Budiman of Digital Studio</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-arief-adityawan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-arief-adityawan.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Blipfest Arief Adityawan" title="Blipfest Arief Adityawan" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11178" /></a></p>
<p>Arief Adityawan of Grafis Sosial</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-ayip-nilam-danton.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-ayip-nilam-danton.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Ayip-Nilam-Danton" title="Blipfest Ayip-Nilam-Danton" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11179" /></a></p>
<p>Ayip, Nilam &amp; Danton of Adgi</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-eko-prabowo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-eko-prabowo.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Eko Prabowo" title="Blipfest Eko Prabowo" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11180" /></a></p>
<p>Eko Prabowo of DesignEko</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hanny-kardinata.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hanny-kardinata.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Blipfest Hanny Kardinata" title="Blipfest Hanny Kardinata" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11181" /></a></p>
<p>Hanny Kardinata of DGI</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hast.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hast.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Blipfest Hast" title="Blipfest Hast" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11182" /></a></p>
<p>Hastjaryo B. Wibowo of Songo</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-herman-pratomo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-herman-pratomo.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Herman Pratomo" title="Blipfest Herman Pratomo" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11183" /></a></p>
<p>Herman Pratomo of FGD EXPO</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-indah.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-indah.jpg?w=600&#038;h=468" alt="Blipfest Indah" title="Blipfest Indah" width="600" height="468" class="aligncenter size-full wp-image-11184" /></a></p>
<p>Indah Tjahjawulan </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-irvan-noeman.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-irvan-noeman.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Irvan Noe&#39;man" title="Blipfest Irvan Noe&#39;man" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11185" /></a></p>
<p>Irvan Noe&#8217;man of BD+A Design</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-iwang2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-iwang2.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Iwang2" title="Blipfest Iwang2" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11186" /></a></p>
<p>Irwan Ahmett of AhmettSalina Design</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-lans.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-lans.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Lans" title="Blipfest Lans" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11187" /></a></p>
<p>Lans Brahmantyo of Afterhours</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-m-noor-arief.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-m-noor-arief.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest M Noor Arief" title="Blipfest M Noor Arief" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11188" /></a></p>
<p>M Noor Arief of DAGADU</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-peter.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-peter.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Peter" title="Blipfest Peter" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11189" /></a></p>
<p>Peter Natadihardja of Paperina</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-prie-s.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-prie-s.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Blipfest Prie S" title="Blipfest Prie S" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-11190" /></a></p>
<p>Priyanto Sunarto of Tempo Magazine</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-ray-bachtiar.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-ray-bachtiar.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Ray Bachtiar" title="Blipfest Ray Bachtiar" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11191" /></a></p>
<p>Ray Bachtiar + daughter of KLJI</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-wedha.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-wedha.jpg?w=600&#038;h=400" alt="Blipfest Wedha" title="Blipfest Wedha" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11192" /></a></p>
<p>Wedha</p>
<p>•••</p>
Posted in BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010, Miscellaneous Tagged: BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11174&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/26/put-your-hands-blip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hand.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest-Hand</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-agus-basuni.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Agus Basuni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-andi-s-budiman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Andi S. Budiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-arief-adityawan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Arief Adityawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-ayip-nilam-danton.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Ayip-Nilam-Danton</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-eko-prabowo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Eko Prabowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hanny-kardinata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Hanny Kardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-hast.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Hast</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-herman-pratomo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Herman Pratomo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-indah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Indah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-irvan-noeman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Irvan Noe&#39;man</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-iwang2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Iwang2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-lans.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Lans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-m-noor-arief.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest M Noor Arief</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-peter.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Peter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-prie-s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Prie S</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-ray-bachtiar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Ray Bachtiar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-wedha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blipfest Wedha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/25/pameran-kolaborasi-seni-%e2%80%93-institut-seni-indonesia-yogyakarta/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/25/pameran-kolaborasi-seni-%e2%80%93-institut-seni-indonesia-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 00:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKV ISI (Institut Seni Indonesia), Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Seni Indonesia Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi seni]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11197</guid>
		<description><![CDATA[
30–31 Oktober, 2009 di Jogja National Museum Yogyakarta
Opening Exhibition: Jum`at, 30 Oktober, 2009. Start at 19.00 WIB
Opening by Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, MFA, Ph.D, Rektor ISI Yogyakarta

• Pameran Seni Rupa
• Pameran Seni Media Rekam
• Seni Pertunjukan
• Dancer (mahasiswa jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta)
• Live Art Performance 
WORKSHOP: Sabtu, 31 Oktober 2009 di Jogja National Museum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11197&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-1.jpg?w=600&#038;h=600" alt="Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 1" title="Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 1" width="600" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-11198" /></a></p>
<p>30–31 Oktober, 2009 di Jogja National Museum Yogyakarta</p>
<p>Opening Exhibition: Jum`at, 30 Oktober, 2009. Start at 19.00 WIB</p>
<p>Opening by Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, MFA, Ph.D, Rektor ISI Yogyakarta</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-21.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-21.jpg?w=600&#038;h=449" alt="Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 2" title="Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 2" width="600" height="449" class="aligncenter size-full wp-image-11200" /></a></p>
<p>• Pameran Seni Rupa<br />
• Pameran Seni Media Rekam<br />
• Seni Pertunjukan<br />
• Dancer (mahasiswa jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta)<br />
• Live Art Performance </p>
<p>WORKSHOP: Sabtu, 31 Oktober 2009 di Jogja National Museum Yogyakarta. Start at 10.00 WIB<br />
Opening by Farik Eko Sulkan selaku Ketua Kolaborasi Seni</p>
<p>LIVE MUSIC PERFOMANCE: Sabtu, 31 Oktober 2009 di Jogja National Museum Yogyakarta. 20.30 WIB</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-3.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-3.jpg?w=427&#038;h=604" alt="Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 3" title="Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 3" width="427" height="604" class="aligncenter size-full wp-image-11201" /></a></p>
<p>•••</p>
Posted in DKV ISI (Institut Seni Indonesia), Yogyakarta, Miscellaneous, News&amp;Events Tagged: Institut Seni Indonesia Yogyakarta, kolaborasi seni, pameran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11197&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/25/pameran-kolaborasi-seni-%e2%80%93-institut-seni-indonesia-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/pameran-kolaborasi-seni-e28093-institut-seni-indonesia-yogyakarta-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pameran Kolaborasi Seni – Institut Seni Indonesia, Yogyakarta 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Majalah Versus #6: Above the Line vs Below the Line</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/25/majalah-versus-6-above-the-line-vs-below-the-line/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/25/majalah-versus-6-above-the-line-vs-below-the-line/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 00:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Versus]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[above the line]]></category>
		<category><![CDATA[below the line]]></category>
		<category><![CDATA[Versus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10684</guid>
		<description><![CDATA[ABOVE THE LINE vs. BELOW THE LINE: Masih relevankah ‘line-line’ tersebut di era on-line?







•••
Posted in Majalah Versus, Miscellaneous Tagged: above the line, below the line, Versus      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10684&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ABOVE THE LINE vs. BELOW THE LINE: Masih relevankah ‘line-line’ tersebut di era on-line?</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cover-versus-6.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cover-versus-6.gif?w=600&#038;h=801" alt="cover-versus-6" title="cover-versus-6" width="600" height="801" class="alignnone size-full wp-image-10683" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_10.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_10.jpg?w=600&#038;h=416" alt="V06 LORES_Page_10" title="V06 LORES_Page_10" width="600" height="416" class="aligncenter size-full wp-image-11164" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_12.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_12.jpg?w=600&#038;h=416" alt="V06 LORES_Page_12" title="V06 LORES_Page_12" width="600" height="416" class="aligncenter size-full wp-image-11165" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_22.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_22.jpg?w=600&#038;h=416" alt="V06 LORES_Page_22" title="V06 LORES_Page_22" width="600" height="416" class="aligncenter size-full wp-image-11166" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_24.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_24.gif?w=600&#038;h=416" alt="V06-LORES_Page_24" title="V06-LORES_Page_24" width="600" height="416" class="aligncenter size-full wp-image-11203" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_31.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_31.jpg?w=600&#038;h=416" alt="V06 LORES_Page_31" title="V06 LORES_Page_31" width="600" height="416" class="aligncenter size-full wp-image-11168" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_40.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_40.jpg?w=600&#038;h=416" alt="V06 LORES_Page_40" title="V06 LORES_Page_40" width="600" height="416" class="aligncenter size-full wp-image-11169" /></a></p>
<p>•••</p>
Posted in Majalah Versus, Miscellaneous Tagged: above the line, below the line, Versus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10684/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10684&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/25/majalah-versus-6-above-the-line-vs-below-the-line/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cover-versus-6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">cover-versus-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">V06 LORES_Page_10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">V06 LORES_Page_12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">V06 LORES_Page_22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_24.gif" medium="image">
			<media:title type="html">V06-LORES_Page_24</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">V06 LORES_Page_31</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/v06-lores_page_40.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">V06 LORES_Page_40</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Fashion Tendance 10</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/23/dari-fashion-tendance-10/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/23/dari-fashion-tendance-10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 02:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Creative Community]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[APPMI Bali]]></category>
		<category><![CDATA[arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[fashion designer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion Tendance 10]]></category>
		<category><![CDATA[graphic designer]]></category>
		<category><![CDATA[interior designer]]></category>
		<category><![CDATA[jewelry/accesories designer]]></category>
		<category><![CDATA[pelukis]]></category>
		<category><![CDATA[product designer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11127</guid>
		<description><![CDATA[

10 COLLABORATION @ FASHION TENDANCE 10
APPMI Bali berkolaborasi dengan Bali Creative Community membuat acara Fashion Tendance 10 dimana acara tahunan APPMI ini pada intinya menghadirkan fashion trend 2010. Fashion Tendance 10 yang menghadirkan 10 kolaborasi Fashion Designer anggota APPMI Bali dengan 10 profesi kreatif lain baik product designer, arsitek, graphic designer, interior designer, jewelry/accesories designer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11127&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10thebeat.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10thebeat.jpg?w=537&#038;h=802" alt="FT10@TheBeat" title="FT10@TheBeat" width="537" height="802" class="aligncenter size-full wp-image-11146" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10thebeat1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10thebeat1.jpg?w=546&#038;h=802" alt="FT10@TheBeat1" title="FT10@TheBeat1" width="546" height="802" class="aligncenter size-full wp-image-11147" /></a></p>
<p>10 COLLABORATION @ FASHION TENDANCE 10</p>
<p>APPMI Bali berkolaborasi dengan Bali Creative Community membuat acara <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/09/02/fashion-tendance-‘10-“legacy-for-the-future”-kolaborasi-10-perancang-busana-dengan-10-arsitek-dan-desainer/">Fashion Tendance 10</a> dimana acara tahunan APPMI ini pada intinya menghadirkan fashion trend 2010. Fashion Tendance 10 yang menghadirkan 10 kolaborasi Fashion Designer anggota APPMI Bali dengan 10 profesi kreatif lain baik product designer, arsitek, graphic designer, interior designer, jewelry/accesories designer dan pelukis benar-benar menjadi sebuah perhelatan kreatif yang memukau di Ballroom THE LAGUNA, A LUXURY COLLECTION RESORT &amp; SPA, NUSA DUA, BALI pada hari Sabtu 3 Oktober 2009.</p>
<p>Diawali dengan fashion show karya Oka Diputra dan “Firmato Espen Salberg” collection sebagai desainer tamu, para undangan disuguhi kreasi kreasi terbaru yang masing-masing dibawakan dengan karakter tersendiri. Setelah pemanasan oleh dua fashion show ini maka selanjutnya para undangan dan peminat fashion dipandu memasuki ballroom dimana telah siap 10 kolaborasi dengan display masing masing. Pintu Ballroom dibuka dan dalam cahaya remang Nyoman Sura telah memulai dengan gemulai tarian kontemporer pembuka. Surprise dan rasa penasaran memuncak ketika hadirin memasuki keremangan ballroom yang akhirnya berganti terang setelah usai Nyoman Sura dalam tarian pembukanya.</p>
<p>Dengan penuh antusias dan kagum setiap undangan berkeliling menuju 10 display kolaborasi dengan konsep dan karakter yang beragam dan kaya akan eksplorasi. Selanjutnya semua dihadapkan kepada masing-masing display para kolaborator dan ditengahnya dimana catwalk menjadi sentral dihadirkan 10 fashion yang mewakili 10 kolaborasi dengan dibawakan model-model nan semampai mencuri perhatian para undangan dan hadirin. Berikut adalah display dari para kolaborasi pada Fashion Tendance 10:</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-dewi-suarjani-ayip.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-dewi-suarjani-ayip.jpg?w=600&#038;h=400" alt="FT10 Dewi Suarjani &amp; Ayip" title="FT10 Dewi Suarjani &amp; Ayip" width="600" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-11128" /></a></p>
<p><strong>“Miss Centhini” by Dewi Suarjani + Ayip</strong><br />
Miss Centhini dikemas dengan sangat simple dalam ruang display.  6 busana Miss Chentini karya Dewi Suarjani ditempatkan di sisi kiri dan kanan bergantung di depan wall display yang menggambarkan dimensi. Ayip menuangkan grafis Miss Centhini di hampir seluruh bagian display mulai dari lantai, dinding dan bingkai layar. Penampilan yang sederhana dalam display ini karena fokus akan diarahkan kepada busana dan 3 busana lainnya yang dikenakan model serta tarian kontemporer Nyoman Sura di area sentral display.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-monika-weber-muji-ananta.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-monika-weber-muji-ananta.jpg?w=600&#038;h=436" alt="FT10 Monika Weber &amp; Muji Ananta" title="FT10 Monika Weber &amp; Muji Ananta" width="600" height="436" class="aligncenter size-full wp-image-11129" /></a></p>
<p><strong>“Atlantis Once Upon A Time” by Monika Weber + Muji Ananta</strong><br />
Setting Atlantis Once Upon A time dibuat level yang lebih tinggi dari lantai untuk menggambarkan kesan imajinatif. Muji Ananta membuat setting display yang didominasi warna putih untuk menonjolkan busana mutakhir karya Monika Weber yang terinspirasi dari Atlantis. Warna warni busana dan pernik yang melekat membuat kontras yang sangat ekspos.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft-10-agnes-caroline-veny-lydiawati.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft-10-agnes-caroline-veny-lydiawati.jpg?w=600&#038;h=345" alt="FT 10 Agnes Caroline &amp; Veny Lydiawati" title="FT 10 Agnes Caroline &amp; Veny Lydiawati" width="600" height="345" class="aligncenter size-full wp-image-11130" /></a></p>
<p><strong>“Day Dreamer” by Agnes Caroline (Fashion Designer) &amp; Veny Lydiawati (Products Designer)</strong><br />
Nuansa gelap yang mendominasi display Day Dreamer dari warna materi display kain dirangkai dengan temali yang artistik berpadu dengan cahaya lampu dan busana karya Agnes Caroline menjadi kesan yang elegan. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-dwi-iskandar-eko-prabowo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-dwi-iskandar-eko-prabowo.jpg?w=600&#038;h=398" alt="FT10 Dwi Iskandar &amp; Eko Prabowo" title="FT10 Dwi Iskandar &amp; Eko Prabowo" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11131" /></a></p>
<p><strong>“Dinner with Dwi Iskandar &amp; Eko Prabowo” by Dwi Iskandar (Fashion Designer) + Eko Prabowo (Product/Graphic Designer)</strong><br />
Display didominasi oleh kain dengan print berwarna light dan manekin rekaan sendiri dipadu dengan lampu-lampu dan kursi karya Eko Prabowo. Sedang Dwi Iskandar menonjolkan teknik drap dan wrap. Dengan detail lipit dan teknik lipat. Aksen piping dan potongan yang berupa garis garis lurus. Secara keseluruhan terlihat struktural dan bervolume.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-eny-ming-vicky-trinita.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-eny-ming-vicky-trinita.jpg?w=600&#038;h=372" alt="FT10 Eny Ming &amp; Vicky Trinita" title="FT10 Eny Ming &amp; Vicky Trinita" width="600" height="372" class="aligncenter size-full wp-image-11132" /></a></p>
<p><strong>“CONTAINER OF HOPE : Our Futuristic Wonderland” By Eny Ming (Fashion Designer) + Vicky Trinita (Architect-Interior Designer)</strong><br />
“Container of Hope” direka sebagai wonderland yang merupakan creative space yang sangat erat hubungannya dengan harapan sebagai positive feeling dan sesuatu bagai mimpi kehidupan. Vicky menghadirkan nuansa container dengan warna industrial dipadu aneka garis dinamis dari rotan yang berwarna alami dengan pencahayaan warm yang memukau. Selaras dengan apa yang dihadirkan Eny Ming dalam warna dan desain busana yang didominasi warna gelap.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-angeliqa-wu-hari-de-jong.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-angeliqa-wu-hari-de-jong.jpg?w=600&#038;h=304" alt="FT10 Angeliqa Wu &amp; Hari De Jong" title="FT10 Angeliqa Wu &amp; Hari De Jong" width="600" height="304" class="aligncenter size-full wp-image-11133" /></a></p>
<p><strong>“NOZOMI” By Angeliqa Wu ( Fashion Designer) + Heri De Jong (Accesories Designer)</strong><br />
Angeliqa Wu dan Heri De Jong terinspirasi oleh Jepang dan Bali….<br />
Dengan inspirasi tersebut tergambar sebuah display dengan suasana taman Jepang yang diimpikan oleh Nozomi.<br />
Background yang digunakan untuk suasana tersebut akan lebih minimalis dan nyaman…. dilengkapi property berupa ranting2 pohon yang dimodif dan suasana Jepang dengan nuansa putih.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-putu-aliki-yoka-sara.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-putu-aliki-yoka-sara.jpg?w=600&#038;h=303" alt="FT10 Putu Aliki &amp; Yoka Sara" title="FT10 Putu Aliki &amp; Yoka Sara" width="600" height="303" class="aligncenter size-full wp-image-11142" /></a></p>
<p><strong>COINCÉ ENTRE DEUX (STUCK IN BETWEEN)” By Putu Aliki (Fashion Designer) dan Yoka Sara (Architect)</strong><br />
Display dinamis yang mengambang ini dihadirkan merespon konsep Stuck in Between yang menyerupai train shelter untuk menanti kereta, Yoka Sara menghadirkannya dalam 3 panel yang didominasi warna abu abu. Putu Aliki menghadirkan gaya berpakaian Monk yang diterjemahkan menjadi Modern Look – gaya berpakaian modern atau bisa disebut Fashion Now</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-ali-charisma-made-kebath.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-ali-charisma-made-kebath.jpg?w=600&#038;h=398" alt="FT10 Ali Charisma &amp; Made Kebath" title="FT10 Ali Charisma &amp; Made Kebath" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11143" /></a></p>
<p><strong>“TROPICAL PARADISE” By Ali Charisma (Fashion Designer) + Made Kebath Bendesa (Painter)</strong><br />
Dengan kilau warna masa kini yang bernuansa seni dan magis berpadu dengan traditional culture, display Tropical Paradise menggabungkan lukisan Made Kebath dan busana karya Ali Charisma. </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-oka-diputra-putu-edi-semara.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-oka-diputra-putu-edi-semara.jpg?w=600&#038;h=363" alt="FT10 Oka Diputra &amp; Putu Edi Semara" title="FT10 Oka Diputra &amp; Putu Edi Semara" width="600" height="363" class="aligncenter size-full wp-image-11144" /></a></p>
<p><strong>“TRAVELLING LIGHT IN STYLE” By Oka Diputra (Fashion Designer) + Putu Edy Semara (Arsitek)</strong><br />
Busana Oka Diputra yang didominasi warna abu abu, hitam dan merah berpadu serasi dengan elemen karya arsitek Putu Edi Semara dengan warna abu abu dalam bentuk geometris kotak dan bulat.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-tude-togog-iwan-sastrawan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-tude-togog-iwan-sastrawan.jpg?w=402&#038;h=604" alt="FT10 Tude Togog &amp; Iwan Sastrawan" title="FT10 Tude Togog &amp; Iwan Sastrawan" width="402" height="604" class="aligncenter size-full wp-image-11145" /></a></p>
<p><strong>“MAYADENAWA MOMENT SPACE” By Tude Togog (Fashion Designer) + Iwan Sastrawan (Architect)</strong><br />
Elemen bambu yang membentuk garis dihadirkan Iwan Sastrawan untuk membingkai busana karya Tude Togog. Warna merah menjadi aksen utama yang membuat konektivitas antara busana dan displaynya.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Proses kolaborasi dapat dilihat di situs: <a href="http://fashiontendance.wordpress.com/">http://fashiontendance.wordpress.com/</a></p>
<p>Sumber: Bali Creative Community</p>
<p>•••</p>
Posted in Bali Creative Community, Miscellaneous Tagged: APPMI Bali, arsitek, Bali Creative Community, fashion designer, Fashion Tendance 10, graphic designer, interior designer, jewelry/accesories designer, pelukis, product designer <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11127&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/23/dari-fashion-tendance-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10thebeat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10@TheBeat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10thebeat1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10@TheBeat1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-dewi-suarjani-ayip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Dewi Suarjani &#38; Ayip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-monika-weber-muji-ananta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Monika Weber &#38; Muji Ananta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft-10-agnes-caroline-veny-lydiawati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT 10 Agnes Caroline &#38; Veny Lydiawati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-dwi-iskandar-eko-prabowo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Dwi Iskandar &#38; Eko Prabowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-eny-ming-vicky-trinita.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Eny Ming &#38; Vicky Trinita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-angeliqa-wu-hari-de-jong.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Angeliqa Wu &#38; Hari De Jong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-putu-aliki-yoka-sara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Putu Aliki &#38; Yoka Sara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-ali-charisma-made-kebath.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Ali Charisma &#38; Made Kebath</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-oka-diputra-putu-edi-semara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Oka Diputra &#38; Putu Edi Semara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ft10-tude-togog-iwan-sastrawan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FT10 Tude Togog &#38; Iwan Sastrawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Poster &#8220;Exploring Root of Identity&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/22/pameran-poster-root-of-identity/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/22/pameran-poster-root-of-identity/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 10:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia/Indonesian Graphic]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[History of Graphic Design in Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pameran poster]]></category>
		<category><![CDATA[Root of Identity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11083</guid>
		<description><![CDATA[
.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11083&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster-roi.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster-roi.gif?w=600&#038;h=848" alt="poster-roi" title="poster-roi" width="600" height="848" class="aligncenter size-full wp-image-11084" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Karya-karya desainer grafis Indonesia pada Pameran Poster &#8220;Root of Identity&#8221; (sesuai urutan abjad):</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gde_bagus_udayana.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gde_bagus_udayana.jpg?w=596&#038;h=894" alt="gde_bagus_udayana" title="gde_bagus_udayana" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11194" /></a></p>
<p>Berawal dari akar tradisi Budaya berkembang dalam dunia modern jiwa Kebudayaan Bali akan tetap membara. Modern dan tradisional sekarang digabungkan di Bali, sehingga Bali masih tetap bertahan dengan akar Budaya, Masyarakat Bali merayakan kehidupan dengan cara yang unik di tengah Era globalisasi sekarang ini. Itulah vibrasi yang membuat Bali selalu istimewa dalam dinamikanya. Ilustrasi Fotografi yang digunakan, dengan latar belakang hitam putih menjadikan dasar bawah jaman dulu dimana belum adanya foto berwarna, sedangkan jaman sekarang sudah kenal dengan foto berwarna ditandai dengan berwarnanya orang yang berpakaian topeng tersebut. Tambahan ilustrasi ornamen di bagian bawah merupakan ciri dari ornamen Bali sebagai identitasnya sehingga dapat memberikan pesan terhadap khalayak ramai. </p>
<p><strong>&gt; A.A Gde Bagus Udayana</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/adi_nugroho.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/adi_nugroho.jpg?w=596&#038;h=1072" alt="posterFKI.cdr" title="posterFKI.cdr" width="596" height="1072" class="aligncenter size-full wp-image-11086" /></a></p>
<p>Kami bukan bangsa tukang klaim. Melalui proses berabad, kebudayaan Jawa mengadopsi dan mengembangkan huruf Abugida Pallawa, yang berkembang menjadi tulisan Kawi, hingga menjadi tulisan Jawa. Proses ini menjadi sebuah nilai filosofis yang diajarkan Ki Hajar Dewantara sebagai konsep memperhatikan, menciptakan simulasi, dan berinovasi. Inilah identitas bangsa, sebagai cikal bangsa yang maju. </p>
<p><strong>&gt; Adi Nugroho</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/arif_psa.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/arif_psa.jpg?w=596&#038;h=894" alt="arif_PSA" title="arif_PSA" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11088" /></a></p>
<p>Poster BATAS SUCI secara eksplisit memvisualisasikan beberapa sandal yang terserak di lantai sebuah mushola dan di ujung lantai bertuliskan BATAS SUCI, visual ini adalah pemandangan yang jamak kita temui pada waktu sholat. Ide poster ini ingin menunjukkan betapa tak ada yang lebih tinggi derajatnya selain Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua manusia adalah sama di hadapan-Nya. Itulah mungkin bangsa Indonesia yang harus merasa beruntung karena begitu menyadari posisinya sebagai makhluk yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. </p>
<p><strong>&gt; Arif PSA</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ayip.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ayip.jpg?w=596&#038;h=894" alt="ayip" title="ayip" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11085" /></a></p>
<p>Akar sejarah, silsilah, kekayaan dan semua seisi Nusantara adalah alasan yang sulit terbantahkan sebagai jati diri bangsa yang besar. Mengurus dan memberdayakan itu semua saja sangat membingungkan harus memulai dari mana. Untuk mewujudkannya haruskah ada lembaga baru yang lebih serius? Yang terbayang adalah komitmen terhadap pendidikan yang membangun mentalitas. </p>
<p><strong>&gt; Ayip</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bayu_widiantoro.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bayu_widiantoro.jpg?w=596&#038;h=904" alt="JATI DIRI identitas" title="JATI DIRI identitas" width="596" height="904" class="aligncenter size-full wp-image-11089" /></a></p>
<p>Sebagai insan yang ada di Jawa, maka ada baiknya kita mulai dengan melihat pada budaya yang ada pada sebuah obyek tradisional. Keris sebagai sebuah karya tradisional Indonesia dengan berbagai pesan baik yang tersirat atau tersurat merupakan hal yang menarik untuk dipelajari. berbagai makna yang tersirat akan lebih bermanfaat jika dipelajari dengan baik untuk pengembangan jati diri bangsa.</p>
<p><strong>&gt; Bayu Widiantoro</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/danu_widhyatmoko.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/danu_widhyatmoko.jpg?w=596&#038;h=894" alt="danu_widhyatmoko" title="danu_widhyatmoko" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11090" /></a></p>
<p>Di mana kita berpijak di situlah awal pencarian identitas mesti dimulai. Lalu semakin mendalam, mengurai tiap serpih muatan lokal yang ditemui. Dan bila saatnya serpih muatan tersebut telah pantas untuk kita sebut sebagai identitas, tiba waktunya untuk kita sebarkan sepenuhnya ke seluruh pelosok dunia. </p>
<p><strong>&gt; Danu Widhyatmoko</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dodi_nursaiman.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dodi_nursaiman.jpg?w=596&#038;h=894" alt="dodi_nursaiman" title="dodi_nursaiman" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11091" /></a></p>
<p>Identitas merupakan kumpulan, identitas adalah keutuhan, kelengkapan dari sebuah identitas menjadikan kita dapat memainkannya dengan berbagai cara apapun. Layaknya satu set kartu, jika kartu tersebut lengkap maka satu sama lain dapat berinteraksi untuk saling melengkapi dan menjadikan permainan lebih menarik, tetapi jika salah satu kartu itu tidak ada, bukan hanya tidak menarik melainkan tidak akan pernah memulai permainan. Berarti jika identitas tidak lengkap, identitas pun tidak akan pernah terungkap. </p>
<p><strong>&gt; Dodi Nursaiman</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ehwan_kurniawan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ehwan_kurniawan.jpg?w=596&#038;h=894" alt="ehwan_kurniawan" title="ehwan_kurniawan" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11092" /></a></p>
<p>Diilhami dari perjuangan Raden Saleh yang lukisannya diakui di negara Eropa sebagai karya <em>masterpiece</em> pada awal abad ke 20, dengan semangat tersebut saya mencoba membuat poster tentang penjelajahan budaya Indonesia yang kaya dan beragam ini untuk menemukan jatidiri bangsa indonesia melalui budayanya yang bisa memberikan kemajuan bagi rakyatnya untuk ditekuni, bisa menjadi profesi yang membanggakan bagi lingkungan dan sebagai sebuah bangsa yang berbudaya tinggi untuk dikembangkan oleh generasi selanjutnya. </p>
<p><strong>&gt; Ehwan Kurniawan</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka_sofyan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka_sofyan.jpg?w=596&#038;h=894" alt="eka_sofyan" title="eka_sofyan" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11093" /></a></p>
<p>Identitas adalah proses pembentukan jati diri yang terus menerus dilakukan. Proses pembentukan identitas memerlukan kreativitas. Bangsa kita punya banyak kreator. Mudah-mudahan dengan terusnya mereka berkreasi akan makin terbentuk identitas Indonesia yang <em>solid</em>. Yang jangan dilupakan; bahwa dalam proses dan wujudnya, eksplorasi identitas ini harus dapat terus bermanfaat, saling mendapat manfaat, santun, manusiawi dan bijaksana. Jangan mengawang-awang, ingat untuk selalu membumi menjejak tanah. </p>
<p><strong>&gt; Eka Sofyan Rizal</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gauri_nasution.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gauri_nasution.jpg?w=600&#038;h=900" alt="Gauri_Nasution" title="Gauri_Nasution" width="600" height="900" class="aligncenter size-full wp-image-11094" /></a></p>
<p>Perkembangan teknologi komunikasi dan telekomunikasi yang sangat pesat telah membetuk peradaban baru. Peradaban baru ini telah mempengaruhi sendi-sendi budaya kita. Dialog verbal dengan tatapan mata, jabat tangan dan bahasa tubuh makin jarang terjadi, semua melalui &#8217;saluran&#8217; komunikasi/telekomunikasi: telepon, selular, internet : e-mail, chating dan lainnya. Apakah situasi ini akan merubah kebudayaan kita? Pasti! Namun kita harus menyadari bahwa kebudayaan kita bukanlah sesuatu yang “mati”. Kebudayaan kita tetap “hidup” dan akan terus berkembang dengan batas yang tanpa batas, dalam menyikapi perubahan ini! </p>
<p><strong>&gt; Gauri Nasution</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hariadhi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hariadhi.jpg?w=596&#038;h=866" alt="hariadhi" title="hariadhi" width="596" height="866" class="aligncenter size-full wp-image-11095" /></a></p>
<p>Permainan tipografi dan psikologi <em>gestalt</em> untuk menunjukkan bahwa Indonesia terdiri dari campuran berbagai budaya, suku, dan bahasa. Nama-nama suku disatukan menjadi sebuah kata Indonesia. Yang dikagumi oleh bangsa lain terhadap negara ini adalah keberagaman. Hanya dengan menghormati ciri khas masing-masing kita bisa menjadi hebat. Penyeragaman kepada satu motif saja atau satu kesenian saja, hanya akan menimbulkan rasa tidak senang dan antipati dari yang lain. Karena itu kita harus menumbuhkan kembali semangat toleransi, keberagaman, dan kesetaraan. </p>
<p>Poster ini juga dilanjutkan dengan online campaign “Indonesia: Unity in Diversity” di Facebook dan di blog (http://unityindiversity.asia). Pesertanya bebas menyumbangkan ingatannya masing-masing mengenai Indonesia. </p>
<p><strong>&gt; Hariadhi</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/henricus_oey_hian_bouw.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/henricus_oey_hian_bouw.jpg?w=596&#038;h=894" alt="henricus_Oey_Hian_Bouw" title="henricus_Oey_Hian_Bouw" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11098" /></a></p>
<p><strong>Oey Hian Bouw a.k.a Henricus Kusbiantoro</strong><br />
Ada dua momentum yang cukup bersejarah dan mengharukan bagi saya di tahun 1999. Pertama-Karya tipografi set yang saya rancang bernama Batik Kawung-Brockmann diaplikasikan dan digunakan di Paviliun Indonesia Expo Hannover Germany 2000. Kedua-Keluarga dari sisi Ayah (Witono) dari Marga OEY memperingatkan 9 generasi turun temurun kedatangan leluhur dari Daratan Tiongkok ke Nusantara, tepatnya Cirebon. Berarti ada kurang lebih hampir 300 tahun kami menetap di Pulau Jawa. Kedua momentum ini-kini hadir… bagi Anda di hadapan Anda sebagai saksi sejarah Keluarga OEY / Witono di tanah air. </p>
<p> <strong>&gt; Henricus Kusbiantoro</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/herdiyanto.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/herdiyanto.jpg?w=596&#038;h=894" alt="herdiyanto" title="herdiyanto" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11097" /></a></p>
<p>Tidak  akan ada satupun manusia di muka bumi ini yang memungkiri bahwa hadirnya di dunia karena perjuangan seorang Wanita Mulia. Dengan tulus seorang Wanita Mulia selalu berusaha menjadi sosok yang menenangkan dan selalu di agungkan. Wanita Mulia  yang mempunyai intuisi tulus untuk menyelesaikan segala masalah buah hatinya semata-mata hanya agar sang buah hati bahagia, walau nyatanya memang manusia tidak selalu bahagia. Manusia mempunyai sifat dasar untuk selalu bergerak dan berusaha berubah lebih baik. Mencari sebuah nilai-nilai lain untuk melengkapi hasrat memenuhi segala kebutuhan. Segala usaha pencarian mempengaruhi pembentukan identitas diri seorang manusia (buah hati), oleh Wanita Mulia dengan segala intuisi tulusnya berusaha membantu membentuk sang buah hati(manusia) agar dapat menjadi lebih baik dalam memenuhi segala hasrat dasar kemanusiaannya. Wanita Mulia itu adalah ibu…. Mama, ibu, &#8216;nyak, mami, emak, umi, mom, mother&#8230; apapun mereka disebut mereka tetap mulia. </p>
<p><strong>&gt; Herdiyanto</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan_tanzil_aksara.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan_tanzil_aksara.jpg?w=596&#038;h=894" alt="POSTER PAPERINA AKSARA.indd" title="POSTER PAPERINA AKSARA.indd" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11099" /></a></p>
<p><strong>Unifying Spirit Aksara</strong><br />
Terinspirasi oleh aksara-aksara kuno dari beberapa daerah di Indonesia, poster ini mengkomunikasikan suatu konsep dimana kita dapat menganyam masa depan kita bersama sebagai satu bangsa Indonesia dengan berbagai keanekaragaman yang ada. </p>
<p><strong>&gt; Hermawan Tanzil</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan_tanzil_humanflag.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan_tanzil_humanflag.jpg?w=596&#038;h=894" alt="hermawan_tanzil_humanflag" title="hermawan_tanzil_humanflag" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11100" /></a></p>
<p><strong>Human Flag (One Globe One Flag)</strong><br />
Dibuat untuk pameran poster internasional, poster ini bertujuan untuk mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah multidimensi dalam bangsa kita dengan menghargai perbedaan, yang ada baik dalam aspek sosial, kebudayaan dan geografis. </p>
<p><strong>&gt; Hermawan Tanzil</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ida_bagus_tri.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ida_bagus_tri.jpg?w=596&#038;h=894" alt="ida_bagus_tri" title="ida_bagus_tri" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11101" /></a></p>
<p>Menggunakan tiga lingkaran yang merupakan simbol dari tingkatan kehidupan <em>bhur</em> (alam bawah/kaki), <em>bwah</em> (alam tengah/badan), <em>swah</em> (alam atas/kepala). Ilustrasi menggunakan lambang bunga padma yang merupakan penjuru mata angin di agama Hindu sedangkan yang berikutnya adalah tulisan Bali Simbar yang merupakan huruf Bali yang masih digunakan hingga sekarang dalam penulisan lontar maupun kidung-kidung pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pula dalam upacara agama dalam setiap penulisan tertentu masih tetap menggunakan huruf ini. Ilustrasi penari Bali memberikan makna bahwa budaya Bali tidak akan pernah pudar selama Bali masih berdiri “<em>Ajeg</em>”. Dalam poster ini menggunakan <em>background</em>/latar belakang umbul-umbul sebagai lambang gunung dan diambil dalam kegiatan upacara di pantai (Melasti). </p>
<p><strong>&gt; Ida Bagus Trinawindu</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indah_tjahyawulan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indah_tjahyawulan.jpg?w=596&#038;h=894" alt="indah_tjahyawulan" title="indah_tjahyawulan" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11102" /></a></p>
<p>Apakah kita benar-benar sadar dan bangga akan akar budaya kita?<br />
Atau hanya dikulit saja?<br />
Atau kesadaran itu muncul karena adanya ancaman dari luar?<br />
Atau sekedar euforia?<br />
Mudah-mudahan tidak berhenti sampai disini saja. </p>
<p><strong>&gt; Indah Tjahyawulan</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ismiaji-cahyono.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ismiaji-cahyono.jpg?w=596&#038;h=894" alt="ismiaji cahyono" title="ismiaji cahyono" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11103" /></a></p>
<p>Saya membayangkan identitas kita sebagai Indonesia, sebagai bangsa harus diawali dari diri sendiri. Bercerminlah. Mulai dari langkah itu. Terima diri kita seperti apa yang ada di cerminan itu. Mungkin dari itu kita menemukan akarnya. Saya menggambarkan penjelasan di atas secara harafiah, dengan cermin yang berakar ke dalam tanah, lalu mempertanyakan: siapa aku… </p>
<p><strong>&gt; Ismiaji Cahyono</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan_gunawan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan_gunawan.jpg?w=596&#038;h=894" alt="iwan_gunawan" title="iwan_gunawan" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11104" /></a></p>
<p>Salah satu cara mendapatkan identitas adalah dengan cara mengkonsumsi, baik itu berupa benda, kesenian, makanan, pakaian, dll. PacMan digunakan dalam poster ini karena dalam game ia memakan atau mengkonsumsi bulatan-bulatan nilai dan juga saling memakan terhadap monster-monster lain. Pac Man adalah game yang terkenal dan merupakan pelopor video game. Saat ini budaya teknologi mendominasi kehidupan. <em>Issue-issue</em> tentang identitas yang dipicu oleh <em>claim</em> negara lain terhadap budaya tradisional hanya merupakan lapis paling atas dari permasalahan identitas. Permasalahan identitas akan terus berlanjut dan tidak berhenti hanya sampai pada pengkonsumsian benda-benda tradisonal &#8211; harus difikirkan lagi suatu strategi kelanjutan dari tahapan ini. </p>
<p><strong>&gt; Iwan Gunawan</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan_ramelan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan_ramelan.jpg?w=596&#038;h=894" alt="iwan_ramelan" title="iwan_ramelan" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11105" /></a></p>
<p>Identitas suatu komunitas/bangsa merupakan kumpulan nilai-nilai yang tumbuh dan berubah sepanjang masa. Salah satu ranting akar identitas yang penting adalah sikap/perilaku dasar manusia yang diilhami oleh nilai-nilai yang dipercaya dan dianut karena memberi manfaat batin yang mendalam. Tersenyum adalah ungkapan sikap orang Indonesia yang selalu memendam rasa hormat, prasangka baik, memaafkan dan berfikiran positif ke masa depan. </p>
<p><strong>&gt; Iwan Ramelan</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ketut_adhi_apria_bali.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ketut_adhi_apria_bali.jpg?w=596&#038;h=894" alt="ketut_adhi_apria_bali" title="ketut_adhi_apria_bali" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11107" /></a></p>
<p>Adalah sebuah ungkapan yang melukiskan Bali sebagai surga dunia. Dengan segala keunikan dari kekayaan identitasnya, menjadikan Bali sebagai tempat yang terindah di dunia ini. Dengan demikian sudah seharusnya kita menjaga dan melindungi segala kekayaan Budaya dan keindahaan alam di Bali. Karena tak akan ada surga dunia yang lain selain Bali. Visualisasi di gambarkan dengan gerbang istana yang ada di atas awan untuk merefleksikan nuansa surga. Gapura dengan motif ukiran Bali sebagai karaketer Budaya Bali. Gapura juga melambangkan pintu gerbang yang membuka jalan menuju surga. Di dalam gapura terdapat <em>sunset</em> sebagai simbol keindahan pantai di Bali. Kekayaan budaya lainnya dilambangkan dengan penari, barong, wayang, dan lainnya yang melengkapi kekayaan identitas Bali. </p>
<p><strong>&gt; Ketut Adhi Apriana</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ketut_adhi_bukamata.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ketut_adhi_bukamata.jpg?w=596&#038;h=894" alt="ketut_adhi_bukamata" title="ketut_adhi_bukamata" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11108" /></a></p>
<p>Memasuki era globalisasi masyarakat Indonesia cenderung melupakan akar budaya daerah sendiri. Seperti halnya salah satu akar budaya bahasa yang berupa tulisan atau aksara daerah. Banyak diantara kita yang tak sanggup membaca ataupun menulis menggunakan aksara daerah, padahal kita dilahirkan untuk mewarisi segala kekayaan daerah. Visualisasi digambarkan dengan <em>eye color test</em> yang didalamnya terselip aksara daerah Bali dengan ejaan “Bali”. Cara melihat perhatikan titik warna merah diantara bulatan hijau. Jika anda tak dapat melihat perbedaan warna berarti anda buta warna. Namun, jika anda dapat melihat perbedaan warna merah dan hijau tapi tak dapat membaca, berarti anda Buta Aksara. </p>
<p><strong>&gt; Ketut Adhi Apriana</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/kokoboe.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/kokoboe.jpg?w=596&#038;h=895" alt="kokoboe" title="kokoboe" width="596" height="895" class="aligncenter size-full wp-image-11260" /></a></p>
<p>Materi menjadi orientasi, bahkan ditularkan dan diturunkan kepada generasi berikut, melalui gaya hidup, media, tradisi dan ditelan sebagai konsumsi sehari-hari. Akar identitas yang mengakar kepada hati harus dikalahkan oleh argumentasi individual yang tidak lagi mengakar komunal.</p>
<p><strong>&gt; Kokoboe, Money identity, 80cmX120cm, Digital Printing</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nicholas_wila.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nicholas_wila.jpg?w=596&#038;h=894" alt="nicholas_wila" title="nicholas_wila" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11109" /></a></p>
<p><strong>“Aku <em>Wis</em> <em>Seneng</em>” (aku sudah puas)</strong><br />
Exploring Root of Identity dimaknai sebagai akar identitas dalam masyarakat kita (Indonesia) dengan menampilkan satu sisi seni urban yang tercermin dalam lukisan bak truk. Dalam lukisan bak truk, kita dapat melihat potret kehidupan keseharian masyarakat bawah yang selalu bersikap apa adanya, <em>nrimo</em>, <em>ndeso</em>, <em>wagu</em>. Sebagai sebuah fenomena, lukisan bak truk telah menjadi sebuah kebudayaan yang menarik unsur lokal dalam masyarakat. Pada akhirnya ia menjadi sebuah identitas lokal 100% <em>made in</em> Indonesia. </p>
<p><strong>&gt; Nicholas Wila Adi P.</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/priyanto_sunarto.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/priyanto_sunarto.jpg?w=596&#038;h=894" alt="priyanto_sunarto" title="priyanto_sunarto" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11110" /></a></p>
<p>Keberagaman, tropis, floral, kesenian, musik, tari, patung dan kria, dinamis, hangat, emosional, klenik, Itulah jatidiri nampak kita. </p>
<p><strong>&gt; Priyanto Sunarto</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/radhinal_indra_sofyan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/radhinal_indra_sofyan.jpg?w=596&#038;h=895" alt="peta flatten" title="peta flatten" width="596" height="895" class="aligncenter size-full wp-image-11111" /></a></p>
<p>1.900.000 mil persegi, 17.508 pulau, 33 provinsi = Keberagaman adalah identitasnya </p>
<p><strong>&gt; Radhinal Indra Sofyan </strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/rangga_rinjani.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/rangga_rinjani.jpg?w=596&#038;h=893" alt="human migration" title="human migration" width="596" height="893" class="aligncenter size-full wp-image-11112" /></a></p>
<p><em>Human Migration</em>, secara harafiah berarti perpindahan sebuah kelompok atau individu dari satu tempat ke tempat lain, dalam konteks ini <em>migration</em> dianalogikan sebagai sebuah budaya berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dalam batas waktu tertentu dengan manusia sebagai subjek yang melakukan aktivitas tersebut. Budaya berpindah tersebut bagi sebagian besar penduduk Indonesia terutama yang merayakan hari Raya Idul Fitri dapat di sebut sebagai <em>mudik</em> atau pulang kampung, tujuan utamanya adalah bersilaturahmi atau juga sebagai sebuah aktualisasi diri sebagai seorang yang telah mapan dalam materi karena bekerja di kota besar. Poster ini mencoba untuk memberikan simbolisasi akan budaya <em>migration</em>/<em>mudik</em> yang sudah ada sejak lama dan kian berkembang sampai saat ini, berkembang dalam artian baik itu cara melakukannya dan dengan apa melakukannya. </p>
<p><strong>&gt; Rangga Rinjani</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/riama_maslan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/riama_maslan.jpg?w=596&#038;h=894" alt="riama_maslan" title="riama_maslan" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11113" /></a></p>
<p><strong>Who am I?</p>
<p>&gt; Riama Maslan</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ritchie_ned_hansel.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ritchie_ned_hansel.jpg?w=596&#038;h=894" alt="RITCHIE_NED_HANSEL" title="RITCHIE_NED_HANSEL" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11114" /></a></p>
<p>Rekonstruksi grafis bunga pada motif Batik Jawa Hokokai. </p>
<p><strong>&gt; Ritchie Ned Hansel</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sari_wulandari.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sari_wulandari.jpg?w=596&#038;h=894" alt="sari_wulandari" title="sari_wulandari" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11115" /></a></p>
<p>Berasal dari beragam jenis tanaman, dari akar hingga biji, bumbu bersatu di dalam racikan yang tepat dan memberikan warna, rasa dan aroma yang sedap pada kuliner Indonesia serta memberi manfaat bagi tubuh. Ini membuat warisan seni budaya kuliner peninggalan leluhur bangsa Indonesia dikenal dunia, bahkan sejarah mencatat bahwa kekayaan bumbu Indonesia merupakan daya tarik hadirnya Portugis dan Belanda di Indonesia. Mengambil hikmah dari bumbu yang begitu kecil ukurannya namun memiliki kekuatan yang begitu besar, kita sebagai bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku hendaknya selalu bersemangat untuk bersatu dan bahu-membahu dalam membangun dan mengharumkan negara Indonesia tercinta. </p>
<p><strong>&gt; Sari Wulandari</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/saut_irianto.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/saut_irianto.jpg?w=596&#038;h=894" alt="saut_irianto" title="saut_irianto" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11116" /></a></p>
<p><em>‘Exploring Root Of Identity’</em> tak akan lepas dari pencarian ‘gagasan-gagasan baru (kreatif)’ itu sendiri, yang tak akan habisnya digali dari budaya lokal kita. Gagasan lahir dari kepekaan insan-insan pencipta (Indonesia). Gagasan tumbuh menjadi bentuk simbol dari kemajuan budaya, dan pada akhirnya simbol tersebut akan diakui sebagai sebuah identitas. </p>
<p>Keymessage: slogan ‘Exploring Root Of Identity’ &amp; kalimat ajakan ‘Let’s Start With Ideas’<br />
Keyword: Proses Tumbuh Pohon Gagasan.<br />
Keyvisual : Efek optis dari akar+kembang api, Simbol pohon + otak manusia dan Impresi <em>Natural</em>. </p>
<p><strong>&gt; Saut Irianto Manik</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/saut_togatorop.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/saut_togatorop.jpg?w=596&#038;h=894" alt="fki6 - poster identitas kultural - dkv ikj - saut togatorop" title="fki6 - poster identitas kultural - dkv ikj - saut togatorop" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11117" /></a></p>
<p>Karya poster ini berjudul “identitaskultural”. Judul ini berangkat dari tema yang digunakan pada FKI 6 ini yaitu &#8220;Exploring Root of Identity” yang mengandung makna sebuah upaya penjelajahan dan pencarian makna baru pada dunia kesenian di Indonesia sambil berupaya tetap berusaha berpegang pada pertanyaan yang hakiki akan konteks <em>cultural</em> yang ada pada setiap seniman. Sebuah karya seni selalu berawal dari sebuah ide baik itu pribadi atau kelompok. Tetapi sering kita lupa bahwa ide tersebut selalu melekat kepada siapa diri kita dan asal kita, dengan berusaha memperlihatkan bahwa ide tersebut adalah sesuatu yang “orisinil” yang keluar dari diri kita. </p>
<p><strong>&gt; Saut Togatorop</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/siti_nuranisaa.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/siti_nuranisaa.jpg?w=596&#038;h=894" alt="siti_nuranisaa" title="siti_nuranisaa" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11118" /></a></p>
<p>Semua manusia terlahir dengan hati sempurna<br />
Walau rupa tak ada yang sama<br />
Tapi mungkin kita sering lupa<br />
Hanya melihat yang diluar saja<br />
Kekuatan datangnya dari dalam<br />
Meskipun ada diruang yang kelam<br />
Keluarkan saja jangan dipendam<br />
Biar terpancar dari pagi sampai malam </p>
<p><strong>&gt; Siti Nurannisaa PB.</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sumbo_tinarbuko1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sumbo_tinarbuko1.jpg?w=596&#038;h=894" alt="sumbo_tinarbuko" title="sumbo_tinarbuko" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11139" /></a></p>
<p>Untuk mewujudkan 100% Indonesia, maka sudah saatnya kita senantiasa melihat, mengamati, mempelajari, mencintai dan bersahabat dengan budaya lokal Indonesia. </p>
<p><strong>&gt; Sumbo Tinarbuko</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster_surianto_80x120cm.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster_surianto_80x120cm.jpg?w=596&#038;h=894" alt="poster_surianto_80x120cm" title="poster_surianto_80x120cm" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11233" /></a></p>
<p>“Dari mana asalmu?”<br />
“Indonesia”<br />
“Bukan dari Yunnan? China?”<br />
“Bukan. Indonesia”<br />
“ ? “ </p>
<p><strong>&gt; Surianto Rustan</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tomy_faisal_alim.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tomy_faisal_alim.jpg?w=596&#038;h=894" alt="tomy_faisal_alim" title="tomy_faisal_alim" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11121" /></a></p>
<p><strong>“Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia”</strong><br />
“sayup doa seorang ibu merindu anaknya<br />
menapaki taring ilalang hingga belantara kota<br />
bersama tikaman karbon, sirine dan kilap limusin<br />
yang membungkus anak-anak negeri<br />
di persimpanan jalan, menimang dongeng<br />
tentang negeri nan muram” </p>
<p><strong>&gt; Tomy Faisal Alim</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/toni_masdiono.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/toni_masdiono.jpg?w=596&#038;h=901" alt="toni_masdiono" title="toni_masdiono" width="596" height="901" class="aligncenter size-full wp-image-11122" /></a></p>
<p>Pencarian identitas ibarat sebuah pencarian harta terpendam, yang harus terus dilacak, digali, mungkin gagal ditemukan dan harus mencari di tempat lain, sampai akhirnya bisa kita temukan. Identitas bangsa kita memang kompleks terutama karena terjadi juga berbagai inkulturasi selama berabad-abad. Sekarang pun kita masih terus menggalinya. </p>
<p><strong>&gt; Toni Masdiono</strong></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wagiono_sunarto.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wagiono_sunarto.jpg?w=596&#038;h=894" alt="wagiono_sunarto" title="wagiono_sunarto" width="596" height="894" class="aligncenter size-full wp-image-11123" /></a></p>
<p>Identitas dalam karya seni adalah hasil eksplorasi gagasan, yang diwujudkan dalam ciptaan yang kemudian dipakai sebagai medium refleksi. Proses pemahaman pemirsa juga melalui refleksi merespon karya yang diciptakan. Dialog intelektual dan respon estetik yang terjadi dalam proses mencipta dan proses apresiasi seni adalah inti peristiwa seni yang terbuka pada kebebasan imajinasi dan fantasi semua pihak. </p>
<p><strong>&gt; Wagiono Sunarto</strong> </p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/19/sarasehan-desain-poster-exploring-root-of-identity/">Sarasehan Desain Poster “Exploring Root of Identity”</a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p><a href="http://www.thejakartapost.com/news/2009/10/18/festival-features-students039-artworks.html">Festival features students&#8217; artworks</a></p>
<p>•••</p>
Posted in FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia/Indonesian Graphic, History, History of Graphic Design in Indonesia Tagged: pameran poster, Root of Identity <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11083/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11083&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/22/pameran-poster-root-of-identity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster-roi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">poster-roi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gde_bagus_udayana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gde_bagus_udayana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/adi_nugroho.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">posterFKI.cdr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/arif_psa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arif_PSA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ayip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bayu_widiantoro.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JATI DIRI identitas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/danu_widhyatmoko.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danu_widhyatmoko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dodi_nursaiman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dodi_nursaiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ehwan_kurniawan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ehwan_kurniawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka_sofyan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eka_sofyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gauri_nasution.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gauri_Nasution</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hariadhi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hariadhi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/henricus_oey_hian_bouw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">henricus_Oey_Hian_Bouw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/herdiyanto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">herdiyanto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan_tanzil_aksara.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">POSTER PAPERINA AKSARA.indd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/hermawan_tanzil_humanflag.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hermawan_tanzil_humanflag</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ida_bagus_tri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ida_bagus_tri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/indah_tjahyawulan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indah_tjahyawulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ismiaji-cahyono.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ismiaji cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan_gunawan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iwan_gunawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/iwan_ramelan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iwan_ramelan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ketut_adhi_apria_bali.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketut_adhi_apria_bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ketut_adhi_bukamata.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ketut_adhi_bukamata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/kokoboe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kokoboe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nicholas_wila.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nicholas_wila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/priyanto_sunarto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">priyanto_sunarto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/radhinal_indra_sofyan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">peta flatten</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/rangga_rinjani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">human migration</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/riama_maslan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">riama_maslan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ritchie_ned_hansel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RITCHIE_NED_HANSEL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sari_wulandari.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sari_wulandari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/saut_irianto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">saut_irianto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/saut_togatorop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fki6 - poster identitas kultural - dkv ikj - saut togatorop</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/siti_nuranisaa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">siti_nuranisaa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sumbo_tinarbuko1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumbo_tinarbuko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/poster_surianto_80x120cm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster_surianto_80x120cm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tomy_faisal_alim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tomy_faisal_alim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/toni_masdiono.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">toni_masdiono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wagiono_sunarto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wagiono_sunarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Climate Change Mythbuster Competition</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/21/climate-change-mythbuster-competition/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/21/climate-change-mythbuster-competition/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 14:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi poster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11079</guid>
		<description><![CDATA[Ayo Berkarya Untuk Masa Depan Bumi!
Climate Change Mythbuster Competition adalah sebuah ajang kompetisi foto, video dan poster dengan tema Perubahan Iklim yang terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia dengan umur 18 – 28 tahun. Memperebutkan hadiah total 30 juta rupiah.
Lomba ini diharapkan dapat menjaring kepedulian anak-anak muda kreatif di Indonesia dalam hal urgensi perubahan iklim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11079&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Ayo Berkarya Untuk Masa Depan Bumi!</strong></p>
<p>Climate Change Mythbuster Competition adalah sebuah ajang kompetisi foto, video dan poster dengan tema Perubahan Iklim yang terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia dengan umur 18 – 28 tahun. Memperebutkan hadiah total 30 juta rupiah.</p>
<p>Lomba ini diharapkan dapat menjaring kepedulian anak-anak muda kreatif di Indonesia dalam hal urgensi perubahan iklim serta menarik perhatian generasi muda terkait Konferensi Perubahan Iklim Antar Bangsa / UNFCCC yang akan diadakan di kopenhagen pada 6 Desember 2009.</p>
<p>Batas akhir penerimaan karya di alamat panitia: 3 November 2009. </p>
<p>Pengumuman pemenang pada 10-11 November 2009.<br />
Hadiah pemenang setiap Kategori:<br />
•	Juara pertama: 5 Juta Rupiah<br />
•	Juara kedua: 3 juta Rupiah<br />
•	Juara ketiga: 1,5 juta Rupiah</p>
<p>Info lebih lengkap untuk syarat umum dan khusus per kategori dapat di lihat pada website resmi CCMC 2009 &gt; <a href="http://www.climatebuster.net">http://www.climatebuster.net</a></p>
<p><ins datetime="2009-10-21T14:02:29+00:00"><strong>Kategori Poster: </strong></ins><br />
<strong>We are the cause, we are the victim</strong></p>
<p><strong>Sinopsis</strong><br />
Perubahan iklim adalah akibat dari Pemanasan Global (Global Warming). Penyebab pemanasan global adalah penumpukkan gas rumah kaca yang berlebihan di atmosfer. Dengan terjadinya penumpukan gas-gas tersebut energi panas hasil pantulan matahari ke bumi tidak dapat dipantulkan keluar bumi dengan sempurna sehingga panasnya terperangkap di bumi.</p>
<p>Gas-gas rumah kaca yang paling dominan di atmosfer adalah karbondioksida dan metan. Perbedaannya karbondioksida kadar bahayanya kecil, namun banyak dihasilkan dari aktifitas manusia, sedangkan metan kadar bahayanya lebih besar, dengan penghasil utamanya adalah live-stock.</p>
<p>Bagaimana caranya pemanasan global menjadi penyebab perubahan iklim? Es di Kutub Utara mencair adalah salah satu bukti bahwa suhu di dalam arus laut berubah dari yang sebelumnya, sehingga memicu pencairan es di kutub lebih cepat.</p>
<p>Dengan suhu temperatur air laut yg berubah dapat mengakibatkan beberapa hal. Hal pertama adalah lingkaran makanan binatang laut. Plankton hanya dapat hidup dengan suhu tertentu, jika plankton berkurang maka ikan pun kekurangan makanan, yang menyebabkan para nelayan pun akan kekurangan tangkapan. Hal kedua adalah suhu laut yang berubah juga akan menyebabkan perubahan cuaca, cuaca akan menjadi lebih ekstrim. Ini disebabkan suhu uap air laut seketika akan berubah dan mempengaruhi besaran angin sehingga cuaca pun akan menjadi ekstrim.</p>
<p>Semua hal ini kembali lagi kepada manusia, dengan mengurangi penggunaan energi dan berusaha merubah gaya hidup untuk menjadi lebih eco-friendly diharapkan akan menjadi suatu solusi yang terbaik untuk kembali mempererat hubungan manusia dengan alamnya.</p>
<p><strong>Tujuan Poster</strong><br />
Kami ingin mendapatkan poster yang benar-benar mewakili tema di atas, dengan bahasa dan desain yang provokatif namun membangun dan mengajak audiens untuk bertindak dalam mengatasi perubahan iklim.</p>
<p><strong>Syarat &amp; Ketentuan karya Desain Poster</strong><br />
•	Teknis dan gaya visualisasi bebas, orisinal, asli 100% buatan sendiri dan tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan) apabila ada pembuktian pelanggaran ketentuan ini, karya akan dianulir dan/atau dibatalkan penghargaannya.<br />
•	Karya dibuat dengan format RGB, PDF, ukuran 3543 x 5315 pixels (setara dengan 60 x 90 cm, 150 dpi), posisi vertical.<br />
•	Thumbnail (perkecilan) karya : dibuat dengan format RGB, JPG, dengan ukuran 600×900 px, 72 dpi, posisi vertikal.<br />
•	Karya bisa berupa hasil kerja individual atau kolaborasi dengan mengatasnamakan salah satu individu yang terlibat penuh dan memenuhi persyaratan sebagai peserta.<br />
•	Karya bisa dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital, sehingga berwujud digital.<br />
•	Hak cipta seluruh karya yang diterima panitia merupakan milik masing-masing peserta. Panitia, penyelenggara, serta pihak sponsor berhak mempublikasikan karya tersebut dengan member informasi/kredit pemilik hak ciptanya.<br />
•	Setiap peserta dapat memasukkan karya poster maksimal sebanyak 3 karya.</p>
<p><strong>Langkah-langkah  pendaftaran kategori Kompetisi Karya Desain Poster</strong><br />
Kompetisi ini dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp. 50.000,- setiap karyanya. Pembayaran dapat dilakukan melalui:<br />
<strong>Rekening Bank Mandiri a/n Greeners 130–00-0795189-3</strong></p>
<p>Untuk ikut serta dalam kompetisi Karya Poster para peserta dapat melakukan pendaftaran dan submisi karya via alamat email: poster@climatebuster.net dengan subject “Karya Kompetisi Desain Poster”</p>
<p>File-file yang penting untuk dilampirkan (attachment) pada email pendaftaran kompetisi adalah :<br />
•	Karya Poster dengan format yang sudah ditentukan di “Syarat &amp; Ketentuan”.<br />
•	Bukti pembayaran via transfer Bank (hasil scan).<br />
•	Bukti pembayaran via transfer juga dapat dilakukan via fax ke : 0227308625</p>
<p>Pada email tersebut peserta diminta untuk menuliskan biodata diri dengan format sebagai berikut :<br />
•	Nama (sesuai dengan KTP/SIM/Paspor)<br />
•	Alamat (sesuai dengan KTP/SIM/Paspor)<br />
•	Alamat Email<br />
•	Telpon Rumah/Hand-phone<br />
•	Tempat, Tanggal Lahir<br />
•	No. Kartu Identitas</p>
<p>Seluruh peserta akan dianggap sah apabila sudah melakukan langkah-langkah di atas, dan menerima email reply sebagai konfirmasi dari panitia. Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut lagi mengenai Kompetisi Karya Poster bisa menghubungi email: poster@climatebuster.net dengan subject “Pertanyaan”.</p>
<p>Selain melalui email, peserta juga bisa mengirimkan karya langsung ke alamat:<br />
Jl. Rancamanyar I no.16 Turangga Bandung 40275</p>
<p>Cap pos maksimal 2 November 2009</p>
<p>Yang disertakan :<br />
•	Soft Copy biodata diri berdasarkan kartu identitas<br />
•	CD berisi Karya Poster format PDF, dan Thumbnail dalam JPEG<br />
Fotocopy bukti transfer atau hasil scan (disertakan dalam CD)</p>
<p>Contact Person Kompetisi Kategori Poster: Windy Labaika 081321685747</p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: kompetisi poster <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11079/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11079&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/21/climate-change-mythbuster-competition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wayang Rasa Udang-College Final Assignment of Bima Nurin Aulan</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/21/wayang-rasa-udang-college-final-assignment-of-bima-nurin-aulan/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/21/wayang-rasa-udang-college-final-assignment-of-bima-nurin-aulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bima Nurin Aulan]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>
		<category><![CDATA[college final assignment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11035</guid>
		<description><![CDATA[
















Wayang Rasa Udang
Graphic Designer: Bima Nurin Aulan, College Final Assignment, 2008
•••
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: Bima Nurin Aulan, college final assignment      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11035&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-1.jpg?w=600&#038;h=801" alt="wayang rasa udang-bima-1" title="wayang rasa udang-bima-1" width="600" height="801" class="aligncenter size-full wp-image-11210" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-2.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-2.jpg?w=600&#038;h=394" alt="wayang rasa udang-bima-2" title="wayang rasa udang-bima-2" width="600" height="394" class="aligncenter size-full wp-image-11211" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-3.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-3.jpg?w=600&#038;h=857" alt="wayang rasa udang-bima-3" title="wayang rasa udang-bima-3" width="600" height="857" class="aligncenter size-full wp-image-11212" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-4.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-4.jpg?w=600&#038;h=396" alt="wayang rasa udang-bima-4" title="wayang rasa udang-bima-4" width="600" height="396" class="aligncenter size-full wp-image-11213" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-5.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-5.jpg?w=600&#038;h=860" alt="wayang rasa udang-bima-5" title="wayang rasa udang-bima-5" width="600" height="860" class="aligncenter size-full wp-image-11214" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-6.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-6.jpg?w=600&#038;h=353" alt="wayang rasa udang-bima-6" title="wayang rasa udang-bima-6" width="600" height="353" class="aligncenter size-full wp-image-11215" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-7.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-7.jpg?w=600&#038;h=859" alt="wayang rasa udang-bima-7" title="wayang rasa udang-bima-7" width="600" height="859" class="aligncenter size-full wp-image-11216" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-8.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-8.jpg?w=600&#038;h=395" alt="wayang rasa udang-bima-8" title="wayang rasa udang-bima-8" width="600" height="395" class="aligncenter size-full wp-image-11217" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-9.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-9.jpg?w=600&#038;h=861" alt="wayang rasa udang-bima-9" title="wayang rasa udang-bima-9" width="600" height="861" class="aligncenter size-full wp-image-11218" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-10.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-10.jpg?w=600&#038;h=396" alt="wayang rasa udang-bima-10" title="wayang rasa udang-bima-10" width="600" height="396" class="aligncenter size-full wp-image-11219" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-11.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-11.jpg?w=600&#038;h=394" alt="wayang rasa udang-bima-11" title="wayang rasa udang-bima-11" width="600" height="394" class="aligncenter size-full wp-image-11220" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-12.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-12.jpg?w=600&#038;h=860" alt="wayang rasa udang-bima-12" title="wayang rasa udang-bima-12" width="600" height="860" class="aligncenter size-full wp-image-11221" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-13.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-13.jpg?w=600&#038;h=358" alt="wayang rasa udang-bima-13" title="wayang rasa udang-bima-13" width="600" height="358" class="aligncenter size-full wp-image-11222" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-14.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-14.jpg?w=600&#038;h=396" alt="wayang rasa udang-bima-14" title="wayang rasa udang-bima-14" width="600" height="396" class="aligncenter size-full wp-image-11223" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-15.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-15.jpg?w=600&#038;h=857" alt="wayang rasa udang-bima-15" title="wayang rasa udang-bima-15" width="600" height="857" class="aligncenter size-full wp-image-11224" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-16.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-16.jpg?w=600&#038;h=800" alt="wayang rasa udang-bima-16" title="wayang rasa udang-bima-16" width="600" height="800" class="aligncenter size-full wp-image-11225" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-17.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-17.jpg?w=600&#038;h=704" alt="wayang rasa udang-bima-17" title="wayang rasa udang-bima-17" width="600" height="704" class="aligncenter size-full wp-image-11226" /></a></p>
<p><strong>Wayang Rasa Udang</strong><br />
Graphic Designer: <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/">Bima Nurin Aulan</a>, College Final Assignment, 2008</p>
<p>•••</p>
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: Bima Nurin Aulan, college final assignment <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11035/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11035&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/21/wayang-rasa-udang-college-final-assignment-of-bima-nurin-aulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-14.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-15.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-15</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-16.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/wayang-rasa-udang-bima-17.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wayang rasa udang-bima-17</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Acara Peluncuran Buku &#8220;Mendesain Logo&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/20/dari-acara-peluncuran-buku-mendesain-logo/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/20/dari-acara-peluncuran-buku-mendesain-logo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 14:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[Surianto Rustan]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Sofyan Rizal]]></category>
		<category><![CDATA[Gramedia Pustaka Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Imelda Dewajani]]></category>
		<category><![CDATA[mendesain Logo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11065</guid>
		<description><![CDATA[
Desainer grafis, pembicara dan dosen Universitas Pelita Harapan dan Universitas Multimedia Nusantara, Surianto Rustan, Jumat (16/10), meluncurkan buku karyanya yang berjudul &#8220;Mendesain Logo&#8221; di Toko Buku Kinokuniya Plaza Senayan, Jakarta. Buku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini merupakan karya keduanya, setelah tahun lalu menerbitkan &#8220;Layout Dasar dan Penerapannya&#8221;. Dalam diskusi peluncuran buku yang diliput oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11065&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0334a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0334a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0334a" title="DSC_0334a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11066" /></a></p>
<p>Desainer grafis, pembicara dan dosen Universitas Pelita Harapan dan Universitas Multimedia Nusantara, <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/02/14/surianto-rustan/">Surianto Rustan</a>, Jumat (16/10), meluncurkan buku karyanya yang berjudul &#8220;Mendesain Logo&#8221; di Toko Buku Kinokuniya Plaza Senayan, Jakarta. Buku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini merupakan karya keduanya, setelah tahun lalu menerbitkan &#8220;Layout Dasar dan Penerapannya&#8221;. Dalam diskusi peluncuran buku yang diliput oleh berbagai media dan salah satu stasiun televisi swasta itu, Ketua Forum Desain Grafis Indonesia, Eka Sofyan Rizal menilai, banyak kalangan masih belum memahami sepenuhnya makna dan fungsi logo. Logo tidak dipandang sebagai identitas tapi hanya sekedar pemanis. Ia juga menilai buku &#8220;Mendesain Logo&#8221; sudah sangat lengkap mengupas berbagai aspek mengenai logo. Dilanjutkan oleh Imelda Dewajani, seorang praktisi desain grafis, Imelda menunjukkan beberapa logo karyanya disertai kisah suka-duka sepanjang proses penciptaannya. Pembicara terakhir adalah Surianto Rustan yang menghimbau para desainer lainnya untuk memperkaya khazanah literatur dalam negeri dengan menulis, agar desain grafis makin memasyarakat di Indonesia.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0054a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0054a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0054a" title="DSC_0054a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11067" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0131a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0131a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0131a" title="DSC_0131a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11068" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0136a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0136a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0136a" title="DSC_0136a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11069" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0140a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0140a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0140a" title="DSC_0140a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11070" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0153a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0153a.jpg?w=480&#038;h=722" alt="DSC_0153a" title="DSC_0153a" width="480" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11071" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0187a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0187a.jpg?w=480&#038;h=722" alt="DSC_0187a" title="DSC_0187a" width="480" height="722" class="aligncenter size-full wp-image-11072" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0295a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0295a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0295a" title="DSC_0295a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11073" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0325a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0325a.jpg?w=600&#038;h=398" alt="DSC_0325a" title="DSC_0325a" width="600" height="398" class="aligncenter size-full wp-image-11074" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0352a.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0352a.jpg?w=600&#038;h=415" alt="DSC_0352a" title="DSC_0352a" width="600" height="415" class="aligncenter size-full wp-image-11075" /></a></p>
<p>•••</p>
Posted in Article, News&amp;Events, Surianto Rustan Tagged: Eka Sofyan Rizal, Gramedia Pustaka Utama, Imelda Dewajani, mendesain Logo, Surianto Rustan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11065/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11065&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/20/dari-acara-peluncuran-buku-mendesain-logo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0334a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0334a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0054a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0054a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0131a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0131a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0136a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0136a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0140a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0140a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0153a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0153a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0187a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0187a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0295a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0295a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0325a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0325a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0352a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0352a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cynthia Mononutu</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/20/cynthia-mononutu/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/20/cynthia-mononutu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10852</guid>
		<description><![CDATA[
Cynthia is the Design Manager of LEAP. She started her career in 2003 as a Graphic Designer at wealth management firm Financial Partners International (FPI). Within four years she managed to expand the in-house creative team to 20 staff to serve the creative and branding needs of FPI as well as external clients both in [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10852&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cynthia.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cynthia.jpg?w=200&#038;h=200" alt="cynthia" title="cynthia" width="200" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-10853" /></a></p>
<p>Cynthia is the Design Manager of <a href="http://html.leapdesign.biz/">LEAP</a>. She started her career in 2003 as a Graphic Designer at wealth management firm Financial Partners International (FPI). Within four years she managed to expand the in-house creative team to 20 staff to serve the creative and branding needs of FPI as well as external clients both in print and online.</p>
<p>She joined the Precision Group in 2007, undertaking the key management role of the Creative Services division of the company as well as expanding the creative business through LEAP studio. She has a deep understanding of design management for the financial and professional services sector.</p>
<p>Cynthia holds a Bachelor&#8217;s degree in Visual Communication Design from Trisakti University, Indonesia, and a Master of Design degree from The Hong Kong Polytechnic University.</p>
<p>Her past time is reading, watching movies, photography and traveling.</p>
<p>•••</p>
Posted in History  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10852/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10852&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/20/cynthia-mononutu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/cynthia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cynthia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarasehan Desain Poster &#8220;Exploring Root of Identity&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/19/sarasehan-desain-poster-exploring-root-of-identity/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/19/sarasehan-desain-poster-exploring-root-of-identity/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia/Indonesian Graphic]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[desain poster]]></category>
		<category><![CDATA[Exploring Root of Identity]]></category>
		<category><![CDATA[FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia)]]></category>
		<category><![CDATA[IKJ (Institut Kesenian Jakarta)]]></category>
		<category><![CDATA[sarasehan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11030</guid>
		<description><![CDATA[
Sarasehan Desain Poster &#8220;Exploring Root of Identity&#8221; membahas 40 poster karya desainer dan dosen dkv
diselenggarakan oleh FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia) dan IKJ (Institut Kesenian Jakarta)
di Galeri Cipta-IKJ
Sabtu 24 Oktober 2009
14.00-17.00 
bersama
Priyanto Sunarto
Hanny Kardinata
Danu Widhyatmoko
dipandu oleh
Arif PSA/Pio
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Kesenian Indonesia VI, dimana IKJ tahun ini menjadi tuan rumah bersama 6 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11030&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/postertalkshow.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/postertalkshow.jpg?w=533&#038;h=800" alt="postertalkshow" title="postertalkshow" width="533" height="800" class="alignnone size-full wp-image-11031" /></a></p>
<p><strong>Sarasehan Desain Poster &#8220;Exploring Root of Identity&#8221;</strong> membahas 40 poster karya desainer dan dosen dkv<br />
diselenggarakan oleh FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia) dan IKJ (Institut Kesenian Jakarta)<br />
di Galeri Cipta-IKJ<br />
Sabtu 24 Oktober 2009<br />
14.00-17.00 </p>
<p>bersama<br />
<strong>Priyanto Sunarto<br />
Hanny Kardinata<br />
Danu Widhyatmoko</strong></p>
<p>dipandu oleh<br />
<strong>Arif PSA/Pio</strong></p>
<p>Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Kesenian Indonesia VI, dimana IKJ tahun ini menjadi tuan rumah bersama 6 institusi seni lainnya (Institut Seni Indonesia-Denpasar, Institut Seni Indonesia-Surakarta, Institut Seni Indonesia-Yogyakarta, Sekolah Tinggi Seni Indonesia–Bandung, Sekolah Tinggi Seni Indonesia-Padangpanjang, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatika–Surabaya).</p>
<p>Acara ini FREE, namun karena tempat terbatas mohon melakukan RSVP dengan Sita +62815 8596 2232 atau Nisaa +62818 111 997 dan datang tepat waktu.</p>
<p>Salam FDGI,<br />
Oline</p>
<p>•••</p>
Posted in FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia/Indonesian Graphic, History Tagged: desain poster, Exploring Root of Identity, FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia), IKJ (Institut Kesenian Jakarta), sarasehan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11030/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11030&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/19/sarasehan-desain-poster-exploring-root-of-identity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/postertalkshow.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">postertalkshow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wayang Golek Strikes Back Campaign-A School Assignment of Bima Nurin Aulan</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/18/wayang-golek-strikes-back-campaign-a-school-assignment-of-bima-nurin-aulan/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/18/wayang-golek-strikes-back-campaign-a-school-assignment-of-bima-nurin-aulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 14:17:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bima Nurin Aulan]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>
		<category><![CDATA[school assignment]]></category>
		<category><![CDATA[wayang golek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=11012</guid>
		<description><![CDATA[





Wayang Golek Strikes Back Campaign
Bima Nurin Aulan, School Assignment, 2007
Note: Click each image to see the larger one.
•••
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: Bima Nurin Aulan, school assignment, wayang golek      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11012&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-1.gif?w=600&#038;h=623" alt="bima-wayang-golek-1" title="bima-wayang-golek-1" width="600" height="623" class="aligncenter size-full wp-image-11015" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-2.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-2.gif?w=292&#038;h=834" alt="bima-wayang-golek-2" title="bima-wayang-golek-2" width="292" height="834" class="aligncenter size-full wp-image-11016" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-3.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-3.gif?w=596&#038;h=923" alt="bima-wayang-golek-3" title="bima-wayang-golek-3" width="596" height="923" class="aligncenter size-full wp-image-11017" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-4.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-4.gif?w=600&#038;h=582" alt="bima-wayang-golek-4" title="bima-wayang-golek-4" width="600" height="582" class="aligncenter size-full wp-image-11018" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-5.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-5.gif?w=600&#038;h=453" alt="bima-wayang-golek-5" title="bima-wayang-golek-5" width="600" height="453" class="aligncenter size-full wp-image-11019" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-6.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-6.gif?w=600&#038;h=349" alt="bima-wayang-golek-6" title="bima-wayang-golek-6" width="600" height="349" class="aligncenter size-full wp-image-11020" /></a></p>
<p><strong>Wayang Golek Strikes Back Campaign</strong><br />
<a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/">Bima Nurin Aulan</a>, School Assignment, 2007</p>
<p><em>Note: Click each image to see the larger one.</em></p>
<p>•••</p>
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: Bima Nurin Aulan, school assignment, wayang golek <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/11012/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=11012&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/18/wayang-golek-strikes-back-campaign-a-school-assignment-of-bima-nurin-aulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-wayang-golek-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-wayang-golek-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-wayang-golek-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-wayang-golek-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-5.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-wayang-golek-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-wayang-golek-6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-wayang-golek-6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Visual Identity Projects of Bima Nurin Aulan</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/16/visual-identity-projects-of-bima-nurin-aulan/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/16/visual-identity-projects-of-bima-nurin-aulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 11:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bima Nurin Aulan]]></category>
		<category><![CDATA[Portfolio]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[visual identity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10991</guid>
		<description><![CDATA[












Note: Click each image to see the larger image.
•••
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: logo, visual identity      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10991&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-1.gif?w=600&#038;h=809" alt="bima-logo-1" title="bima-logo-1" width="600" height="809" class="alignnone size-full wp-image-10990" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-2.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-2.gif?w=600&#038;h=644" alt="bima-logo-2" title="bima-logo-2" width="600" height="644" class="alignnone size-full wp-image-10992" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-3.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-3.gif?w=600&#038;h=625" alt="bima-logo-3" title="bima-logo-3" width="600" height="625" class="alignnone size-full wp-image-10993" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-4.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-4.gif?w=600&#038;h=838" alt="bima-logo-4" title="bima-logo-4" width="600" height="838" class="alignnone size-full wp-image-10994" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-5.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-5.gif?w=600&#038;h=357" alt="bima-logo-5" title="bima-logo-5" width="600" height="357" class="alignnone size-full wp-image-10995" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-6.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-6.gif?w=600&#038;h=809" alt="bima-logo-6" title="bima-logo-6" width="600" height="809" class="alignnone size-full wp-image-10997" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-7.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-7.gif?w=600&#038;h=642" alt="bima-logo-7" title="bima-logo-7" width="600" height="642" class="alignnone size-full wp-image-10998" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-8.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-8.gif?w=600&#038;h=809" alt="bima-logo-8" title="bima-logo-8" width="600" height="809" class="alignnone size-full wp-image-10999" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-9.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-9.gif?w=600&#038;h=643" alt="bima-logo-9" title="bima-logo-9" width="600" height="643" class="alignnone size-full wp-image-11000" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-10.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-10.gif?w=600&#038;h=358" alt="bima-logo-10" title="bima-logo-10" width="600" height="358" class="alignnone size-full wp-image-11001" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-11.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-11.gif?w=600&#038;h=628" alt="bima-logo-11" title="bima-logo-11" width="600" height="628" class="alignnone size-full wp-image-11002" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-12.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-12.gif?w=600&#038;h=839" alt="bima-logo-12" title="bima-logo-12" width="600" height="839" class="alignnone size-full wp-image-11003" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-13.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-13.gif?w=600&#038;h=357" alt="bima-logo-13" title="bima-logo-13" width="600" height="357" class="alignnone size-full wp-image-11004" /></a></p>
<p><em>Note: Click each image to see the larger image.</em></p>
<p>•••</p>
Posted in Bima Nurin Aulan, Portfolio Tagged: logo, visual identity <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10991/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10991&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/16/visual-identity-projects-of-bima-nurin-aulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-5.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-7.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-9.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-10.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-12.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-logo-13.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bima-logo-13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bima Nurin Aulan</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 13:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Nurin Aulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10983</guid>
		<description><![CDATA[
Curriculum Vitae
Nama Lengkap: Bima Nurin Aulan
Tempat/ tanggal lahir: Lamongan/20 Desember 1985
Jenis Kelamin: 	Laki-laki
Status: Belum menikah
Alamat: Komp IPB Sindang Barang 2 jl. Icarus blok I no.2 Bogor
No. telpon: (0251) 8623 646, +62 812 110 3497
Sejarah Pendidikan:	TK Nijusseiki Gakuen, Matsudo, Jepang
				SD Oohashi, Matsudo, Jepang
				SD Negeri Polisi 4 Bogor
				SLTP Negeri 1 Bogor
				SMU Negeri 1 Bogor
S1 Desain Komunikasi Visual [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10983&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-nurin-aulan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-nurin-aulan.jpg?w=180&#038;h=180" alt="bima nurin aulan" title="bima nurin aulan" width="180" height="180" class="alignnone size-full wp-image-10984" /></a></p>
<p><strong>Curriculum Vitae</strong></p>
<p>Nama Lengkap: Bima Nurin Aulan</p>
<p>Tempat/ tanggal lahir: Lamongan/20 Desember 1985</p>
<p>Jenis Kelamin: 	Laki-laki</p>
<p>Status: Belum menikah</p>
<p>Alamat: Komp IPB Sindang Barang 2 jl. Icarus blok I no.2 Bogor</p>
<p>No. telpon: (0251) 8623 646, +62 812 110 3497</p>
<p>Sejarah Pendidikan:	TK Nijusseiki Gakuen, Matsudo, Jepang<br />
				SD Oohashi, Matsudo, Jepang<br />
				SD Negeri Polisi 4 Bogor<br />
				SLTP Negeri 1 Bogor<br />
				SMU Negeri 1 Bogor<br />
S1 Desain Komunikasi Visual – Desain Grafis, ITB</p>
<p>Keahlian: 	Branding, Desain Grafis, Ilustrasi manual – Digital</p>
<p>Kemampuan Bahasa	: Indonesia, Inggris, Jepang</p>
<p>Program komputer yang dikuasai: Adobe Photoshop, Adobe InDesign, Adobe Illustrator</p>
<p>Hobi: Olahraga – Futsal, Bersepeda, Mambaca buku berilustrasi, majalah, Menggambar, Jalan-jalan, traveling, berpetualang</p>
<p>Prestasi: Nominator Mahasiswa Terbaik DKV Fortune Award 2006, ITB<br />
				Juara 1 Manipulasi Foto SMUN 1 Bogor, 2003<br />
99 Besar Lomba 1001 Cover Concept Majalah Desain Grafis, 2007<br />
Semi-Finalis Pepper Project Imaginary Friends 2008<br />
Bronze BG Award Citrapariwara 2007</p>
<p>Organisasi: Osis SLTP Negeri 1 Bogor<br />
	Osis SMU Negeri 1 Bogor, Sie. Media dan Komunikasi<br />
	Panserra, Futsal SMU  N 1 Bogor, Ketua<br />
	Persatuan Sepak Bola ITB<br />
	Keluarga Mahasiswa Seni Rupa ITB<br />
	Keluarga Islam Seni Rupa ITB<br />
	Ikatan Pemuda Pemudi Desain Grafis ITB, General Manager</p>
<p>Pengalaman: Graphic Designer, Rattle Clothing Company, Bandung (2006-2007)<br />
				Ilustrator, Buku Makanan Tradisional Nusantara IPB (2005-2006)<br />
				Pasar Seni ITB 2006<br />
				Komik Badag 2006<br />
				Komik 24 jam, Bandung 2007<br />
				Graphic Designer, URBANE Indonesia, Bandung 2007<br />
				Internship, Kineto-Concept Magz. 2007 Juni-Agustus<br />
				Head Graphic Designer, Versus Magazine, 2008 – now<br />
				Creative + Research and Development, Bright&amp;Grow, now</p>
<p>•••</p>
Posted in Profile Tagged: Bima Nurin Aulan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10983/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10983&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bima-nurin-aulan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bima nurin aulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Release Pengunduran Diri dari Versus</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/release-pengunduran-diri-dari-versus/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/release-pengunduran-diri-dari-versus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 12:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalah Versus]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Bima Nurin Aulan]]></category>
		<category><![CDATA[Caroline F Sunarko]]></category>
		<category><![CDATA[Hanny Kardinata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10963</guid>
		<description><![CDATA[
.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10963&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/resignation-release1.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/resignation-release1.jpg?w=500&#038;h=608" alt="resignation release" title="resignation release" width="500" height="608" class="alignnone size-full wp-image-10975" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .</p>
<p>Berikut adalah kado yang saya terima hari ini tanggal 14.10.09 pukul 20:51 dari <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/15/bima-nurin-aulan/">Bima Nurin Aulan</a> &#8211; desainer grafis Versus yang sangat berbakat &#8211; sebuah kenangan ketika kami masih berada dalam satu tim yang luar biasa, bergulat bersama dalam peluh dan kadang-kadang&#8230; air mata. </p>
<p>Terima kasih Bima, sungguh sebuah kenangan manis sekali!</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ilust-profil-crew-versus-hi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ilust-profil-crew-versus-hi.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="ilust profil crew versus hi" title="ilust profil crew versus hi" width="1024" height="768" class="alignnone size-large wp-image-10979" /></a></p>
Posted in Majalah Versus, Miscellaneous Tagged: Bima Nurin Aulan, Caroline F Sunarko, Hanny Kardinata, Majalah Versus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10963/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10963&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/release-pengunduran-diri-dari-versus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>95</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/resignation-release1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">resignation release</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/ilust-profil-crew-versus-hi.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">ilust profil crew versus hi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talkshow ADGI Yogyakarta: &#8220;Spiritualitas dalam Kreatifitas&#8221;</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/talkshow-adgi-yogyakarta-spiritualitas-dalam-kreatifitas/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/talkshow-adgi-yogyakarta-spiritualitas-dalam-kreatifitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 03:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia/Indonesian Gra]]></category>
		<category><![CDATA[ADGI Yogyakarta Chapter]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[History of Graphic Design in Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ADGI Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[talkshow]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10958</guid>
		<description><![CDATA[
Posted in ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia/Indonesian Gra, ADGI Yogyakarta Chapter, History, History of Graphic Design in Indonesia Tagged: ADGI Yogyakarta, talkshow      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10958&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/spiritualitas-dalam-kreatifitas.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/spiritualitas-dalam-kreatifitas.jpg?w=427&#038;h=604" alt="Spiritualitas dalam Kreatifitas" title="Spiritualitas dalam Kreatifitas" width="427" height="604" class="alignnone size-full wp-image-10959" /></a></p>
Posted in ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia/Indonesian Gra, ADGI Yogyakarta Chapter, History, History of Graphic Design in Indonesia Tagged: ADGI Yogyakarta, talkshow <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10958/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10958&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/13/talkshow-adgi-yogyakarta-spiritualitas-dalam-kreatifitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/spiritualitas-dalam-kreatifitas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Spiritualitas dalam Kreatifitas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIPOGRAFI &#8211; Adaptasi Karakter Aksara Batak Toba Dalam Huruf Latin</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/11/tipografi-adaptasi-karakter-aksara-batak-toba-dalam-huruf-latin/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/11/tipografi-adaptasi-karakter-aksara-batak-toba-dalam-huruf-latin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 09:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Academic Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Njoo Dewi Candra Kertasari, Naomi Haswanto, Priyanto Sunarto]]></category>
		<category><![CDATA[aksara]]></category>
		<category><![CDATA[typeface pattern]]></category>
		<category><![CDATA[typography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10945</guid>
		<description><![CDATA[Njoo Dewi Candra Kertasari 1), Naomi Haswanto 2) &#38; Priyanto Sunarto 3)
1) Institut Teknologi Bandung
dollarge2001@yahoo.com
2,3) Institut Teknologi Bandung
Abstract
Aksara is one of traditional culture heritage requiring special notice. Because of the function, aksara has no longer be viewed as a requirement of communication media and oppressed by Latin letter effectiveness that epidemic to all global communications [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10945&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Njoo Dewi Candra Kertasari</strong> 1), <strong>Naomi Haswanto</strong> 2) &amp; <strong>Priyanto Sunarto</strong> 3)</p>
<p>1) Institut Teknologi Bandung<br />
dollarge2001@yahoo.com<br />
2,3) Institut Teknologi Bandung</p>
<p><em><strong>Abstract</strong><br />
Aksara is one of traditional culture heritage requiring special notice. Because of the function, aksara has no longer be viewed as a requirement of communication media and oppressed by Latin letter effectiveness that epidemic to all global communications aspects. This condition will be worried can cause the extinct of aksara Nusantara. The most effective solution to overcome this problem is through letter technology, where aksara traditional can be functioned as source of typeface computer inspiration without shifting Latin letter effectiveness.</p>
<p>Scheme of design typeface Latin letter with the character of Aksara Batak Toba can be described by research processes of visual construction, letter anatomy and geometric elements study. Research processes of adaptation aksara Batak Toba into Latin letter (Roman) is resulting the design of new base pattern typeface Latin with batak’s character. The final purpose of all this research processes is to realize aksara Batak Toba’s character (aksara syllabic) into Latin letter (aksara phonetics) in the form of functional computer font.</p>
<p><strong>Keywords</strong><br />
Aksara, typeface pattern, typography</em></p>
<p><strong>1. Aksara Nusantara</strong><br />
Perkembangan budaya tradisional Nusantara mengalami tantangan yang semakin kompetitif dari budaya-budaya negara lain. Hal ini merupakan indikasi diperlukannya suatu terobosan inovatif untuk mendongkrak kembali nilai-nilai budaya tradisional yang terpuruk ke tempat yang lebih layak dalam pandangan masyarakat modern. Aksara Nusantara merupakan salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. Ada beragam jenis aksara Nusantara yang secara garis besar dapat dibagi ke dalam lima kelompok yaitu aksara Hanacaraka, aksara Ka-Ga-Nga, aksara Batak, aksara Sulawesi, dan aksara Filipina.</p>
<p>Salah satu aksara yang perlu mendapat perhatian khusus adalah aksara Batak yang terancam punah terkait dengan keterbatasan sumber data dan informasi. Berbeda dengan sastra dan budaya Jawa yang cukup eksis, aksara Batak masih sangat minim dimengerti oleh masyarakat. Bahkan sebagian besar masyarakat Batak sendiri tidak mengetahui adanya aksara Batak.</p>
<p><strong>Faktor-faktor penyebab punahnya tradisi penulisan aksara Batak antara lain:</strong><br />
1. Sebagian besar sastra Batak tidak pernah ditulis. Cerita-cerita rakyat dalam bentuk fabel, mitos dan legenda, <em>umpama</em> dan <em>umpasa</em>, <em>torhan-torhanan</em>, <em>turiturian</em>, <em>huling-hulingan</em> semuanya diturunkan hanya secara lisan dari generasi ke generasi.<br />
2. Masuknya agama Islam dan Kristen ke tanah Batak, yang membenci produk-produk <em>pustaha</em> para <em>datu</em> yang dianggap “obyek-obyek kekafiran” sehingga mengakibatkan timbulnya pemusnahan massal. Akibatnya, semenjak tahun 1852 <em>pustaha</em> telah terancam punah<br />
3. Sisa pustaha Batak yang masih ada tersimpan dalam koleksi-koleksi museum atau perpustakaan mancanegara terutama Belanda dan Jerman, dan sebagian kecil di Perpustakaan Nasional Jakarta.</p>
<p>Dalam era modern saat ini media komunikasi tulis global yang paling efektif adalah huruf latin. Fakta inilah yang menjadi dasar upaya adaptasi karakter aksara Batak ke dalam huruf latin, sebagai suatu solusi yang baik dari segi fungsi, efisiensi serta faedah yang dapat diterima oleh masyarakat. Faktor-faktor ini penting, mengingat aksara dalam segi komunikasi tidak dibutuhkan lagi.</p>
<p>Tujuan akhir dari proses penelitian adalah dihasilkannya desain huruf latin berkarakter Aksara Nusantara, dengan fokus aksara Batak Toba, yang menjadikan aksara Batak mudah diakses dan dikenal karakternya oleh suku dan bangsa lain di seluruh dunia, termasuk masyarakat Batak sendiri. Dengan demikian, huruf latin berkarakter aksara Nusantara ini dapat difungsikan sebagai mediator sosialisasi visual aksara Batak dengan tingkat efektivitas yang setara dengan huruf latin dan tingkat penyebaran bertaraf global.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-1.gif?w=527&#038;h=582" alt="TIPOGRAFI-1" title="TIPOGRAFI-1" width="527" height="582" class="alignnone size-full wp-image-10728" /></a></p>
<p><strong>Gambar 1</strong><br />
Silsilah Aksara<br />
Sumber: Kozok, 2009</p>
<p>Basis proses adaptasi karakter adalah tipografi, yaitu bagaimana merancang sebuah <em>typeface</em> atau <em>font</em> huruf latin yang memiliki karakter aksara Batak Toba dan memenuhi kaidah-kaidah yang berlaku dalam sebuah <em>typeface</em> atau <em>font</em> huruf latin, seperti <em>readibility</em>, <em>legibility</em>, dan lain-lain.</p>
<p><strong>2. Proses Perancangan Pola Huruf</strong><br />
Sebagai media komunikasi tulis, aksara memiliki perbedaan signifikan dengan huruf latin, terutama dari segi visual dan teknis pembacaan. Pembeda dari segi visual antara lain proporsi, karakter visual, anatomi huruf, dan konstruksi geometri. Pembeda dari segi teknis pembacaan adalah aksara Batak termasuk dalam jenis aksara silabik, yaitu aksara yang menggambarkan suku kata (a-ha-ma-na-ra) sedangkan huruf latin termasuk dalam jenis aksara fonetik yaitu jenis aksara yang berupa lambang fonem (ab-c-d-e). Atas dasar perbedaan-perbedaan ini, maka proses adaptasi karakter huruf memerlukan suatu bentuk pola dasar huruf yang menjadi titik temu antara karakter aksara Batak Toba dengan karakter huruf latin.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-2.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-2.gif?w=600&#038;h=97" alt="TIPOGRAFI-2" title="TIPOGRAFI-2" width="600" height="97" class="alignnone size-full wp-image-10729" /></a></p>
<p><strong>Gambar 2</strong><br />
Urutan Aksara Batak Toba (<em>Ina ni surat</em>)<br />
Sumber: Kozok, 2009</p>
<p><strong>PROPORSI DAN KARAKTER VISUAL</strong><br />
Karakter serta proporsi aksara Batak dengan huruf latin mempunyai perbedaan yang mencolok. Sebagai materi studi, diperlukan data visual keduanya. (Lihat gbr 3 &amp; 4)</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-3.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-3.gif?w=568&#038;h=319" alt="TIPOGRAFI-3" title="TIPOGRAFI-3" width="568" height="319" class="alignnone size-full wp-image-10730" /></a></p>
<p><strong>Gambar 3</strong><br />
proporsi huruf Roman<br />
Sumber: Perkins</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-4.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-4.gif?w=600&#038;h=430" alt="TIPOGRAFI-4" title="TIPOGRAFI-4" width="600" height="430" class="alignnone size-full wp-image-10731" /></a></p>
<p><strong>Gambar 4</strong><br />
aksara Batak Toba pada pustaha Bremen<br />
Sumber: www.hawaii-indolang.com</p>
<p>a. Proporsi dan karakter yang menonjol dari huruf Latin (Roman) :<br />
1. huruf proporsional dan stabil<br />
2. bentuk huruf berdasar pada unsur-unsur geometris seperti kotak, segitiga, lingkaran<br />
3. tebal-tipis <em>stroke</em> dinamis dan kontras<br />
4. terdiri dari unsur garis horizontal dan vertikal dalam komposisi seimbang<br />
5. susunan huruf (<em>kerning</em>) tampak menyatu dalam bentukan tiap kata, sedangkan antar kata dipisahkan oleh jarak spasi<br />
6. jarak atas dan bawah antar baris kalimat (<em>leading</em>) fleksibel, dapat diatur sesuai keperluan <em>layout</em></p>
<p>b. Proporsi dan karakter yang menonjol dari aksara Batak :<br />
1. huruf dinamis<br />
2. bentuk dasar huruf cenderung membulat dan gepeng (elips), dengan berbagai sudut kelengkungan yang variatif<br />
3. <em>stroke</em> aksara Batak relatif tebal dan ketebalannya konstan<br />
4. unsur garis horizontal mendominasi, dan tidak memiliki unsur garis vertikal tegak (90 derajat)<br />
5. susunan huruf (<em>kerning</em>) berjauhan dengan jarak konstan, tidak tampak spasi antar kata<br />
6. mempunyai ciri khas <em>leading</em> antar baris kalimat relatif jauh, sehingga <em>layout</em> secara keseluruhan tampak ’lapang dan bersih’</p>
<p><strong>ANALISIS ANATOMI HURUF</strong></p>
<p><em>Baseline, capline, meanline</em><br />
Pada huruf latin, tiap huruf tertata dalam suatu posisi yang rata-teratur dan apabila ditarik garis tegak lurus secara horizontal antar huruf yang satu dengan huruf lainnya ditemukan struktur garis maya tertentu, yang disebut <em>baseline</em>, <em>capline</em>, dan <em>meanline</em>. Namun pada aksara batak, ketiga struktur garis ini agak sulit ditangkap secara langsung oleh mata. Umumnya aksara Batak yang baku dituliskan secara vertikal dari bawah ke atas (kemudian dibaca secara horizontal dari kiri ke kanan) namun belum tentu tegak lurus satu sama lain, walaupun secara teori, seperti halnya aksara-aksara dari India, aksara Batak mempunyai ’garis utama’ (menyerupai capline pada huruf latin) yang berfungsi layaknya gantungan bagi bentuk baku aksara (apabila dilihat secara mendatar, pada posisi baca). Satu hal yang menarik pada aksara Batak adalah tidak dikenalnya istilah capline akibat tidak mempunyai bentuk huruf besar. Faktor ini menyebabkan struktur garis maya aksara Batak lebih variatif dibanding huruf latin.</p>
<p><em>Ascender, x-height, descender</em><br />
Susunan huruf latin secara vertikal terbagi menjadi 3 bagian dengan komposisi seimbang, yaitu <em>ascender</em>, <em>x-height</em>, dan <em>descender</em>. Berbeda dengan aksara Batak yang tampak dominan mengalir secara horizontal dan tidak mempunyai bentuk tegakvertikal murni (90 derajat). Adapun beberapa unsur garis yang cenderung vertikal pada aksara Batak memiliki sudut kemiringan tertentu sehingga kurang menonjol dibanding unsur horizontal. Tentunya hal ini berkaitan dengan cara penulisan keduanya yang berbeda.</p>
<p><strong>ANALISIS UNSUR GARIS</strong><br />
Studi mengenai penyederhanaan sudut geometri aksara Batak berpedoman pada hasil analisis unsur garis berdasarkan anatomi huruf. Untuk menganalisis sudut geometri aksara Batak, dilakukan perhitungan jumlah kelompok garis dengan asumsi aksara Batak tersebut ditulis dengan cara ditoreh menggunakan benda tajam, sehingga bentuk-bentuk lengkung terdistorsi menjadi sudut. Dengan pengecualian, bentuk lengkung pada bagian garis luar aksara Batak yang berpola dasar lingkaran tidak ikut dijadikan sudut.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-5.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-5.gif?w=568&#038;h=318" alt="TIPOGRAFI-5" title="TIPOGRAFI-5" width="568" height="318" class="alignnone size-full wp-image-10732" /></a></p>
<p><strong>Gambar 5</strong><br />
contoh sketsa analisis geometri aksara Batak<br />
Sumber: Kertasari, 2009</p>
<p><strong>KONSTRUKSI GEOMETRI</strong><br />
Dari hasil analisis anatomi huruf dan analisis unsur garis berdasarkan sudut geometri diperoleh perbandingan elemen garis konstruksi pembentuk aksara Batak sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-5a.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-5a.gif?w=600&#038;h=661" alt="TIPOGRAFI-5a" title="TIPOGRAFI-5a" width="600" height="661" class="alignnone size-full wp-image-10733" /></a></p>
<p><strong>Tabel 1: Perbandingan Konstruksi Geometri</strong><br />
Sumber: Kertasari, 2009</p>
<p>Berdasarkan tabel perbandingan konstruksi geometris, dapat diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, unsur horisontal pada aksara Batak Toba lebih dominan dibanding unsur vertikal. Kedua, aksara ini tidak mempunyai bentuk tegak-vertikal (90 derajat), padahal jumlah bentuk tegak-vertikal pada huruf latin berjumlah 20 atau kedua terbanyak setelah bentuk tegak-horizontal. Ketiga, keseimbangan komposisi unsur garis vertikal dan horizontal pada huruf latin terbukti dalam hasil perhitungan unsur garis.</p>
<p><strong>POLA HURUF</strong><br />
Analisis dari segi visual dan teknis pembacaan (pada uraikan sebelumnya) menghasilkan rumusan bentuk pola dasar hasil gabungan huruf latin dengan aksara Batak. Bentuk pola dasar desain huruf ini semula berbentuk lingkaran, namun kemudian dimampatkan menjadi bentuk elips, dengan pertimbangan rata-rata bentuk elips aksara Batak pada pustaha Bremen.</p>
<p><strong>Hasil Final Pola Desain Adaptasi Karakter Aksara Batak Toba Dalam Huruf Latin</strong></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-6.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-6.gif?w=500&#038;h=308" alt="TIPOGRAFI-6" title="TIPOGRAFI-6" width="500" height="308" class="alignnone size-full wp-image-10734" /></a></p>
<p><strong>Gambar 6</strong><br />
Hasil Final Pola Desain Huruf<br />
Sumber: Kertasari, 2009</p>
<p><strong>3. Desain</strong><br />
Pola yang telah dihasilkan dari proses penelitian menjadi pedoman pembuatan bentuk huruf latin dengan karakter aksara Batak Toba. Tahapan dalam mendesain huruf adalah sketsa alternatif huruf, memasukkan hasil desain huruf terpilih ke dalam pola, proses komputerisasi.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-7.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-7.gif?w=600&#038;h=191" alt="TIPOGRAFI-7" title="TIPOGRAFI-7" width="600" height="191" class="alignnone size-full wp-image-10735" /></a></p>
<p><strong>Gambar 7</strong><br />
Contoh Sketsa desain huruf besar<br />
Sumber: Kertasari, 2009</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-8.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-8.gif?w=600&#038;h=196" alt="TIPOGRAFI-8" title="TIPOGRAFI-8" width="600" height="196" class="alignnone size-full wp-image-10737" /></a></p>
<p><strong>Gambar 8</strong><br />
Contoh Sketsa desain huruf kecil<br />
Sumber: Kertasari, 2009<br />
© 2009 Njoo Dewi</p>
<p><strong>KOMPUTERISASI</strong><br />
Pola huruf terlebih dahulu diubah menjadi bitmap, kemudian dilakukan pengaturan <em>kerning</em> huruf dan spasi huruf dengan menggunakan software pembuat <em>font</em>.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-9.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-9.gif?w=256&#038;h=192" alt="TIPOGRAFI-9" title="TIPOGRAFI-9" width="256" height="192" class="alignnone size-full wp-image-10739" /></a></p>
<p><strong>Gambar 9</strong><br />
Pengaturan bentuk huruf menjadi bitmap</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-10.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-10.gif?w=600&#038;h=493" alt="TIPOGRAFI-10" title="TIPOGRAFI-10" width="600" height="493" class="alignnone size-full wp-image-10740" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-11.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-11.gif?w=459&#038;h=378" alt="TIPOGRAFI-11" title="TIPOGRAFI-11" width="459" height="378" class="alignnone size-full wp-image-10741" /></a></p>
<p><strong>Gambar 10 &amp; 11</strong><br />
Pengaturan kerning huruf &amp; spasi huruf</p>
<p><strong>HASIL DESAIN</strong><br />
Hasil akhir proses adaptasi karakter aksara Batak Toba berupa tiga set character font, yaitu:<br />
• Set Character Batu Harang Debata (display font)<br />
• Set Character Batu Harang (regular font)<br />
• Set Character Batu Harang (bold font)</p>
<p><em>Display font</em> dapat digunakan sebagai <em>headline</em> judul buku dan ragam tulisan hias lainnya dengan karakter Batak Toba yang lebih kuat dibanding <em>regular font</em> dan <em>bold font</em> yang berfungsi sebagai <em>bodytext</em>. Keunggulan <em>bodytext</em> adalah bentuk huruf yang lebih sistematis dengan tingkat <em>readability</em> lebih tinggi dibandingkan dengan <em>display font</em>.</p>
<p><strong>APLIKASI DESAIN HURUF</strong><br />
Desain huruf berikut merupakan uji coba aplikasi pada <em>layout</em> spread buku budaya Batak. Jenis huruf yang digunakan adalah Batu Harang (<em>bold font</em>) pada judul dan Batu Harang (<em>regular font</em>) sebagai <em>bodytext</em>.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-12a1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-12a1.gif?w=600&#038;h=471" alt="TIPOGRAFI-12a" title="TIPOGRAFI-12a" width="600" height="471" class="alignnone size-full wp-image-10745" /></a></p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-12b1.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-12b1.gif?w=600&#038;h=353" alt="TIPOGRAFI-12b" title="TIPOGRAFI-12b" width="600" height="353" class="alignnone size-full wp-image-10746" /></a></p>
<p><strong>Gambar 12</strong><br />
Aplikasi berupa spread buku Batak Sculpture<br />
Sumber: Kertasari, 2009</p>
<p><strong>4. Penutup</strong><br />
Mendesain huruf latin dengan karakter aksara Batak Toba merupakan suatu tantangan tersendiri. Diperlukan wawasan budaya yang luas, pemilihan data yang tepat, serta kecermatan dalam mengolah data visual agar sesuai dengan tujuan desain huruf. Huruf latin dan aksara Batak memiliki karakter yang sangat berbeda sehingga memunculkan pertanyaan ”sudah cukup latinkah bentuk <em>font</em> berkarakter Batak ini?” atau ”seberapa Batak-kah huruf latin ini harus dimunculkan karakternya?” Titik temu antara karakter huruf latin dengan aksara merupakan jawaban yang relatif yang akan kembali pada nilai seni pribadi penciptanya.</p>
<p>Standarisasi pembuatan huruf latin berkarakter aksara Batak Toba ini berpegang pada tujuan pembuatannya, yaitu untuk keperluan <em>bodytext</em> percetakan buku budaya Batak agar lebih berkarakter. Oleh karena itu <em>readability</em> dan <em>legibility</em> merupakan hal terpenting tanpa mengesampingkan kekuatan karakter Batak yang dimunculkan.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><br />
Kozok, Uli. 2009. S<em>urat Batak</em>, KPG, Jakarta.<br />
Sihombing, Danton. 2001. <em>Tipografi Dalam Desain Grafis</em>, KPG, Jakarta.<br />
Kertasari, Njoo Dewi. 2009. <em>Huruf Latin Berkarakter Aksara Batak Toba (Tugas Akhir)</em>, FSRD ITB, Bandung.<br />
Haswanto, Naomi. 2002. <em>Tinjauan Rupa Atas Aksara Batak Toba Sebagai Gagasan Bagi Tipografi Masa Kini (Tesis)</em>, FSRD ITB, Bandung.<br />
Carpenter, Bruce W. 2007. <em>Batak Sculpture</em>, Star Standard, Singapore.<br />
Yayasan Harapan Kita. 1997. <em>Aksara</em>, Perum Percetakan RI, Jakarta.<br />
Miller, Didier. 1998. <em>Languange and Literature</em>, Indonesian Heritage, Singapore.<br />
Casparis, J. G. de. 1975. <em>Indonesian Palaeography</em>, Leiden: E.J Brill.<br />
Mc Glynn, John H (ed). 2002. I<em>ndonesian Herritage jilid 10</em>: Bahasa dan Sastra, Buku Antar Bangsa, Jakarta.<br />
Cullen, Kristin. 2005. <em>Layout Work Book</em>, Page One, Singapore.</p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>Download materi &gt; <a href='http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-adaptasi-karakter-aksara-batak-toba-dalam-huruf-latin.pdf'>TIPOGRAFI &#8211; Adaptasi Karakter Aksara Batak Toba Dalam Huruf Latin</a></p>
<p>•••</p>
Posted in Academic Writing, Njoo Dewi Candra Kertasari, Naomi Haswanto, Priyanto Sunarto Tagged: aksara, typeface pattern, typography <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10945/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10945&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/11/tipografi-adaptasi-karakter-aksara-batak-toba-dalam-huruf-latin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-5.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-5a.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-5a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-6.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-7.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-8.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-9.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-10.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-10</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-12a1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-12a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tipografi-12b1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">TIPOGRAFI-12b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Imagemakers of the Future&#8221; Dibuka 10 Oktober</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/imagemakers-of-the-future-dibuka-10-oktober/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/imagemakers-of-the-future-dibuka-10-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 03:28:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Ayip/Matamera Communications]]></category>
		<category><![CDATA[BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Miscellaneous]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Photo Festival 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Blipfest 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10863</guid>
		<description><![CDATA[
Blipfest atau Bali Photo Festival 2010, sebuah dedikasi bagi dunia fotografi Indonesia akan dikemas dalam berbagai acara fotografi dalam berbagai dimensi baik seminar, workshop, pameran dan forum serta lomba. Blipest dimaksud menumbuhkan daya saing fotografer Indonesia di kancah dunia. Blipfest juga memiliki perhatian terhadap talenta fotografer muda untuk eksistensinya yang lebih baik.
Meskipun acaranya baru akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10863&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-alila-invite.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-alila-invite.gif?w=600&#038;h=603" alt="blipfest-alila-invite" title="blipfest-alila-invite" width="600" height="603" class="aligncenter size-full wp-image-10864" /></a></p>
<p>Blipfest atau Bali Photo Festival 2010, sebuah dedikasi bagi dunia fotografi Indonesia akan dikemas dalam berbagai acara fotografi dalam berbagai dimensi baik seminar, workshop, pameran dan forum serta lomba. Blipest dimaksud menumbuhkan daya saing fotografer Indonesia di kancah dunia. Blipfest juga memiliki perhatian terhadap talenta fotografer muda untuk eksistensinya yang lebih baik.</p>
<p>Meskipun acaranya baru akan digelar tahun depan pada bulan September-Oktober, namun deklarasinya dengan berbagai agenda kegiatan telah dilakukan semenjak Juli-Agustus 2009 di FGDexpo Jakarta dengan “Go Blip Yourself” dan presentasi di Pecha Kucha Night Bali #2&#8243; di Sanur Village Festival Agustus 2009. Blipfest akan melibatkan fotografer internasional dan mereka yang telah merencanakan hadir memberikan workshop dan berpameran adalah Linda Connor (pengajar di San Francisco Art Institute),  John Stanmeyer (co founder of VII, Time magazine), Raghu Rai (Magnum)</p>
<p>Blipfest yang dikuratori para fotografer Senior Indonesia Rio Helmi, Oscar Motulloh, Firman Ichsan, Darwis Triadi dan Tara Sosrowardoyo ini akan menggelar pre event berikutnya di Alila Ubud pada hari Sabtu 10 Oktober 2009 dengan judul “Imagemakers of The Future” yang menampilkan 11 fotografer muda Indonesia berbakat dan berprestasi.</p>
<p>Beberapa fotografer yang akan tampil dengan karya terbaiknya adalah:</p>
<p>ERICK CHANG<br />
Eric Chang adalah fotografer muda produktif yang telah mengerjakan banyak proyek semenjak tahun 2005. Ia telah membuat beragam potret – dirigen orkestra, ahli bedah saraf, pemusik tradisional Cina, seniman batik serta tokoh-tokoh seperti Nia Dinata, Ruth Sahanaya dan Sebastian Gunawan. Kliennya beragam pula – Tatler Indonesia, Metro TV dan Novotel. Dia pernah membuat berbagai pameran tunggal, dan pernah menjadi fotografer resmi untuk event-event besar di Jakarta (konser Beyonce, Il Divo). Eric menerima beasiswa di College of Art and Design di Pasadena, California dan akan melanjutkan studinya disitu tahun depan.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eric-chang.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eric-chang.jpg?w=600&#038;h=201" alt="eric-chang" title="eric-chang" width="600" height="201" class="aligncenter size-full wp-image-10865" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>TJOKBAGUS KERTHYASA (AKA MAX)<br />
Lahir pada 28 Agustus 1980 di Sidney Australia. Sekolah dasar di North Sidney Demonstration School (1996-1992). SMA di Chatswood High School, Sidney (1992-1997) dan pertama mengenal fotografi lubang jarum sekaligus memproses flm hitam putih di sekolah tersebut pada tahun 1996. Lalu pindah ke Bali di tahun 1997 dan melanjutkan sekolah via koresponden dan lulus tahun 1998.</p>
<p>Setelah lulus SMA sempat bekerja di kapal layar Mediterania di 1999 dan membeli kamera SLR pertama saat berada di pelayaran tersebut. Itulah awal dari kecintaannya kepada fotografi dan setelah melewatkan dua bulan di Eropa dan menghabiskan banyak roll film, ia kembali ke Bali dan memutuskan untuk kuliah.</p>
<p>Namun kecintaannya kepada fotografi terlanjur dalam dan setelah memikirkan secara masak-masak dan mendiskusikannya dengan keluarga, ia mantap kembali ke Sydney Australia untuk belajar fotografi profesional di Institut Teknologi KVB. Selama kuliah, Tjok juga bekerja sebagai asisten freelance untuk beberapa fotografer profesional di Sydney. Kemudian setelah lulus tahun 2002 Tjok melanjutkan bekerja sebagai asisten dan sambil kursus foto hitam putih fine art di studio point light Sydney yang mempertajam keahliannya mengolah foto di kamar gelap sekaligus meningkatkan apresiasinya terhadap fotografi hitam putih.</p>
<p>Sempat kembali ke Bali pada 2002 dimana ia bekerja di sejumlah majalah sebelum kembali ke Sydney untuk mengejar karir. Karena salah satu kecintaan Tjok adalah mencetak foto, ia segera mengambil kesempatan untuk mengambil alih sebuah photo lab di Sydney yang datang saat itu juga. Tjok kemudian menjalankan minilab dan bisnis framing di pusat kota sebelum fotografi digital melumpuhkan bisnis cetak foto.</p>
<p>Meski begitu, ia sempat menjalankan sebuah digital lab lain di Sydney setelah menutup bisnisnya sendiri. Tapi itu tidak lama, karena ia jenuh dan ingin mencari hal baru sehingga ia merencanakan sebuah perjalanan panjang selama tiga bulan ke China utara, Tibet, Nepal dan India. Pada pertengahan 2005 Tjok kembali dari perjalanan yang ternyata menghabiskan waktu selama sembilan bulan. Ia pun lalu meneruskan perjalanannya ke Thailand, Kamboja dan Burma. Dalam perjalanan kali ini, Tjok berkesempatan untuk mendatangi banyak tempat-tempat menarik dan memperoleh banyak pengalaman dalam hal travel fotografi sekaligus street fotografi.</p>
<p>Setelah kembali dari perjalanan panjangnya, Tjok menggelar satu pameran tunggal di Jakarta berjudul “Menyentuh Langit”, dan dua pameran kecil lainnya di Ubud, Bali seraya terus bekerja sebagai fotografer komersil dan mengelola sebuah restoran di Seminyak, Bali.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tjok-gus.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tjok-gus.jpg?w=600&#038;h=397" alt="tjok-gus" title="tjok-gus" width="600" height="397" class="aligncenter size-full wp-image-10866" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>EKA NICKMATULHUDA<br />
Eka Nickmatulhuda, yang lebih sering menghilangkan nama “eka” nya untuk akreditasi foto2nya ini, sejak lahir 11 Oktober 1981 silam, menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tumbuh dan berkembang di Jakarta. Cape menjadi betawi yang selama 18 tahun kegiatan hidupnya tidak pernah jauh dari rumah membuatnya selalu berpikir, “can i possibly belong to something bigger than this? where i can take more part, where i can stop being a social tool without a use”.</p>
<p>One thing leads to another, akhirnya dia terdampar di Tempo News Room pada akhir 2004, setelah sempat mengecap magang selama dua bulan di Biro Foto Antara untuk tugas akhirnya ketika kuliah di Komunikasi Pembangunan Institut Pertanian Bogor. Menjadi pewarta foto di Tempo (2004-2009) telah membongkar tempurungnya. Ia bisa mengenal banyak orang dari segala lapisan, melihat lebih banyak hal dan terutama, mendapat kesempatan menyegel kehidupan orang-orang itu walau hanya beberapa detik, dengan memotretnya.</p>
<p>Manusia dan kehidupan bagi eka, akan selalu menarik. Banyak sisi, banyak warna, banyak pelajaran di dalamnya. Dan lewat klik2 kameranya, dia bisa dengan jujur mengungkapkan satu sisi. Hebatnya lagi, dia bisa memilih sisi mana yang mau dia hantarkan ke penikmat fotonya. Menjadi kurator beberapa bentuk kehidupan dan mengajak orang lain untuk ikut melihatnya, mengambil pelajaran darinya atau bahkan tergerak untuk melakukan sesuatu setelah melihat karyanya.</p>
<p>Untungnya, untuk terus bisa melakukan hal positif dari memotret foto jurnalistik, ada banyak pewarta foto yang bisa ia jadikan rujukan. Indonesia, menurut eka, penuh dengan pewarta foto yang sangat inspiratif dalam karya2nya. Meski seringkali tersandung di tangan editor, karya2 pewarta foto indonesia tidak pernah surut dengan kreativitas. kunci untuk terus menghasilkan karya yang baik adalah tidak berhenti untuk mau tahu. Sehingga pewarta foto itu akan tidak berhenti belajar, melihat dan berkarya.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka-mutulhuda.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka-mutulhuda.jpg?w=600&#038;h=401" alt="eka-mutulhuda" title="eka-mutulhuda" width="600" height="401" class="aligncenter size-full wp-image-10867" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>ANDI ARI SETIADI<br />
Andi Ari Setiadi lahir di Samarinda pada 1979. Ia lulus dengan predikat siswa terbaik dari Sekolah Desain Interstudi di Jakarta pada 2002. Dalam rentang waktu 2005-2007, ia berpartisipasi dalam masterclass fotografi dengan sejumlah pembimbing. Karya-karya fotonya pernah tampil di sejumlah pameran di Singapura dan Indonesia dan salah satu karyanya juga menjadi sampul buku berjudul “Gempa Indonesia” atau “Indonesia Earthquake”. Andi Ari Setiadi pernah bekerja sebagai desainer grafis dan fotografer di Arga Calista Disain sepanjang tahun 2002-2006 dan sekarang menjadi freelance di Galeri Foto Jurnalistik Antara.</p>
<p>kehidupan manusia adalah sesuatu yang misterius. pertanyaan-pertanyaan tentang dalam diri akan tetap tak terjawab, meskipun pertanyaan itu berdasarkan interpretasi dan kepedulian bahwa kehidupan tidak hanya kontemplasi ataupun imajinasi saja, tapi sebuah realitas dari “jawaban seluruh semesta”.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andi-ari.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andi-ari.jpg?w=525&#038;h=349" alt="andi-ari" title="andi-ari" width="525" height="349" class="aligncenter size-full wp-image-10868" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>MADE NAGI<br />
Tertarik dengan photography semenjak masih sekolah, karena pada dasarnya menyukai berbagai produk seni visual seperti film, lukisan dan tentunya photo. Semasa kuliah mendapat kesempatan berharga untuk menjadi kontributor di koran harian Bali Post sampai akhirnya bergabung sepenuhnya pada tahun 2003. Bekerja selama dua tahun sebagai pewarta foto di koran harian semakin menguatkan kecintaan pada foto jurnalistik.</p>
<p>Tahun 2005 menjadi momen penting dalam karirnya ketika terpilih sebagai salah satu photographer yang disponsori untuk bergabung dalam Bali photo workshop yang diselenggarakan oleh John Stanmeyer dan Gary Knight dari VII Photo Agency. Di tahun yang sama juga mendapat kesempatan untuk bergabung dengan EPA – European Pressphoto Agency sampai sekarang.</p>
<p>Selain Bali Photo Workshop, ia juga berpartisipasi dalam Angkor Photography Festival di Siem Reap, Kamboja di tahun 2007. Ia pun sempat mengkontribusikan karya nya untuk dipamerkan dalam AIDS Photo Exibition “Menyinari Jalan Menuju Masa Depan”, Bali Musseum sekaligus Cultural exibition, “Bangli in Bali”, Jimbaran gallery, keduanya pada tahun 2006. Nagi juga sempat memenangkan sejumlah lomba foto dan menjadi juara kedua di dua lomba foto yaitu Lomba Digital Camera Magazine Photographer of the Year 2007 kategori Street photography dan Photographer Pilihan Tempo 2008 di kategori portrait.</p>
<p>Menurut Nagi, perkembangan photography di Indonesia sangat pesat, banyak muncul photographer muda berbakat, apalagi ditunjang dengan era digital dan akses informasi yang sangat luas. Mudahnya menciptakan karya visual di era digital tentu menjadi tantangan besar untuk menjadi tidak seragam dan menuntut untuk semakin kreatif dalam berkarya.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi.jpg?w=422&#038;h=282" alt="Made Nagi" title="Made Nagi" width="422" height="282" class="aligncenter size-full wp-image-10869" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>SONIA PRABOWO<br />
Sonia Prabowo adalah Sarjana Ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta dan memulai karirnya sebagai fotografer profesional pada tahun 2005. Kebanyakan kliennya adalah individu atau keluarga yang menginginkan foto keluarga ataupun portrait yang terlihat sensual. Lain waktu, dia juga menerima permintaan klien lokal maupun luar yang berkaitan dengan industri fashion. Ia pun telah menggarap sejumlah proyek dari industri musik dan pariwisata.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan, ia telah menggelar sejumlah pameran seperti “Reflection” di Koong Galery, Jakarta pada 2008, berikut sebuah pameran bertema “Heart Broken” di Galeri Biasa, Yogyakarta pada tahun yang sama. Baru-baru ini, Sonia juga sukses dengan pamerannya, “My Mommy is a Bread Winner” yang digelar di Linggar Seni Galeri, Jakarta.</p>
<p>Ia tertarik di fotografi karena ia seakan bisa mengatakan, “Hey world, beginilah cara saya melihatnya”. Ia percaya, masing-masing orang adalah individu yang unik, oleh karena itu, janganlah takut untuk berbeda.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sonia-prabowo.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sonia-prabowo.jpg?w=300&#038;h=450" alt="sonia-prabowo" title="sonia-prabowo" width="300" height="450" class="aligncenter size-full wp-image-10870" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>MURADI<br />
Muradi, lahir di Tangerang 29 Juni 1981. Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta. Awalnya mengenal fotografi ketika masuk kelompok mahasiswa pecinta fotografi UNJ (KMPF UNJ) untuk mendukung matakuliah saya. Setelah lulus kuliah pernah menjadi stringer foto di Majalah Tempo dan sekarang di harian Kontan. Dia pernah ikut pameran “Eyemotion” di Oktagon Galeri (2006), pameran bersama ‘Unbreakable’ di Galeri Foto Jurnaliostik Antara, dan ‘The Promise of the City’ di Goethe Institute di Jakarta. Tahun 2007 dia mendapat kesempatan partisipasi dalam workshop yg dipimpin Wolfgang Bellwinkel (Ostkreuz Agency) dan Pete Bialobrrzeski.</p>
<p>“Namun seiring waktu berjalan makna memotret bagi saya sama halnya menggambar atau melukis, sama-sama menuangkan apa yang saya lihat dan apa yang saya pikirkan.”</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/muradi.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/muradi.jpg?w=350&#038;h=233" alt="muradi" title="muradi" width="350" height="233" class="aligncenter size-full wp-image-10871" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>ANDIKA WAHYU<br />
Andika Wahyu lahir di Kebumen, Jawa Tengah pada 14 Juli 1983. Ketertarikan pada fotografi berawal dari kekaguman pada foto-foto yang terpampang di koran-koran waktu masih di sekolah dasar. Berbagai macam pertanyaan berkecamuk dalam dirinya waktu itu. dan perlahan jawabannya mulai terkuak ketika mulai terlibat lebih dalam dengan fotografi di unit kegiatan mahasiswa (UKM) Fisip Fotografi Club (FFC) Universitas Sebelas Maret Surakarta di awal tahun 2001. Selagi merampungkan studi di jurusan Ilmu Komunikasi UNS, Andika berkesempatan melakukan on job training sebagai fotografer di Tabloid Olahraga BOLA dan Kantor Berita Indonesia ANTARA. Setelah merampungkan studi bergabung dengan Antara Foto-Indonesia Press Photo Agency-sebagai pewarta foto mulai tahun 2006 sampai sekarang.</p>
<p>FOTOGRAFI baginya adalah alat ajaib, sang penghenti dan pembeku waktu, serta media kontemplasi. Tentang fotografi di Indonesia, menurutnya hanya ingin menekankan bahwa janganlah fotografi hanya dinilai dari aspek estetis saja…perdebatan dan perbincangan aspek estetis telah selesai…menunggu fotografi di Indonesia lebih “berperan” dengan segala kelebihannya agar lebih bisa membawa manfaat bagi masyarakat…</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andika.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andika.jpg?w=388&#038;h=492" alt="andika" title="andika" width="388" height="492" class="aligncenter size-full wp-image-10872" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>NICOLE PATRICIA MALINA<br />
Nicoline Patricia Malina lahir di Surabaya, pada 6 Desember 1984. Ia belajar Fine Arts di Hogeschool voor The Kunsten Utrecht dan memulai karirnya di fotografi fashion sejak 2005. Setahun kemudian, ia mendirikan bisnisnya sendiri dan bekerja sebagai fotografer fashion dan melayani klien-kliennya di Amsterdam, Paris dan Antwerp. Ia pernah memenangkan penghargaan the Iconique Societás Excellence in Fashion Photography tahun 2007.</p>
<p>Tak lama, ia pindah ke Indonesia di tahun 2008 dimana sekarang ia tinggal dan bekerja sebagai fotografer fashion yang melayani permintaan klien dari Indonesia, Singapura dan China. Meski begitu, secara berkala ia pun kembali ke Eropa baik untuk bekunjung maupun bekerja. Nicoline juga menerima penghargaan pada 2009 dari ELLE Indonesia, sebagai Fotografer Muda Terbaik Tahun Ini, sekaligus Photographer of The Year from A+ Scarlett Celebrity Fashion Award.</p>
<p>Karya-karyanya diakui secara Internasional yang meliputi pemuatan di sejumlah majalah berkelas internasional yang terdapat di Belanda, China dan Indonesia seperti Harper&#8217;s Bazaar, Elle, Esquire, Maxim, Cosmopolitan, Herworld, Female. Belakangan ini ia juga menangani proyek-proyek komersil untuk Ponds, Lux, Clear, Sony, M Pacific Place, Immigrant, A Mild, Young Designer United Amsterdam, WWF dan masih banyak lagi.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nicoline-patricia.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nicoline-patricia.jpg?w=453&#038;h=604" alt="Nicoline Patricia" title="Nicoline Patricia" width="453" height="604" class="aligncenter size-full wp-image-10873" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>GUS DE<br />
Pertamakali Gus De membangun minatnya pada landscape fotografi ketika ayahnya menghadiahkannya sebuah kamera pada tahun 1992. Beberapa saat minatnya tak dapat berlanjut demi alasan biaya yang terbatas. Namun pada tahun 2002 Gus De mencobanya sekali lagi.</p>
<p>Saat ini Gus De bekerja sebagai fotografer professional pada perusahaan surfing juga menjadi freelancer untuk majalah Rolling Stones, Trax, CosmoGirl, Bella Donna Wedding, The Beat, Spice, Girl Friend, Juene dan Blend Magazine.</p>
<p>Bagi Gus De, dunia fotografi adalah dunia keindahan dan kesenangan. Membuka banyak hal baginya – untuk mencintai alam dan budaya, berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gus-de.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gus-de.jpg?w=600&#038;h=600" alt="Gus De" title="Gus De" width="600" height="600" class="aligncenter size-full wp-image-10874" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>DIANA PUTRI TARIGAN<br />
Diana Putri Tarigan studied business marketing at RMIT in Melbourne, Australia, before training at the Darwis Triadi School of Photography, graduating in 2005. She undertook further training at the ANTARA Photo Journalism Workshop in Jakarta in 2008. Diana now specializes in travel photography. She has taken movie stills on several film productions, including the current shoot of Eat Pray Love in Bali, and has worked on four film documentaries: Aceh Tsunami, Toraja – Tomate, Kawa Ijen Labours and Tokian Gypsies. For Diana, photography is about &#8216;not the position, but the direction&#8217;. Her work can be viewed at dianaputri.wordpress.com.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/diana-putri-tarigan.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/diana-putri-tarigan.jpg?w=600&#038;h=399" alt="Diana Putri Tarigan" title="Diana Putri Tarigan" width="600" height="399" class="aligncenter size-full wp-image-10875" /></a></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>Untuk mengetahui perkembangan Blipfest dapat dilihat di situs Blipfest. Atau bergabung di Fanpage Blipfest di Facebook dan follow Blipfest di Twitter.</p>
<p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blip-presentation-18.jpg"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blip-presentation-18.jpg?w=600&#038;h=422" alt="BLIP-Presentation-18" title="BLIP-Presentation-18" width="600" height="422" class="aligncenter size-full wp-image-10876" /></a></p>
<p><em>&#8220;Go Blip Yourself&#8221; @ FGDexpo 2009.</em></p>
<p>.   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   .   . </p>
<p>Dikirimkan oleh: Ayip.</p>
<p>•••</p>
Posted in Article, Ayip/Matamera Communications, BLIPfest (Bali Photography Festival) 2010, Miscellaneous Tagged: Bali Photo Festival 2010, Blipfest 2010 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10863/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10863&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/imagemakers-of-the-future-dibuka-10-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blipfest-alila-invite.gif" medium="image">
			<media:title type="html">blipfest-alila-invite</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eric-chang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eric-chang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/tjok-gus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tjok-gus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/eka-mutulhuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eka-mutulhuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andi-ari.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andi-ari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/made-nagi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Made Nagi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/sonia-prabowo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sonia-prabowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/muradi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muradi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/andika.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/nicoline-patricia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Nicoline Patricia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/gus-de.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gus De</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/diana-putri-tarigan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Diana Putri Tarigan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/blip-presentation-18.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BLIP-Presentation-18</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Buku &#8220;mendesain Logo&#8221; karya Surianto Rustan</title>
		<link>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/peluncuran-buku-mendesain-logo-karya-surianto-rustan/</link>
		<comments>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/peluncuran-buku-mendesain-logo-karya-surianto-rustan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 02:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hannykardinata</dc:creator>
				<category><![CDATA[News&Events]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[mendesain Logo]]></category>
		<category><![CDATA[Surianto Rustan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/?p=10787</guid>
		<description><![CDATA[
Gramedia Pustaka Utama dan Forum Desain Grafis Indonesia (FDGI) dengan hormat mengundang Bapak/Ibu/Sdr. untuk hadir dalam acara peluncuran buku ‘mendesain LOGO’ karya Surianto Rustan
Jumat, 16 Oktober 2009, 14.30 &#8211; 18.00.
Kinokuniya Books, Sogo lt.5, Plaza Senayan Jakarta.
Disertai dengan talkshow:
The POWER of LOGO
Pembicara:
Surianto Rustan
penulis, pembicara, pengajar,
aktivis FDGI, Pendiri Rustan Grafis
Eka Sofyan Rizal
ketua FDGI, pengajar, pendiri Paprieka
• Studio [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10787&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bukulogo_undangan.gif"><img src="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bukulogo_undangan.gif?w=1024&#038;h=723" alt="bukulogo_undangan" title="bukulogo_undangan" width="1024" height="723" class="alignnone size-large wp-image-10790" /></a></p>
<p>Gramedia Pustaka Utama dan Forum Desain Grafis Indonesia (FDGI) dengan hormat mengundang Bapak/Ibu/Sdr. untuk hadir dalam acara peluncuran buku ‘mendesain LOGO’ karya Surianto Rustan</p>
<p>Jumat, 16 Oktober 2009, 14.30 &#8211; 18.00.<br />
Kinokuniya Books, Sogo lt.5, Plaza Senayan Jakarta.</p>
<p>Disertai dengan <em>talkshow</em>:<br />
The POWER of LOGO</p>
<p>Pembicara:</p>
<p><strong>Surianto Rustan</strong><br />
penulis, pembicara, pengajar,<br />
aktivis FDGI, Pendiri Rustan Grafis</p>
<p><strong>Eka Sofyan Rizal</strong><br />
ketua FDGI, pengajar, pendiri Paprieka<br />
• Studio Desain Identitas &amp; Grafis</p>
<p><strong>Imelda Dewajani</strong><br />
<em>founder</em>, Fresh Creative &#8211; Identity<br />
Development &amp; Brand Communication</p>
<p>Moderator:<br />
<strong>Arief PSA </strong><br />
aktivis FDGI, pengajar, praktisi<br />
(Songo Chandari Indonesia)</p>
<p>Dapatkan <em>lucky draw</em> &amp; <em>goodie bag</em> menarik!</p>
<p>Karena keterbatasan tempat duduk, pastikan Anda datang lebih awal dan konfirmasi sebelumnya ke:</p>
<p>• CAROLINE<br />
08179992992<br />
02197392929<br />
picingipa2@yahoo.com</p>
<p>• OLIVIA<br />
08159161938<br />
02193119628<br />
oliv3_2007@yahoo.com</p>
<p>•••</p>
Posted in News&amp;Events Tagged: logo, mendesain Logo, Surianto Rustan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desaingrafisindonesia.wordpress.com/10787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desaingrafisindonesia.wordpress.com&blog=853670&post=10787&subd=desaingrafisindonesia&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2009/10/09/peluncuran-buku-mendesain-logo-karya-surianto-rustan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">hannykardinata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desaingrafisindonesia.files.wordpress.com/2009/10/bukulogo_undangan.gif?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">bukulogo_undangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>